Tampilkan postingan dengan label Kades. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kades. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2020

KEPALA DESA PENGARADAN RUNTA R. SENANG DENGAN TMMD


Brebes – Saat MoU berlangsung Selasa (30/6) di ruang Kantor Bupati Brebes, Kepala Desa Pengaradan menyaksikan secara langsung dalam penandatanganan dan penyerahan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II Tahun 2020 bahwa pelaksanaan TMMD di Desa Pengaradan sudah dimulai yaitu 30 Juni 2020 hingga 29 Juli 2020.


Penyerahan MoU itu dilakukan oleh Wakil Bupati H. Narjo, SH., MH dan Kepala Staf Kodim 0713 Brebes Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku.

“Alhamdulillah warga saya kini terbantu, sebelumnya di pedukuhan Pilangsari jalannya itu tidak bisa dilewati, saya bersyukur dengan adanya TMMD, ini ada kisah yang sangat menjadi perhatian pihak Desa seperti saya dan pamong desa lainnya, sebelumnya bila ada warga (Ibu hamil) yang mau melahirkan sangat susah untuk menuju ke Puskesmas dan Rumah Sakit di Desa Pengaradan, mereka harus menggunakan perahu dikarenakan kondisi jalan yang rusak dan becek bila turun hujan, sehingga warga menggunakan perahu” Tutur Kades Pengaradan. Kamis (02/07/2020).

“Harapannya setelah adanya TMMD ini, Jalan dan Fasilitas umum di desa menjadi lebih baik, Terima kasih kepada Kodim 0713 Brebes yang telah memberikan kepercayaan kepada desa Pengaradan dimana TMMD Sengkuyung II dilaksanakan di desa kami” Tambahnya.

Saya mewakili masyarakat dan warga mengucapkan rasa bangga dan senang dimana TMMD ini bisa merubah suasana, jalan yang tadinya jelek nantinya akan menjadi bagus dan sangat bermanfaat untuk warga Pengaradan khususnya. (Utsm)

Kamis, 02 Januari 2020

3 Putra Terbaik Desa Wanasari Kuliah Di STKIP Muhammadiyah Kuningan Jawa Barat.



Brebes – Siapa sangka ada putra daerah kita, tepatnya di desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah belajar ke kabupaten tetangga Jawa Barat. Jum’at (03/01/2020).





Adalah 3 putra kelahiran desa Wanasari yang masuk dalam wilayah territorial Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Akhmad Waridi (40) mahasiswa yang masih kuliah di semester 5, Kurniawan (Iwan) anak dari pasangan Samlawi (alm) dan Seju masih di semester pertama, serta Dicky Eko Andryan yang sudah semester 3.

Hebatnya lagi, Dicky adalah putra dari pasangan Sri Andriyani dan Kepala Desa Wanasari Eko Alri Surono, SP dimana kedua kalinya menjabat menjadi Kades 2 periode ini.

Dipilihnya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kuningan (STKIP) ini adalah untuk menimba ilmu guna mendidik penerus bangsa pada umumnya dan khususnya untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa mereka aga lebih maju selangkah dan memberikan kontribusi untuk kesejahteraan dibidang pendidikan.

Dalam kesempatan di acara Capacity Building Program STKIP Muhammadiyah Kuningan hari ini (3/01), Akhmad Waridi menyampaikan bangganya bisa kuliah di salah satu Kampus itu dengan mengambil Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) untuk bekal kariernya di bidang pendidikan.

Kesempatan untuk belajar menimba ilmu ke negeri orang atau ke luar daerah sangatlah terbuka lebar, karena kesempatan itu tidak akan terulang keduakalinya, Maka untuk berkiprah di masyarakat dibutuhkan pemuda-pemudi yang gigih dalam menimba ilmu guna membuka diri demi kemajuan SDM khususnya untuk kecerdasan penerus generasi yang akan datang di desa Wanasari. (Utsm)

Minggu, 01 Desember 2019

Belasan Kades Dari Bone Sulawesi Selatan Serap Ilmu GKB Di Cenang Brebes


Brebes – 12 Kepala Desa dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melakukan studi banding GKB (Gerakan Kembali Bersekolah) ke Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Mereka meliputi Kades Cumpiga, Cakke Bone, Lompu, Kading, Melle, Mallari, Ulaweng Cinnong, Cakkeware, Bune, Padaidi, Tempe, Maminase dan Lamuru.

Dibenarkan Kepala GKB Kabupaten Brebes, H. Bahrul Ulum, bahwa selain Kades, hadir juga kurang lebih 43 orang yang meliputi para perwakilan dari Dinkes, Disdik, Dinsos, Diskominfo, Kemenag, DPMD, PKBM, BPD dan PKK desa.

“Pihak pemerintahan di wilayah Kabupaten Bone tertarik belajar kesuksesan dengan kiprah Pemerintah Desa Cenang dalam upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah,” ucapnya, Senin siang (25/11/2019).

Sementara Kades Cenang, Imam Rifai, menyatakan terima kasih karena mendapatkan kehormatan tersebut. Dijelaskannya, pihaknya telah mengembalikan ratusan ATS ke pendidikan formal maupun non formal.

Desa yang jauh dari keramaian ini harus berjuang sejak tahun 2016 silam, pihaknya memanfaatkan data SIPBM manual untuk memajukan terutama dalam bidang pendidikan. Baseline ATS Cenang ada 440 anak, setelah dikonfirmasi ternyata ada 223 anak.

“Hingga tahun 2019 ini, sudah ada 120 ATS yang siap dikembalikan ke bangku sekolah. Untuk target desa kami pada 2021 mendatang adalah semua ATS bisa kembali bersekolah," tegasnya optimis.

Lanjutnya, pihaknya telah mengalokasikan anggaran desa dan dukungan dari paguyuban orang Cenang di perantauan. Bahkan desa sudah mempunyai PKBM yang diinisiasi dari dana desa itu, juga NPSN PKBM (Nomor Pokok Sekolah Nasional Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)  dan bisa mengentri data siswa lewat dapodik kesetaraan, dimana sumber dananya berasal dari BOP non formal.

"Dulu PKBM mencari ATS, sekarang sebaliknya. Dulu FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) berkunjung dari rumah ke rumah, sekarang keluarga ATS yang mau sekolah datang ke Sekretariat FMPP," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Studi Banding, dr. H. Andi Kasma Padjalangi, M.Kes menyatakan terkesan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemdes Cenang. Pihaknya berharap, pasca transfer ilmu tersebut, nantinya 12 Kades dapat menerapkannya di desa masing-masing.

"Pastikan semua anak di Kabupaten Bone bersekolah, jangan ada anak tidak sekolah yang tidak menempuh pendidikan dengan baik," ucapnya.

Selanjutnya, Kabid Dikdas Dindikpora Kabupaten Brebes, Lela menjelaskan bahwa, Cenang adalah salah satu desa yang cukup berhasil dalam implementasi GKB di level desa. Disamping FMPP desanya aktif, ada layanan PKBM yang menangani ATS non formal dan life skill, ini berarti searah dengan komitmen Pemkab Brebes bahwa pendekatan layanan pendidikan dimulai dari hulu ke hilir.

"Dukungan pihak desa dalam upaya pengembalian anak ke sekolah menjadi garda terdepan, siapa lagi kalau bukan pemerintah desa yang membantu kami dalam mensukseskan Wajar 12 tahun. Termasuk dukungan multisektor dari level desa, kecamatan, kabupaten dan pihak lainnya," ucap Lela. (Bahrul Ulum/Aan)

Rabu, 13 November 2019

Aksi Nyata Mengatasi Kenakalan Remaja Di Limbangan Kersana Brebes


Brebes – Talk show tentang aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes, yang disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, kali ini mengupas tentang penanganan kenakalan remaja melalui olahraga dan organisasi kepemudaan. Rabu (13/11/2019).

Narasumber yang dihadirkan dari Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, adalah Babinsa Serda Solikhin dan Kades Tulap, Sp (54), sedangkan pemandu acara adalah Mohamad Ibnu Mudzakar (45) dengan nama udara Ian Rakawinu, Manager Singosari.

Memulai acara, Serda Solikhin menjelaskan tentang ajakan kepada para pemuda desa berpartisipasi dalam organisasi spiritual/keagamaan, yang diantaranya remaja masjid, pemuda NU dan karang taruna. Selain itu juga melalui pendekatan penyuluhan.

“Selaku Babinsa, kita harus rajin untuk nimbrung jika ada kegiatan apapun di desa. Saat itulah kita mengarahkan untuk selalu memulai kegiatan dengan berdoa dan pesan moral lainnya,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa penelpon, Solikhin menyampaikan tentang pendampingan dari para orang tua sangat penting untuk membatasi penggunaan medsos yang dapat memicu kenakalan remaja.

“Peran orang tua juga menjadi kunci bagi remaja yang sedang mencari jati diri agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang bertentangan dengan budaya bangsa sehingga memicu kenakalan remaja,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Kades Tulap, upaya nyata dari pihaknya adalah dengan menghidupkan kesenian rebana/hadroh (seni musik islam) serta kegiatan olahraga.

“Dengan support Babinsa, kami juga melakukan pencegahan dini terhadap kenakalan remaja melalui olahraga yaitu sepakbola, bola voli dan tenis meja,” ucap Tulap.

Pihaknya juga menggelar beberapa event pertandingan olahraga tersebut antar dusun dalam setiap kesempatannya. Dalam waktu dekat, dirinya juga akan menyiapkan minimal 7 meja pingpong di 7 RW/dusun di Limbangan.

“Dengan berorganisasi, para remaja akan lebih mudah untuk diarahkan karena mempunyai sosok figur pemimpin,” pungkas Kades yang baru 3 bulan menjabat tersebut.

Sekedar diketahui, acara dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi pukul 10.00-11.00 WIB. Pendengar dapat mengaksesnya untuk berdialog dengan para narasumber melalui telepon (0283) 671636. Dan dapat disaksikan melalui link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/. (Aan)

Sabtu, 24 Agustus 2019

Cegah Stunting, Stake Holder Salem Digembleng

Brebes - Sebagai upaya turut serta mencegah stunting, para stake holder di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes digembleng dalam suatu Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Mereka mendapatkan berbagai materi tentang langkah terbaik pencegahan stunting di wilayah lereng Gunung Slamet tersebut. Sehingga diharapkan, bisa melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.




Camat Salem Nur Ari HY menjelaskan, pelatihan ini digelar atas prakarsa Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) sebagai tindak lanjut dari kegiatan Kader Pembangunan Manusia (KPM)  dan Rumah Desa Sehat (RDS). Titik utamanya, konvergensi pencegahan stunting di 21 desa se Kecamatan Salem. 

“Mereka juga menggodok upaya-upaya kongrit dalam pencegahan stunting untuk diteruskan pada Musyawarah Desa (MusDes), yang bahan-bahannya harus sudah masuk sebelum 15 September,” ungkap Ari disela pelatihandi aula kantor Kecamatan Salem, Jumat (23/8) kemarin.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari tersebut diampu oleh berbagai narasumber. Diantaranya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Brebes Moh Amin, Tenaga Ahli Permberdayaan Masyarakat (TAPM) Hj Fatinah Ardi dan Akhmad Ikhsan),  Dinas Kesehatan Brebes Puskesmas Bentar Sri Setyaningsih, Pendamping Desa Dadang SE dan Sekcam Salem Ujang Wahyu.  

Sebanyak 63 peserta terdiri dari Kades, BPD, KPM, PD, PLD dari 21 Desa dan 17 TPID serta 7 orang Tim Asistensi Kecamatan Salem. (wasdiun/pendim0713)

Rabu, 31 Juli 2019

10 Kades Di Ketanggungan Brebes Serah Terimakan Jabatan

Brebes - Berada di Balai Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, 10 Kepala Desa melaksanakan serah terima jabatan di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ketanggungan. Rabu (31/07/2019).

 


Diantara kepala desa yang menyerahterimakan diantaranya  Desa Padakaton, Karangmalang, Dukuh Tengah, Tanggungsari, Bulakelor, Kubangwungu, Baros, Pamedaran, Dukuhturi dan Kubangjati.

 

Dalam sambutan perwakilan Kades baru/terpilih Ahmad Tasdiq , SH menyampaikan ucapan selamat datang kepada semua yang hadir dalam acara serah terima kades lama kepada kades baru terpilih se Kecamatan Ketanggungan, selamat kepada semua Kades Terpilih yang saat ini hadir, saya mengucapkan terima kasih kepada Pj. Kades yang telah menjabat selama kepada desa yang kosong sampai dengan Pemilihan dan pelantikan Kades yang terpilih, Semoga nantinya kita semua dapat membantu mensukseskan semua program pembangunan dari pemerintah. Dan ke depan kita selalu kompak dalam menangani semua program kebijakan pemerintah. Sambutnya.

 

Kesempatan itu juga Danramil Ketanggungan Kapten Infanteri Sugeng Wiratno menyampaikan bahwa tugas Kepala Desa ke depan semakin berat dan tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik baiknya. Tutur Danramil.

 


Di Akhir akhir puncak acara tersebut dilakukan penyerahan berita acara sumpah jabatan kades terpilih dan dilanjutkan ucapan selamat. (Utsm)

Rabu, 26 Juni 2019

Siap Dilantik Kades, Babinsa Bumiayu Brebes Berterimakasih Kepada Media

Brebes – Hal ini disampaikan Kepala Desa Bumiayu Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Serka Sukaro (48), Babinsa yang akan segera dilantik serentak oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH tanggal 15 Juli mendatang di Lapangan Asri Bumiayu. Rabu malam (26/6/2019).






Babinsa Pruwatan Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes ini juga tinggal menunggu surat turunnya surat pensiun dini secara hormat yang telah diajukannya kepada Pangdam IV Diponegoro beberapa waktu yang lalu.

Tampak Serma Ujang (kacamata) mewawancarai serta Serma Aan Setyawan (kemeja hijau) dan Serma Bambang, Bati Tuud Koramil, berfoto bersama masyarakat setempat yang masih terus berdatangan memberikan ucapan selamat, pasca Sukaro (kemeja putih peci hitam) terpilih menjadi Kades 16 Juni lalu dengan 3.787 suara dan menyingkirkan empat calon lainnya, termasuk petahana dua periode, Dwi Hari Basuki, yang memperoleh 2.103 suara.

Kades yang hoki dengan pencalonan nomor urut lima ini, unggul telak 1.600 lebih suara masyarakat yang menginginkan perubahan di desa mereka.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan-rekan media, karena telah membantu menyampaikan aspirasi, visi dan misi saya kepada masyarakat Bumiayu,” ungkapnya mengapresiasi.

Dibenarkan salah satu warga masyarakat, Agus Saifulloh (40) wiraswasta bahwa, Kades terpilih sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, kepemudaan khususnya tiga tahun kebelakang, sehingga tidak heran masyarakat setempat sangat berharap Sukaro mampu membawa Desa Bumiayu kedepannya menjadi lebih maju infrastruktur serta pelayanan kepada masyarakatnya. (Aan Brebes).

Selasa, 11 Juni 2019

Muspika Wanasari Brebes, Damaikan Konflik Sosial Perusakan APK Pilkades

Brebes – Pentahapan dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai proses peralihan pemerintahan desa, terkadang diwarnai baik konflik individu maupun sosial serta pertentangan diantara warga desanya.


Seperti konflik sosial horizontal pada pesta demokrasi masyarakat di Desa Siwungkuk Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hampir menimbulkan kerusuhan serta tindakan anarkis berhasil diredam oleh Muspika, Panitia Pilkades serta Pj. Kepala Desa. Selasa dini hari (11/6/2019).

Diungkapkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Turiman bahwa, kerusuhan bermula sehari sebelumnya (10/6, malam) yang dipicu oleh aksi pencoretan dan penyobekan Alat Peraga Kampanye (APK) dari calon nomor urut 1, H. Sugiyanto.

“Saat pendukung Paslon nomor 1 berusaha melaporkan kejadian pencoretan dan penyobekan APK yang diduga dilakukan oleh pendukung 02, Saudara Wapur, kepada pihak Panitia Pilkades, mereka dihadang oleh pendukung 02 tersebut Sehingga terjadi keributan di jalan depan balai desa,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, Muspika baik itu Camat Nurrudin, SH, Danramil, Kapolsek AKP. Mulyono, SH, Pj. Kades serta para Toga, Tomas dan Todat, mempertemukan atau memediasi kedua kubu di balai desa guna mencegah kerusuhan sekitar pukul 03.00 WIB.

“Muspika secara bergantian memberikan arahan kepada kedua kubu agar bersama-sama menciptakan kondusifitas wilayah selama pentahapan Pilkades,” tegasnya.

Diakhir sambang mediasi tersebut dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan damai dari kedua belah pihak dari setiap tahap Pilkades dan jika dilanggar akan diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku. (Aan Pendim Brebes).