Tampilkan postingan dengan label Tinjau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tinjau. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2024

Dandim Brebes Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu

 Brebes - Kembali Survey dengan Gerakan Tangan Tuhan  Menuju Brebes Berhias, Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si menerima laporan langsung dari warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu mengeluh minta dibuatkan Jembatan Gantung. Sabtu (24/02/2024).


Tak berapa lama, Dandim bersama Tim Pbangunan Jembatan Gantung beserta DPU TARU Kabupaten Brebes survey dilokasi yang disambut oleh warga setempat.


Dandim 0713 Brebes bersinergi dengan Pemkab Brebes untuk membangun Jembatan Gantung yang akan menghubungkan Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu menuju Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung.


Disinilah akan ada pertemuan dua bahasa, Bahasa Jawa Ngapak Brebesan (Bumiayu) dengan Sunda (Bantarkawung) walaupun masih dalam satu wilayah Kabupaten.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat survey bersama Tim Pembuat Jembatan Gantung didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes secara langsung melihat kondisi tempat yang rencananya akan dibangun Jembatan Gantung sepanjang 80 meter dalam waktu dekat.


Dandim Brebes saat bertemu dengan warga Desa Kalinusu dilokasi mengatakan “Mari kita bekerjasama dengan bergotong-royong melalui Tangan Tuhan, Bapak Ibu tidak harus mengeluarkan uang, tapi berilah tenaga dan pikirannya agar Jembatan Gantung ini segera terwujud”. Tutur Dandim Letkol Sapto Broto.








“Semua akan berjalan jika saling mendukung dan membantu secara Tulus dan Ikhlas, seperti yang sudah berjalan pembangunan Jembatan Gantung di Tonjong, yaitu di Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengungkapkan rasa syukur akan dibangunnya Jembatan Gantung didesanya, sebab dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang warga Kalinusu selalu menyebrang sungai untuk mencari nafkah dan sekolah”. Tutur Wasid.


“Coba bayangkan ada 8.000 KK dan 10.600 jiwa semenjak Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, warga Kalinusu selalu memutar jalan bilamana mengurus administrasi ke Kecamatan Bumiayu yang memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan jarak  9 KM, Biayapun dikeluarkan secara pribadi jika menggunakan ojek motor dengan membayar 20 ribu sekali jalan, bila naik perahu per-orang 2 ribu dan jika membawa motor dikenakan 10 ribu, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah, mereka harus melintasi rintangan derasnya air sungai untuk menuju Kecamatan Sebrang yakni Kecamatan Bantarkawung”. Ucap Kades Kalilnusu terlihat berkaca-kaca matanya hari akan ada rencana pembangunan jembatan gantung.


“Syukur Alhamdulillah, Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, kini mimpi warga Kalinusu akan terwujud, semoga Pak Dandim diberikan kesehatan dan sukses”. Tutup Wasid di amin kan seluruh warga yang hadir menyaksikan pengukuran panjang Jembatan Gantung Meah Putih. (Pen0713).

Sabtu, 13 Januari 2024

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto Tinjau Demplot Tanaman Jagung, Wujudkan Program Ketahanan Pangan

 Brebes - Guna mewujudkan program ketahanan pangan di wilayah kabupaten Brebes, Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si turun langsung meninjau tanaman jagung di lahan Demplot seluas 2 hektar, di areal lahan Desa Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (13/01/2023).

Dalam peninjauannya tampak mendampingi Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto oleh Danramil 17 Songgom, Kapten Infanteri M. Tuteng Aryolona Perbangkara dan Babinsa Songgom Koptu Kardiyono.

Dalam keterangannya Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si, mengatakan kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini adalah salah satu tugas TNI di bidang ketahanan pangan karena pangan sangat berdampak pada ketahanan Negara.





Dandim juga mengatakan kegiatan ketahanan pangan yang kita laksanakan berkaitan dengan perintah harian Kasad No.5 yaitu TNI harus hadir di tengah masyarakat dan menjadikan solusi.

“Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang ke depan memberikan prospek peningkatan kesejahteraan masyarakat di luar komoditas padi,” pungkas Letkol Infanteri Sapto Broto. (Pen0713).

Senin, 15 Maret 2021

Capaian dan Kualitas TMMD Sengkuyung Pruwatan Brebes Dicek

 


Brebes – Kepala Staf Korem 071 WIjayakusuma, Letkol Kavaleri Kristiyanto, S.Sos, mengecek langsung progres pembangunan infrastruktur melalui TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2021, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin sore (15/3/2021).









Mewakili Danrem 071 WIjayakusuma, Kolonel Infanteri Dwi Lagan Safrudin, S.I.P, Kasrem menyatakan puas atas capaian dan kualitas yang dicapai dari pekerjaan peningkatan jalan dengan rabat beton sand sheet sepanjang 680 meter lebar 2,2 meter, pembangunan saluran drainase sepanjang 634 meter lebar 30 centimeter, pembangunan talud 391 meter dengan ketinggian 0,6-1,5 meter, pembangunan 3 unit plat duicker, dan 2 unit gorong-gorong.


“Mewakili Danrem, saya melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD Sengkuyung di wilayah Kodim 0712 Tegal dan Kodim 0713 Brebes,” tuturnya.


Ditanya terkait sasaran tambahan fisik berupa rehab 5 unit RTLH, Kristiyanto menyatakan bahwa hasilnya juga membanggakan karena kokoh dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, walaupun dengan pendanaan sebesar Rp. 10 juta untuk masing-masing rumah.


Ia berharap selaku komando atas, Kodim Brebes bisa lebih berkiprah lagi dan mencari terobosan-terobosan baru untuk memberikan hasil yang berkualitas sesuai harapan Pemda dan masyarakat.


“Tetap jaga fokus, untuk kualitas hasil TMMD Sengkuyung selama ini agar dipertahankan sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam waktu yang lama,” tandasnya.


Pasalnya, menjaga kualitas hasil karya program TMMD Sengkuyung dan bahkan meningkatkannya, tentu akan membuat Pemda dan masyarakat lebih yakin karena dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketetapan rancang bangun.


Tak lupa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan TMMD tersebut, termasuk masyarakat Pruwatan yang sangat antusias membantu TNI.


Turut mendampingi, Dandim Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, Ibu Nunung dari Dispermasdes mewakili Bupati, AKP Heri Kapolsek Bumiayu mewakili Kapolres Brebes, Danramil 08 Bumiayu Kapten Armed Jupriadi, dan juga Kades Pruwatan, Rasiman, SH. (Aan)

Senin, 11 Januari 2021

Rekayasa Arus Kereta Api Jakarta-Surabaya Mulai Diberlakukan di Stasiun Bumiayu

 Brebes – Pihak PT. KAI bergerak cepat untuk mengurai keterlambatan arus kereta api jurusan Jakarta-Surabaya melalui Purwokerto, akibat terputusnya kerangka dan ambrolnya salah satu pilar jembatan kereta api lama (jalur hulu) di atas Kali Glagah, di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Untuk diketahui, kerangka besi jembatan hulu di lokasi itu atau di di KM 305/56, rontok akibat salah satu dari empat pilar setinggi 22 meter ambrol pada Senin malam (11/1) pukul 21.30 WIB, akibat tergerus banjir Kali Glagah sejak sore hari.Untuk panjang rangka besi yang rontok adalah sepanjang 50 meter.


Disampaikan Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan saat tinjau lokasi, mulai pukul 08.45 WIB, bahwa upaya penanganan dari PT. KAI adalah memberlakukan arus lalu-lintas kereta api dari dua arah dengan sistem bergantian.


Sementara dijelaskan Tatang Iratmaja, pegawai PJKA/PDR Tonjong, awalnya yaitu pada pukul 08.30 WIB, dilakukan rekayasa satu lokomotif untuk mengetahui apakah ada penurunan sudut elevasi di jembatan baru (hilir) yang masih bertahan.


“Setelah dites ternyata aman sehingga pada pukul 08.45 WIB, kereta api penumpang dari Jakarta menuju Surabaya, mulai melintas namun dengan kecepatan 20 km/jam saja,” bebernya, Selasa siang (12/1/2021).


Menurutnya, ambrolnya jembatan kereta api peninggalan zaman penjajahan Belanda itu jelas menghambat arus lalu-lintas KA, sehingga sistem buka tutup dilakukan di Stasiun Bumiayu.


Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 3 KA penumpang yang melintas dari arah Jakarta menuju Surabaya, sedangkan dari arah sebaliknya belum.


Ditambahkannya, peristiwa ini baru kali ini terjadi sejak jembatan kereta api itu dibangun puluhan tahun lalu.


Untuk petugas PJKA bersama TNI-Polri juga sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line, untuk menghindarkan masyarakat yang terus berdatangan untuk melihat di lokasi kejadian, agar mereka tidak terlalu dekat sehingga membahayakan jiwa.


Dalam pemantauan itu Dandim Brebes bersama, Kapolsek Tonjong yang diwakili Aiptu Siswantolo, Danramil 09 Tonjong yang diwakili Peltu Edi Burhanudin, Ka Daop V Purwokerto Agus Setiyono, Ka Stasiun Linggapura Kecamatan Tonjong Bapak Sugeng, dan Kades Tonjong Samsidin. (Aan)

Selasa, 17 November 2020

Waspada Banjir : Muspika Brebes Tinjau Tanggul Kali Pemali

 


Brebes - Muspika Brebes melakukan pengecekan tanggul sungai pemali yang berada di Desa Terlangu dan Desa Tengki, kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (17/11/2020).






Mapping dan Cek Lokasi Tanggul Sungai Pemali ini merupakan Rawan Jebol (2017), untuk menghadapi musim penghujan saat sekarang, Danramil 01 Brebes Kapten Armed Zenal Abidin, Kapolsek Brebes AKP Wagito, SH, Camat Brebes dan Babinsa serta Kepala Desa Tengki H. Ahmad Saripin, Sekdes Terlangu Toharun beserta perangkatnya mendampingi Muspika mengecek secara langsung di lokasi tanggul.

 

Secara bertahap, Danramil Kapten Armed Zenal Abidin menjelaskan bahwa “Ada beberapa titik tanggul rawan jebol, seperti di Desa Terlangu yaitu di RT 05 RW 05, dimana di tahun 2017 dan 2019 telah jebol dikarenakan tanggul kondisinya berlubang-lobang serta bagian tebing bantaran sungai yang tergerus arus pada saat banjir”. Ungkap Danramil.

 

“Kemudian di Desa Pulosari, tutup pintu air saluran pembuangan di tanggul di Dukuh Miri masih manual menggunakan tenaga manusia, sehingga sulit untuk menutup, apalagi kondisi bantaran kali pemali mudah terkikis air sungai sehingga tanggul rawan jebol”. Tambah Kapten Zenal.

 

“Begitupun tanggul yang berada di Desa Tengki, walaupun sudah dibuat permanen (tanggul) namun dikatakan rawan jebol karena dlam kondisi masih baru, ditambah apabila curah hujan tinggi, arus  sungai dapat mengikis tanggul yang baru dibangun”. Imbuh Danramil saat dilokasi tanggul.

 

Untuk itu, sementara Muspika dan pemerintah daerah serta desa, menghimbau kepada seluruh warga yang berada di sekitar tanggul tersebut agar selalu waspada apabila turun curah hujan yang kapasitas tinggi apalagi sungai Pemali banjir. (Utsm).

Selasa, 07 Januari 2020

Tim Penanggulangan Bencana Alam Brebes Lakukan Pemetaan Untuk Perbaikan Tanggul Cisanggarung


Brebes – Unsur terkait penanganan bencana alam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan mitigasi dengan mengecek daerah rawan bencana di aliran Sungai Cisanggarung. Selasa siang (7/1/2020).







Tampak Kepala BPBD Nurshy Mansur, bersama Kapolres AKBP Aris Supriyono dan Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE atau yaitu Dandim 0713 Brebes, mengecek secara langsung kondisi tanggul Cisanggarung, di wilayah Desa Karangsambung, Losari, yang dikhawatirkan jebol jika menerima debit air dan arus yang besar.

Disimpulkan tim melalui Ketua Gulbencal, Letkol Faisal Amri, bahwa tanggul yang berada di ujung desa tersebut harus segera ditangani secara cepat dan maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait dengan mengerahkan alat berat.

“Kami juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan siaga jika terjadi perubahan cuaca di wilayah Brebes Selatan,” ucapnya di depan Kades Kosim, perangkat desa serta masyarakat.

Ditambahkannya, jangan mudah mempercayai dan menyebarkan berita bencana alam yang belum tentu kebenarannya sehingga dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas.

Sementara disampaikan Danramil 05 Losari, Kapten Infanteri Sutarno, bahwa sebelumnya di hari yang sama, jajaran Muspika baru saja membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di Aula Balai Desa Karangsambung dalam rangka mengantisipasi banjir di puncak musim penghujan 2019-2020 ini (Januari-Februari).

Dalam kesempatan ini Kepala BPBD Brebes melalui Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Wibowo Budi Santoso, SE.ST menyatakan bahwa, selain pembentukan Destana yang merupakan misi dari BPBD dalam menanggulangi bencana alam secara mandiri di Karangsembung, kader-kadernya/relawan ini juga diberikan pelatihan penanganan bencana secara bertahap.

Apa yang dilakukan pihak terkait tersebut diapresiasi Camat Losari, Sumarno, S.Pd, M.Pd. Ia berharap para relawan dapat dengan cepat menyerap ilmu yang ditransfer sehingga cekatan dan tepat saat mengaplikasikannya di lapangan, yaitu menanggulangi dan mengevakuasi jika terjadi bencana.

“Saya berharap Destana Karangsambung akan segera melakukan aksi nyata untuk mengurangi dampak bencana banjir karena terdapat tanggul yang rawan, dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung diisi tanah sambil menunggu perbaikan tanggul secara permanen dari pemerintah,” ucapnya.

Selain itu Sumarno menghimbau kepada masyarakat setempat yang tergabung dalam Destana, agar segera membuat jadwal piket siaga banjir, dengan tugas salah satunya adalah melakukan patroli tanggul. (Aan)

Rabu, 16 Oktober 2019

Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau Pelaksanaan pemeriksaan awal Calon Tamtama PK TNI AD


Banyumas – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., meninjau penyelenggaraan pemeriksaan awal calon Tamtama PK Gelombang II, Selasa (15/10/2019) di Gedung A.yani dan lap Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. 



Seleksi Cata PK Gel. II Ta. 2019 yang diselenggarakan oleh Kodam IV/Dip meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan awal, Kesamaptaan jasmani (Garjas A dan B ) ketangkasan renang gaya dada jarak 50m dan postur serta MI terbatas.

Pelaksanaan  seleksi Cata PK Gel II TNI AD Tingkat Panda Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Makorem 071/Wijayakusuma. Untuk peserta yang akan mengikuti seleksi pemeriksaan awal cata Pk Tahun 2019 berjumlah 570 dan di bagi menjadi dua kelompok.  Untuk kelompok I diikuti sebanyak 275 orang peserta dan kelompok II akan diikuti sebanyak 295 orang.

Menyinggung tentang werfing penerimaan prajurit, Kolonel Dani menegaskan, pihaknya akan menindak tegas bila disinyalir ada oknum siapapun itu yang terlibat dalam memanfaatkan seleksi prajurit. "Seleksi masuk menjadi calon prajurit TNI gratis, tanpa dipungut sepeserpun biaya. Bila ada oknum siapapun itu, akan kami tindak tegas, sesuai peraturan yang berlaku di TNI", tegasnya. 

Kami menghimbau kepada masyarakat, lanjutnya. Apabila ingin putra putrinya masuk menjadi calon prajurit TNI, berikan bimbingan dan arahan serta pembinaan yang baik dengan belajar dan berlatih baik jasmani maupun rohaninya. Melatih jasmaninya agar mereka mampu dan dapat maksimal mengikuti tahapan seleksinya.(penrem/pendim0713)

Rabu, 06 Maret 2019

Beri Motivasi, Dandim 0713/Brebes Kunjungi Posko Satgas TMMD


Dandim 0713/Brebes 
Letkol Inf Faisal Amri, SE meninjau Posko Satgas TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 di Desa Cinanas Bantarkawung Brebes. Rabu (06/03/2019).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pengerjaan TMMD berjalan sudah 1 minggu setelah dibuka pada minggu yang lalu oleh Wakil Bupati Brebes (26/02/).

Pembukaan TMMD Sengkuyung I ini bertempat di lapangan Sepak Bola Desa Cinanas,
Dalam Kunjungan ke lokasi TMMD, Dandim didampingi langsung oleh Danramil 12/Bantarkawung Kapten Inf Zenal Abidin dan Bati Bhakti TNI Siter Dim 0713 Peltu Maulana Rushan.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat hasil yang telah diperoleh dalam pembangunan jalan, gorong-gorong dan sekaligus memberikan motivasi kepada anggota Satgas TMMD serta masyarakat yang sedang melaksanakan pekerjaan jalan. (Utsm0713)