Tampilkan postingan dengan label Beragama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beragama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2021

Korem 071/Wijayakusuma Gelar Pembinaan Kerukunan Umat Beragama

 


Banyumas - Guna memperkokoh dan mempererat silaturahmi serta toleransi antar umat beragama, Korem 071/Wijayakusuma menggelar Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Rabu (24/3/2021) di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja Banyumas.






Pembinaan Kerukunan Umat Beragama mengangkat tema “Mewujudkan Binter TNI AD Yang Adaptif Melalui Kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Demi Mencegah Konflik Sosial Antar Umat Beragama Serta Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa” ini dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan, diikuti para Ketua FKUB se-jajaran Korem 071/Wijayakusuma, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat se-jajaran Korem 071/Wijayakusuma.


Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Kav Kristiyanto, S.Sos., mengatakan sesuai tema tersebut diatas, maka tujuan dari kegiatan pembinaan ini untuk lebih mempererat tali silahturahmi dan hubungan sosial antar umat beragama khususnya yang ada di wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma agar tercipta kehidupan yang damai.


Dikatakan, Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. 


"Bila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka toleransi dan kerukunan adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat. Dalam konteks ke-Indonesiaan, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan Pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia", paparnya. 


Danrem juga berharap kepada semua, agar dapat berperan aktif  dalam membina kerukunan antar umat beragama di masyarakat dan peka terhadap situasi yang sedang berkembangan saat ini dan harus mampu menjadi pilar pemersatu bangsa dan agama sekaligus dapat menjaga rumah ibadah di daerahnya masing-masing.


Dalam pembinaan kerukunan umat beragama ini, diisi dengan kegiatan penyampaikan materi yang dihadiri 

FKUB sebanyak 50 orang.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Kasdam IV : Dusun Porot Model Kampung Toleransi Beragama

Temanggung - Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M, menyatakan bahwa kehidupan beragama warga Dusun Porot, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menjadi model atau contoh kampung toleransi antar umat beragama. Porot juga menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan kehidupan berbangsa dan bernegara.









"Di sini saya melihat sesuatu yang unik, kerukunan/kehidupan beragama masyarakat cukup bagus, toleransinya cukup tinggi. Di sini ada Masjid, Gereja, Vihara, dan Pura yang saling berdekatan dan berdampingan,  tetapi mereka hidup saling menghargai, " ungkap Kasdam saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan RI di Lapangan Dusun Porot, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Sabtu (24/8/2019).

Lebih lanjut orang nomor dua di Kodam IV/Diponegoro menegaskan, di dusun ini meskipun agama mereka berbeda-beda, namun warga saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. 

"Bahkan ada salah satu keluarga yang anggota keluarganya memeluk agama yang berbeda,  namun tetap hidup rukun dan damai". 

Hal ini cukup unik. Perlu diketahui bersama bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, ras, dan saat ini sudah ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecahbelah NKRI dan mencoba memecah belah kita dengan mengangkat isu-isu negatif tentang agama, suku, ras, jelasnya.

Terlebih isu-isu tersebut diangkat melalui media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggunjawab. Untuk menyikapi hal tersebut, maka kita harus bijak dalam bermedsos, karena kita ketahui bersama bahwa berita di medsos tidak bisa dihindari dan sudah tidak terbendung lagi.

Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan, kampung ini menjadi model terwujudnya suatu toleransi yang cukup bagus.

"Ini yang ingin saya lihat secara langsung di sini, tentunya saya ingin mengangkat ini menjadi suatu model yang bisa menjadi contoh bangsa Indonesia," imbuh mantan Danrem 161/WS NTT. 

Kerukunan di Dusun Porot tidak disangsikan lagi.  Hal tersebut terlihat jelas dari berbagai aktivitas sosial sehari-hari yang dijalankan secara bersama-sama antar umat beragama, baik muslim maupun nonmuslim.

Diakhir penyampaian, Kasdam mengajak kepada seluruh warga dusun Porot untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Temanggung H.M. Al Khadiqz, Aster Kasdam Kolonel Inf Jaelan, Kapendam IV/Dip, Letkol Kav Susanto,  Dandim dan Forkopimda Kab. Temanggung,  Lurah Getas Dwiyanto, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Getas, Kec. Kaloran.

Selain dalam rangka memperingati HUT ke 74 Kemerdekaan RI juga dilaksanakan silaturahmi lintas tokoh agama dan pemberian bantuan di Vihara, TPQ dan Gereja. (Pendam/Penrem/Pendim0713)