Tampilkan postingan dengan label Mapala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mapala. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2020

154 Personel MDMC Brebes Ikut Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam

 Brebes - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Brebes mengikuti puncak Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam (Latgab Gulbencal) erupsi Gunung Slamet di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah simulasi proses evakuasi warga masyarakat setempat.






 

Para pelaku latihan yang meliputi personel TNI gabungan, Polri, BPBD, Tim SAR, PMI, Dinkes, Banser, Kokam, RAPI, ORARI, Pemuda Pancasila, Linmas, LSM, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu, dengan semangat mengevakuasi korban dan warga Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, menuju tenda-tenda pleton yang didirikan di Lapangan Desa Dawuhan, sebagai titik pengungsian terdekat. Kamis (5/11/2020).

 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Brebes melalui H. Khaerudin selaku sekretaris mengatakan bahwa Muhammadiyah sangat mendukung dalam pelatihan Penanggulangan Bencana Alam yang telah dibuka oleh Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Infanteri Dwi Lagan Syafrudin (03/11) di lapangan Desa Dawuhan.

 

“Ini merupakan kewajiban insan sosial yang peduli dengan masyarakat dan alam, serta ini merupakan kesempatan bagi Muhammadiyah untuk berkontribusi bersama TNI dalam menanggulangi setiap bencana, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk generasi Muhammadiyah di Kabupaten Brebes”. Imbuhnya.

 

Sementara Sekjen MDMC Kabupaten Brebes dan juga merangkap Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Brebes, Abdul Mu'min (31) asal Dukuh Guci RT 06 RW 04 Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog sebagai menjelaskan dalam rinciannya sekitar ada 154 personel mengikuti latihan tersebut diantaranya Pengurus MDMC 15 orang, Kokam 35 orang, Lazismu 4 orang, Mapala STIMIK Muhammadiyah Paguyangan 12 orang, Hawai SMK MUTU BUMI 35 orang, Hawai dan IPM SMA Muhammadiyah Bumiayu 25 orang, Hawai STIMIK Muhammadiyah Paguyangan 20 orang dan Hawai SMK Muhammadiyah 2 Sirampog 6 orang.

 

Diakhir latihan, ada yang menjadi kebanggaan tersendiri, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menyatakan apresiasinya kepada MDMC Kabupaten Brebes yang melibatkan hampir 154 orang lebih dalam kegiatan latihan tersebut.

 

Dandim bertatap muka langsung dengan MDMC di tenda serta mengucapkan terima kasih dan bangga atas kekompakan dan semangat relawan MDMC dalam latihan serta simulasi dari awal hingga selesai dengan baik dan semangat tetap dijaga, terus ditingkatkan keilmuan tentang kebencanaan serta tetap siaga karena bencana bisa datang kapanpun. (Utsm).

Jumat, 01 November 2019

Puluhan Mapala UMUS Brebes Dibekali Navigasi Darat


Brebes – Puluhan mahasiswa/i Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pembekalan Navrat dari anggota Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes. Jumat sore (1/11/2019).




Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Turiman bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya dalam rangka pembinaan wilayah khususnya pendampingan belajar dan mengajar kepada pelajar atau mahasiswa/i.

“Sebanyak 25 orang Mahasiswa dan Mahasiswi UMUS pecinta alam (Mapala), dibekali materi Navigasi Darat (Navrat) guna mendukung kegiatan pendidikan dasar III Palamust di lapangan,” ucap Turiman.

Ditambahkannya, pengajaran yang dilakukan berdasarkan undangan untuk mengisi materi dari pihak Unit Kegiatan Mahasiswa dan Ketua Umum Palamust, Ahmad Tri Amaludin.

Tampak Serma Yusuf dan Serda Anang Jatmiko, sedang memberikan materi yang pengetahuan dasar peta serta pengenalan kompas siang dan malam.

Dijelaskan sedikit oleh pemateri, Serma Yusuf, bahwa navigasi di darat bertujuan untuk memetakan medan guna menentukan arah perjalanan yang tepat.

“Kita harus memahami dimana posisi kita berada serta mengenali objek-objek disekitar kita dengan peta sederhana. Ini akan sangat berguna terutama bagi para petualang alam,” terangnya.

Selanjutnya, jika telah mampu membaca warna dan tanda-tanda di peta dengan benar, maka kita dapat membayangkan kondisi nyatanya di alam.

Diharapkan Yusuf, agar mendapatkan kesempatan lebih di lain waktu sehingga dapat menularkan paket komplit ilmu yang dimiliki prajurit yang meliputi membaca peta, menggunakan kompas, mengukur azimuth dan jarak, membaca koordinat, resection dan intersection, orientasi medan serta menggambar peta secara sederhana.

“Semoga dengan edukasi yang dilaksanakan selama satu setengah jam ini, para Mapala dari UMUS kedepan mempunyai gambaran jika melaksanakan outbond di lapangan,” pungkasnya. (Aan)