Tampilkan postingan dengan label Cegah Stunting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cegah Stunting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2023

Cegah Stunting, Babinsa Kalisemut Dampingi Bidan Desa Monitoring Posyandu

 


Brebes - Babinsa Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes Koptu Hasanudin, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan, di Posyandu Mekar melati 2 Desa Jatimakmur, Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (19/4/23)

Kegiatan tersebut, merupakan upaya untuk pantau tumbuh kembang anak Balita dan ibu hamil, sebagai tujuan pencegahan dan menekan kasus stunting di wilayah binaan.

Di kesempatan itu, Koptu Hasanudin menuturkan, bahwa pelaksanaan posyandu di wilayah binaan sebagai bentuk upaya pemerintah, dalam penyelenggaraan memberdayakan masyarakat dengan memberikan kemudahan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

“Kegiatan Posyandu meliputi pemeriksaan, penimbangan, pemberian tambahan gizi, vitamin untuk Balita dan ibu hamil, serta penyuluhan dari tenaga kesehatan tentang pola hidup sehat dan keluarga berencana”, tuturnya.

Dengan kegiatan tersebut disamping membantu melaksanakan pemerintah, dalam menekan kasus stunting pada Balita dan ibu hamil, juga sebagai ajang komunikasi sosial bersama warga.

“Kehadiran kami bersama Bidan desa, sebagai bentuk sinergisitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga, sehingga kasus stunting di wilayah dapat kita tekan, pungkasnya. (Pen0713)

Rabu, 29 Maret 2023

Cegah Stunting, Babinsa Sirampog Aktif Dampingi Posyandu

 


Brebes - Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan tempat pemeriksaan kesehatan balita pertama yang dilakukan di tingkat kampung. Biasanya, kegiatan tersebut dilakukan setiap sebulan sekali, meliputi penimbangan balita, pemberian vitamin A, pemeriksaan ibu hamil dan lainnya.

Babinsa Koramil 10 Sirampog, kodim 0713 Brebes, Koptu Slamet Riyadi terlihat aktif mendampingi warga pada kegiatan posyandu, di Posyandu Dukuh Sanganjaya, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (30/3/23).

Koptu Slamet Riyadi mengatakan, di Posyandu bukan hanya terkait vaksinasi pada balita, namun juga melaksanakan pemeriksaan perkembangan anak. 

"Di posyandu juga dimanfaatkan untuk memantau tumbuh kembang anak. Seperti mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak diukur untuk mendeteksi sejak dini, jika terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti kekurangan gizi atau stunting," ujarnya. 

Koptu Slamet Riyadi juga mengungkapkan balita yang mengikuti Posyandu tersebut hingga anak berusia 5 tahun, dan kewajiban anak untuk ke posyandu harus diupayakan oleh ibunya. 

"Posyandu ini berlaku bagi anak hingga usia 5 tahun, sebab jika tidak, dikhawatirkan tumbuh kembang anak serta pemenuhan gizinya tidak dapat terpantau dengan baik," tandasnya. 

Sementara Bidan Desa Manggis Ning Izawati mengungkapkan dengan Posyandu diharapkan anak-anak bisa tumbuh besar dengan status kesehatan yang bagus. 

"Hal itu untuk mencegah stunting. Dan hari ini ditemukan balita usia 35 bulan dengan status BGM (Bawah Garis Merah), ada gejala stunting. Ini menjadi atensi kita sebagai catatatan bahwa masih di temukan balita BGM agar nanti bisa cepat ditangani," katanya.

"Dan kami sebagai seorang Babinsa selalu mendukung sepenuhnya dalam pelaksanaan imunisasi bagi Balita untuk mewujudkan program pemerintah dalam menciptakan Balita yang sehat demi tercapainya generasi penerus bangsa yang unggul,” imbuhnya Ning Izawati. (Pen0713).

Kamis, 16 Februari 2023

Cegah Stunting, Babinsa Serda Sumpono Dampingi Kegiatan Posyandu

 


Brebes - Untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita, Babinsa Koramil 05 Losari Serda Sumpono mendampingi kader posyandu Desa Blubuk Beserta Bidan Desa memberikan tambahan makanan bergizi bagi Balita terindikasi stunting, serta melaksanakan pemeriksaan ibu hamil yang ada di Desa Blubuk, Losari, Brebes, Jawa Tengah.   Rabu (15/2/23).

Dalam kesempatan yang sama Serda Sumpono mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan Penyuluhan untuk ibu hamil dan pemberian makanan tambahan yang diberikan kepada para balita yang disediakan oleh kader dari posyandu. 

Tujuan Penyuluhan adalah sebagai sasaran penyuluhan kepada ibu hamil dan orang tua balita tentang makanan  yang baik diberikan untuk balita, sebagai sarana untuk membantu mencukupi kebutuhan asupan gizi balita dalam rangka menunjang tumbuh kembangnya balita. 

Lanjutnya, Kegiatan posyandu diawali dengan penimbangan berat badan dan tinggi badan balita dilanjutkan pemberian imunisasi dan vitamin.  Setelah semua rangkaian pengukuran selesai barulah setiap balita yang hadir diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ,"jelas Serda Sumpono.

Kepada orang tua Babinsa Serda Sumpono juga berpesan, agar makanan ini betul-betul diberikan kepada sianak dan juga diharapkan orang tua selalu memperhatikan pertumbuhan anak dari mulai dalam kandungan sampai tumbuh dewasa.

Kami juga berharap untuk ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak balita harus rajin datang ke Posyandu guna memeriksa tumbuh kembangnya anak,"tuturnya.

Semoga dengan pemberian Makanan tambahan ini, diharapkan angka anak stunting di wilayah Kecamatan Losari bisa turun dengan drastis,"tutupnya.(Pen0713)

Rabu, 23 November 2022

Cegah Stunting, Babinsa Koptu Slamet Riyadi Aktif Dampingi Posyandu

 

Brebes - Upaya pencegahan stunting terus dilakukan secara masif dan berkesinambungan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Bersama tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sirampog, kegiatan tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi untuk balita maupun anak.

Memastikan berjalan lancar Babinsa Koramil 10 Sirampog Koptu Slamet Riyadi dampingi kegiatan tersebut. Sebanyak 25 balita mengikuti penimbangan Anak Stunting, Pengukuran Tinggi Badan, Pemberian nutrisi Bubur kacang hijau dan buah, Oleh Bidan Desa Manggis dan Team Posyandu Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu (24/11/2022).

Babinsa Koptu Slamet Riyadi mengatakan kegiatan seperti ini sangat diperlukan masyarakat mengingat banyaknya yang belum memahami stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan balita maupun anak dan status kesehatan pada saat dewasa

“Stunting itu sendiri berarti keadaan tubuh yang sangat pendek, akibat kekurangan gizi guna mencegah hal itu tentunya diperlukannya pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil maupun balita,” kata Koptu Slamet Riyadi.

Masyarakat pada umumnya menganggap pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi faktor keturunan. Padahal pertumbuhan pada anak dapat dipengaruhi lewat lingkungan dan pola hidup.

“Melalui Aksi Gerak Atasi Stunting bersamaan dengan imunisasi ini memiliki kontribusi positif dalam penurunan infeksi dari penyakit menular dan mencegah stunting pada anak, yang sering terjadi pada balita saat masa pertumbuhan,” tandasnya. (Pendim0713)

Kamis, 10 November 2022

Cegah Stunting, Serma Jenudin Babinsa Koramil 03 Wanasari Dampingi Posyandu

 


Brebes -  Serma Jenudin Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, melaksanakan kegiatan Pendampingan Posyandu yang meliputi Penimbangan Anak Stunting, Pengukuran Tinggi Badan di Posyandu Melati, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (10/11/2022).

Babinsa Serma Jenudin mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Posyandu secara rutin dilaksanakan oleh petugas kesehatan Bidan Desa Pesantunan Erna guna menjaga dan meningkatkan perkembangan pertumbuhan pada anak dan balita.

"Pentingnya para anak dan balita memiliki kesehatan yang baik demi pertumbuhannya. Untuk itu, disetiap ada Posyandu para orang tua agar membawa anaknya supaya mendapatkan pelayanan kesehatan baik melalui pemberian vitamin maupun makanan tambahan". harap Babinsa Serma Jenudin kepada para orang tua yang memiliki balita.

"Dengan mendapatkan vitamin dan asupan gizi yang cukup maka pertumbuhan anak akan berkembang sebagaimana mestinya dan dapat mencegah terjadinya stunting". jelasnya.

Serma Jenudin menambahkan, penyebab utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan kesehatan pada saat dewasa. Jadi selain mendapatkan vitamin dan makanan tambahan dari petugas kesehatan para orang tua juga harus benar-benar memperhatikan pemenuhan gizi bagi anak mulai dalam kandungan hingga usia dua tahun.(Pendim0713/Tsm)

Jumat, 07 Oktober 2022

Cegah Stunting, Babinsa Koramil 07 Bulakamba Terus Dampingi Petugas Kesehatan

 


Brebes – Babinsa Koramil 07 Bulakamba Serda M. Sodik melaksanakan pendampingan kader kesehatan untuk turut memberikan edukasi tentang gizi buruk dan CFC (Comunity Feeding Center) balita stunting di desa binaannya. Desa Bulakamba, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (07/10/2022).

Pemberian edukasi stunting kali ini menyasar Posyandu Mawar RT. 02 RW. 04 dengan para ibu-ibu yang mempunyai anak Balita yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Bidan desa Bulakamba Uswatun Hasanah, Amd.Keb dan Lasaria Silalahi Amd. Keb. serta Kader desa Bulakamba Ibu Nurhayati.

Menurut Uswatun Hasanah, petugas kesehatan dari Puskesmas Bulakamba dirinya bersama Tim kesehatannya serta  Babinsa diantaranya  melaksanakan pengecekan berat badan dan tinggi badan secara berkala kepada Balita di wilayah yang menjadi  tanggung jawab tugasnya.

"Kegiatan di laksanakan sebagai antisipasi atau pencegahan stunting pada anak usia Balita, dari data yang di peroleh secara berkala kita dapat mengambil kesimpulan untuk menentukan stunting, " katanya. 

Sementara itu, Serda M. Sodik mengimbau kepada warga binaannya untuk selalu menjaga kesehatan anak dengan makan makanan yang bergizi.

"Berikan makanan yang sehat kepada anak usia Balita dan ASI, jika perlu tambahan berikan susu formula dan multivitamin. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya stunting, " imbaunya.

Diakhir kegiatan, Petugas Stunting memberikan edukasi tentang kesehatan dan memberikan Tambahan Gizi berupa 1 paket makanan (Nasi, sayur bayam, telor, nugeth, extra Pudding dan Buah- buahan. (Pendim0713)

Selasa, 06 September 2022

Cegah Stunting, Serda Solekhudin Koramil 06 Kersana Turun Langsung Ke Puskesmas

 

Brebes - Babinsa Kemukten Serda Solekhudin, Koramil 06 Kersana, Kodim 0713 Brebes melaksanakan kegiatan pendampingan monitoring balita cegah Stunting bertempat di Polindes Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (06/09/2022).

Menurut Serda Solekhudin dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan terhadap bayi dan balita dengan memberikan sosiaslisasi Pola Hidup dan Makan Sehat, Tanda-tanda persalinan serta Imunisasi pada bayi.

Layanan lainnya juga ada penimbangan berat badan dan evaluasi tumbuh kembang serta penyuluhan dan konseling tumbuh kembang.

“Ada 15 Ibu hamil usia 4-6 bulan yang dilakukan pemeriksaan dilanjutkan pemberian Imunisasi pada bayi. ”Hasil pemeriksaan ini kemudian dicatat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat (KMS),” tutur Serda Solekhudin.

Bidan desa Lutfi latifah, Amd, Keb mengatakan ”Untuk mencegah Stunting perlu diadakannya sosialisasi kembali terutama kepada ibu-ibu hamil, karena Stunting sendiri bukan berdasarkan faktor keturunan tapi adanya kekurangan asupan gizi sejak bayi di dalam kandungan ” pungkasnya. (Pendim0713)

Sabtu, 24 Agustus 2019

Cegah Stunting, Stake Holder Salem Digembleng

Brebes - Sebagai upaya turut serta mencegah stunting, para stake holder di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes digembleng dalam suatu Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Mereka mendapatkan berbagai materi tentang langkah terbaik pencegahan stunting di wilayah lereng Gunung Slamet tersebut. Sehingga diharapkan, bisa melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.




Camat Salem Nur Ari HY menjelaskan, pelatihan ini digelar atas prakarsa Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) sebagai tindak lanjut dari kegiatan Kader Pembangunan Manusia (KPM)  dan Rumah Desa Sehat (RDS). Titik utamanya, konvergensi pencegahan stunting di 21 desa se Kecamatan Salem. 

“Mereka juga menggodok upaya-upaya kongrit dalam pencegahan stunting untuk diteruskan pada Musyawarah Desa (MusDes), yang bahan-bahannya harus sudah masuk sebelum 15 September,” ungkap Ari disela pelatihandi aula kantor Kecamatan Salem, Jumat (23/8) kemarin.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari tersebut diampu oleh berbagai narasumber. Diantaranya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Brebes Moh Amin, Tenaga Ahli Permberdayaan Masyarakat (TAPM) Hj Fatinah Ardi dan Akhmad Ikhsan),  Dinas Kesehatan Brebes Puskesmas Bentar Sri Setyaningsih, Pendamping Desa Dadang SE dan Sekcam Salem Ujang Wahyu.  

Sebanyak 63 peserta terdiri dari Kades, BPD, KPM, PD, PLD dari 21 Desa dan 17 TPID serta 7 orang Tim Asistensi Kecamatan Salem. (wasdiun/pendim0713)