Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2024

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto Tinjau Demplot Tanaman Jagung, Wujudkan Program Ketahanan Pangan

 Brebes - Guna mewujudkan program ketahanan pangan di wilayah kabupaten Brebes, Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si turun langsung meninjau tanaman jagung di lahan Demplot seluas 2 hektar, di areal lahan Desa Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (13/01/2023).

Dalam peninjauannya tampak mendampingi Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto oleh Danramil 17 Songgom, Kapten Infanteri M. Tuteng Aryolona Perbangkara dan Babinsa Songgom Koptu Kardiyono.

Dalam keterangannya Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si, mengatakan kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini adalah salah satu tugas TNI di bidang ketahanan pangan karena pangan sangat berdampak pada ketahanan Negara.





Dandim juga mengatakan kegiatan ketahanan pangan yang kita laksanakan berkaitan dengan perintah harian Kasad No.5 yaitu TNI harus hadir di tengah masyarakat dan menjadikan solusi.

“Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang ke depan memberikan prospek peningkatan kesejahteraan masyarakat di luar komoditas padi,” pungkas Letkol Infanteri Sapto Broto. (Pen0713).

Rabu, 27 Desember 2023

Cek Demplot Ketahanan Pangan Tanaman Jagung, Babinsa Cek Perkembangan Secara Rutin

 Cek Demplot Ketahanan Pangan Tanaman Jagung, Babinsa Cek Perkembangan Secara Rutin 


Brebes - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes, Koptu Kardiyono melakukan pengecekan perkembangan Demplot Ketahanan Pangan tanaman jagung milik Kodim, di Desa Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (28/12/2023). 


Untuk menjaga keberhasilan program ketahanan swasembada pangan  pemerintah di, TNI Khususnya Babinsa selalu berperan aktif mendampingi dan membantu masyarakat khususnya para petani.

Dengan cara turun dan terlibat langsung di lahan-lahan pertanian milik masyarakat, bersama Petani dengan harapan akan suksesnya hasil panen yang diraih untuk menjaga stabilitas ketahan pangan.

Koptu Kardiyono yang kali ini sedang sambang di wilayah binaan dan terlibat langsung membantu petani jagung. Disela kegiatannya ia mengatakan, “Sebagai Babinsa saya langsung turun membantu petani, mengecek keadaan tanaman yang selama ini sudah dilaksanakan untuk di data dan segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat apabila ada kendala,” Ucapnya.

Ditambahkannya, “Dengan pengecekan serta pendampingan secara rutin dan intensif, maka pertumbuhan tanaman jagung yang ditanam petani akan semakin bagus dan diharapkan panen jagung juga akan semakin meningkat.” imbuhnya

Upaya tersebut untuk menjaga keberhasilan program swasembada pangan nasional, termasuk swasembada jagung. “Mengingat untuk mensukseskan program swasembada pangan, tidak hanya padi dan kedelai saja, namun jagung juga sangat berpotensi meningkat di wilayah Kecamatan Songgom dimana lahan Demplot Ketahanan Pangan Tanaman Jagung ada 2 hektar luasnya,” tutup Koptu Kardiyono. (Pen0713).

Rabu, 08 Mei 2019

Kodim Brebes Manfaatkan Lahan Sempit Dengan Polybag

Brebes – Plastik polybag adalah salah satu solusi keterbatasan atau ketiadaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Lahan sempit pekarangan, perkantoran bahkan emperan rumah pun dapat dijadikan tempat berkebun tanaman hortikultura seperti cabe, terong, sawi, kemangi, tanaman obat, bumbu dan lain sebagainya.


Pemanfaatan lahan perkantoran serta waktu puasa untuk menanam benih kebaikan, juga dilakukan anggota Kodim 0713 Brebes, untuk melakukan penyemaian bibit tomat, cabe dan terong.  Nampak PNS/ASN Agus Idaman, anggota Staf Teritorial dan Serda Moh Idham Kholid Umar, sedang mengecek perkembangan pertumbuhan benih tomat yang baru berumur 6 hari, selepas melaksanakan apel pagi. Kamis (9/5/2019).


“Saya berharap dengan pemantauan dan penyiraman rutin inilah, bibit yang akan ditanam di plastik polybag bisa menjadi bibit yang unggul dan buahnya banyak,” ungkapnya.

Ditambahkannya, polybag juga telah disiapkan dengan pupuk organik yang dicampur dengan tanah yang subur terlebih dahulu. Ditanya soal panen, Agus menjawab bahwa hasilnya nanti dapat dimanfaatkan oleh Persit selain untuk dibawa pulang guna menghemat pembelian sayur-mayur dalam meningkatkan gizi keluarga.

Apa yang dilakukan ini merupakan salah satu pelaksanaan non program Kodim guna menghijaukan perkantoran dan pengendali iklim sekitar kantor, juga dapat menjadi contoh bagi tamu yang datang, bahwa upaya khusus ketahanan pangan Kodim juga dilakukan di home base menggunakan tray semai.

Jika ditanam di pekarangan rumah, tujuannya adalah sebagai sumber tambahan penghasilan keluarga, penyerap karbondioksida guna menghasilkan oksigen, tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, melindungi tanah dari kerusakan erosi, tempat pendidikan bagi anggota keluarga tentang pentingnya tanaman, serta estetika/keindahan maupun kenyamanan penghuninya. (Utsm-Aan Pendim Brebes).

Minggu, 24 Februari 2019

Ketua Persit Kodim Ajak Anggotanya Memanfaatkan Lahan Sekitar Asrama

Brebes, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIII Dim 0713/Brebes Ny. Reva Faisal Amri bersama pengurus Cabang terjun langsung ke Koramil 01/Brebes untuk mengajak Persit Koramil memaksimalkan manfaat pekarangan sebagai lahan pertanian. Senin (25/02/2019).


Hal itu dicontohkan dengan terobosan menyulap lahan kosong di sekitar Markas Koramil sebagai basis pertanian dengan menanam berbagai macam tanaman sayuran dan buah-buahan di lahan yang ada.

Ketua Persit Kodim di sela-sela kunjungannya mengatakan, selama ini ada sedikitnya lahan kosong di sekitar pemukiman yang dibiarkan tidur. Padahal, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertanian seperti menanam cabai, tomat, atau tanaman lain, termasuk kolam ikan, lebih-lebih tanaman apotik hidup.

Dengan memanfaatkan lahan tersebut, maka lahan kosong akan memberikan manfaat dan memiliki nilai jual. “Lahan kosong ini bisa juga untuk tanaman obat keluarga, bahkan tanaman di kebun sendiri akan lebih terjaga kebersihannya. Bisa juga menerapkan pertanian organik, sehingga aman untuk dikonsumsi,” katanya. (Utsm0713)