Tampilkan postingan dengan label Tonjong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tonjong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2024

Relawan dan Warga Tonjong Gotong Royong Angkat Tiang Jembatan Gantung

Brebes - TNI Koramil 09 Tonjong bersama Kades Kutamendala H. Faturi, S.Ag beserta perangkat desa, Relawan Brebes selatan diantaranya Relawan Mapala Sakti Paguyangan, Relawan Sapoe Bumi Kutamendala, Relawan BPBD Kabupaten Brebes Selatan dan Relawan dari Sirampog serta warga masyarakat Desa Kutamendala melaksanakan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, yakni bergotong royong mengangkat dan memindahkan tiang pancang jembatan gantung dan material lainnya dari dukuh Satir menuju dukuh Wadas Gumantung. Rabu (07/02/2024).


Kegiatan Gotong Royong pengangkatan material menara utama jembatan gantung dan pengumpulan material, jembatan  gantung yang menghubungkan antara Dukuh Satir dengan Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes sebentar lagi akan terwujud.





Menurut hasil Survey oelh Tim Pembuat Jembatan Gantung di Sungai Glagah Desa Kutamendala panjangnya 70 Meter dan lebar jembatan 2 Meter.


Sedangkan panjang jalan yang akan menghubungkan antara Dukuh Wadas Gumantung menuju Dukuh Satir diperkirakan 1 kilometer, rencanya akan diperkeras dari jalan setapak menjadi jalan lebar 1,5 meter.


Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Manfaat Pembangunan Jembatan Gantung sangat banyak diantaranya dapat menghubungkan antara Dukuh Satir menuju Dukuh Wadas Gumantung yang selama ini terisolir”. Tutur Dandim.


“Jembatan Sungai Kali Glagah merupakan jembatan pengganti dari jembatan lama yang sudah tidak Bisa dipakai lagi dikarenakan roboh rusak terbawa arus banjir dan Jembatan ini merupakan jalur ekonomi para petani mengangkut hasil panen”. Imbuhnya.


“Saya mengapresiasi dan bangga pada warga masyarakat dan relawan yang tergabung dalam pengusungan atau pemindahan material Jembatan Gantung yang berjarak 1,2 kilometer dengan mengangkat bergotong-royong 2 menara sekaligus hari ini sudah dilokasi tempat Jembatan Gantung”. Papar Dandim Brebes.


“Rencana selanjutnya bertahap dengan pekerjaan pengecoran tower dan angkur Jembatan Gantung, Pengerjaan Abutmen Jembatan dan jalan  Akses menuju Jembatan Gantung, dan Pemasangan sling dan lantai jembatan gantung hingga finish” tutup dandim.


Pembuatan Jembatan Gantung diprakarsai hubungan baik antara Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dengan Mr. Tony Ruttiman dari Swiss yang dipercayakan Tehnisi Suntana dari Bogor serta bersinergi dengan Pemda Kabupaten Brebes. (Pen0713).

Senin, 12 April 2021

Inspiratif, Tanpa Biaya Anak Penjual Mie Ayam Asal Tonjong Brebes Juga Lulus Jadi Tentara

 


Brebes – Nasib atau garis tangan seseorang memang tidak ada yang tahu, seperti yang dialami Aji Pranoto (19), putra seorang penjual mie ayam asal Dusun Sidamulya RT. 02 RW. 07, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ia berhasil lulus menjadi tentara lewat seleksi Calon Tamtama gelombang I tahun 2021, yang diumumkan di Rindam IV Diponegoro, Magelang, pada Senin 5 April 2021 lalu.







Sarkim Priyangga (58) dan Joharoh (50) yang merupakan kedua orang tua Aji, mereka menyatakan bangga, bersyukur, dan berharap anaknya itu kedepan akan mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.


Sementara itu Aji panggilan akrab Aji Pranoto, mengaku setiap harinya membantu ayahnya berjualan mie ayam di pinggir jalan di desanya itu.


Begitu ada informasi seleksi Tamtama PK dari Serma Syaefudin, Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, ia pun berlatih setiap hari di sela-sela membantu bapaknya.


“Saya juga lulus murni tanpa biaya, saya ingin membuktikan bahwa menjadi TNI tidak dipungut biaya apapun. Lagian orang tua saya hanya penjual mie ayam, Paling hanya biaya kos selama anak seleksi di Magelang, fotocopy, dan biaya transportasi saja, dari awal sampai pengumuman hanya sekitar Rp. 5 juta,” bebernya polos.


Ia juga mengaku pernah ikut seleksi Caba PK tahun 2020, namun gugur di Pantukhir pusat.


Sementara itu, Kopda Supriyadi, Babinsa Pepedan, Koramil Tonjong menyatakan, dirinya hanya memotivasi dan mengarahkan Aji agar dapat lulus dengan nilai yang baik saat proses seleksi, karena untuk fisik dan nilai akademiknya bagus.


“Saya hanya memotivasi dan memoles Aji saja. Larinya selama 12 menit adalah 3.045 meter, pull up 16 kali, untuk push up, sit up, dan shuttle run dengan nilai seratus, ditambah renang juga bagus. Itu semua berkat usaha Aji dan doa kedua orang tuanya,” bebernya.


Menurutnya juga, untuk menjadi prajurit TNI-AD syaratnya hanya mempersiapkan baik fisik, mental, dan akademik sejak jauh hari. Untuk itulah pihak Koramil/Kodim gencar mensosialisasikan tentang rekrutmen TNI di sekolah-sekolah ataupun saat kegiatan sosialisasi di balai desa.


“Untuk keahlian dan prestasi anak di bidang olahraga, akademi, seni, komputer dan lain-lain, juga akan menambah bobot penilaian si anak. Aji Pranoto juga mempunyai keahlian dan sejumlah prestasi di tingkat Kabupaten dari hobinya bermain sepakbola dan pencaksilat,” sambungnya.


Dirinya juga menyatakan bangga dan mendapatkan kepuasan batin tersendiri, karena berhasil mengantarkan anak penjual mie ayam tersebut menjadi tentara, dengan kemampuan sendiri.


Ditambahkannya, selain Aji, lulusan SMKN 1 Tonjong yang lulus bersama dirinya adalah Durokhim (21), anak seorang penjual kambing dari Dusun Karang Anjog RT. 03 RW. 09, Desa Tonjong.


Pihak Sekolah SMKN 1 Tonjong menyerahkan pembinaan kedisiplinan dari murid-muridnya setiap hari Selasa dan Kamis sore, dan ini salah satu buktinya.


“Jadi, selain Aji dan Durokhim, warga Kecamatan Tonjong yang masuk pendidikan Tamtama PK adalah Tedi Irawan (19), warga Desa Kalijurang, anak seorang sopir material, lulusan MAN Brebes 2 Bumiayu,” tandasnya.


Terpisah, kebahagian serupa juga menghampiri keluarga Serma Syaefudin, Babinsa Kalijurang, Koramil Tonjong, dimana anaknya yang bernama Ilham Anggoro Mukti (21), tamatan SMA Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, juga diterima menjadi prajurit.


Itu berarti, anaknya menjadi salah satu dari 22 remaja di seluruh wilayah Kabupaten Brebes yang terpanggil mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam IV Diponegoro, Gombong, Kabupaten Kebumen, 21 April 2021 mendatang.


“Jujur, anak saya mulai latihan pembinaan fisik sejak awal tahun 2019 lalu, dengan semangat yang luar biasa. Dia adalah penerus pengabdian saya kepada bangsa dan negara,” ujarnya.


Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Danramil 08 Bumiayu, Kapten Armed Jupriadi dan anggotanya, Sertu Jawito, karena kedua orang tersebut adalah pelatih fisik sekaligus motivator mental ideologi dan psikotes. (Aan)

Kamis, 11 Maret 2021

PPKM Mikro Tonjong Brebes Lakukan Contact Tracing

  

Brebes - Sebagai langkah memutus mata rantai Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Puskesmas PPKM Mikro untuk rutin melakukan 3T, yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), serta Treatment (pengobatan) ke warga di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (12/03/2021).




 

Babinsa Serka Iskandar, Bhabinkamtimas Brigadir Didik, Bidan Desa Dita Amd, Keb. dan Kadus Desa Soleh melakukan proses Tracing Covid-19 ke salah satu rumah warga di RT 03 RW 11.

 

Sementara Babinsa Serka Iskandar secara terpisah menjelaskan bahwa Contact Tracing atau penelusuran kontak tersebut dilakukan guna mengendalikan laju penyebaran virus melalui pasien yang teridentifikasi.

 

“Agar kita mengetahui secara pasti siapa saja orang yang pernah kontak dengan pasien agar orang tersebut kemudian lebih mudah untuk kita pantau dan di evaluasi saat diketahui pernah kontak dengan pasien positif Covid-19,” ungkap Iskandar.

 

Contact Tracing yang dilakukan sekaligus melakukan pendampingan pendataan, pengecekan  data di radius tempat pasien melakukan aktivitas.

 

Selain melakukan penelusuran kontak, juga mencari informasi serta keterangan tambahan kepada warga pasar terkait siapa saja yang pernah terhubung dengan pasien tersebut.

 

Saat ini, pasien tersebut sedang menjalani pemeriksaan di tempat karantina secara mandiri tetapi akun di pantau terus perkembangannya(Kujang).

Jumat, 05 Maret 2021

Kopda Supriyadi Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Melaksanakan Tracing

 


Brebes – Pada masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM) saat ini Anggota Koramil 09 Tonjong bersama jajaran Kodim 0713/Brebes lainnya melaksanakan Tracing Covid-19 bersama aparat terkait melaksanakan kegiatan Pelacakan kepada warga yang terindikasi positif Covid-19, Jum’at (05/03/2021).

 

Seperti yang telah dilaksanakan oleh salah satu Babinsa, Kopda Supriyadi yang merupakan Babinsa Koramil 09 Tonjong menyusuri rumah-rumah warga didesa binaannya yaitu dukuh Karangpucung RT 03 RW 011, Desa Tonjong. Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, JawaTengah.





Hal ini dilakukan terkait ada warga yang terindikasi terkonfirmasi positif Covid-19 guna mengetahui perkembangan kondisi warga tersebut sehingga dapat diambil langkah selanjutnya.

 

Kopda Supriyadi mengatakan bahwa, Kegiatan Tracing tersebut akan terus dilaksanakan oleh pihaknya bersama dengan Tim Gugus Tugas Desa Tonjong dan Puskesmas, guna mencegah dan menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Brebes khususnya wilayah Kecamatan Tonjong, pungkasnya. (Kujang).

Senin, 11 Januari 2021

Rekayasa Arus Kereta Api Jakarta-Surabaya Mulai Diberlakukan di Stasiun Bumiayu

 Brebes – Pihak PT. KAI bergerak cepat untuk mengurai keterlambatan arus kereta api jurusan Jakarta-Surabaya melalui Purwokerto, akibat terputusnya kerangka dan ambrolnya salah satu pilar jembatan kereta api lama (jalur hulu) di atas Kali Glagah, di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Untuk diketahui, kerangka besi jembatan hulu di lokasi itu atau di di KM 305/56, rontok akibat salah satu dari empat pilar setinggi 22 meter ambrol pada Senin malam (11/1) pukul 21.30 WIB, akibat tergerus banjir Kali Glagah sejak sore hari.Untuk panjang rangka besi yang rontok adalah sepanjang 50 meter.


Disampaikan Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan saat tinjau lokasi, mulai pukul 08.45 WIB, bahwa upaya penanganan dari PT. KAI adalah memberlakukan arus lalu-lintas kereta api dari dua arah dengan sistem bergantian.


Sementara dijelaskan Tatang Iratmaja, pegawai PJKA/PDR Tonjong, awalnya yaitu pada pukul 08.30 WIB, dilakukan rekayasa satu lokomotif untuk mengetahui apakah ada penurunan sudut elevasi di jembatan baru (hilir) yang masih bertahan.


“Setelah dites ternyata aman sehingga pada pukul 08.45 WIB, kereta api penumpang dari Jakarta menuju Surabaya, mulai melintas namun dengan kecepatan 20 km/jam saja,” bebernya, Selasa siang (12/1/2021).


Menurutnya, ambrolnya jembatan kereta api peninggalan zaman penjajahan Belanda itu jelas menghambat arus lalu-lintas KA, sehingga sistem buka tutup dilakukan di Stasiun Bumiayu.


Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 3 KA penumpang yang melintas dari arah Jakarta menuju Surabaya, sedangkan dari arah sebaliknya belum.


Ditambahkannya, peristiwa ini baru kali ini terjadi sejak jembatan kereta api itu dibangun puluhan tahun lalu.


Untuk petugas PJKA bersama TNI-Polri juga sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line, untuk menghindarkan masyarakat yang terus berdatangan untuk melihat di lokasi kejadian, agar mereka tidak terlalu dekat sehingga membahayakan jiwa.


Dalam pemantauan itu Dandim Brebes bersama, Kapolsek Tonjong yang diwakili Aiptu Siswantolo, Danramil 09 Tonjong yang diwakili Peltu Edi Burhanudin, Ka Daop V Purwokerto Agus Setiyono, Ka Stasiun Linggapura Kecamatan Tonjong Bapak Sugeng, dan Kades Tonjong Samsidin. (Aan)

Pilar Jembatan Kereta Api di Tonjong Brebes Ambruk, Jalur KA Jakarta-Surabaya Ditutup

 


Brebes – Jembatan kereta api jalur Jakarta-Surabaya (jalur hulu) di atas Sungai Glagah, di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus pada Senin malam (11/1).











Disampaikan Danramil 09 Tonjong, Kapten Infantri Ngadino, melalui Babinsa setempat, Serka Iskandar, kerusakan jembatan terjadi pada pukul 21.30 WIB di KM 305/56, yaitu pilar penyangga jembatan setinggi 22 meter ambruk/ambrol sehingga menyebabkan rangkaian besi penyangga rel kereta api sepanjang 50 meter ambruk.


“Putusnya jembatan disebabkan karena salah satu pilar jembatan roboh karena diterjang banjir besar Kali Glagah sejak Senin petang,” bebernya, Selasa pagi (12/1/2020).


Dijelaskannya lanjut, banjir terjadi karena sebelumnya wilayah Kecamatan Tonjong diguyur hujan lebat dalam waktu yang cukup lama, yaitu mulai pukul pukul 16.00-21.00 WIB.


Dibenarkan Tatang Iratmaja, pegawai PJKA/PDR Tonjong, sebelum banjir terjadi kenaikan debit air sungai mulai pukul 18.15 WIB, dan puncaknya pada pukul 21.30 WIB, pilar jembatan jembatan itu terputus karena tak kuat menahan derasnya air sungai.


Untuk perjalanan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya melalui Purwokerto/Yogyakarta, baik melewati jalur hulu/jalur 2 maupun jalur hilir (1), sementara ditutup.


“Masing-masing jembatan mempunyai 4 pilar, dan yang roboh adalah salah satu pilar di jalur hulu atau sebelah barat,” terangnya.


Untuk rel kereta api masih menggantung. Sedangkan untuk kerugian belum bisa ditaksir.


Menurutnya, peristiwa itu baru pertama kali terjadi sejak jalur kereta api itu dibangun puluhan tahun lalu.


Petugas PJKA bersama TNI-Polri sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line, untuk menghindarkan masyarakat yang terus berdatangan untuk melihat agar mereka tidak terlalu dekat sehingga membahayakan jiwa. (Aan)

Minggu, 09 Agustus 2020

Bhakti Sosial FKPPI Kepada Vetaran dan Warakawuri

 


Brebes – Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) Rayon  Tonjong, Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial yang diperuntukkan kepada anggota Veteran dan Warakawuri dalam upaya membantu dan meringankan beban disaat pandemi covid-19. Minggu (09/08/2020).






Bertempat di kantor Pepabri Rayon 09 Tonjong, sejumlah Sembilan bahan pokok makanan (Sembako) diberikan oleh Ketua Cabang FKPPI 11.13 Kabupaten Brebes Bambang Priambodo, SP didampingi anggotanya.


“Kami mewakili FKPPI Kabupaten Brebes akan terus dan membantu para Veteran dan Warakawuri, semoga langkah ini bisa membantu meringankan beban disaat pandemi covid-19”. Tutur Bambang.


“Alhamdulillah saat ini FKPPI Cabang Brebes baru menyumbangkan sembako kepada 26 orang anggota Veteran dan Warakawuri, mudah-mudahan sumbangan ini bisa bermanfaat”. Imbuh Bambang.


Hadir dalam kesempatan diantaranya Ketua Cabang  FKPPI 11.13 Bambang Priambodo, SP, Danramil Tonjong Kapten Infanteri Ngadino yang diwakili Pelda Ibrohim, Pengurus Cabang FKPPI, Ketua Pepabri Rayon 09 Tonjong dan anggota Pepabri serta Veteran. (Utsm).

Rabu, 13 Mei 2020

Di Tonjong Brebes, Masker Juga Dibagikan di Sawah


Brebes – Puluhan petani Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Tonjong, dan juga Babinsa setempat.




Dijelaskan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa Kutamendala, Serka Iskandar, bahwa pihak terkait tersebut terus melakukan pendampingan kepada para petani guna menjaga stok beras di Kabupaten Brebes khususnya.

“Di sawah areal persawahan milik Gapoktan Abdi Tani seluas 2 hektar, selain para petani dimotivasi melakukan gerakan tanam dan panen padi, mereka juga diberikan edukasi terkait pencegahan covid-19, dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Tak hanya itu, mereka juga menerima pembagian masker kain yang disalurkan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Yulia Hendrawati, M.Se.

Sementara dinyatakan Ketua Gapoktan Abdi Tani, Kutamendala, Rudiyanto (50), bahwa mewakili kelompok tani, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan masker dan bibit padi jenis Inpari-32 program tahun 2020.

“Sebagai salah satu lumbung beras di Kecamatan Tonjong dan Kabupaten Brebes, bantuan ini jelas akan memicu kami untuk mensukseskan gerakan tanam padi agar stok beras terjaga di tengah krisis ekonomi terkait pandemi,” ujarnya.

Dinyatakannya juga, bantuan bibit padi bagi salah satu Gapoktan di desa tersebut, sangat tepat sasaran dan manfaat karena para buruh tani juga masih mendapatkan upah. (Aan)

Sabtu, 11 April 2020

Pembangunan Jembatan TMMD Sengkuyung Di Desa Linggapura


Brebes – Menjelang penutupan TMMD Sengkuyung I TA. 2020. Sejumlah sasaran fisik sudah mencapai tahap finishing. Salah satunya Pembangunan jembatan besar di lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2020 Kodim 0713 Brebes sudah 50 persen.



“Progres TMMD Sengkuyung Kodim 0713 Brebes yang berada di desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, sebagian besar sudah selesai dan dalam tahap finishing,” kata Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, Minggu (12/04/2020).

Dikatakannya, dalam program TMMD, Kodim 0713 Brebes membuat peninggian jembatan dengan panjang 9 meter dan lebar 2,5 meter, satu jembatan sudah selesai 100 persen dan jembatan kedua sudah capai hasil 50 persen.

Dengan waktu yang ada, anggota TNI dan masyarakat yang tergabung dalam Satgas TMMD Sengkuyung ini diharapkan mampu menyelesaikan semua target sasaran fisik TMMD.

Meski begitu, Dandim menegaskan, kerja keras dan cepat itu tidak mengurangi kualitas,” ujar Dandim. (Utsm)

Kamis, 09 April 2020

Letkol Infanteri Faisal Amri Tinjau Hasil TMMD Sengkuyung I TA. 2020

 

Brebes – Dandim 0713/Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SEmeninjau langsung hasil ke lokasi TMMD di desa Linggapura, Kecamatan Tonjong,Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (10/04/2020).

 






TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun 2020Letkol Infanteri Faisal mengajak serta Danramil 09 Tonjong Kapten Infanteri Ngadino, Bati Bhakti TNI Peltu Maulana Rushan dan Babinsa Serma Ibrohim untuk mengecek secara langsung pengerjaan jalan, Jembatan, Poskamling,  5 Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Talud yang dikerjakan oleh TNI dan masyarakat.

 

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian, perhatian dan bagian tanggung jawab sosial Kodim 0713 Brebes terhadap kondisi kehidupan masyarakat di desa Linggapura khususnya dan pada umumnya untuk seluruh desa yang ada di kabupaten Brebes dimana nanti akan ada kesempatan dimana desanya akan ada TMMD baik Sengkuyung maupun Reguler.,” ungkap Dandim.

 

Lebih lanjut Dandim menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya. “Sehingga kegiatan TMMD ini dapat kita realisasikan sesuai harapan, nantinya hasil yang akan dicapai benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga di desa Linggapura dan Kecamatan Tonjong,” Imbuh Letkol Faisal.

 

Kedatangan Dandim menyampaikan bahwa pendampingan inilah yang menjadikan tambahnya semangat bagi seluruh warga dan satgas TMMD untuk melaksanakan kegiatan dengan semakin baik, sehingga sebelum upacara penutupan TMMD bisa selesai secara keseluruhan dari mulai pengerjaan jalan, Jembatan, Poskamling,  5 Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Talud serta Peninggian jembatan serta rabat beton sit. (Utsm)


Senin, 23 Maret 2020

Kodim 0713 Brebes : TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2020 Sudah Ada Yang 100 Persen

Brebes -  Menginjak hari ke tujuh setelah penyerahan ditandatanganinya Notulen TMMD pekerjaan pembangunan infrastruktur di Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes diserahkan pemerintah daerah untuk dimulai Satgas TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2020 Kodim 0713 Brebes (16/03) lalu. 





Sejumlah pekerjaan TMMD ini sudah membuahkan hasil sangat gemilang, karena sudah ada yang selesai dikerjakan 100 persen, diantaranya plat deker I  2,5 meter panjang 1,2 meter, plat deker II p 1,6 meter lebar 2,5 meter serta RTLH I unit  rumah Tuminah yang berada di sukuh Karanganyar RT 04 RW 08 pun sudah 100 persen. Senin (23/03/2020) 
Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE membenarkan bahwa pekerjaan di TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2020 di Desa Linggapura ini sebagian sudah 100 persen diselesaikan oleh Satgas TMMD, tinggal menunggu pekerjaan lainnya, diperkirakan sebelum TMMD ini ditutup nanti seluruh pekerjaan disini akan selesai sebelum waktunya karena pekerjaan yang lain sudah ada yang mencapai 80 hingga 95 persen, dan ini akan dikebut pengerjaannya oleh Tim Satgas TMMD bersama dengan warga. Papar Dandim. 
“Ada satu rumah tidak layak huni (RTLH) dari 5 unit rumah yang akan dikerjakan sudah selesai 100 persen, yaitu rumah milik Tuminah yang berada di sukuh Karanganyar RT 04 RW 08 pun sudah 100 persen, Alhamdulillah semoga bermanfaat bagi keluarganya” Tambah Letkol Faisal. 
Begitupun pengerjaan Rabat Beton dengan panjang 150 meter dan lebar 2 meter, di hari ketujuh ini sudah membuahkan hasil 50 persen, Harapannya bila pekerjaan ini selesai dengan cepat bisa merambah ke lokasi lain, namun saya berpesan kepada Tim Satgas TMMD agar memperhatikan kualitas hasil pekerjaan. Imbuhnya. (Utsm)