Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2019

Kodim dan Polres : Jelang Pilkades Serentak Di Kabupaten Brebes, TNI-Polri Brebes Terus Patroli Malam


Brebes – Puluhan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan cipta kondisi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) menjelang Pilkades serentak tahap II tanggal 15 Desember 2019, dengan melaksanakan patroli malam. Kamis malam (12/12/2019).


Dijelaskan Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Raharja, SH.MH, selain pengamanan wilayah jelang Pilkades, patroli malam dilakukan dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah menjelang perayaan natal dan tahun baru 2020.

“Kegiatan patroli ini juga salah satu bentuk pelayanan petugas keamanan kepada masyarakat menjelang Pilkades, guna memberikan rasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Dijelaskannya, sasaran patroli adalah rumah ibadah khususnya gereja, SPBU, ATM, pertokoan serta tempat-tempat keramaian lainnya yang dianggap rawan yang ada di pusat kota.

Ditambahkannya, petugas akan menindak secara tegas jika ditemukan tindak atau upaya kejahatan di jalanan maupun tempat-tempat tersebut.

“Ini untuk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan atau mencegah aksi criminal,” tegas mantan Kasubbag Renmin Itwasda Polda Jateng itu.

Tampak Kompol Raharja mengambil apel di Lapangan Apel Makodim sebelum berpatroli menggunakan 1 unit mobil strada dari Kodim, truk dari Polres serta 1 unit mobil PJR dari Satlantas Polres Brebes. (Aan)

Kamis, 12 Desember 2019

TNI-Polri Brebes Terus Patroli Malam Menjelang Pilkades Serentak 2019


Brebes – Puluhan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan cipta kondisi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) menjelang Pilkades serentak tahap II tanggal 15 Desember 2019, dengan melaksanakan patroli malam. Kamis malam (12/12/2019).



Dijelaskan Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Raharja, SH.MH, selain pengamanan wilayah jelang Pilkades, patroli malam dilakukan dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah menjelang perayaan natal dan tahun baru 2020.

“Kegiatan patroli ini juga salah satu bentuk pelayanan petugas keamanan kepada masyarakat menjelang Pilkades, guna memberikan rasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Dijelaskannya, sasaran patroli adalah rumah ibadah khususnya gereja, SPBU, ATM, pertokoan serta tempat-tempat keramaian lainnya yang dianggap rawan yang ada di pusat kota.

Ditambahkannya, petugas akan menindak secara tegas jika ditemukan tindak atau upaya kejahatan di jalanan maupun tempat-tempat tersebut.

“Ini untuk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan atau mencegah aksi criminal,” tegas mantan Kasubbag Renmin Itwasda Polda Jateng itu.

Tampak Kompol Raharja mengambil apel di Lapangan Apel Makodim sebelum berpatroli menggunakan 1 unit mobil strada dari Kodim, truk dari Polres serta 1 unit mobil PJR dari Satlantas Polres Brebes. (Aan)

Jumat, 21 Juni 2019

Petugas Tetap Lakukan Pengamanan Pasca Polemik Pilkades di Rajawetan Tonjong Brebes

Brebes – Beda 6 (enam suara), salah satu calon Kades beserta relawan di Desa Rajawetan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengajukan penolakan serta permintaan penangguhan penetapan hasil kemenangan calon terpilih atas dasar dugaan money politik.




Surat dari calon Kades nomor urut 1, Tuti Setianingsih (1006 suara) telah diterima Panitia Pilkades yang diketuai Iwantoro, di balai desa. Dibenarkan Iwantoro, pihaknya telah menerima aspirasi berupa gugatan kepada calon terpilih nomor urut 5, Suparjo (1010 suara), dengan beberapa bukti kecurangan Pilkades, yaitu dengan mempengaruhi calon pemilih atau DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 3.034 orang, melalui imbalan sejumlah uang. Selasa (18/6/2019).

Untuk DPT sebanyak 3.034 orang tersebut, diperoleh suara sah sebanyak 2.495 orang dan tidak sah 25 orang. Untuk jumlah pemilih hadir adalah 2.520 orang sedangkan tidak hadir 514 pemilih.

Calon nomor lima, dinilai penggugat menyalahi Peraturan Bupati (Perbup) Brebes Nomor 11 Tahun 2019, tentang Pilkades serentak. Gugatan tersebut juga mengacu pada Permendagri Nomor 112 Tahun 2015 yang direvisi Permendagri Nomor 65 Tahun 2017, Perda nomor 6 Tahun 2015 Serta Perbup Nomor 074 tahun 2015 tentang pelaksanaan dalam Pilkades memberikan 3 tenggat waktu untuk mengajukan keberatan. Mengacu pada peraturan-peraturan tersebut, calon yang kalah diberikan tenggat waktu 3 hari guna mengajukan keberatan pasca pemilihan terlaksana (17-19).

Sementara diterangkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, sehari sebelum pemilihan (15/6), telah ditandatangani lembar berita acara kesepakatan 5 Kades bersama panitia, yang disaksikan Tim Monitoring Muspika atas temuan tersebut, supaya tidak ada lagi gugatan pasca pengumuman. Pasca pencoblosan oleh masyarakat (16/6), semua saksi dari 5 calon Kades juga telah menandatangani hasil perolehan suara, namun tetap ada gugatan.

“Untuk dugaan money politik yang dilakukan oleh calon terpilih, sebetulnya permasalahan sudah diselesaikan (15/6),” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari laporan tersebut, kondisi Kamtibmas sampai saat ini masih aman dan kondusif serta terus mendapatkan pengamanan dan pemantauan dari Babinsa serta anggota Polsek. Pilkades yang telah terselenggara (16/6) lalu, merupakan salah satu pesta demokrasi rakyat Brebes serentak gelombang I Tahun 2019 di 17 kecamatan. (Aan Brebes).

Masyarakat Banjaranyar Brebes Dimanjakan Panitia Pilkades Dengan Fasilitas

Brebes – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di salah satu desa di Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu Desa Banjaranyar, telah berlangsung dengan meriah. Panitia Pilkades mendirikan tenda raksasa untuk TPS-nya beserta sound system layaknya warga yang sedang punya hajat.


Pengeras suara ini guna menghimbau warga masyarakat yang menjadi DPT (Dalam Pemilih Tetap) agar berpartisipasi menyalurkan suaranya. Pun dengan fasilitas bagi penyandang difabel, lansia dan pendampingnya, juga disediakan panitia agar memperlancar pencoblosan.

Selain itu pada hari H (16/6), panitia juga mengumumkan melalui pengeras suara di setiap masjid dan mushola tentang pengerahan dua unit kendaraan untuk mengangkut warga masyarakat. Armada ini juga memfasilitasi warga yang rumahnya jauh dari TPS, yaitu Dukuh Bangon.

“Meskipun hanya ada dua Calon Kades, kita juga menyediakan sampai 15 bilik suara karena DPT mencapai 6.307 orang, biar bisa segera selesai,” ungkap Ketua Panitia Pilkades Banjaranyar, Widodo, S.Pd, disela pemungutan suara, Minggu (16/6/2019).

Ditambahkannya, pihaknya juga sengaja menyediakan kursi tunggu agar warga langsung masuk dan segera mencoblos serta keluar dari TPS. Hingga akhir pencoblosan, hampir 65 persen warga DPT telah menyalurkan suaranya.

Sementara disampaikan Kanit PPA Polres Brebes, Puji Haryati, SH yang turut dalam pengamanan di TPS bersama anggota Polres Brebes, BKO dari Polres Tegal dan dari TNI Kodim 0713 Brebes bahwa, proses pemungutan suara berjalan tanpa kendala sama sekali karena warga hadir menyalurkan haknya dengan tertib.

“Kami juga menghimbau masyarakat pendukung kedua calon agar dapat menerima hasil perhitungan suara, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga walaupun beda pilihan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkades tahap I tahun 2019 di Kabupaten Brebes,  dilaksanakan serentak di 148 desa di 17 kecamatan dengan diikuti oleh 530 Cakades. (Dedy/Aan Brebes).

Serpas Ratusan Personel Gabungan, Siap Pertebal Pengamanan Pilkades Serentak di 148 Desa di Brebes

Brebes – Ratusan personel yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Linmas dan instansi terkait, melaksanakan apel Pergeseran Pasukan (Serpas) di Halaman Polres. Sabtu pagi (15/6/2019).




Dalam apel personel ekstra ini, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, yang didampingi Kapolres AKBP Aris Supriyono, SIK, Msi dan Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE.

Dalam kesempatan ini, Dandim memaparkan tujuan dilaksanakan apel adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan pasukan serta melepasnya dalam pengamanan (PAM) Pilkades serentak tahap I tahun 2019 di 148 desa di 17 kecamatan Kabupaten Brebes yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni ini.

“Untuk potensi kerawanan harus disikapi dengan bekerjasama. Saya harapkan untuk masing-masing personel lebih memahami tugas dan tanggung jawab dengan mengedepankan sikap profesionalisme, tegas namun humanis sehingga mampu berdiri netral diantara semua golongan,” tegasnya.

Lebih lanjut Faisal mengajak membangun komunikasi yang harmonis antar petugas di lapangan. Sedangkan bagi masyarakat, petugas diminta untuk menghimbau bahwa hajatan demokrasi masyarakat desa ini merupakan alat dan  bukan tujuan, untuk itu diperlukan kesadaran bersama bahwa untuk mencapai tujuan diperlukan kerjasama yang baik agar hasilnya nanti mampu membawa kesejahteraan masyarakat nantinya.

“Cepat kenali lingkungan tugas serta dinamika yang ada. Kuasai cara bertindak baik secara teknis dan taktis serta selalu bersinergi dengan panitia pemilihan Pilkades maupun mitra pengamanan lainnya,” imbuhnya.

Dandim juga meminta untuk menyadari bahwa tugas tersebut sebagai amanah dan ibadah kepada Tuhan YME, sehingga dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Pasukan ini akan mempertebal Bhabinkamtibmas dan Babinsa di masing-masing TPS dengan harapan mampu meredam jika muncul konflik SARA/sosial yang dapat memicu kerusuhan.

Diketahui hingga berita diturunkan, situasi Kamtibmas di wilayah Brebes masih aman dan kondusif. Untuk pelepasan Alat Peraga Kampanye (APK) mulai dilaksanakan (14/6) saat memasuki hari tenang/H-1. (Aan Brebes).

Guna Pastikan Kamtibmas Jelang Pilkades di 148 Desa, Aparat Gabungan di Brebes Rutin Patroli

Brebes – Pesta demokrasi di pertengahan tahun 2019 ini bagi masyarakat di 17 Kecamatan wilayah Kabupaten Brebes pasca Pilpres dan Pileg, adalah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar 16 Juni mendatang. Saat ini pentahapannya adalah dalam masa kampanye para calon.



Sebanyak 148 desa akan melangsungkan pemilihan guna memilih Kepala Desa periode 2019-2025 dari 530 calon, untuk itulah jajaran Polri dan TNI serta Satpol PP Brebes menggelar patroli skala besar guna memastikan Kamtibmas di Brebes aman dan kondusif sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat maupun para calon Kades.

Dibenarkan Danramil 01 Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, setelah  menjalankan beberapa tahapan Pilkades mulai dari  penjaringan balon, seleksi administrasi, penetapan balon menjadi calon dan selanjutnya calon Kades berkampanye, TNI-Polri sebagai aparat Kamtibmas juga menggandeng Linmas, Ormas guna membantu cipta kondisi lingkungan kondusif.

"Pilkades 10 Desa di lingkungan Kecamatan Brebes yaitu Desa Brebes, Sigambir, Kedunguter, Banjaranyar, Terlangu, Pemaron, Kaliwlingi, Padasugih, Randusanga Wetan dan Randusanga Kulon, diharapkan mampu menjadi contoh Pilkades yang akan datang,” ungkapnya.

Ditambahkannya, namanya kompetisi itu pasti ada menang dan ada yang kalah, namun yang terpenting adalah kerukunan masyarakat harus tetap dijaga keutuhannya.

“Selain berpatroli gabungan dan dialogis masyarakat, anggota kami juga melaksanakan pengamanan serta sambang kepada para calon agar mengarahkan pendukungnya tetap sopan dan santun saat berkampanye,” imbuhnya.

Diketahui, untuk patroli malam, rutinitas pengecekan kekuatan personel gabungan sebelum keliling wilayah dilaksanakan di Lapangan Apel Polres. (Aan Pendim Brebes).

Minggu, 09 Juni 2019

Deklarasi Damai, Dandim Ajak Panitia dan Calon Kades Sukseskan Pilkades Serentak 2019

Brebes – Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri,SE dalam sambutannya meminta kepada para calon Kepala Desa (Kades) dan panitia, agar menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang satu yang akan digelar 16 Juni 2019 mendatang.



Amanat itu disampaikan Dandim dalam Deklarasi Damai Pilkades Serentak Gelombang I Tahun 2019, di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (10/6/19).
Dandim juga berharap, dalam kompetisi ada Kalah dan Menang, Yang menang jangan bebangga hati lebih dulu karena perjuangan akan segera dimulai, dan yang kalah jangan berkecil hati, dalam pesta demokrasi ini harus mengedepankan kepentingan umum atau masyarakat orang banyak, sehingga tidak ada perpecahan atau gesekan antar pendukung, mari pelaksanaan Pilkades serentak 2019 ini dikawal sehingga berjalan baik, lancar dan sukses. Tegas Dandim.
Agar bisa mencapai pelaksanaan Pilkades yang sukses, panitia diminta Dandim, agar jadi penyelenggara Pilkades yang baik, dengan mengikuti seluruh tata cara yang baik, harus jujur dan adil.
"Bila mereka sudah tidak adil, maka ujung-ujungnya tidak bagus. Karena itu, kejujuran, keadilan, langsung, umum, bebas, rahasia menjadi pedoman dasar dalam pelaksanaan Pemilu," imbau Letkol Faisal Amri.
Kemudian, Deklarasi Damai menurut Dandim, juga perlu dilakukan dan diikuti para Panitia Pilkades dan para calon Kades, sehingga pelaksanaan Pilkades serentak 2019 berjalan lancar.
Menurutnya, TNI tetap bersikap netral di setiap pelaksanaan Pilkades. Dirinya berpesan agar tidak ada oknum yang menakuti-nakuti pemilih untuk meraih suara terbanyak, namun harus tetap taat hukum.
Letkol Faisal Amri juga mengatakan, bahwa setiap calon Kades harus siap menang dan siap kalah. Bagi calon yang kalah harus legowo, dan harus mendukung Kades terpilih dalam membangun desa. Tidak justru menghasut sana-sini yang akhirnya akan menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan masyarakat.
"Jadi calon Kades harus siap menang dan siap kalah," pesannya.
Pilkades serentak Gelombang I Tahun 2019 akan digelar di 148 desa, 530 calon Kades  yang tersebar di sejumlah 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes. (Utsm)

Sabtu, 23 Maret 2019

Pembentukan Panitia Pilkades Mundu Kecamatan Tanjung


Brebes, Babinsa Kopda Rustono Ali mewakili Danramil 04/Tanjung Bersama Babinkamtibmas menghadiri undangan musyawarah pembentukan panitia Pilkades Mundu Tahun 2019 di Aula Kantor Desa Mundu Kecamatan Tanjung Kabupaten  Brebes. Sabtu (23/03/2019).


Pembentukan Panitia Pilkades dipimpin oleh ketua BPD Sumatoro untuk memilih Panitia pilkades sebanyak 4 (delapan) orang yang terdiri dari Ketua, Wakil, Sekretaris dan Bendahara serta 7 (tujuh) orang anggota.
Ketua BPD Sumantoro menyampaikan pembentukan panitia pilkades ini dibutuhkan orang-orang yang mampu dan mau serta kesadaran bekerja dengan ikhlas serta tidak ada paksaan ataupun unsur lain yang dapat mengganggu jalannya pilkades nantinya dan kami juga tetap berpedoman sesuai aturan aturan yang berlaku, Jelasnya.
Dalam pembentukan Panitia Pilkades supaya berpedoman pada Perbup No. 80 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, bila ada permasalahan dalam pelaksanaan pilkades, segera laporkan kepada panitia Pilkades, dan di harapkan dalam pelaksanaan pilkades yang akan di selenggarakan diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan aman. Tambahnya.
Babinsa Kopda Rustono Ali menyampaikan bahwa “saya harapkan dalam Pilkades nantinya dapat berjalan dengan baik, panitia Pilkades harus netral, tidak memihak salah satu kandidat. Panitia harus betul -betul memahami apa yang telah menjadi aturan dan peraturan yang sah”. Tegasnya. (Utsm0713)