Jumat, 31 Maret 2023

Cara Babinsa Dekati Pemuda, Cegah Terjadinya Tawuran

 

Brebes - Babinsa Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes Serda Daryanto melakukan langkah cepat untuk melarang sekelompok Anak yang masih di bawah umur nongkrong di Malam hari. Jum’at malam (31/3/23).

Babinsa langsung sigap memberikan pengarahan agar tidak melakukan tawuran antara kelompok.

Ditempat terpisah, Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki menjelaskan, dalam kesempatan tersebut Babinsa mengimbau kepada Sekumpulan Anak anak tidak tongkrong di saat malam hari baik dalam keadaan santai-santai maupun konvoi kendaraan bermotor yang akan mengakibatkan tawuran antar kelompok.

“Saya berharap anak anak tersebut tidak melakukan tawuran dan tidak konvoi kendaraanya di jalanan saat malam hari, tegas Dandim.

Sementara itu, Babinsa Serda Daryanto menambahkan, saat nongkrong Babinsa memeriksa tas dan barang bawaannya.(Pen0713).

Longsor Tebing Sungai Cigora Ancam Jalan Provinsi Ruas Banjarharjo-Salem

 

Brebes – Sepertiga badan Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem-Majenang di wilayah Desa Sindangheula, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, tergerus air Sungai Cigora. Jumat (31/3/2023).

Longsor tebing juga mengancam badan jalan di titik lain di Desa Sindangheula, karena bronjong kawat sebagai tanggul penahan tebing jalan juga sudah mulai longsor ke dasar Cigora.

Disampaikan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes Kapten Cpl. Choirul Huda, selain erosi tebing jalan, di jalan provinsi ruas Banjarharjo-Salem tepatnya di wilayah Desa Bandungsari, juga terjadi longsor tebing (samping atas jalan) sehingga sempat menutup akses jalan provinsi di titik itu.

“Satu unit alat berat diturunkan untuk mempercepat evakuasi material longsor yang berupa batu, tanah, dan batang pohon,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya bersama pihak desa setempat telah memasang drum di jalan sebagai tanda bahaya bagi pengguna jalan provinsi itu.

Menurutnya, bencana alam itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjarharjo pada Kamis sore (30/3) hingga malam (15.30-22.00 WIB). (Aan)

Dukuh Bayur Kembali Dikepung Banjir

 


Brebes – Banjir langganan kembali menggenangi wilayah pemukiman dan areal persawahan warga Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat meluapnya Sungai Bayur anak Sungai Kaligondang. Jumat (31/3/2023).

Tampak Babinsa setempat Serda Bambang, bersama perangkat desa melakukan patroli di wilayah banjir dengan LCR milik desa setempat.

Disampaikan Danramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi SH, bahwa banjir di salah satu wilayah desa binaannya itu terjadi mulai pukul 07.45 WIB.

“Banjir itu akibat kiriman air dari wilayah Brebes selatan di Sungai Pemali sangat melimpah sehingga akhirnya masuk ke anak sungai, Sungai Kaligondang. Dari Sungai Kaligondang, air selanjutnya masuk ke anak sungainya yaitu Sungai Bayur dan limpas di belakang makam di Dukuh Bayur,” terangnya.

Setidaknya 60 KK di Dukuh Bayur dari RT. 12, 13, 14, dan RT. 15 yang terendam air dengan ketinggian bervareasi antara 30-60 centimeter.

Sekitar pukul 11.00 WIB air mulai surut pelan. Tidak ada korban jiwa, namun belasan hektar tanaman pertanian penduduk rusak.

Warga setempat berharap pihak terkait segera merespon banjir langganan yang juga langganan melumpuhkan aktivitas warga maupun menimbulkan kerusakan barang-barang rumah tangga, kendaraan bermotor, merusak pertanian, mematikan ternak, yaitu dengan normalisasi/pengerukan sedimentasi di Sungai Bayur khususnya serta pengadaan bronjong kawat sebagai tanggul sungai. (Aan)

Hari Kedua Pencarian Korban Tenggelam di Kedung Genteng Sungai Pemali

 


Brebes – Pencarian terhadap Turip (50), korban tenggelam di Sungai Pemali (Kedung Genteng) wilayah Dukuh Genteng Tiga RT. 04 RW. 11, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jateng, kembali dilanjutkan. Jumat (31/3/2023).

Disampaikan Kapten Infanteri Suyatno, Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, bahwa di hari kedua pencarian warga asal Dusun Kalipapag RT. 06 RW. 04, Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas itu melibatkan berbagai pihak seperti Basarnas Kabupaten Cilacap, BNPB Bumiayu, TNI-Polri, MDMC Brebes, Wipala Rescue Paguyangan, Damkar Bumiayu, Satpol PP Bumiayu, Pemuda Pancasila Bumiayu, keluarga korban (Banser Pekuncen Banyumas), maupun warga sekitar.

Hari ini tim gabungan dengan menggunakan LCR/perahu karet dibagi menjadi tiga regu pencari. Untuk regu I melakukan penyelaman di sekitar titik tenggelam (Kedung Genteng), kemudian regu II melakukan penyisiran sejauh 2 kilometer dari titik tenggelam dengan menggunakan aqua eye dan underwater searching device (piranti pencarian bawah air).

“Untuk Regu ketiga melakukan penyisiran di kanan-kiri tepian sungai sejauh 2 kilometer menggunakan rescue net (jaring penyelamat),” terangnya.

Lanjutnya, untuk pencarian di sungai difokuskan kepada tim ahli saja, sedangkan untuk masyarakat dan relawan lainnya dengan menyisir kiri-kanan bantaran sungai barangkali korban sudah terdampar.

Untuk diketahui, sebelum tenggelam Turip (buruh penebang kayu) asal Pekuncen Banyumas itu bersama 5 rekannya telah menghanyutkan batang kayu albasia merah yang ditebang di wilayah hulu Sungai Pemali dengan tujuan Dukuh Genteng Tiga (melewati Kedung Genteng), untuk kemudian diambil dan diangkut menggunakan truk ke Pabrik Kayu Petuguran Kabupaten Banyumas.

Namun sejumlah batang albasia merah yang sudah tiga hari sebelumnya di tebang di hulu sungai itu terhenti di Kedung Genteng akibat pusaran air.

Pada pukul 14.30 WIB itulah korban berusaha mengambil kayu ke tengah kedung dengan kedalaman kurang lebih 10 meter, akan tetapi korban terseret arus bawah ke tengah kedung. (Aan)

Jembatan Putus dan Terancam Putus di Salem Brebes

 


Brebes – Jembatan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Salem (Desa Wanoja-Pasir Panjang), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus akibat derasnya arus Sungai Cilingga yang meluap di Kampung Cibandawati, Wanoja. Kamis petang (30/3/2023).

Disampaikan Serma Wartono anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, bahwa putusnya jembatan sepanjang 7 meter lebar 3 meter itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

“Putusnya jembatan di jalan poros kabupaten itu juga memutus akses terdekat warga Kampung Cibandawati ke pusat pemerintahan desanya (Wanoja) atau ke desa tetangga terdekat, Kampung Pasirpanjang Girang, Desa Pasirpanjang,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini warga Kampung Cibandawati harus melingkar untuk keluar kampung mereka dengan melewati Jalan Provinsi Salem-Majenang. Kini untuk ke kantor desa saja memakan waktu sekitar 20 menit.

“Kerugian akibat terputusnya jembatan itu kurang lebih mencapai Rp. 100 juta rupiah. Warga setempat berharap agar dibangun jembatan baru karena akses itu benar-benar penting bagi mereka,” sambungnya.

Sementara itu Purwono ST selaku Kepala PU. UPTD Bantarkawung saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait putusnya jembatan tersebut dan secepatnya akan melakukan peninjauan.

Menurutnya, tinggi jembatan dari dasar sungai kurang memadai, yaitu hanya 3 meter dimana seharusnya 4 meter, sehingga ketika debit air Sungai Cilingga tinggi maka tidak tergerus.

Terpisah, jembatan di atas Sungai Cileuweung sepanjang 4 meter lebar 3 meter, penghubung antara Dusun Tegal Onyam dengan Dusun Pasir Panjang Timur, terancam putus akibat salah satu ujung jembatan tergerus air.

Babinsa bersama perangkat desa dan warga melakukan pemasangan portal dari kayu dan bambu untuk menutup jalan agar tidak dilewati karena membahayakan jiwa. (Aan)

Tilik dan Doakan Pahlawan di Ulang Tahun Persit Ke-77

 




Brebes – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, Ny. Esti Tentrem Basuki, pimpin anggotanya ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kusumatama I Brebes. Jumat pagi (31/3/2023).

Dikemukakan Esti, bahwa ziarah rombongan itu juga dilaksanakan secara serentak dalam rangka memperingati HUT Persit KCK ke-77 tahun 2023, yang akan jatuh tanggal 3 April 2023 nanti.

“Dalam ziarah rombongan ini kami melakukan berbagai kegiatan yaitu penghormatan terpimpin kepada arwah para pahlawan, kemudian peletakan karangan bunga di Tugu TMP, mengheningkan cipta, tabur bunga, dan berdoa,” ujarnya.

Lanjutnya, selain memperingati HUT Persit, ziarah pahlawan itu juga bertujuan untuk mempertebal nilai-nilai kejuangan, keikhlasan, pengorbanan, serta sarana untuk memperkokoh persatuan-dan kesatuan.

Menurutnya nilai-nilai tersebut merupakan warisan dari para pahlawan yang telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa, hingga bisa dirasakan sampai saat ini.

“Jadi ziarah ke makam para syuhada bangsa ini bukan semata-mata untuk memberikan penghormatan saja, namun juga sebagai renungan untuk generasi penerus saat ini dan yang akan datang, bahwa betapa tingginya jiwa patriotisme dan semangat nasionalisme yang menjadi dasar perjuangannya,” tandasnya.

Esti menambahkan, jika tradisi itu tidak dipelihara dan diwariskan kepada generasi selanjutnya, maka siapa yang akan datang dan mendoakan para syuhada bangsa di tempat itu di kemudian hari. (Aan)

Kamis, 30 Maret 2023

Excavator Kodim Brebes Buka Jalan Tembus Purbanala-Kalibata

 

Brebes – Pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan tembus antar dusun di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah dimulai melalui Pra TMMD Sengkuyung Tahap I Kodim 0713 Brebes.

Tampak alat berat milik Kodim Brebes yang dioperasionalkan Serda Puri Pesolina, sedang membuka perkebunan warga yang telah dibebaskan untuk akses jalan sepanjang 245 meter lebar 3 meter. Kamis (30/3/2023).

Disampaikan Babinsa setempat dari Koramil 08 Bumiayu, Pelda Bambang Prihantono, bahwa target pekerjaan jalan pendekat antar dusun (Purbanala ke Kalibata) di desa binaannya itu (Jatisawit) mencapai panjang total 982 meter.

Untuk pekerjaan makadam + rabat beton + shandseed lebar 3 meter mencapai 405 meter. Kemudian peningkatan jalan dengan rabat ton + shan seed sepanjang 247 meter lebar 3 meter.

Selanjutnya adalah rabat beton 188 meter dengan lebar 2,5 meter, serta rabat beton 142 meter selebar 1 meter.

“Dengan dibukanya jalan di tengah-tengah perkebunan milik warga yang telah dibebaskan itu (245 meter lebar 3 meter), akan memangkas jarak tempuh yang sebelumnya memutar mengitari kebun sepanjang kurang lebih 2 kilometer,” bebernya.

Lanjut Bambang, untuk pekerjaan penyerta demi menguatkan jalan tersebut yaitu drainase di kanan kiri jalan sepanjang 240 meter lebar 60 centimeter tinggi 40 centimeter, kemudian drainase sepanjang 110 meter lebar 40 centi meter tinggi 30 centimeter, plat duiker sepanjang 4 meter lebar 70 centi meter, talud jalan 16 meter, serta riol atau gorong-gorong 3 meter lebar 80 centi meter.

Selain sasaran jalan juga dibangun Posko (3x3 meter) di dekat Lapangan Dusun Tegong sebagai memantau debit air Sungai Pemali.

“Untuk sasaran tambahan fisik yaitu rehab 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu,” sambungnya.

Sementara disampaikan Kades Jatisawit Dedi Susilo Wibowo, pihaknya setiap hari mengerahkan sebanyak 15 orang warganya secara bergilir untuk membantu 17 orang teknisi bangunan TNI yang bekerja. (Aan)