Tampilkan postingan dengan label Salem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2024

Koramil 13 Salem Karya Bakti Tanah Longsor di Desa Pabuaran

 Brebes - Batituud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Peltu Rahmat Wahyudin bersama anggota Babinsa, Kepala Desa Pabuaran Rasidi dan warga, Bagana serta Banser melaksanakan karya bakti pembukaan tanah akibat tanah longsor membendung aliran sungai Citatah, Desa Pabuaran, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (07/03/2024).


Peltu Rahmat Wahyudin menyampaikan saat ini di beberapa tempat banyak terjadi longsor baik skala besar maupun kecil. Salah satunya disini, akibat dari longsioran tanah menutupi aliran Sungai Citatah sehingga lahan pertanian seluas 1 hektar tergenang luapan air dan tak surut, untuk itu sebagai TNI selalu hadir dalam setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat.  Salah satunya adalah membantu mengatasi bencana alam.  Kita selalu hadir bersama komponen yang lain untuk menyelesaikan permasalahan secepat mungkin. Sehingga kerugian bisa diminimalisir.





"Saat ini kita bersama sama membantu masyarakat yang sedang terkena musibah, karena cuaca belum menentu maka saat pengerjaan harus perhatikan faktor keamanan.  Saat ini cuaca sudah mendung, jika hujan turun harus segera dihentikan demi keamanan" kata Peltu Rahmat Wahyudin.


Kepala Desa Pabuaran Rasidi melaporkan ke Koramil 13 Salem bahwa terjadi bencana tanah longsor yang menimbun Sungai Citatah, akibatnya air tersumbat, jika ini dibiarkan maka lahan sawah seluas 1 hektar tidak bisa difungsikan.


Dengan adanya karya bakti yang dilaksanakan oleh Koramil, Bagana, Banser dan relawan serta masyarakat, atas nama pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih.  Sehingga saat musibah yang terjadi bisa meringankan beban kami.  Kehadiran para aparat sangatlah membantu,  menjadi spirit kami dalam mengatasi musibah ini, pungkas Kades. (Pen0713).

Jumat, 01 Maret 2024

Dandim dan Forkopimca Tinjau 3 Lokasi Bencal Longsor di Salem

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama dengan Forkopimca Salem meninjau  langsung lokasi bencana alam banjir dan longsor di 3 desa di Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (29/02/2024).






Peninjauan  ke lokasi bencana alam banjir dan tanah longsor juga didampingi ADM Perhutani Prastyo Lukito S.Hut, Camat Salem Wartoid S.IP., M.Si, Danramil 13 Salem diwakili Peltu Rahmat Wahyudin, Kapolsek Salem, Tokoh Masyarakat Heru Irawan,  Komunitas Trabas, relawan dan masyarakat.


Bencana alam banjir dan tanah longsor dampak dari hujan dengan intensitas  tinggi dimana mengakibatkan 3 desa terisolir.


Desa yang terisolir dampak dari bencana alam tanah longsor Desa Kedumanis, Desa Ganggawang dan Desa Citimbang dimana jalan yang menghubungkan 3 desa tersebut sebagian hanyut terbawa arus banjir dan tertimbun tanah longsor serta  jembatan putus terbawa tanah longsor.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan ada sekitar KK 210 KK, sedikitnya ada 883 orang terisolir.


"Ada 9 (Sembilan) Unit sepeda motor hanyut terbawa longsor, aliran listrik yang menghubungkan 3 desa terputus hingga saat ini". papar Dandim.


"Selain itu, saluran air bersih/Pancimas terbawa air hingga 1 kilometer, dan setelah dicek dilapangan, adanya akses Jalan Kabupaten 8 titik baik yang terputus, tertutup longsor ". Imbuhnya.


" Satu buah jembatan yang menghubungkan tiga desa juga putus, kurang lebih panjang 29 meter dan lebar 3 meter, dikarenakan hanyut".  tutup Dandim.


Diakhir peninjauannya, Dandim mengecek dapur umum sekaligus memberikan bantuan sosial berupa sembako dan lampu penerangan jalan tenaga surya. (Pen0713)

Rabu, 17 Januari 2024

Karya Bhakti TNI Tangan Tuhan dan Bakti Sosial Penanaman Pohon di Salem

 Brebes – Kondisi wilayah Kecamatan Salem merupakan salah satu kecamatan yang dikeilingi bkit dan gunung, sehingga pentingnya area dan lahan lereng maupun yang gundul harus ditanami pohon guna kelestarian alam sehingga tidak terjadi bencana alam seperti longsor.


Saat ini berada di Area TPU Tanah Luhur Desa Salem, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes telah dilaksanakan Kegiatan Karya Bhakti TNI Tangan Tuhan menuju Brebes Berhias dan Bakti Sosial Penanaman atau Penghijauan. Kamis (18/01/2024).


Tangan Tuhan dalam kesempatan tersebut diantaranya Camat Salem yang di Kasi Trantib Tasikun Pilu Triyana, A.Md, Danramil 13/Salem, Kodim 0713 Brebes, korem 071 Wiajyakusuma diwakili Batituud Peltu Rahmat Wahyudin, Kapolsek Salem Iptu Edi Mardiyanto, SE, Asper BKPH Salem Sail, Dinas DLHK Provinsi Jateng Wilayah V Rukmini, SP, Kepala Sekolah Asalam Salem Siti Waisah, S.Hut, M,Pd, Kepala Desa Salem Riyanto, S,Hut, Ketua Persit Ranting 14 Koramil 13/Salem.








Peltu Rahmat Wahyudin mengatakan saat apel sebelum melaksanakan Karya Bakti mengungkapkan Terimakasih kepada, Polri, Instansi Pemerintah, Ormas, Relawan, Paguyuban, Komunitas, Mahasiswa/i KKN, Pelajar dan Warga Masyarakat yang telah hadir pada acara Kegiatan Karya Bhakti TNI Tangan Tuhan dan Bakti sosial penanaman/penghijauan ini.


“Kegiatan Karya Bhakti TNI Tangan Tuhan dan Bakti sosial ini dilakukan dalam rangka menguatkan sinergitas antara TNI Polri, Instansi Pemerintah dan semua kalangan khususnya di wilayah Kecamatan Salem, karena ini semua berkaitan dan merupakan salah satu pengabdian kita kepada Masyarakat” papar Peltu Rahmat.

“Pagi hari ini kita membantu melaksanakan penanaman benih di lingkungan TPU Tanah Luhur Desa Salem dengan penuh rasa iklas dan bertangung jawab sehingga apa yang kita laksanakan dicatat sebagai amal Ibadah Kegiatan Karya Bhakti TNI Tangan Tuhan dan Bakti sosial Penghijauan”. Tutup Peltu Rahmat saat berikan sambutan di akhir apel. 


Ada 500 bibit pohon yang ditanam dengan beberapa jenis jenis tanam yang di tanam diantaranya Pohon Trembesi 100, Sengon 100, Petai 100, Ketapang Kencana 100, Nangka 100 bibit.


Kerja Bhakti ini sangat lengkap diikuti beberapa instansi dan elemen seperti organisasi dan komunitas  di Kecamatan Salem seperti Pemuda pancasila, Banser, GRIB, PPM, Bangbara, Libansa, Nalaktax, Monabe, Saber, Batara, BGS.


Peltu Rahmat Wahyudin juga berharap seluruh mayarakat dapat terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan penanaman pohon tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Harapannya, semua dapat ikut menjaga dan merawat tanaman yang ditanam ini, sehingga ke depan dapat bermanfaat tidak hanya untuk pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga hingga anak cucu," ujar Peltu Rahmat Wahyudin. (Pen0713).

Jumat, 02 April 2021

Babinsa Dampingi Warga Vaksin Pertama Kali Di Salem Brebes

 


Brebes – Bintara Pembina Desa Salem Serka Wasim Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes mendampingi warga dalam pelaksanaan Vaksin Covid-19 tahap pertama di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (29/03/2021).




Ditemmpat Aula Gedung Serbaguna inilah 228 orang warga Salem dari jumlah yang hadir 422 orang di Vaksin dengan menerapkan protokol kesehatan.


dr. Agung dan karyawan Puskesmas Salem, Kapus Salem H. Karta Atmanagara, Kades Salem Anto Riyanto, S.Hut, mendampingi bersama Babinsa Serka Wasim guna meyakinkan bahwa Vaksin tersebut aman disuntikkan.


Dr. Agung mengatakan bahwa “ Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin”. Ungkapnya.


Sebelum didistribusikan, vaksin COVID-19 harus melalui tahap uji klinis demi memastikan keamanan untuk digunakan pada manusia. Salah satu manfaat vaksin COVID-19 adalah memberikan kekebalan pada tubuh.


Ditambahkan juga bahwa manfaat lainnya adalah menciptakan respons antibodi. Manfaat vaksin COVID-19 yang pertama adalah menciptakan respon antibodi untuk sistem kekebalan tubuh. Saat disuntik vaksin, sel B akan menempel pada permukaan virus Corona yang sudah dimatikan dan mencari fragmen yang cocok.


Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika ada yang cocok, sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh.


Kemudian Mencegah terkena virus COVID-19, Manfaat vaksin COVID-19 lainnya adalah mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Suntikan vaksin akan merangsang sel tubuh manusia, terutama sel B yang memproduksi imunoglobulin. Akibatnya, tubuh individu akan kebal pada SARS-CoV-2.


Dan menghentikan virus, Manfaat vaksin COVID-19 berikutnya adalah menghentikan virus menyebar ke seluruh tubuh. Vaksin akan merangsang imun tubuh yang dihasilkan oleh sel B dan menghentikan virus COVID-19 masuk ke dalam tubuh.


Terakhir adalah melindungi orang-orang di sekitar kita. Jika kita menerima vaksin, otomatis tubuh akan terlindungi dari serangan virus COVID-19. Hal ini menjadi manfaat vaksin COVID-19 yang membantu mengurangi penyebaran Corona untuk melindungi orang-orang di sekitar. (Kujang)

Sabtu, 06 Maret 2021

Koramil 13 Salem Pantau Massa PPKM di Malam Hari, Cegah Penyebaran Covid-19

  

Brebes – Upaya dalam menekan dan pengendalian penularan Covid-19, Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes gencar melaksanakan kegiatan operasi massa PPKM malam hari di wilayah Kecamatan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (07/03/2021).



 

Kegiatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, melalui kerumunan warga.

 

Danramil Salem Kapten Infanteri Iskandar Subehi menyampaikan, dalam PPKM di wilayahnya masih didapati warga masyarakat yang tidak mengikuti ketentuan Pemerintah yaitu, masih berjualan melewati batas waktu yang telah ditentukan.

 

“Malam hari ini sasaran operasi PPKM adalah Alun-alun Salem khususnya swalayan dan rumah makan yang setiap malamnya masih menimbulkan kerumunan massa yang menjadi potensi penularan Covid-19”, kata Danramil.

 

Menurutnya, dalam melakukan Operasi PPKM di wilayah tersebut untuk menekan penyebaran, agar tidak bertambah orang yang terpapar Covid-19, untuk itu Koramil bersama tiga pilar terus melakukan operasi PPKM siang dan malam.

 

“Untuk itu saya menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan”, tutup Danramil. (Kujang)

Rabu, 10 Februari 2021

Patut Dicontoh, Relawan Peduli Hutan di Salem Brebes Tanam Ribuan Pohon

 


Brebes – Relawan peduli kelestarian hutan, yang merupakan gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI, dan Kelompok Tani Subur Jaya II Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan penghijauan di sekitar mata air pegunungan Cikokoro dan di hulu Sungai Cogreg serta Cipinang. Selasa (9/2/2021).







Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, melalui Babinsa setempat, Serka Wasim, mereka melakukan penanaman 2000 pohon sebagai bentuk kesadaran dari warga masyarakat di kawasan hutan, yakni Kampung Cikokoro, Desa Salem.


“Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan sumber mata air pegunungan dan mencegah bahaya banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.


Sementara disampaikan Saeroji, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan Kecamatan Salem, adapun jenis pohon yang ditanam meliputi 500 batang bibit aren, 500 batang bibit kemiri, 500 batang bibit beringin, dan juga 500 batang bibit pohon keluak atau kluwek.


“Yang kita tanam adalah pohon kayu keras dan pohon produksi yang merupakan bantuan dari Balai Penyemaian Bibit di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan,” bebernya.


Saeroji berharap bahwa apa yang dilakukan mereka dapat bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar hutan kedepannya.


Tak lupa dirinya mengajak kepada masyarakat umum agar lebih peduli dan ikut melestarikan hutan, yakni tidak mengeksploitasi hutan secara liar untuk diambil kayu maupun dijadikan tanaman bonsai. (Aan)

Senin, 11 Januari 2021

Jasad Pembolang Pohon Porang Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Curug Cimunding Salem Brebes

  

Brebes – Pencarian pemuda asal Dusun Mancager RT/RW. 02, Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Risko (24) akhirnya membuahkan hasil setelah jasad pemuda tersebut ditemukan mengapung dan tersangkut bebatuan di sekitar Curug Cimunding, Salem. Minggu siang (10/1/2020).







Tim gabungan yang berjumlah sekitar 100 orang dengan dipimpin Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, mulai melakukan pencarian dengan menyusuri hutan dimana sebelumnya warga setempat ada yang melihat keberadaan korban yang mondar-mandir di perkebunan antara wilayah Desa Gandoang dengan Desa Kadumanis, Salem.


“Kami melakukan pencarian terhadap saudara Risko yang dilaporkan keluarganya tidak pulang ke rumah sejak Jumat sore,” terang Serma Wartono.


Dijelaskannya lanjut, Almarhum sebelumnya juga tidak berpamitan kepada keluarganya, namun sempat dilihat oleh ayah tirinya dengan mengenakan kaos lengan panjang warna merah-hitam, topi hitam, dan celana pendek warna putih, membawa karung dan golok.


“Dari laporan Pak Muh (45), warga setempat yang melihat saudara Risko saat ia juga sedang mencari bibit pohon porang di wilayah perkebunan Desa Gandoang-Kadumanis, tim gabungan melakukan upaya pencarian disana dengan berjalan kaki menyusuri tebing dengan medan yang terjal,” tandasnya.


Setelah tim gabungan yang dipecah menjadi 4 tim kecil melakukan pencarian beberapa sejak pukul 08.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan Risko, akhirnya mereka beristirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB sambil melakukan koordinasi selanjutnya.


Tim itu kemudian melakukan pencarian kembali dengan memutar perbukitan terjal, sampai akhirnya mereka mendapatkan kabar dari Muhammad, perangkat desa Kadumanis bahwa ada mayat di Curug Cimunding.


“Saya melihat ada mayat di bebatuan di Curug Cimunding saat juga sedang mencari bibit pohon porang, dan kemudian saya segera memberitahukan kepada tim gabungan,” ungkap Muhammad.


Masih kata Muhammad, tim gabungan itu langsung menuju curug dengan menyusuri medan yang terjal di aliran Sungai Cigorek, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari perkebunan itu.


Sementara disampaikan Kapolsek Salem, Iptu Suprapto, bahwa Almarhum Risko Bin Almarhum Catim, diduga terperosok ke jurang di atas Curug Cimunding yang berketinggian 15 meter, saat mencari bibit pohon porang/badur.


“Pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB, untuk dievakuasi ke Puskesmas Bentarsari, guna dilakukan visum oleh dr. Riana Harsana, Kepala Puskesmas Bentarsari,” paparnya.


Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, korban sudah diantarkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman di TPU setempat.


Atas perjuangan tim gabungan, keluarga korban dan perangkat desa mengucapkan terima kasih.


Untuk diketahui, tim gabungan dari Kecamatan Salem yang yang terdiri dari anggota TNI Koramil 13 Salem, Polsek, relawan Bangbara Adventure, Banser, Komunitas Travel Salem-Jakarta, Pemdes Bentarsari, serta masyarakat dari Desa Bentarsari, Ciputih, Gandoang, dan Desa Kadumanis. (Yadi/Aan)

Selasa, 15 Desember 2020

Di Salem Brebes, Longsor Tabing Terjadi di Tiga Titik Pemukiman Warga

 


Brebes – Di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bencana alam tanah longsor telah terjadi di tiga lokasi yang berbeda dalam hari yang sama, yaitu pada Senin petang (14/12).






Dibeberkan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, longsor terjadi di Dukuh Kantung RT. 04 RW. 03, Desa Banjaran, kemudian di Dukuh Brak RT. 03 RW. 05, Desa Salem, dan juga di Desa Citimbang RT. 04 RW. 01.


“Longsor dipicu oleh labilnya tanah setelah diguyur hujan lebat yang cukup lama mulai pukul 14.00 WIB,” terangnya.


Untuk kejadian longsor di masing-masing lokasi tersebut yaitu pada pukul 16.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 20 meter, kemudian pukul 17.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter, dan juga pada pukul 17.30 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 15 meter.


“Material longsor di ketiaga dusun tersebut mengakibatkan dinding bangunan mengalami kerusakan atau jebol.


Dijelaskannya lanjut, adapun pemilik rumah di Dukuh Kantung yang terdampak dan terancam meliputi Kisro (37), kerusakan dinding dapur dan kamar serta material longsor masuk ke dalam rumah. Selanjutnya rumah milik Saryanto (55), yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi rumah, kemudian Subarnes (40), kerusakan bagian pondasi kamar mandi.


Untuk di Dukuh Brak, material longsor menerjang bangunan rumah milik Rustono (50). Sementara di Desa Citimbang meliputi rumah milik Raswa yang mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur. Untuk bangunan yang terancam milik keluarga Sule dan Carsini.


Tidak ada korban jiwa namun kerugian dari masing-masing pemilik rumah bervariasi mulai dari Rp. 2-5 juta.


“Bersama seluruh pihak terkait, relawan, Ormas, pihak desa dan masyarakat setempat, sedang melaksanakan koordinasi untuk kerja bakti membersihkan material longsor secepatnya,” tandasnya.


Tak lupa petugas juga menghimbau kepada warga setempat khususnya yang terdampak dan terancam longsor susulan, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan kembali datang dengan intensitasnya yang lama dan lebat. (Aan)

Kamis, 14 Mei 2020

Sweeping Pemudik ke Wilayah Salem Brebes Terus Diberlakukan di Tiga Akses Masuk


Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.




Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan)

Selasa, 05 Mei 2020

Rem Blong Dua Remaja Kecelakaan Cukup Serius Saat Menuruni Gunung Lio Salem Brebes


Brebes – Kecelakaan tunggal akibat rem blong sepeda motor matic kembali terjadi di wilayah Gunung Lio Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (5/5/2020).








Dua orang pelajar asal Desa Danareja, Kecamatan Tanjung, Brebes, mengalami kecelakaan saat menuruni Tanjakan Picung di Jalan Raya Provinsi ruas Banjarharjo-Salem.

Dijelaskan Danramil 14 Banjarharjo melalui Pelda Sartono, Bati Tuud, bahwa kecelakaan menimpa sepeda motor dengan Nopol B 3727 TJK, yang dikemudikan Muh Yusuf Bahtiar (15).

“Kedua korban mengalami luka yang cukup serius yaitu Muh Yusuf Bahtiar luka robek di dahi 5 centimeter, dan tetangganya yaitu Eky Septanfani Randika (15), mengalami kaki patah dan luka robek di dahi kurang lebih 3 centimeter,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, awalnya (08.30 WIB) keduanya berboncengan dengan sepeda motor menuju puncak Gunung Lio, Kecamatan Salem untuk jalan-jalan. Saat hendak perjalanan kembali ke Tanjung melalui Banjarharjo pada pukul 09.45 WIB, motor mereka tak bisa dikendalikan karena gagalnya fungsi pengereman.

“Beruntung ada guardrail yang telah dipasang Dinas Bina Marga Provinsi Jateng pada Februari 2020 lalu, sehingga tidak masuk ke jurang,” imbuhnya.

Sementara dijelaskan Pelda Jahri, Bati Tuud Koramil 13 Salem, bahwa guardrail baru tersebut menggantikan tanggul darurat yang dipasang swadaya masyarakat sepanjang 200 meter di empat lokasi yang berbeda karena seringnya kecelakaan akibat rem blong.

“Mungkin jika tidak ada pembatas jalan permanen ini akan menambah jumlah korban jiwa akibat rem blong dan masuk jurang. Sudah 13 nyawa melayang sejak 2018 lalu,” ucap Jahri.

Untuk penanganannya, kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, dengan menggunakan mobil pick up milik masyarakat dengan diantar Serma Wartono, Anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Salem.

Sekedar diketahui, kecelakaan terakhir menewaskan sepasang suami istri baru pada hari Minggu (15/12/2019) di tanjakan/turunan muncang, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo.

Kecelakaan ini juga dipicu rem blong. Kedua korban ditemukan di jurang di kedalaman 5 meter pada 1,5 hari dan 1 malam berselang. Keduanya tersangkut pepohonan setelah terbentur pohon mahoni, sedangkan motor mereka ditemukan di kedalaman 10 meter. (Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Dua Warga Salem Brebes Peserta Tabligh Akbar Gowa Positif Covid-19 Rapid Test


Brebes – 5 (lima) orang warga di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, eks peserta Tabligh Akbar Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan, menjalani rapid test ulang di Puskesmas Salem untuk memastikan apakah terindikasi covid-19 atau tidak. Rabu siang (29/4/2020).



Tm medis yang dipimpin dr. Mely Amelia Farina mendapatkan pengawalan dari Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Salem yang terdiri anggota TNI Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Salem, anggota Unit Intel Polsek Salem, serta Tim Gugus Covid-19 Desa Ganggawang-Tembongraja dan Desa Salem.

Adapun kelimanya meliputi AK (29) dan GP (52) dari Desa Salem, MB (43) dari Desa Ganggawang, SA (49) asal Desa Tembongraja, dan terakhir NR (39) dari Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan.

Dikemukakan Bati Tuud Koramil 13 Salem, Pelda Jahri, bahwa kelima warga binaannya tersebut sampai ke Salem pada hari Selasa 24 Maret 2020.

“Hasil dari tes awal menggunakan rapid test, dinyatakan tim medis bahwa 1 orang positif covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya 1 orang yang berinisial MB tersebut, didampingi tenaga medis dari Puskesmas Salem dirujuk ke RSUD Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, dengan menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Salem, guna menjalani karantina dan tes lanjutan Swab PCR.

“Kami bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Salem, melakukan koordinasi dengan Muspika dan pihak Puskesmas Salem untuk secepatnya melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 di tingkat desa,” tandas Jahri.

Sementara dinyatakan dr. Mely Amelia Farina, bahwa untuk keempat orang yang dinyatakan negatif, tetap dalam pemantauan Tim Gugus Pencegahan Covid-19 dengan status ODP (Orang Tanpa Gejala).

Para peserta tabligh akbar dari Kecamatan Salem seluruhnya berjumlah 6 orang. Dari tes pertama, didapati satu orang berinisial SK (62), dari Desa Tembongraja, positif rapid test sehingga dievakuasi ke RSUD Bumiayu dan saat ini dikarantina terpusat di Islamic Centre Brebes, Kecamatan Brebes, bersama 20 orang lainnya, yaitu 19 orang dari Kecamatan Bantarkawung, dan 1 orang dari Kecamatan Salem.

Mereka menjalani perawatan medis dengan prosedur covid-19 di tempat karantina Pemkab Brebes tersebut sambil menunggu hasil Swab PCR.

Untuk diketahui, walaupun tabligh akbar akhirnya dihentikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr, pada tanggal 19 Maret 2020 dari rencananya digelar selama empat hari, 19-22 Maret 2020, namun lebih dari 8000 orang terlanjur berkumpul di Gowa.

Angka itu juga termasuk 474 WNA dari 12 negara di dunia, dan 49 orang warga Kabupaten Brebes yakni 28 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 6 orang dari Kecamatan Salem, 10 orang dari Kecamatan Brebes, 1 orang dari Kecamatan Wanasari, 2 orang dari Kecamatan Ketanggungan, 1 orang dari Kecamatan Larangan, dan 1 orang lagi dari Kecamatan Bulakamba. (Aan)

Sweeping Warga Pulang Merantau Terus Dilakukan di Pegunungan Salem Brebes


Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan protokol pencegahan virus corona khususnya bagi para pemudik yang akan masuk desa.




Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, tercatat hari ini 20 orang pemudik masuk. Sementara aktivitas lalu-lintas keseluruhan yakni mobil travel 4 unit, mobil pribadi 38 unit, sepeda motor 96 unit. Dari kendaraan itu, tercatat 244 orang, dimana 20 orangnya adalah pemudik.

“Kita terus mendata dan mengecek kesehatan warga pulang merantau yang akan masuk ke wilayah Kecamatan Salem. Dari 20 orang pemudik baru, tidak ada yang mempunyai gejala covid-19 dan suhu badannya diatas 36 derajat celcius,” ungkapnya, Rabu (29/4/2020).

Ada 3 posko pemantauan yakni di Posko Gunung Lio perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo, Posko di Desa Gununglarang Kecamatan Salem-Bantarkawung, dan Posko Banjaran perbatasan Kecamatan Salem dengan Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

“Ini merupakan pengamanan terpadu dalam rangka pencegahan virus corona. Selain pengukuran suhu badan dengan termometer inframerah, juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan guna meminimalisir wabah covid-19,” tandasnya.

Ditambahkannya, pemudik yang telah terdata akan dilakukan karantina 14 hari di rumah masing-masing serta dalam pengawasan tim tersebut.

Sekedar diketahui, personil yang tergabung di pos terpadu itu meliputi pihak Koramil, Polsek, Satpol PP, pihak Puskesmas Bentar dan Puskesmas Salem, Perhutani BKPH Salem KPH Pekalongan Barat, Ormas (Relawan Bangbara dan Banser), serta Perangkat Desa Gununglarang dan Banjaran. (Aan)

Tiga Pilar di Salem Brebes Kawal Labelisasi PKH dan BPNT


Brebes – Labelisasi terhadap warga masyarakat penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari pemerintah di Desa Capar, Ciputih, dan Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikawal tiga pilar yakni Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.






Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, dengan sinkronisasi 3 pilar tersebut diharapkan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Dengan labelisasi kita harapkan masyarakat di Desa Capar, Ciputih, dan Ganggawang yang sudah lebih sejahtera, sadar dan tidak menunggu bantuan yang bukan peruntukannya lagi,” ucapnya, Rabu (29/4/2020).

Dengan kata lain menurutnya, labelisasi untuk menumbuhkan budaya malu bagi warga yang sudah tidak berhak menerima bantuan. Pendampingan dari institusi TNI dan Polri kepada pihak desa juga untuk menjawab keraguan masyarakat jika menilai bantuan sosial dari Pemerintah belum tepat sasaran.

“Untuk tahap 1 di Desa Ciputih, dari 400 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), baru 150 rumah dilabelisasi. Sedangkan untuk sisa labelisasi tahap ke-2, akan dilanjutkan Kamis (30/4),” tandasnya.

Sementara di Desa Ganggawang, dari 220 KPM baru 50 rumah yang sudah disemprot label. Sedangkan untuk Desa Capar, 50 KPM seluruhnya sudah dilabelisasi.

Kades Ciputih, Slamet Becco menyatakan, labelisasi juga untuk mengetahui up date KPM bantuan PKH dan BPNT. (Aan)