Rabu, 14 Juli 2021

Polres Brebes Gelar Vaksinasi Massal Untuk Masyarakat Umum

 Brebes - Polres Brebes Polda Jateng menggelar vaksinasi massal kepada masyarakat umum untuk mempercepat target satu juta vaksin yang dicanangkan oleh pemerintah.

Ratusan masyarakat yang antusias menyambut adanya vaksinasi Massal yang merupakan rangkain Hari  Bahyangkara Polri ke 75 yang di gelar di halaman Mapolres Brebes, Rabu (30/06).

Didampingi Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti dan Dandim 0713 Brebes, Kapolres Brebes mengatakan bahwa hari bersama dengan Pemkab dan TNI melaksanakan kegiatan vaksinasi massal rutin  untuk memenuhi kota satu juta vakasin.

“Tentunya serbuan Vaksinasi massal ini akan dilakukan secara terus menerus dan bertahap untuk memenuhi 1 juta sehari serta masyarakat dapat divaksin dan mendapatkan imunity,”pungkas Kapolres Brebes.

Faisal juga menjelaskan, kalau dalam satu hari kita dapat menyuntikan 10.000 sampai dengan 20.000, nantinya target dapat tercapai dan terpenuhi, langkah yang kita lakukan dengan kami terus bersinergi  dan berkordinasi agar kegiatan bisa berlanjut dan dilaksanakan secara dinamis. 

“Dengan dinamis dilakukan di kecamatan vaksinasi ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat akan vaksin dapat terpenuhi, “pungkasnya.

Kapolres Brebes juga menambahkan untuk target vaksinasi hari ini adalah 1.000 Vaksin, sampai dengan saat ini kegiatan masih berlangsung sebanyak 700 Vaksin dapat di tersalurkan kepada masyarakat.

Tentunya setelah di vaksin masyarakat harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan,selalu Pakai Masker data beraktifitas di luar rumah tentunya.










Sementara itu Bupati Brebes HJ. Idza Priyanti Mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan oleh Jajaran Kepolisian Resor Brebes, apalagi kita kemarin sudah melakukan vaksinasi massal juga di Islamic Center selama 3 hari.

Dapat kita lihat, Hari ini pelaksanaan Vaksinasi di Halaman Polres Brebes masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya vaksinasi, baik Pihak TNI dan Polri selalu mendukung  kita dalam kegiatan Vaksinasi Massal.

“Vaksinasi massal ini juga di berikan kepada masyarakat agar sesuai dengan sasaran, baik lansia, disabilitas dan masyarakat umum semuanya dapat tervaksin,”ujar Bupati.

Dalam kegiatan ini juga dandim 0713 Brebes Letkol. Arm. Haikal Sofayan menjalaskan bahwa inturksi Pemerintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi ini juga akan dilakukan 2 X lipat, sehingga TNI – Polri akan terus mendukung langkah Vaksinasi Masaal di kabupaten Brebes dapat terlaksana dengan baik.

“Kami dari Kodim 0713 Brebes dengan kemampuan yang kita ada selalu mendukung Pemkab dan Polri serta pemerintah pusat untuk melaksanakan vaksinasi, salah satunya dengan pengerahan babinsa untuk mengedukasi masyarakatnya agar mau di vaksin,”imbuhnya.(hms/LKT)

Belasan Pengguna Jalan Pantura Brebes Kena Denda Di Tempat Saat Terjaring Razia Prokes

  


Brebes – Sepekan terakhir pemberlakuan PPKM Darurat, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Brebes secara acak menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di sejumlah tempat di Jalan Raya Pantura.

Kali ini operasi dilakukan di Jalur Pantura di depan Pasar Bulakamba, Kecamatan Bulakamba. Kamis (15/7/2021).

Disampaikan Serma Casmudi, salah satu petugas dari Subdenpom IV/1-4 Brebes, bahwa sasaran razia kali ini adalah para pengguna jalan serta pedagang dan pengunjung Pasar Bulakamba.

“Fokus razia kali ini masih sama, yaitu mereka yang tidak memakai masker,” tegasnya.

Masih kata Sersan Casmudi, Setelah diberikan masker maka para pelanggar prokes juga diberikan tilang sebagai sanksi tindak pidana ringan (tipiring), kemudian langsung melaksanakan sidang di tempat.

Penilangan seperti ini juga akan terus dilakukan sampai batas waktu pemberlakuan PPKM Darurat, 20 Juli 2021 mendatang. Ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021.

“Sampai dengan pukul 09.00 WIB, sudah ada 15 orang yang terjaring. Mereka kemudian langsung didenda sebesar Rp. 52 ribu di meja sidang oleh hakim dari Pengadilan Negeri Brebes,” sambungnya.

Dijelaskannya lanjut, uang denda tersebut akan akan disetorkan sebagai kas Negara.

Setelah melalui serangkaian proses sidang dan membayar denda, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan kembali.

Sementara terkait pelaksanaan operasi yustisi penegakan prokes perda dalam PPKM Darurat, sebelumnya petugas telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara keliling dengan menggunakan pengeras suara, sambil melakukan patroli Kamtibmas.

Casmudi menambahkan, sanksi seperti itu adalah untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar prokes, dengan harapan pelanggar akan disiplin prokes serta memberitahukannya kepada keluarga dan warga di lingkungannya.

Untuk diketahui, petugas gabungan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Brebes itu terdiri dari Polres, Kodim 0713 Brebes, Dishub, Satpol PP, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, dan Dinkes.

Selama pelaksanaan operasi, melalui pengeras suara petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penegakan prokes dan sanksinya, sehingga kedepannya diharapkan mereka sadar hukum dan mematuhinya. (Aan/Red)

Selasa, 13 Juli 2021

Dandim Brebes Serahkan Hasil-hasil Pembangunan Desa Ciputih

 


Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, secara resmi menyerahkan hasil pembangunan fisik dan non fisik Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jateng melalui program TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2021, kepada pemerintah daerah melalui Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH, di Pendopo Brebes. Rabu (14/7/2021).

Acara penyerahan itu secara simbolis dilakukan melalui penandanganan naskah TMMD dan kemudian diserahkan Dandim kepada Bupati.

Dalam acara yang disederhanakan terkait protokol kesehatan covid-19 itu, sejumlah pejabat dan tamu undangan yang hadir meliputi Kapolres AKBP Faisal Febrianto dan Forkopimda lainnya, Forkopimcam Salem, serta Kades Ciputih, Slamet Becho.

Dalam amanatnya Dandim mengatakan, TMMD Sengkuyung di Desa Ciputih yang dilakukan selama 30 hari, telah berhasil menuntaskan seluruh target yang diprogramkan dengan baik.

Keberhasilan itu menurutnya berkat gotong-royong dari Pemkab, TNI-Polri, stakeholder terkait, Ormas, dan juga warga masyarakat setempat yang sangat antusias membantu, sehingga dirinya menyatakan dengan tegas ucapan terima kasih.

“Kami berharap apa yang telah diberikan untuk warga Desa Ciputih dapat dirawat dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi pertanian khususnya, termasuk merawat budaya gotong-royong itu sendiri,” ujarnya.

Kemudian, berbagai edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan (SDM) dan keterampilan masyarakat melalui berbagai macam sosialiasai, penyuluhan, dan juga pelatihan-pelatihan, juga dapat ditransfer lagi ke warga yang lain/getok tular.


Sementara itu, Bupati tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu percepatan pemerataa pembangunan di desa-desa tertinggal infrastruktur di Brebes.

Ia juga meminta agar masih-masih pihak terus merapatkan barisan untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran virus corona di wilayahnya.

Untuk diketahui, berbagai sasaran fisik itu meliputi peningkatan jalan warga antar sekaligus pertanian dengan makadam sepanjang 1.326 meter lebar 4 meter, pelebaran jembatan 7x3 meter, pekerjaan rabat beton sepanjang 190 meter lebar 3 meter, rabat beton lebar 4 meter panjang 120 meter, serta pekerjaan plat duiker volume 1,5 x 0,6 meter tebal 20 centimeter.

Kemudian untuk sasaran tambahan berupa renovasi 2 unit Poskamling di Dusun Sundai dan Dusun Tangerang, serta rehab 5 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) milik warga yang kurang mampu di Dusun Depok (2 unit) dan di Dusun Kurung Ciung 3 unit.

Pekerjaan TMMD Sengkuyung itu didanai dari APBD fisik I dan II Pemkab Brebes dengan total Rp. 951 juta. (Aan)

Petugas PPKM Darurat di Brebes Masih Berikan Sanksi Push Up

 


Brebes – Satgas PPKM Darurat di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali memberikan sanksi push up kepada warga yang tidak memakai masker saat operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Selasa (13/7/2021).

Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan atau Pjs. Pasi Ops Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, sanksi yang diberikan adalah upaya edukasi agar warga kedepannya malu jika tak memakai masker saat keluar rumah.

“Razia masker di tempat publik kali ini sasarannya masih sama, yaitu para pengguna jalan dan warga yang berkerumun tidak memakai masker,” ujarnya.

Edukasi itu masih akan dilakukan sampai tanggal 20 Juli 2021 nanti atau selama masa pemberlakukan PPKM Darurat di Brebes.

Menurutnya, kesadaran memang terkadang timbul karena paksaan dan hukuman. Jadi, upaya penanggulangan penyebaran covid-19 akan berhasil jika masyarakat patuh terhadap prokes, petugas PPKM Darurat hanya sebagai pendorongnya.

Selanjutnya, setelah mendapatkan sanksi dan diberi edukasi, pelanggar prokes itu diberikan masker.

Petugas juga menghimbau agar masyarakat lebih menahan diri tidak keluar rumah jika tidak untuk kebutuhan mendesak, sehingga wabah pandemi segera berakhir kemudian perekonomian, kehidupan sosial, dan pendidikan dapat berangsur-angsur pulih kembali. (Aan/Red)

Senin, 12 Juli 2021

Petugas Gabungan Kembali Razia Odong-odong di Kersana Brebes

 


Brebes – Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Dishub, DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), dan Satpol PP Kabupaten Brebes, kembali merazia odong-odong yang beroperasi di jalanan di wilayah Kecamatan Kersana, Brebes, Jawa Tengah. Senin (12/7/2021).


Petugas menurunkan para penumpang kemudian menilang pengemudi dan selanjutnya menyita serta mengamankan odong-odong ke Satlantas Polres Brebes.


Dikemukakan Dansubdenpom IV/1-4 Brebes melalui Serma Casmudi, operasi terhadap kendaraan yang sarat penumpang itu diberlakukan berdasarkan ketentuan PPKM Darurat serta sesuai dengan surat edaran Pemkab Brebes.


“Kendaraan odong-odong yang mengangkut banyak penumpang adalah melanggar protokol kesehatan karena penumpangnya berdesak-desakan. Ini potensi penyebaran virus corona,” ujarnya.


Ia menilai, info razia yang Sebelumnya sudah dimulai pada Kamis lalu itu (8/7), kali ini juga bocor ke para pengemudi odong-odong, sehingga dalam razia kali ini hanya mendapatkan satu target.


Lanjutnya, sesuai perundang-undangan yang berlaku, Undang-Undang Lalulintas No. 22 Tahun 2009, modifikasi kendaraan odong-odong menyalahi aturan yaitu dalam kategori kendaraan Over Dimensi Over Loading (ODOL), berpotensi terjadi kecelakaan dengan menurunnya fungsi teknis setelah dimodifikasi, tidak ada asuransi kecelakaan, dapat merugikan operasional trayek angkutan penumpang umum, dan melanggar prokes itu sendiri.


Jadi kedepannya, para pengemudi, pembuat, dan penjual odong-odong bisa dikenakan sanksi pidana.


“Sebelum razia di jalan, petugas gabungan mendatangi salah satu bengkel odong-odong di dekat RSUD Ketanggungan. Ini adalah sosialisasi awal bagi para pemilik bengkel odong-odong,” tandasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Lalulintas Dishub Brebes, M. Reza Prisman menjelaskan, selama PPKM Darurat, pihaknya bersama pihak terkait tersebut sifatnya masih akan rutin hunting kemudian menilang atau menyita barang bukti odong-odong.


Menurutnya, razia itu merupakan edukasi awal dimana selanjutnya adalah menindak tegas para pemilik dan bengkel odong-odong yang masih buka hingga saat ini, karena kendaraan itu bukan moda transportasi umum.


Yang perlu masyarakat ketahui, pengoperasionalan kendaraan odong-odong menyalahi UU Lalulintas No. 22 Tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pada pasal 277, 278, 279, pasal 285 ayat 2, pasal 286, pasal 287 ayat 6, pasal 288 ayat 3, pasal 289, dan pasal 304.


Begitu juga melanggar peraturan pemerintah No. 5 Tahun 2021, dalam pasal 212 ayat 1 dan 2, terkait perizinan usaha.


Kemudian, sesuai UU lalu lintas tersebut, pemilik odong-odong dapat mengambil kendaraannya jika telah memenuhi syarat yakni normalisasi kendaraan ke bentuk aslinya. (Aan)

Sabtu, 10 Juli 2021

Pekerjaan TMMD Sengkuyung di Ciputih Brebes Juga Dicek Kodam IV Diponegoro

  

Brebes – Pekerjaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2021 yang dilakukan secara teknis oleh Kodim 0713 Brebes di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pengawasan dari Kodam IV Diponegoro, yang diketuai oleh Kolonel Infanteri Tri Suseno, Sos, Staf Ahli Pangdam IV Diponegoro. Sabtu siang (10/7/2021).

Kolonel Tri Suseno ditugaskan untuk memastikan apakah capaian pekerjaan TMMD baik fisik maupun non fisik Desa Ciputih, apakah sudah akuntabel sesuai dengan pelaporannya.

“Saya memastikan apakah target pembangunan fisik dan non fisik di Desa Ciputih, apakah sudah sesuai dengan ketetapan karena tujuannya jelas untuk meningkatkan kesejahteraan termasuk SDM masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengecek administrasi pekerjaan TMMD di Poskotis TMMD yang terletak di Balai Kampung Depok. Ketua Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) itu juga memeriksa papan sketsel yang berisikan tabulasi data maupun dokumentasi pentahapan TMMD, mulai dari tahap Pra TMMD (1/6) hingga TMMD berjalan di hari ke-26 saat ini.

Menurutnya, administrasi program yang tersaji sudah mumpuni atau sudah menggambarkan dengan jelas pentahapan dan progres saat ini di lapangan, kemudian transparan sehingga memudahkan pengawasan dari sejumlah pihak terkait TMMD.

Sebelum terjun ke lapangan kerja, Kolonel Tri Suseno bersama Forkopimcam Salem, ia berkesempatan memberikan bantuan secara simbolis berupa beras 10 kilogram dan masker 10 buah untuk 100 KK Ciputih.

Di lapangan, secara umum dirinya menyatakan puas atas capaian dan kualitas pekerjaan yang telah rampung yang meliputi rabat beton 190 meter lebar 3 meter, rabat beton 70 meter lebar 4 meter, plat duiker 1,5 meter lebar 0,6 meter, pelebaran jembatan 7x3 meter, dan pekerjaan renovasi 2 unit pos kamling (Dusun Sonday dan Tangeran).

Pun untuk capaian pekerjaan yang masih dikebut penyelesaiannya yakni makadam sepanjang 1.136 meter lebar 4 meter (88%), dan rabat beton 50 meter lebar 4 meter (75%).

Pasalnya, khusus infrastruktur jalan yang dibangun warga itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai akses antar dusun dan pertanian, sehingga warga ikut menjaga kualitasnya.

“Dengan antusiasnya warga dan segenap Ormas di Kecamatan Salem yang setiap harinya tidak kurang 60 orang ikut kerja bakti di TMMD, sasaran fisik tersisa ini akan selesai tepat waktu sebelum penutupan TMMD (14/7),” sambungnya mengapresiasi.

Sementara saat bertandang melihat hasil pekerjaan rehab 5 unit RTLH milik 2 orang warga Dusun Depok dan 3 orang warga Dusun Kurung Ciung, ia menyatakan bangga atas kerja keras TNI dengan para tetangga pemilik rumah.

Kemudian terkait kegiatan non fisik TMMD yang telah dan akan dilaksanakan berupa penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan-pelatihan, juga sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat yang mayoritas sebagai petani dan peternak. Termasuk edukasi protokol kesehatan covid-19, KB, wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum terpadu, Kamtibmas, bencana alam, narkoba, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Mewakili Pangdam IV Diponegoro, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan TMMD di Desa Ciputih ini,” pungkasnya sebelum bertolak ke Semarang pada pukul 15.45 WIB.

Turut mendampingi, Danrem 071 Wijayakusuma yang diwakili Mayor Armed Aris Khoirudin, S.Ag (Pasi Bakti Korem 071/WK), Dandim 0713 Brebes yang diwakili Kapten Infanteri Surikan (Pasiter Kodim Brebes), Camat Salem Slamet Budi Raharjo, S.I.P, Danramil 13 Salem Kapten Infanteri Iskandar, serta Kades Ciputih Slamet Becho. (Aan)

Hasil Kerja TMMD Sengkuyung di Ciputih Brebes Juga Dicek Kodam IV Diponegoro

  


Brebes – Pekerjaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2021 yang dilakukan secara teknis oleh Kodim 0713 Brebes di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pengawasan dari Kodam IV Diponegoro, yang diketuai oleh Kolonel Infanteri Tri Suseno, Sos, Staf Ahli Pangdam IV Diponegoro. Sabtu siang (10/7/2021).

Kolonel Tri Suseno ditugaskan untuk memastikan apakah capaian pekerjaan TMMD baik fisik maupun non fisik Desa Ciputih, apakah sudah akuntabel sesuai dengan pelaporannya.

“Saya memastikan apakah target pembangunan fisik dan non fisik di Desa Ciputih, apakah sudah sesuai dengan ketetapan karena tujuannya jelas untuk meningkatkan kesejahteraan termasuk SDM masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengecek administrasi pekerjaan TMMD di Poskotis TMMD yang terletak di Balai Kampung Depok. Ketua Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) itu juga memeriksa papan sketsel yang berisikan tabulasi data maupun dokumentasi pentahapan TMMD, mulai dari tahap Pra TMMD (1/6) hingga TMMD berjalan di hari ke-26 saat ini.

Menurutnya, administrasi program yang tersaji sudah mumpuni atau sudah menggambarkan dengan jelas pentahapan dan progres saat ini di lapangan, kemudian transparan sehingga memudahkan pengawasan dari sejumlah pihak terkait TMMD.

Sebelum terjun ke lapangan kerja, Kolonel Tri Suseno bersama Forkopimcam Salem, ia berkesempatan memberikan bantuan secara simbolis berupa beras 10 kilogram dan masker 10 buah untuk 100 KK Ciputih.

Di lapangan, secara umum dirinya menyatakan puas atas capaian dan kualitas pekerjaan yang telah rampung yang meliputi rabat beton 190 meter lebar 3 meter, rabat beton 70 meter lebar 4 meter, plat duiker 1,5 meter lebar 0,6 meter, pelebaran jembatan 7x3 meter, dan pekerjaan renovasi 2 unit pos kamling (Dusun Sonday dan Tangeran).

Pun untuk capaian pekerjaan yang masih dikebut penyelesaiannya yakni makadam sepanjang 1.136 meter lebar 4 meter (88%), dan rabat beton 50 meter lebar 4 meter (75%).

Pasalnya, khusus infrastruktur jalan yang dibangun warga itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai akses antar dusun dan pertanian, sehingga warga ikut menjaga kualitasnya.

“Dengan antusiasnya warga dan segenap Ormas di Kecamatan Salem yang setiap harinya tidak kurang 60 orang ikut kerja bakti di TMMD, sasaran fisik tersisa ini akan selesai tepat waktu sebelum penutupan TMMD (14/7),” sambungnya mengapresiasi.

Sementara saat bertandang melihat hasil pekerjaan rehab 5 unit RTLH milik 2 orang warga Dusun Depok dan 3 orang warga Dusun Kurung Ciung, ia menyatakan bangga atas kerja keras TNI dengan para tetangga pemilik rumah.

Kemudian terkait kegiatan non fisik TMMD yang telah dan akan dilaksanakan berupa penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan-pelatihan, juga sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat yang mayoritas sebagai petani dan peternak. Termasuk edukasi protokol kesehatan covid-19, KB, wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum terpadu, Kamtibmas, bencana alam, narkoba, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Mewakili Pangdam IV Diponegoro, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan TMMD di Desa Ciputih ini,” pungkasnya sebelum bertolak ke Semarang pada pukul 15.45 WIB.

Turut mendampingi, Danrem 071 Wijayakusuma yang diwakili Mayor Armed Aris Khoirudin, S.Ag (Pasi Bakti Korem 071/WK), Dandim 0713 Brebes yang diwakili Kapten Infanteri Surikan (Pasiter Kodim Brebes), Camat Salem Slamet Budi Raharjo, S.I.P, Danramil 13 Salem Kapten Infanteri Iskandar, serta Kades Ciputih Slamet Becho. (Aan/Red)