Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Ketanggungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Ketanggungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2019

Posko Kekeringan Kecamatan Ketanggungan Brebes




Brebes – Mitigasi dan Pembukaan Posko Kekeringan terus berlanjut, kini giliran di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah didirikan Posko Kekeringan dimana ditempatkan di Kantor BPP Kecamatan Ketanggungan. Rabu (24/07/2019).

Setelah mendirikan Posko Kekeringan, Danramil 15/Ketanggungan Kapten Inf Sugeng Wiratno yang didampingi Koorpro Kecamatan Aji Triyono serta Babinsa dan staf BPP berkeliling ke hamparan lahan kering dengan mengecek saluran irigasi dan mengecek langsung lahan padi yang gagal panen (puso).

Danramil Kapten Sugeng menjelaskan bahwa di sejumlah desa di kecamatan Ketanggungan ini banyak yang mengalami gagal panen yang disebabkan kekurangan air karena kemarau sekarang ini, untuk itu saya bersama BPP dan Koorpro Kecamatan Ketanggungan mengecek secara langsung di wilayah guna klarifikasi laporan dari para petani yang mengeluh karena gagal panen. Tuturnya.

Hasil temuan dilapangan ini akan dilaporkan ke kantor dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten brebes guna mendapatkan solusi untuk para petani. Kata Danramil. (Utsm)

Sabtu, 13 April 2019

Koramil 15/Ketanggungan Kawal Pendistribusian Surat Suara


Brebes, Danramil 15/Ketanggungan Kapten Inf Sugeng Wiratno memimpin langsung kegiatan pengawalan dan pengamanan pendistribusian surat suara untuk kebutuhan logistik Pemilu Tahun 2019. Minggu (14/3/19).


“Bersama personel Polsek kita lakukan pengawalan pendistribusian logistik dalam Kotak Suara Pemilu 2019 dari PPK/Kecamatan Ketanggungan menuju  PPS/Desa se Kec. Ketanggungan,” terang Danramil.

Menurutnya, pengawalan dan pengamanan bertujuan mencegah terjadinya keterlambatan pendistribusian seluruh keperluan logistik Pemilu yang tinggal tiga hari lagi. “Kami laksanakan tugas mengawal dan mengamankan surat-suara sampai titik yang sudah ditentukan sehingga gangguan terhadap orang-orang yang tidak berkepentingan dapat terhindar,” kata Sugeng.

Ia berharap proses pendistribusian dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Selain surat suara yang distribusikan, PPK Tandes juga menerima formulir alat bantu pengecekan pemilu di TPS, tempelan sampul salinan model C, formolir A TB, formulir A4, stiker kotak dan surat suara tambahan.

“Kita berpacu dengan waktu agar pelaksanaannya sesuai jadwal dan bersama-sama menyukseskan Pemilu tahun ini. Penjagaan akan dilakukan terhadap logistik Pemilu hingga surat suara terkirim ke KPU Brebes,” pungkasnya. (Utsm)

Rabu, 10 April 2019

Tingkatkan Kinerja, Danramil Ingatkan Para Ketua RT/RW

 

Brebes, Dalam penyampaian Camat Ketanggungan bahwa peran RT/RW di lingkungan masyarakat sangatlah penting. Ketua RT/RW menjadi mitra desa dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pemerintah memiliki kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya, salah satunya melalui pembangunan. Untuk itu, perlu ditingkatkan kinerja maksimal dari para Ketua RT/RW sehingga pembangunan di wilayah pedesaan dapat berjalan dengan baik.
 “Pembangunan sekarang tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja, namun sudah di mulai dari pinggiran, dari desa-desa. Terlebih dengan adanya Dana Desa, Ketua RT/RW dapat bekerja sama dengan kepala desa juga masyarakat dalam membangun desa,” ucap Urip.
Harapannya adalah Ketua RT/RW lebih peduli terhadap masyarakatnya dengan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. “Kedudukan saudara sangatlah strategis, karena lebih tahu kondisi masyarakat serta dapat mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung,” tandas Urip.





Disela-sela acara Danramil Kapten Sugeng juga berpesan sekaligus mengingatkan kepada seluruh ketua RT/RW di Kabupaten Brebes, supaya alokasi dana desa digunakan untuk pembangunan dan kebutuhan dasar masyarakat sebaik mungkin sehingga dibelakang hari tidak ada masalah dan hambatan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Ungkap Danramil. (Utsm)

Jumat, 29 Maret 2019

Musim Panen Wilayah Ketanggungan Mulai Merata

Brebes, Kali ini Danramil 15/Ketanggungan, Kapten Inf Sugeng Wiratno mengecek dan turun langsung di wilayah binaan dengan salah satu babinsanya,  yakni Sertu Dasro, Babinsa Jemasih. Jum’at (29/03/2019).


Kesempatan panen padi kali ini dilakukan oleh Danramil yang langsung terjun ke sawah dengan melakukan panen bersama petani Desa Jemasih Kecamatan Ketanggungan Brebes. Sebelumnya melakukan pengecekan lapangan dimana seluruh Babinsa yang ada di Koramil melaporkan kegiatan upaya khusus (Upsus) swasembada pangan diwilayahnya kepada Komandan Koramilnya.

Sesuai apa yang ada didapat dilapangan, "Saya cek langsung berkaitan dengan panen padi, yang menurut Babinsa sesuai laporan panen kali ini hampir serentak, di wilayah ketanggungan, namun kali ini sengaja saya ke lahan Desa Jemasih lebih dulu karena sesuai jadwalnya sudah harus dipanen hari ini" tegas Danramil.

“Rencana besok saya akan mengecek lahan padi yang akan panen besok lusa diantaranya Desa Pamedaran, Buara dan Kubangwungu. Ini merupakan langkah pengecekan dan kontrol dimana Babinsa harus selalu aktif dalam mensukseskan program pemerintah ini ". imbuh Kapten Sugeng. (Utsm0713).

Senin, 25 Maret 2019

Sigapnya Babinsa Di Wilayah


Brebes, Kecekatan dan kesigapan seorang TNI diwilayah adalah suatu kewajiban dimana ada informasi yang akurat dari mitra karibnya akan selalu menjadi perhatian khusus dan menjadi atensi serta wajib dibantu setiap saat.


Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Jamasih Sertu Dasro, secara langsung ke lokasi jembatan yang putus terbawa derasnya arus air hujan dimana sebelumnya curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan jembatan Cikayu Laka yang merupakan jalan penghubung Desa Jemasih sekaligus jalan kabupaten Brebes yang menghubungkan Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bantarkawung ini menjadi terhenti lalu lintasnya. Senin (25/03/2019)

Sekira pukul 11.00 Wib s/d pukul 16.20 di Desa Jemasih terjadi hujan deras yang mengakibatkan sungai Cikayu Laka banjir sehingga pondasi jembatan tidak kuat menahan derasnya air sehingga jembatan Cikayu Laka putus, diperkirakan panjang jembatan tersebut  4 meter dan lebar 3 meter yang mengakibatkan jembatan tidak bisa dilalui oleh kendaraan Roda 4 dan hanya bisa di lalui Sepeda Motor (Roda 2).

Sampai dengan saat ini masih dalam pengawasan babinsa dan pamong Desa Jemasih. (Utsm0713).