Tampilkan postingan dengan label Top FM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top FM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2020

Talk Show Bersama Dandim Brebes Di Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes

 


Brebes – Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes yang tayang On Air di radio Singosari FM dan Top FM Bumiayu setiap hari rabu, kali ini menghadirkan Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan sebagai penampilan perdananya setelah menjabat menjadi Dandim. Rabu (02/09/2020).





Hadir pula Mas Dani Telor Bakar Yes menemani saat On Air di studio 2 Radio Singosari FM dan penyiar Rara Elsanum beserta crew lainnya. 


Sejumlah pendengarpun menelepon tak henti untuk menanyakan asal usul Dandim yang baru menjabat 3 minggu ini. Seperti penelepon Triyono dari Pasarbatang menanyakan kepada Dandim tentang Visi dan Misinya.


Dalam visi misinya, Komandan Kodim mengatakan “Melalui pendekatan territorial Kodim 0713 Brebes mengerahan seluruh sumber daya manusia dan organisasi yang dimiliki untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Brebes menjadi makmur, maju, sejahtera dan berkeadilan dalam menjaga keutuhan NKRI dalam balutan Bhineka Tunggal Ika”. Ungkapnya.


Selain itu, langkah Konkrit yang dilakukan Kodim 0713 Brebes bersama masyarakat dan Forkopimda Brebes adalah selalu Bersinergi dengan Polri dalam hal ini Polres Brebes, Kejaksaan, Pengadilan, Ketua DPRD dan seluruh Instansi yang berada dibawah naungan Forkopimda selalu bekerjasama dalam segala bidang guna mendukung program pemerintah. Imbuh Letkol Haikal.


“Kesan pertama hadir di Brebes yang sangat terkesan adalah Sinergitas antara Pemerintah Daerah dimana saat acara lepas sambut Komandan Kodim yang baru dan lama dihadiri seluruh Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Agama dan Organisasi”. Tambah Dandim dengan rasa bangga.


Pada kesempatan On Air inipun Dandim Brebes menyampaikan tugas besar yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh Kodim dan Pemda yaitu mengerjakan TMMD Reguler di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu.


Terkait dengan Program TMMD Reguler Ke-109, Kodim bersama komponen yang ada akan semaksimal mungkin memberikan hal yang terbaiknya untuk warga Kalinusu.


Rara Elsanum sang penyiar juga menanyakan langsung kepada Dandim Letkol Haikal tentang Acara Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes yang tayang On Air setiap hari rabu, “Tanggapan Pak Dandim seperti apa”. Kata Rara.


“Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes ini sangat positif dan baru pertamakali ada Kodim melakukan siaran On Air secara rutin, dimana acara ini menampilkan setiap anggota TNI, Khususnya anggota Babinsa Kodim 0713 Brebes masing-masing memiliki skill, potensi, keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda, tidak hanya itu saja, Ibu-ibu Persitnyapun juga mempunyai keahlian khusus diberbagai macam bidang begitupun juga putra putri prajurit yang berprestasi baik dibidang olah raga maupun akademik bisa dihadirkan di Acara On Air ini”. Papar Dandim.


Diakhir On Air, Komandan Kodim 0713 Brebes berterima kasih kepada Mas Dani Telor Bakar Yes dan Dinkominfotik Brebes yang telah memberikan support dan waktu dalam mempublikasikan Potensi dan Prestasi Babinsa bersama Keluarganya untuk diperkenalkan ke media. 


Dan kepada seluruh masyarakat Brebes, Saya menghimbau pada masa pandemi Covid-19 ini agar mengikuti anjuran atau himbauan dari pemerintah. Dan Mudah-mudahan Covid-19 ini berakhir dan kita bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa. (Utsm).

Rabu, 04 Desember 2019

Alat Pengolahan Sampah Di TPA Kalijurang Tonjong, Solusi Sampah Masyarakat Di Brebes Selatan


Brebes – Penanganan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kalijurang, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikupas lengkap dalam Talk Show Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes, yang ke-9 kali ini. Rabu (27/11/2019).




Selaku narasumber yaitu Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong, Serka Syaefudin, ia menjelaskan tentang perannya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi sehingga keberadaan TPA tidak menjadi konflik sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami juga memotivasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kepada FKD (Forum Kesehatan Desa), bahwa jika nantinya alat pengolahan sampah sudah ada maka akan dapat menyerap tenaga kerja setempat,” ucapnya.

Hal ini juga dibenarkan narasumber kedua yang merupakan Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto (42).

Dijelaskan Edi bahwa, setiap 3 bulan sekali FKD menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Gema Kalijurang Sehat, dimana memfasilitasi masyarakat untuk pembuatan BPJS gratis, pelayanan kesehatan secara berkala dan donor darah.

“Puncaknya setiap satu tahun sekali FKD dalam program Gema Kalijurang Sehat menyelenggarakan festival Kalijurang sehat,” beber Kades yang baru saja dilantik 15 Juli 2019 lalu.

Dikatakannya juga bahwa, TPA yang terletak di RW. 4 Dusun/Desa Kalijurang itu, berjarak kurang lebih 100 meter dari pemukiman terdekat, sehingga pengadaan alat pengolahan sampah yang diajukan kepada Pemkab melalui DLHPS Kabupaten Brebes pada anggaran tahun 2020 ini, terealisasi. Pasalnya, sangat dibutuhkan terutama menjelang musim penghujan ini.

Dikatakannya kepada media, bahwa TPA sudah ada sejak tahun 1999. Dari hasil audiensi dengan masyarakat beberapa waktu yang lalu (13/8), diperoleh kesepakatan antara masyarakat dengan pihak DLHPS tentang penataan TPA, seperti pendirian Unit Pengelola Teknis (UPT) di wilayah selatan hingga ke depan pemusnahan sampah tidak dibakar lagi.

Edi sangat berharap pengadaan alat pengolahan sampah tersebut akan dapat memberikan solusi terhadap dampak bau, lalat serta sampah yang semakin menumpuk sehingga beterbangan menutupi lahan produktif masyarakat. Pun dengan dengan upaya penghijauan/reboisasi untuk meminimalisir racun dari sampah melalui tumbuhan.

“Inilah aspirasi dari masyarakat dan FKD Desa Kalijurang, yang ingin hidup sehat seperti kebanyakan masyarakat lainnya. Ini juga merupakan masukan demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kebanyakan kalangan menolak jika wilayah di sekitar desanya dijadikan tempat pembuangan sampah, termasuk di Kalijurang. Namun keberadaan TPA yang telah 20 tahun beroperasi menampung kiriman sampah  dari sejumlah wilayah di Brebes selatan yang tanpa proses daur ulang ini, jika diolah dengan tepat tidak menutup kemungkinan akan mensejahterakan warga setempat yang mayoritas sebagai petani dalam aspek ekonomi.

Sebaliknya jika menampung terus-menerus tanpa proses daur ulang, maka jelas akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan bagi warga yang bermukim di sekitarnya.

Melalui dialog interaktif ini diharapkan mengingatkan pihak berwenang agar segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat tersebut.

Untuk diketahui, talk show ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Dapat diakses melalui telepon Radio Singosari di (0283) 671636, link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk, link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/ serta http://www.topfm951.net/. (Aan)