Tampilkan postingan dengan label Latihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2024

Anggota Kodim 0713 Brebes Melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan

 Brebes - Anggota TNI dari Kodim 0713 Brebes kembali melakukan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) laras pendek dan panjang di Lapangan Tembak Kodim, di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu (12/06/2024).


Dikemukakan Pasiops Kodim Brebes Kapten Armed Jupriadi, bahwa latihan menembak kali ini merupakan program semester I tahun 2024.





“Latihan menembak di akhir tahun 2023 ini digelar selama dua hari (tanggal 11 dan 12 Juni 2024). Ini merupakan program rutin setiap enam bulan,” terangnya.


Lanjutnya, bagi anggota bintara maupun tamtama, sebelum pelaksanaan menembak laras panjang FNC jarak 100 meter sikap tiarap tanpa tersandar, para peserta melaksankan zeroing atau koreksi senjata, yaitu dengan melakukan tembakan 3 butir koreksi di lesan jarak 100 meter.


Kemudian untuk laras pendek khusus bagi perwira dengan menggunakan Pistol FN-46 dengan sikap berdiri. Sebelum diambil nilai juga melakukan tembak koreksi 3 butir di lesan jarak 15 meter.


“Latihan menembak senjata ringan ini bertujuan untuk mengasah dan memelihara kemampuan dasar setiap prajurit,” tegasnya.


Jupriadi menambahkan, latihan berkala tersebut juga untuk melatih kedisiplinan, ketenangan, dan kesabaran dalam pelaksanaan setiap tugas.


Walaupun di satuan teritorial, namun kemampuan dasar prajurit tetap harus terus diasah dan dipelihara agar tidak kehilangan naluri tempurnya. (Pen0713)

Senin, 22 Januari 2024

Prajurit Kodim 0713 Brebes Latihan Beladiri Taktis TNI AD

 


Brebes – Guna menunjang pelaksanaan tugas prajurit di lapngan, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma melaksanakan latihan beladiri taktis TNI AD bertempat di Halaman Makodim 0713 Brebes, jalan Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/01/2024).


Kegiatan latihan ini untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam bidang beladiri, untuk menjaga dari apabila dalam situasi tangan kosong atau terjepit dalam menghadapi musuh.




Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma,  Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat selesai melepas anggota pindah satuan mengatakan, beladiri taktis merupakan beladiri yang paling praktis untuk digunakan prajurit dalam mempertahankan diri disaat keadaan terdesak.


“Beladiri ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD khususnya Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, untuk menunjang tugas pokok sehari-hari di lapangan,” tutur Letkol Infanteri Sapto Broto.


“Selain itu beladiri ini cukup simpel dan tidak terlalu banyak resiko bagi prajurit dalam setiap pelaksanaan latihan,”pungkas Dandim. (Pen0713).

Selasa, 13 April 2021

Tujuan Belasan Babinsa di Brebes Dibekali Materi Jurnalistik

 


Brebes – 17 Babinsa di 17 Koramil jajaran Kodim 0713 Brebes, menerima pembekalan jurnalistik di Ruang Data Makodim 0713 Brebes. Senin siang (12/4/2021).









Disampaikan Pelda Ujang, Ketua Penerangan Kodim Brebes, kegiatan untuk mempertajam dokumentasi foto dan data sebagai bahan publikasi kegiatan TNI lintas sektoral bersama seluruh komponen masyarakat di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes.


“Para Babinsa di 17 koramil ini kita bekali materi jurnalistik agar mereka dapat membantu kuantitas pemberitaan tentang peran TNI bersama lintas sektoral saat mengabdi bagi masyarakat,” ujarnya.


Para Babinsa itu juga dilatih untuk menjadi admin medsos di facebook, twitter, instagram, dan tumblr.


Sementara menurut Serma Aan Setyawan, anggota Penerangan Kodim Brebes, para Babinsa juga dilatihkan tentang sudut pandang pengambilan dokumentasi foto serta kualitas laporan kegiatan di wilayah masing-masing.


“Kami berusaha menyajikan berita terkini di seluruh wilayah Kabupaten Brebes untuk rekan-rekan jurnalis media massa,” bebernya.


Lanjutnya, agar berita yang tersaji minimal mendekati kaidah jurnalistik, para Babinsa tersebut juga diberikan arahan untuk mempertajam keterangan dengan mewawancarai sejumlah narasumber berita saat kegiatan/kejadian berlangsung.


“Kita tak hanya memberitakan kegiatan TNI lintas sektoral bersama masyarakat saja, namun kita beritakan kejadian-kejadian umum yang diburu para wartawan, termasuk potensi-potensi masyarakat, desa dan wisata di Kabupaten Brebes,” sambungnya.


Ditambahkannya, harapan dari pembekalan tersebut adalah kedepan berita yang tersaji dapat lebih tajam, akurat, serta disertai narasumber yang lebih menguatkan berita itu sendiri. (Aan)

Kamis, 05 November 2020

154 Personel MDMC Brebes Ikut Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam

 Brebes - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Brebes mengikuti puncak Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam (Latgab Gulbencal) erupsi Gunung Slamet di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah simulasi proses evakuasi warga masyarakat setempat.






 

Para pelaku latihan yang meliputi personel TNI gabungan, Polri, BPBD, Tim SAR, PMI, Dinkes, Banser, Kokam, RAPI, ORARI, Pemuda Pancasila, Linmas, LSM, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu, dengan semangat mengevakuasi korban dan warga Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, menuju tenda-tenda pleton yang didirikan di Lapangan Desa Dawuhan, sebagai titik pengungsian terdekat. Kamis (5/11/2020).

 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Brebes melalui H. Khaerudin selaku sekretaris mengatakan bahwa Muhammadiyah sangat mendukung dalam pelatihan Penanggulangan Bencana Alam yang telah dibuka oleh Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Infanteri Dwi Lagan Syafrudin (03/11) di lapangan Desa Dawuhan.

 

“Ini merupakan kewajiban insan sosial yang peduli dengan masyarakat dan alam, serta ini merupakan kesempatan bagi Muhammadiyah untuk berkontribusi bersama TNI dalam menanggulangi setiap bencana, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk generasi Muhammadiyah di Kabupaten Brebes”. Imbuhnya.

 

Sementara Sekjen MDMC Kabupaten Brebes dan juga merangkap Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Brebes, Abdul Mu'min (31) asal Dukuh Guci RT 06 RW 04 Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog sebagai menjelaskan dalam rinciannya sekitar ada 154 personel mengikuti latihan tersebut diantaranya Pengurus MDMC 15 orang, Kokam 35 orang, Lazismu 4 orang, Mapala STIMIK Muhammadiyah Paguyangan 12 orang, Hawai SMK MUTU BUMI 35 orang, Hawai dan IPM SMA Muhammadiyah Bumiayu 25 orang, Hawai STIMIK Muhammadiyah Paguyangan 20 orang dan Hawai SMK Muhammadiyah 2 Sirampog 6 orang.

 

Diakhir latihan, ada yang menjadi kebanggaan tersendiri, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menyatakan apresiasinya kepada MDMC Kabupaten Brebes yang melibatkan hampir 154 orang lebih dalam kegiatan latihan tersebut.

 

Dandim bertatap muka langsung dengan MDMC di tenda serta mengucapkan terima kasih dan bangga atas kekompakan dan semangat relawan MDMC dalam latihan serta simulasi dari awal hingga selesai dengan baik dan semangat tetap dijaga, terus ditingkatkan keilmuan tentang kebencanaan serta tetap siaga karena bencana bisa datang kapanpun. (Utsm).

Ini Puncak Latgab Gulbencal Erupsi Gunung Slamet, Tim PRCPB di Sirampog Brebes

 Brebes – Puncak Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam (Latgab Gulbencal) erupsi Gunung Slamet di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah simulasi proses evakuasi warga masyarakat setempat.
















Tampak para pelaku latihan yang terdiri dari 150 orang yang meliputi personel TNI gabungan, Polri, BPBD, Tim SAR, PMI, Dinkes, Banser, Kokam, RAPI, Pemuda Pancasila, Linmas, LSM, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu, dengan semangat mengevakuasi korban dan warga Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, menuju tenda-tenda pleton yang didirikan di Lapangan Desa Dawuhan, sebagai titik pengungsian terdekat. Kamis (5/11/2020).


Bagi warga yang tidak mau mengungsi, Tim PRCPB memberikan himbauan sungkat dan kemudian mengevakuasi paksa jika memang warga tidak mau mengungsi.


Disampaikan Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Dwi Lagan Safrudin, S.I.P, selaku Komandan Latihan PRCPB melalui Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, selaku IC (Incident Commander) Gulbencal Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Brebes, bahwa latihan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi tindakan TNI dengan unsur Pemda, Polri, BPBD, PMI, Ormas, LSM, para relawan dan seluruh komponen masyarakat, tentang teknik, prosedur, dan tata kerja penanganan bencal erupsi Gunung Slamet.


Dijelaskannya lanjut, latihan gabungan bersama seluruh komponen bangsa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini, merupakan latihan yang kesekian kalinya yang digelar oleh Korem 071 Wijayakusuma, guna memelihara kesiapan dan kecakapan tim gabungan PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) Kabupaten Brebes dalam rangka membantu Pemerintah Daerah, jika terjadi bencana alam erupsi tersebut.


“Latihan ini untuk mengasah koordinasi, sinergi, dan ketepatan, sehingga mempercepat dan memperingan penanganan bencana alam erupsi Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Brebes,” ungkapnya di sela-sela latihan.


Membenarkan apa yang disampaikan Danrem, bahwa penanganan bencana alam yaitu mulai dari peringatan dini (pra bencana), evakuasi masyarakat, penyiapan tempat pengungsian yang aman sehingga memudahkan pemberian bantuan kemanusiaan, serta tahap pasca bencana yang meliputi perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum, dan membantu merehabilitasi kerusakan rumah masyarakat.


“Kegiatan mitigasi bencana ini sebagai show force kepada khususnya masyarakat Desa Dawuhan yang berada di wilayah bencana, agar mereka tahu bahwa Pemkab, TNI-Polri, dan seluruh komponen di wilayah Kabupaten Brebes, sudah siap membantu mereka jika terjadi bencana yang sesungguhnya,” imbuhnya.


Namun Dandim berharap, bencana tidak terjadi karena jelas menimbulkan kerugian yang begitu besar baik materi maupun jiwa.


“Saya minta agar seluruh pihak terkait terus mensosialisasikan kepada warga masyarakat desa lainnya yang berada di lingkup bencana, terkait tanda-tanda atau gejala alam saat akan terjadinya erupsi sehingga masyarakat dapat sedini mungkin menjauh dari lokasi kerawanan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya. (Aan)

Selasa, 03 November 2020

Danrem 071 Wijayakusuma Buka Latgulbencal Erupsi Gunung Slamet

 Brebes – Korem 071 Wijayakusuma menggelar kembali latihan gabungan bersama seluruh komponen bangsa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu Latgulbencal (Latihan Penanggulangan Bencana Alam) erupsi Gunung Slamet, dan kali ini latihan digelar di wilayah Kecamatan Sirampog, yaitu di Desa Dawuhan..








Disampaikan Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Dwi Lagan, S.I.P, selaku Komandan Latihan PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) erupsi Gunung Slamet, bahwa latihan gabungan bertujuan untuk memelihara kesiapan dan kecakapan tim gabungan dalam rangka membantu Pemerintah Daerah jika terjadi bencal erupsi Gunung Slamet.

Menurutnya juga, latihan ini bertujuan untuk menyamakan visi, persepsi, dan interpretasi, dari tindakan TNI dengan unsur Pemda, Polri, BPBD, PMI, Ormas, LSM, para relawan dan seluruh komponen masyarakat, tentang teknik, prosedur, dan tata kerja yang berlaku mulai dari tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan saat terjadi erupsi Gunung Slamet yang sebenarnya.

“Bencana alam merupakan suatu peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan kerugian baik harta benda maupun jiwa, oleh karena itu dalam penanganannya diperlukan kecepatan, ketepatan dan terintegrasi, sehingga mempercepat dan memperingan penanganannya,” paparnya membacakan amanat saat membuka latihan PRCPB di Lapangan Sepakbola Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Selasa (3/11/2020).

Dijelaskannya lanjut, penanganan bencana alam alam, yaitu mulai dari peringatan dini (pra bencana), evakuasi masyarakat, penyiapan tempat pengungsian yang aman sehingga memudahkan pemberian bantuan kemanusiaan (bencana), serta tahap pasca bencana yang meliputi perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum, dan membantu merehabilitasi kerusakan rumah masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai mitigasi bencana alam. Masyarakat harus tahu bahwa TNI bersama seluruh komponen di wilayah sudah siap membantu mereka jika terjadi bencana,” sambungnya.

Danrem juga meminta agar pihak terkait terus mensosialisasikan kepada masyarakat soal tanda-tanda alam/gejala-gejala akan terjadinya bencana alam, sehingga masyarakat lebih peka dan waspada saat akan terjadinya erupsi dan sedini mungkin mereka dapat menjauh dari lokasi kerawanan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa erupsi Gunung Slamet di wilayah Kecamatan Sirampog.

Dwi Lagan meminta kepada Kodim dan BPBD Brebes, agar terus mengupdate pemetaan daerah rawan bencal, karena itu merupakan salah satu tindakan mitigasi bencana di kawasan rawan bencana, termasuk juga memelihara sinergitas dan soliditas yang sedang dan telah dilatihkan selama ini. Pun saat latihan berlangsung agar tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19.

Sebagai informasi, aplikasi dari simulasi yang dilatihkan mulai dari tahap kesiapsiagaan, peringatan dini, dan proses mitigasi bencal, merupakan amanah konstitusi dari UU RI No. 34 Tahun 2004, tentang tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu operasi bantuan penanggulangan bencana alam, pengungsian, dan bantuan kemanusiaan. Selain itu juga berdasarkan UU RI No. 24 Tahun 2007, yaitu TNI terlibat dalam tugas bantuan kemanusiaan penanggulangan akibat bencana alam bersama komponen bangsa lainnya dalam wadah BNPB/BPBD.

Latihan ini juga merupakan respon dari meningkatnya aktivitas Gunung Slamet yang sebelumnya mengeluarkan asap tebal pada 12 September 2020 lalu, dan juga gempa dangkal yang terakhir kali terjadi pada 30 Oktober 2020 pukul 21.00 WIB.

Sementara untuk teknis pelaksanaan Gulbencal, di wilayah Kabupaten Brebes dipimpin oleh Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, selaku IC (Incident Commander).

Hadir juga dalam kegiatan ini meliputi Bupati Brebes yang diwakili Kepala BPBD Brebes Nushy Mansur, Dandim Brebes, para Dandim wilayah Pantura, Kompol Suryo Wibowo S.I.K Wakapolres Brebes mewakili Kapolres, Forkopimcam Sirampog, dan juga Kepala Desa Dawuhan Sudarsono, S.Pd.

Sedangkan para pelaku latihan yang terdiri dari 150 orang meliputi TNI gabungan, Polri, BPBD, Tim SAR, PMI, Dinkes, MDMC/Kokam, Bagana, Orari, RAPI, Pemuda Pancasila, Linmas, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu. (Aan)

Jumat, 21 Agustus 2020

Saka Wira Kartika Terapkan Protokoler Kesehatan Covid-19 Saat Latihan

   

Brebes – Kondisi di masa pendemi covid-19 sekarang ini, Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes mengadakan apel dan latihan Protokoler Kesehatan Covid-19 di halaman Makoramil. Jumat Sore (21/08/2020).

 





Kegiatan yang dibatasi jumlah peserta dan penerapan protokoler covid-19 ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan contoh kepada anggota pramuka Saka Wira Kartika agar diterapkan dalam kegiatan kesehariannya, seperti sering cuci tangan dan jaga jarak serta pakai masker bila keluar rumah.

Danramil 11 Paguyangan Kapten Arh Suryadi, SH menyampaikan dalam apel bahwa pramuka harus menjadi contoh baik di lingkungan masyarakat dan keluarga.

“Walaupun kita akan melaksanakan kegiatan pelatihan tetap menggunakan protokol kesehatan terutama pemakaian masker, menjaga jarak, menjaga kerumunan dan mencuci tangan. Selama melaksanakan pelatihan ini saya mengharapkan dan menghimbau kepada peserta apel untuk menjaga faktor keamanan, menjaga kesehatan dan menjaga personil maupun materiil”. Papar Danramil.

“ Pelatihan ini dengan tujuan untuk mendisiplinkan dan menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bela negara, jiwa korsa dan rasa saling tanggung jawab”. Imbuh Kapten Suryadi selesai mengambil apel. (Utsm).

Minggu, 12 Juli 2020

Latihan Baris Berbaris, Meski Masih Pandemi Covid-19 Di New Normal


Brebes - Meski ada wabah virus corona, latihan baris berbaris tetap dilaksanakan oleh para prajurit TNI di Kodim 0713 Brebes. Demikian juga latihan baris-berbaris dan ketrampilan keprajuritan lainnya, tetap digelar dalam upaya memelihara kemampuan dan profesionalisme insan tentara.







Dengan diawali protap satuan dan protokoler kesehatan Covid-19, personel TNI yang mengikuti latihan tersebut melaksanakan cuci tangan dengan sabun dan menggunakan handstanitizer serta penggunaan masker.

Bertujuan untuk menyegarkan kembali dasar-dasar sebagai seorang Prajurit TNI AD, serta dalam rangka menjaga, mengingat dan mempelajari kemampuan prajurit khususnya bagi yang berdinas di satuan komando kewilayahan, Kodim menggelar latihan PBB, Senin (13/07/2020).

Peraturan Baris Berbaris (PBB) merupakan dasar kemampuan yang harus dikuasai bagi setiap prajurit TNI di mana pun bertugas. Namun apabila hal tersebut jarang dilakukan, maka kemampuan dalam melakukan baris-berbaris akan berkurang.

Berkaitan dengan hal tersebut Prajurit Kodim 0713 Brebes mengisi kegiatan dengan melaksanakan pembinaan kemampuan Peraturan Baris Berbaris bersenjata dan tanpa senjata dengan materi Jalan di tempat, Penghormatan, Haluan kanan/kiri, Balik kanan/kiri, Pundak kiri dan pundak kanan senjata, hormat senjata, periksa kerapian dan kosongkan senjata.

Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, mengatakan bahwa prajurit Kodim Brebes harus memiliki kemampuan dasar militer yang selalu melekat dalam diri masing-masing anggota, salah satu cara untuk mengingat kembali yaitu dengan melaksanakan latihan PBB.

"Latihan PBB sangat penting dilakukan oleh setiap prajurit untuk menjaga kekompakan dan disiplin. Karena itu merupakan dasar kemampuan seorang prajurit yang harus dipahami dan dikuasai," ungkapnya.

"Latihan PBB penting guna membina dan menanamkan sikap kedisiplinan bagi prajurit Kodim 0713 Brebes," terangnya.(Utsm)

Senin, 02 Maret 2020

Persiapan Kenaikan Pangkat, Anggota Kodim Brebes Latihan Renang


Brebes - Prajurit Kodim 0713 Brebes yang akan melaksanakan Ujian Kenaikan Pangkat (UKP) untuk periode 01-10-2020 melaksanakan pembinaan kesegaran jasmani, dilanjut pembinaan renang militer di kolam renang Tirta KencanaSelasa (03/03/2020).





Komandan Kodim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE mengatakan, setiap anggota TNI angkatan darat yang mengikuti UKP wajib mengikuti tes kesegaran jasmani dan renang.

“Dua hal itu merupakan syarat mutlak bagi prajurit TNI baik yang berpangkat Perwira, Bintara dan Tamtama, yang akan melaksanakan UKP,”  terang Dandim.

Pelaksanaan pembinaan renang militer bagi anggota UKP diawasi langsung oleh Perwira Seksi Personel Kapten Infanteri Kunpriyanto,SE  dibantu oleh Bintara staf.

Tujuan pembinaan renang ini, jelas Kapten Kunpriyanto, adalah untuk melihat dan mengetahui secara langsung kemampuan prajurit Kodim 0713 Brebes yang akan melaksanakan tes kesegaran jasmani sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai syarat untuk mencari kenaikan pangkat lebih satu tingkat dari sebelumnya.

“Seluruh anggota yang akan melaksanakan UKP wajib ikut pembinaan renang ini, agar pada waktu pelaksanaan UKP tidak ada kendala,” ungkapnya.

Ia Menambahkan, kemampuan renang merupakan salah satu kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap prajurit. (Utsm)