Tampilkan postingan dengan label Koramil 09 Tonjong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koramil 09 Tonjong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2024

Koramil 09 Tonjong Ciptakan Lingkungan Bersih Dengan Karya Bakti Saluran Irigasi

  

Brebes - Demi menciptakan lingkungan yang bersih bebas dari sampah, anggota Koramil 09 Tonjong bersama Kecamatan, Polsek, Satpol PP Kecamatan Tonjong, Hipakad, Siswa SMA Muhammadiyah dan warga lingkungan RT 01 RW 01, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (10/01/2024).


Dengan mengenakan seragam lengkap, terlihat sejumlah anggota TNI, Polri, Satpol PP, Hipakad, Siswa dan warga turun masuk ke irigasi atau selokan untuk membersihkan saluran yang tersumbat rumput dan sampah.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan pembersihan irigasi atau selokan tersebut adalah agar aliran irigasi menjadi lancar, karena jika adanya sampah, ranting-ranting kayu dan rumput liar yang tumbuh di selokan akan menghambat air mengalir dan dapat menyebabkan banjir.


Selain itu, Dandim Brebes juga menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sampah yang dilakukan juga dapat menghindarkan dari bau yang tidak sedap akibat sampah yang menumpuk.






“Kami selalu bersinegi dengan stakeholder dan warga  bergotong royong bersama-sama membersihkan irigasi dari sampah dan rumput liar dengan harapan menciptakan lingkungan yang bersih, agar tehindar dari munculnya wabah penyakit”. Ucap Dandim.


“Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai salah satu metode dalam menjalankan tugas sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) dalam rangka pembinaan teritorial kewilayahan, dan teladan bagi masyarakat, sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat akan indahnya kebersihan”. Tutup Letkol Sapto Broto. (Pen0713).

Kamis, 11 Maret 2021

PPKM Mikro Tonjong Brebes Lakukan Contact Tracing

  

Brebes - Sebagai langkah memutus mata rantai Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Puskesmas PPKM Mikro untuk rutin melakukan 3T, yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), serta Treatment (pengobatan) ke warga di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (12/03/2021).




 

Babinsa Serka Iskandar, Bhabinkamtimas Brigadir Didik, Bidan Desa Dita Amd, Keb. dan Kadus Desa Soleh melakukan proses Tracing Covid-19 ke salah satu rumah warga di RT 03 RW 11.

 

Sementara Babinsa Serka Iskandar secara terpisah menjelaskan bahwa Contact Tracing atau penelusuran kontak tersebut dilakukan guna mengendalikan laju penyebaran virus melalui pasien yang teridentifikasi.

 

“Agar kita mengetahui secara pasti siapa saja orang yang pernah kontak dengan pasien agar orang tersebut kemudian lebih mudah untuk kita pantau dan di evaluasi saat diketahui pernah kontak dengan pasien positif Covid-19,” ungkap Iskandar.

 

Contact Tracing yang dilakukan sekaligus melakukan pendampingan pendataan, pengecekan  data di radius tempat pasien melakukan aktivitas.

 

Selain melakukan penelusuran kontak, juga mencari informasi serta keterangan tambahan kepada warga pasar terkait siapa saja yang pernah terhubung dengan pasien tersebut.

 

Saat ini, pasien tersebut sedang menjalani pemeriksaan di tempat karantina secara mandiri tetapi akun di pantau terus perkembangannya(Kujang).

Jumat, 15 Januari 2021

Mayat Perempuan Yang Telah Membusuk Ditemukan di Aliran Sungai Pedes Tonjong Brebes

 


Brebes – Sesosok mayat yang telah membusuk ditemukan tersangkut di bebatuan di Sungai Pedes, wilayah Dukuh Glempang RT. 04 RW. 01, Desa Negarayu, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa siang (12/1/2021).







Dijelaskan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa setempat, Serda Hasan, bahwa penemuan jasad diawali dengan penemuan potongan kaki yang telah membusuk di bawah pohon aren di sungai tersebut.


“Potongan kaki pertama kali dilihat oleh dua orang warga desa setempat saat hendak memancing ikan sekitar pukul 10.00 WIB,” bebernya.


Dijelaskannya lanjut, setelah melihat potongan kaki itu, kedua pemancing yakni Samsudin (35) dan Ozan (36), segera memberitahukan kepada perangkat desa setempat untuk diteruskan kepada pihak Polsek, Koramil, Puskesmas, dan BPBD Kecamatan Tonjong.


Setelah dilakukan pencarian bersama tim gabungan dari lokasi penemuan potongan kaki, akhirnya pada pukul 13.00 WIB, ditemukanlah jasadnya yang berjarak 100 meter ke arah hilir sungai.


“Identitas mayat yang berjenis kelamin perempuan belum dapat diketahui, namun yang jelas berumur sekitar 35 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 150 centimeter,” imbuhnya.  


Ditambahkannya, bagi masyarakat yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut maka dapat menghubungi pihak Polsek, Koramil, Puskesmas atau pihak Desa Negarayu.


Sementara itu Aspuri (50), perangkat desa setempat menambahkan, selain kondisi kaki yang terputus, wajah dan tulang tengkorak juga rusak sehingga sulit untuk dikenali.


“Untuk hasil visum dari luar dari Puskesmas Tonjong belum keluar, namun Almarhumah akan dimakamkan sore ini juga di TPU Dukuh Glempang, Desa Negarayu,” terangnya.


Menurut perkiraannya dan tim gabungan, jasad kemungkinan adalah korban yang hanyut di sungai dari hulu. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Mayat Tanpa Busana Dan Identitas Ditemukan Di Purbayasa Brebes


Brebes – Warga Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa pakaian dan identitas yang tergeletak di areal persawahan milik desa atau tanah bengkok Desa Purbayasa.




Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa mayat ditemukan oleh salah satu warga setempat yaitu Muhamad Lukman (32), RT. 04 RW. 01, sekitar pukul 14.50 (30/1) saat dirinya sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Jumat pagi (31/1/2020).

“Ciri-ciri mayat laki-laki adalah berumur kurang lebih 40 tahun, tinggi badan 160 centimeter, berat badan berkisar 70 kilogram, rambut lurus namun kumal serta berkulit sawo matang,” jelasnya.

Atas penemuan ini, Muhamad Lukman segera memberitahukannya warga terdekat, Solichatul Djanah (47). Setelah memastikan bahwa itu mayat, keduanya lantas melaporkannya kepada perangkat desa setempat, Endah Ruswati (43), dan selanjutnya diteruskan ke Koramil dan Polsek Tonjong, satu jam berselang.

Menurut keterangan Solichatul Djanah atau saksi 2, bahwa 3 hari sebelumnya, dirinya melihat Almarhum mondar-mandir dengan berjalan kaki di depan rumahnya pada malam hari dengan telanjang bulat. Ia pun mengira laki-laki tersebut adalah orang gila.

“Saat ditemukan posisi jenazah, kepala menghadap ke timur, kaki kiri menekuk, tangan kanan menutupi muka dan badan sudah mulai membengkak. Masyarakat tidak ada yang mengenalinya sehingga dugaan kuat adalah orang gila sakit kemudian meninggal,” imbuh Kapten Suwardi.

Dugaan warga dan petugas dikuatkan dengan pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas setempat.

“Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka bekas penganiayaan ataupun bunuh diri,” ucap Lusiana, Amd. Keb.

Setelah dilakukan pencatatan data dan saksi-saksi, jasad diserahkan kepada pihak Pemdes guna dimakamkan di TPU desa.

Dengan publikasi melalui media sosial diharapkan ada yang mengenali ciri-ciri Almarhum, sehingga dapat didoakan sebagaimana mestinya oleh pihak keluarganya. (Aan)

Kamis, 06 Juni 2019

Kodim Brebes : Bantuan Pangdam Diponegoro Kepada Warakawuri di Tonjong Brebes Tersampaikan

Bantuan Pangdam Diponegoro Kepada Warakawuri di Tonjong Brebes Tersampaikan

Brebes – “Tersenyumlah saat membantu sesama, karena bisa jadi perbuatanmu itu banyak orang lain yang ikut tersenyum sama sepertimu,” itulah kata-kata mutiara dari apa yang dilakukan anggota TNI dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes karena telah memberikan kebahagiaan bagi Warakawuri wilayah binaannya.

Terlihat Danramil, Kapten Infanteri Suwardi tengah menyalurkan bantuan kepada 6 (enam) orang janda TNI/Warakawuri dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E, M.M di tiga desa di wilayah Kecamatan Tonjong. Sabtu sore (1/6/2019).

Disampaikan Danramil bahwa momen THR (Tunjangan Hari Raya) tersebut terasa sangat spesial karena bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, 1 Juni.

“Tali asih dari Pangdam IV Diponegoro sudah kami salurkan kepada enam orang janda TNI, sebagai ucapan terima kasih Pangdam atas pengabdian dan dedikasi para pendahulu TNI,” ungkapnya di ruang kerjanya.

Para penerima meliputi Royanah (86) istri Almarhum Pelda Purn. Abu dan Suniti (53) janda Sertu Purn. Kanafi dari Desa Kutamendala, Rohani (70) janda dari Sertu Purn. Dullah dan Masitoh (85) istri Almarhum Pelda Purn. Slamet serta Khunaenah (75) istri Almarhum PNS Dahlah, ketiganya dari Desa Linggapura. Terakhir adalah Mutiah (67) istri dari Almarhum Kopda Purn. Suwardi asal Desa Tonjong.

“Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk silaturahmi dan kepedulian TNI Kodam IV Diponegoro di Bulan Ramadhan serta merayakan Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama keluarga besarnya yang telah purna tugas, veteran dan gugur dalam tugas,” imbuhnya.

Sementara Royanah, mengucapkan terima kasih banyak. Pasalnya perhatian sebesar 1,5 juta rupiah kepada masing-masing Warakawuri tersebut sangat membantu sekali dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari terutama jelang lebaran. (Aan Pendim Brebes).

Senin, 27 Mei 2019

Serma Ibrohim I’tikaf di Masjid Baitushobirin Bersama Masyarakat

Brebes - Sekitar Tiga ratus lebih orang jamaah, memadati kegiatan I’tikaf di Masjid Baitushobirin yang berada di Dukuh Nagok RT 03 RW 10 Desa Linggapura Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Senin (27/5/19).

Seluruh Muspika Tonjong, Danramil Kapten Inf Suwardi yang diwakili oleh Serma Ibrohim, Kapolsek AKP Sapari yang turut hadir mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, sejak kegiatan I’tikaf digelar malam 23 Ramadhan, tadi malam merupakan klimaksnya jamaah yang mengikuti I’ktikaf ini.

“Antusias dan semangat jamaah tadi malam memadati Masjid Baitushobirin hingga selesai mengikuti Qiyamullail, jamaah-jamaah ini terdiri dari orang Tua, Dewasa hingga anak-anak yang dibawa oleh orang Tua mereka” Ungkap Serma Ibrohim. 

Meskipun kegiatan I’tikaf dalam rangka menghidupkan 10 Ramadhan terakhir seperti yang digelar Masjid Baitushobirin, juga dilaksakan oleh beberapa Masjid-Masjid lainnya di wilayah Kecamatan Tonjong. namun Pihaknya berharap, di tahun mendatang seluruh Masjid yang ada di Wilayah Tonjong bisa menggelar kegiatan I’ktikaf ini secara bersama-sama agar umat Islam di daerah ini bisa lebih semarak dalam mengikuti kegiatan keagaamaan di malam-malam terakhir Ramadhan. Harap Serma Ibrohim. (Utsm)