Rabu, 08 Februari 2023

Babinsa Songgom, Pengecekan Tanaman Jagung Umur 27 Hari

 

Brebes - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes, Koptu Kardiyono melaksanakan pengecekan dan penyulaman tanaman jagung sekaligus perawatan yang masih berumur 7 hari, di lahan Demplot Kodim, Desa Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (8/2/23).

Kegiatan yang dilakukan dengan pembersihan rumput liar sementara benih yang tumbuh tidak merata yang disebabkan adanya curah hujan yang tinggi seingga pertumbuhannya lambat tumbuh dengan debit air banyak yang mengakibatkan benih ada busuk serta tidak tumbuh subur.

Koptu Kardiyono mengatakan “Dengan cuaca sekarang ini, bibit tanaman jagung yang sudah berumur 27 hari mengalami lambat pertumbuhannya dikarenakan curah hujan dengan intensitas tinggi dimana tanaman jagung menjadi busuk”. Ungkap Babinsa.

“Upaya yang kami lalukan bersama dengan PPL dan petani disini yaitu dengan tambal sulam, artinya bila ada tanaman jagung yang busuk, maka akan diganti dengan yang baru yang usia pertumbuhannya sama”. Imbuhnya.

Diharapkan dukungan ini mampu membantu pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan, tambahnya.

“Sebelumnya tanaman jagung ini, bersama petani mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, perawatan, panen sampai nantinya penjualan didampingi terus oleh Babinsa,” jelasnya.

Harapannya bersama PPL akan terus melakukan pendampingan kepada petani, baik pada saat pembukaan lahan baru, pembagian pupuk, penyemprotan hama, kami mengharapkan kerjasama. (Pendim0713).

Senin, 06 Februari 2023

Upacara Pemakaman Militer Serma Caswo

 


Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Tentrem Basuki pimpin upacara pemakaman militer Almarhum Serma Caswo Didik Haryanto, Babinsa Koramil 13 Salem di TPU Caringin Kampung Nyegog, Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (6/2/2023).

Warga setempat dan sekitarnya sangat antusias mengantarkan jenazah dari rumah duka di RT. 01 RW. 02 Kampung Nyegog Desa Bentar, menuju peristirahatannya yang terakhir, terlebih dengan adanya tembakan salvo ke udara sebagai salah satu prosesi dalam pemakaman secara militer.

Disampaikan Dandim, bahwa Almarhum layak diupacarakan secara militer karena memiliki Satya Lencana Kartika Eka Paksi Nararya, yaitu kesetiaan berdinas prajurit selama 32 tahun tanpa cacat hukum.

Almarhum juga memiliki Satya Lencana Dharma, yang merupakan tanda kehormatan bagi prajurit atas pelaksanaan tugas operasi militer dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Atas nama pimpinan TNI Angkatan Darat dan juga mewakili keluarga Almarhum, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan selama hidup beliau,” ujarnya.

Dandim juga minta kepada seluruh takziah agar mendoakan Almarhum agar sehingga diampuni dosa atau kesalahannya semasa hidup sehingga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kemudian juga, untuk menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan keikhlasan, kekuatan, dan ketabahan untuk melanjutkan hidup.

“Kami juga mohon doanya agar kami diberikan kemudahan dan kekuatan dalam melanjutkan pengabdian Almarhum untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Untuk diketahui, bahwa Serma Caswo merupakan lulusan Tamtama tahun 1993. Almarhum sudah lama sakit menahun dan menghembuskan nafas terakhir pada pukul 07.20 WIB, di Ruang Soka No. 8 RSU Margono Purwokerto.

Almarhum meninggalkan istri dan dua orang anak yaitu Dea Kartika Sari Umiyati (mahasiswi 21 tahun) dan Muhammad Arya Dwi Pangestu (pelajar 16 tahun).

Hadir juga dalam prosesi tersebut Muspika Salem, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes Ny. Esty Tentrem Basuki, kepala desa setempat, dan anggota kepolisian Brebes Selatan. (Aan)

Pramuka SWK Jatibarang Dibekali Penanganan Ular Berbisa dan Survival

 

Brebes – Anak-anak pramuka binaan Koramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes atau Saka Wira Kartika (SWK) Jatibarang, menerima pembekalan animal rescue reptil dari Komunitas Exalos Indonesia Rescue Brebes. Minggu sore (5/2/2023).

Disampaikan Danramil Jatibarang, Kapten Arhanud Suryadi SH, bahwa pengenalan hewan reptil dan cara penanganannya perlu di edukasikan kepada anak-anak pramuka SWK karena mereka juga terlibat berbagai kegiatan sosial untuk membantu TNI seperti penanganan bencana alam di pegunungan maupun hutan.

“Pramuka Saka Wira Kartika sering berkegiatan di alam terbuka sehingga besar kemungkinannya bertemu dengan ular, jadi mereka harus tahu mana ular yang berbisa dan mana yang tidak sesuai dengan ciri-ciri morfologi maupun perilakunya,” bebernya.

Ilmu ini memang diberikan karena berkaitan dengan dua dari lima krida dalam pramuka SWK, yaitu penanggulangan bencana alam dan survival.

Suryadi menambahkan, dengan ilmu yang diterima diharapkan anak-anak pramuka binaannya itu tidak salah jika harus memberikan pertolongan pertama terhadap korban gigitan ular di lapangan, sehingga mereka sendiri tidak menjadi korban.

“Jika suatu saat anak-anak pramuka terdampar hutan belantara dan mereka harus bertahan hidup dengan memakan ular, maka mereka akan tahu ular mana yang bisa dimakan,” tandasnya.

Sementara disampaikan Faizal selaku Ketua Komunitas Exalos Indonesia Rescue Brebes, bahwa ular merupakan salah satu hewan yang paling banyak habitatnya di Indonesia yang merupakan daerah tropis.

“Hewan melata dan berdarah dingin ini sering terlihat di pekarangan rumah atau bahkan masuk ke dalam rumah jika habitat aslinya terendam air,” terangnya.

Lanjutnya, ular sendiri adalah makhluk hidup yang memiliki karakteristik tidak akan menyerang makhluk hidup lainnya jika mereka tidak terganggu/terancam.

“Anak-anak pramuka ini kita ajarkan untuk ikut melestarikan reptil ini dengan tidak membunuhnya. Jadi kita ajarkan cara menangkap yang benar dan aman jika terpaksa harus mengevakuasi/menangkapnya agar tidak membahayakan orang lainnya,” sambungnya.

Adapun teknik menangkap ular yang aman bermacam-macam dan beberapa diantaranya yaitu menggunakan metode tali kolong yang ditautkan di ujung pipa PVC, sapu, dan serok. Namun yang paling sederhana adalah dengan menggunakan ranting pohon.

Di seluruh dunia terdapat sekitar 200 jenis ular berbisa dari lebih dari 2.000 spesies ular. Untuk ciri-ciri yang berbisa yaitu kepala berbentuk segitiga/viper (kecuali cobra), memiliki taring menonjol, tidak membelit karena memiliki bisa/racun, warnanya mencolok, terlihat seluruh badannya saat berenang di air, mata lonjong dengan pupil elips, terdapat satu baris sisik di ujung ekor.

Kemudian gerakan cenderung tenang namun akan sangat agresif saat mempertahankan sarang atau teritorinya saat terusik, bekas luka gigitannya halus dan berbentuk lengkung, serta tidak langsung pergi jika telah mematuk karena menunggu korbannya mati.

Sedangkan ciri-ciri ular tak berbisa antara lain bentuk kepala kebanyakan lonjong telur, warna tidak mencolok sehingga tersamar dengan kondisi lingkungannya, mata dengan pupil bulat, memiliki dua baris sisik di ujung ekor, bekas gigitan terlihat berderet dan tersusun rapi, dan ular biasanya langsung pergi setelah mematuk.

Faizal juga menerangkan tentang bagaimana pertolongan pertama gigitan ular di lapangan, yaitu pertama-tama membersihkan bekas gigitan dan kemudian menutup dengan kain kering bersih.

“Jangan menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah, ataupun menyedot bisa dengan mulut karena ini sangat berbahaya bagi penolong,” tegasnya.

Hal yang tidak boleh dilakukan lainnya adalah menggosok dengan balsam atau zat kimia lainnya serta membilas/mengompres dengan air baik panas atau es pada area gigitan.

Kemudian langkah penanganan berikutnya adalah mengikat anggota gerak yang tergigit dengan dua tongkat atau kayu sebagai bidai, kemudian restrict motion (membatasi gerak anggota badan yang terkena gigitan) agar racun tidak cepat menyebar selama proses evakuasi untuk mendapatkan anti bisa terdekat.

“Letakkan anggota gerak yang tergigit lebih rendah dari badan dan beri minum air putih yang banyak,” imbuhnya.

Faizal menambahkan, untuk pemasangan torniket tidak dianjurkan, namun jika jauh dari anti-bisa maka bisa dilakukan dengan ikatan tidak terlalu ketat di bawah waktu 30 menit pertama. (Aan)

Minggu, 05 Februari 2023

Karya Bakti Jum’at Bersih : Jalan Dukuh Galuh Timur Direhab

  

Brebes - Karya bakti rehabilitasi badan jalan Dukuh Galuhtimur I Desa Galuhtimur ke Dukuh Glempang RT 04 RW 06 sepanjang 100 meter dari (ADD) Anggaran Dana Desa Tahun 2023. Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (3/2/23).

Jalan yang selama ini masih berupa tanah sehingga licin ketika turun hujan, diharapkan setelah perbaikan jalan itu maka roda perekonomian warga akan menjadi lancar sekaligus karya bakti ini dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Disamping itu dengan dilaksanakannya perbaikan jalan tersebut bertujuan untuk memperlancar akses dan memperlancar kegiatan perekonomian warga. Karya bakti jalan ini langsung dikoordinir Babinsa Serda Beni Ismwan bersama Kepaladesa Galuh Timur bersama perangkat.

"Karya bakti yang kami lakukan bersama masyarakat ini diharapkan jalan menjadi lebih baik dan bisa memperlancar perekonomian masyarakat desa, sehingga kegiatan sehari-hari warga yang mayoritas petani dapat berjalan lancar," ujar Beni. (Pen0713).

Koptu Supriyadi, Babisa Pepedan Dampingi Program PTSL

 

Brebes – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09 Tonjong, Koptu Supriyadi melakukan pendampingan ugas BPN dan Desa dalam Pemasangan serentak 1.000 patok dalam rangka program Gema Patas program PTSL tahun 2023 di Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (3/1/23).

Babinsa membantu pelaksanakan pengukuran dan penertiban batas-batas tanah serta himbauan kepada warga agar segera mensertifikatkan tanahnya yang disaksikan Kepala Desa Pepedan Syaiful Huda, Petugas BPN M. Husen Rifai, Ketua Panitia Pengukuran Tanah PTSL Manhuri serta Ketua RT. 

"Tim PTSL beserta Babinsa melaksanakan pemasangan patok yang akan diukur selanjutnya pihak pengaju memberikan keterangan pada pihak BPN, surat itu langsung dilakukan pengukuran. Nantinya akan dilakukan penelitian dan verifikasi pemeriksaan tanah terkait dengan kebenaran batas-batasnya. Tim PTSL yang telah mengukur nantinya akan mengolah data kemudian hasil ukurnya akan diverifikasi ulang" terangnya.(Pen0713)

Koramil 10 Sirampog Latih Pramuka Saka Wira Kartika

 

Brebes – Koramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes yang dipimpin Babinsa Serma Agus Susilo dibantu Sertu Annur hari ini melatih PBB (Peraturan Barus Berbaris) dalam rangka kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah) dan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) di Kampung Pancasila di MTs Mambaul Ulum Jetak, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (4/2/23).

Selain Peraturan Baris Berbaris (PBB) diantaranya penghormatan, gerakan ditempat ataupun berjalan, Babinsa juga mengajarkan materi dasar pramuka meliputi Krida dalam Saka Wira Kartika, yaitu Krida Navrat, Krida Pioneer, krida Mountenering, Krida Survival dan Krida Penanggulangan Bencana Alam.

Dikatakan Serma Agus Susilo “Tujuan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan materi dasar Pramuka untuk Siswa siswi sekolah adalah Menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dengan rekan, sikap disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tidak langsung akan tertanam rasa tanggung jawab pada siswa. Dengan begitu banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan materi dasar Pramuka”. Ungkapnya.

Sementara ucapan terima kasih di sampaikan oleh Kepala Sekolah Junaidi saat melihat secara langsung siswanya dilatih dihalaman sekolah. (Pen0713).

Jumat, 03 Februari 2023

Koptu Supriyadi dan Warga Karya Bakti Bangun Talud

 

Brebes - Membangun infrastruktur di desa, Babinsa Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Koptu Supriyadi dan warga melaksanakan karya bakti bersama pembuatan talud badan jalan sebagai penahan tanah agar tidak selalu longsor menutup saluran air, di jalan dukuh Kasihan Desa Purwodadi ke dukuh Meranggi RT 08 RW 03 Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong, Brebes, sepanjang 114 meter dan deker panjang 2 meter dan lebar 2 meter dari anggaran dana desa tahun 2023. Kamis (2/2/23).

Koptu Supriyadi mengatakan bahwa, pelaksanaan karya bakti bersama masyarakat ini merupakan salah satu wujud nyata dan peran aktif serta sumbangsih TNI khususnya aparat kewilayahan kepada rakyat di daerah, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat tetap terjaga.

“Tugas pokok TNI salah satunya adalah membantu Pemerintah Daerah, diantaranya membantu percepatan pembangunan desa seperti ini. Kita selaku Babinsa adalah ujung tombak satuan kewilayahan akan selalu mendukung program pemerintah di segala bidang seperti pertanian, pembangunan, kesehatan dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Masih di lokasi setempat, Kadus 1 Desa Pepedan Supriyanto selaku tokoh masyarakat yang juga hadir ikut dalam kegiatan ini mengatakan, mewakili warga masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selama ini selalu bersama-sama kami setiap ada kegiatan.

“Dengan harapan komunikasi yang sudah terjalin dengan baik antara TNI dan warga ini akan semakin solid dan kuat,” Imbuhnya. (Pen0713)