Tampilkan postingan dengan label Sajojo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajojo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2019

Kebersamaan Muspika Bulakamba Brebes Menari Sajojo, Tarian Cinta Dan Pergaulan Asal Papua


Brebes – Di Halaman Kantor Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ratusan orang lintas instansi melaksanakan Jumat sehat, menari sajojo menyongsong HUT TNI ke-74. Jumat (4/10/2019).



Dibenarkan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, bahwa senam bersama TNI-POLRI dan PNS di lingkungan Kecamatan Bulakamba ini, untuk mempererat silaturahmi antar instansi.

“Untuk mempererat sinergitas jajaran Muspika Bulakamba, kami bersama menari sajojo, dilanjutkan memijat punggung satu sama lain secara estafet serta ramah tamah,” ucapnya.

Dikatakannya juga, kegiatan olahraga tersebut sebagai support bagi TNI yang akan merayakan hari jadinya yang ke-74, 5 Oktober 2019. Turut terlibat, Camat Sugeng Basuki SH. M.Hum, Kapolsek AKP Widiaspo, Persit Ranting VIII Koramil 07 Bulakamba, Bhayangkari serta PKK Kecamatan Bulakamba.

“Saya mewakili Komandan Kodim, mengucapkan terima kasih atas ucapan HUT TNI dari Polsek dan Kecamatan Bulakamba. Kami berharap polemik di tanah Papua segera selesai dan damai seperti kami ini,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, lagu sajojo yang berasal dari bumi Irian Jaya dan dipopulerkan oleh grup Black Brothers pada 1994 ini, liriknya berkisah tentang perempuan cantik asal desa yang dikagumi para laki-laki desa. Ketika melihat perempuan ini, laki-laki desa mendambakan untuk bisa berjalan-jalan bersamanya.

Selain menggambarkan tentang cinta, juga sebagai tarian pergaulan dan hiburan yang melambangkan keceriaan dan kebersamaan. (Aan)

Senin, 23 September 2019

Korem 071 Latgab Tari Sajojo, Ratusan Personel Dikerahkan


Banyumas - Ratusan personel gabungan dikerahkan Korem 071/Wijayakusuma dalam Latihan Gabungan (Latgab) Tari Sajojo menyemarakkan gelaran HUT Ke-74 TNI, Senin (24/9/2019) di Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja, Banyumas.





Latihan gabungan tari Sajojo tersebut dilaksanakan usai Upacara Mingguan diikuti prajurit dan PNS Makorem 071/Wk, Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wk, Kodim 0701/Banyumas, Kodim 0702/Purbalingga dan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., pada kesempatan terpisah saat menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis Unsoed Ke-56 mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka melatih keserasian dan keseragaman gerak segenap personel. "Gelar latihan gabungan ini guna untuk melatih dan memadukan keserasian dan keseragaman serta kekompakan gerak, sehingga nanti pada saatnya tampil, mereka sudah terbentuk keterpaduan bersama", terangnya. 

Dikatakan Kolonel Dani, tari Sajojo yang menggambarkan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan ini yang pada endingnya untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, dilaksanakan selain untuk menyemarakkan HUT Ke-74 TNI juga sebagai wahana pelestarian budaya bangsa, agar budaya yang dimiliki bangsa kita tidak punah, hilang dan dapat diambil bangsa lain. 

"Latihan ini akan kita lakukan setiap harinya sebelum puncak pelaksanaan secara serentak diseluruh tanah air pada 27 September mendatang", ujarnya. 

Menyinggung tentang perkuatan personel gelar tari Sajojo masal tersebut, Danrem 071/Wijayakusuma menerangkan, personel yang akan terlibat dalam tari Sajojo serentak pada hari pelaksanaan, Korem 071/Wijayakusuma melibatkan 5000 personel baik prajurit dan PNS Makorem 071/Wk beserta perwakilan Kodim jajaran Korem 071/Wk, Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wk, Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, Lanal Cilacap, Polres Banyumas, SPN Purwokerto dan juga dari Persit Koorcab Rem 071 beserta jajaran, Dharma Pertiwi dan Bhayangkari, serta dari Pemkab Banyumas dan Purbalingga. 

"Tari Sajojo serentak akan dilaksanakan terpusat di Makorem 071/Wijayakusuma pada 27 September mendatang, diikuti 5000 personel dan mungkin lebih dari itu, karena personel-personelnya yang terlibat dari sembilan wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma ditambah Brigif 4/DR beserta jajarannya, Lanal Cilacap, Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, Polri dari SPN Purwokerto dan Polres/Polresta se wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma, Brimob serta Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 beserta jajarannya, Dharna Pertiwi, dan Bhayangkari", terangnya.(penrem071/pendim0713)

Jumat, 20 September 2019

Sukseskan HUT Ke-74 TNI, Jajaran Kodim Di Korem 071/Wk Latihan Bersama Tari Sajojo


Banyumas - Sukseskan gelaran serentak Tari Sajojo dalam rangka HUT Ke-74 TNI, ratusan Prajurit TNI dan PNS Makorem 071/Wijayakusuma dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma menggelar latihan bersama, Jumat (20/9/2019) di Lapangan Apel Makorem 071/Wk Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. 




Tari Sajojo yang berasal dari Papua merupakan tarian masyarakat Papua yang menggambarkan kekompakan, semangat kebersamaan & gotong royong. Tari Sajojo simbol kebersamaan adalah satu hal yang dapat merangsang rasa gembira setiap orang, mungkin itulah yang ingin disampaikan oleh salah satu seni tari populer dari masyarakat Papua, Tari Sajojo yang sarat dengan nuansa keceriaan dan semangat kebersamaan. Tarian Sajojo juga sebagai cara bagi masyarakat Papua untuk menyampaikan pesan selamat datang kepada para tamu kehormatan.

Tarian Sajojo memiliki keunikan khususnya pada hentakan kaki dan gerakan badan yang dinamis. Jumlah penari Sajojo bisa genap atau ganjil dan tidak dibatasi, bisa ditarikan penari laki-laki maupun penari perempuan, baik tua maupun muda. Bisa ditarikan dimana saja, di luar mapun di dalam ruangan. Karena gerakannya yang sangat khas dan penuh kegembiraan, Tarian Sajojo menjadi sangat populer dan berkembang pesat di kalangan masyarakat Papua sendiri maupun diseluruh tanah air.

Perihal sejarah Tari Sajojo, sejauh ini belum diketahui secara pasti asal mula keberadaan tarian ini. Namun ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Sajojo sudah ada dan dikenal sejak tahun 1990-an. Hingga saat ini, tarian ini terus dilestarikan dan dikembangkan namun tetap menjaga kekhasan lagu dan keunikan gerakannya.

Dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-74 TNI kali ini, TNI menggelorakan kembali semangat persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan kegotongroyongan kembali setelah pada tahun sebelumnya yakni pada HUT TNI Ke-73 tahun 2018 menggelar kegiatan serupa tari Gemu Famire.  

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menyampaikan, di samping untuk memeriahkan HUT Ke-74 TNI Tahun 2019, gelar latihan tari Sajojo tersebut juga sebagai wahana melestarikan budaya bangsa agar hasil karya anak bangsa dan budaya bangsa tersebut tidak diambil bangsa lain.

Dikatakannya, menurut rencana latihan akan dilakukan setiap hari sebelum puncak pelaksanaan secara serentak diseluruh tanah air pada 28 September 2019 mendatang.

"Kegiatan latihan ini kita gelar  untuk menciptakan kekompakan dan keserasian gerak,  sehingga pada saatnya nanti bergabung dengan rekan-rekan lain sudah terbentuk keterpaduan bersama. Menurut rencana tari Sajojo ini yang diaksanakan serentak oleh TNI, sedang di wilayah Korem 071/Wk itu sendiri meliputi Eks Karisidenan Banyumas dan Eks Karesidenan Pekalongan yang terdiri 9 Kabupaten dan 2 Kotamadya, akan dipusatkan dan dilaksanakan di Makorem 071/Wk Sokaraja, Banyumas ini", terangnya. 

“Pelibatan personel dalam tari Sajojo ini, Korem 071/Wk akan melibatkan 5000 personel dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, serta Polri dan PNS, Persit, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, FKPPI,  PPM, Pramuka dan pelajar,” ungkap Danrem.

“Latihan digelar parsial mulai hari ini, Jumat (20/9/2019) kita akan latihan gabungan dan selanjutnya pada 28 September mendatang akan kita laksanakan serentak TNI, Polri, Pemda beserta segenap komponen dan elemen masyarakat serempak diseluruh Indonesia,” paparnya. (penrem071/pendim0713)