Tampilkan postingan dengan label Posko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posko. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2021

Kades dan Babinsa Jelaskan Isi Posko PPKM Pengganti PSBB COVID-19

 

Brebes - Serda Imam Syafi’i menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk memantau serta mengontrol tim yang berjaga di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Penanganan dan Pencegahan Covid-19. Kamis (25/02/2021).






 



“Untuk memastikan kesiapsiagaan anggota tim yang telah di bentuk oleh pemerintah desa,” ungkapnya.

 

Selain itu, Serda Imam Syafi’i yang merupakan Babinsa Pemaron, Koramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes ini menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui informasi yang berkembang pada situasi sekarang kepada Kepala Desa Pemaron Jaya Suyatno.

 

“Serta untuk mengetahui keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya kegiatan pencegahan penyebaran Virus Covid-19,” tambahnya.

 

Dikatakannya, Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang bertanggung jawab atas wilayah di desa binaannya secara otomatis juga terlibat sebagai Tim Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19, sehingga dituntut juga keberadaannya di Posko PPKM Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19.

 

Sementara Kepala Desa Pemaron juga memberikan penekanan kepada warganya untuk selalu mematuhi peraturan dari pemerintah.

Selanjtnya Kepala Desa dan Babinsa menjelaskan arti PPKM dan PSBB, Dimana istilah penting terkait COVID-19 yang dikeluarkan pemerintah mengikuti kebijakan baru pembatasan kegiatan seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, terdapat sejumlah istilah penting terkait COVID-19 yang perlu kita tahu, termasuk upaya mengampanyekan hidup sehat melalui 5M, 3M, hingga 3T.
 Imbuh Kepala Desa.


Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi menggantinya dengan PPKM.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ini bukan pelarangan, melainkan pembatasan aktivitas. "Namun, seluruh aktivitas-aktivitas tersebut masih akan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat" kata Airlangga dalam siaran pers Rabu (6/1/2021).


PPKM tahun ini berbeda dengan PSBB tahun 2020 yang melibatkan sejumlah kota-kota besar diluar Pulau Jawa dan Bali. PPKM hanya akan dilaksanakan di sejumlah daerah yang berada di Pulau Jawa dan Bali
.


Begini aturan baru PPKM yang diterapkan pemerintah”. Kata Jaya Suyatno.

Membatasi tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen, dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketatMelaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/onlineUntuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100 persen, dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketatMengatur pemberlakuan pembatasan ( kegiatan restoran (makan/minum di tempat) sebesar 25 persen (dua puluh lima persen) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoranpembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 20.00 WIB), dan

 

Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketatKegiatan di tempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen, dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketatKegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara serta Dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum.

 

Kemudian Kepala Desa menambahkan agar warganya untuk mengikuti Gerakan 5M diantaranya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. (Kujang).

Rabu, 17 Februari 2021

Forkopimda Brebes Jelaskan Fungsi Posko PPKM Mikro Covid-19 Tingkat Kelurahan dan Desa

 


Brebes - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Brebes sambangi Posko Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Kamis (18/02/2021).










Posko PPKM Mikro diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.


Kepala Staf Kodim 0713 Brebes Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku menyampaikan saat berkunjung di Posko PPKM Mikro Keluragan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, "Posko ini sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif," kata Tegasnya.


Ia menjelaskan, “Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan memiliki empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung”. Tambahnya.


Sementara Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, S.IK., MHP menjelaskan bahwa Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas. Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa.


"Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik," ujar Kapolres.


Gatot Yulianto mengatakan, pembentukan posko tersebut dipimpin oleh kepala desa atau lurah di mana salah satu tugasnya adalah menilai status zona wilayahnya. "Dari penilaian zonasi, maka kepala desa/lurah dapat menentukan tindakan pengendalian yang sesuai. Kriteria zonasi terdiri dari zona hijau, kuning, oranye, dan merah," terangnya.



Selain itu, pimpinan posko juga memiliki tugas, yaitu menentukan struktur dan sumber daya manusia (SDM). Beberapa SDM yang terlibat di posko ini di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, relawan, PKK, dan karang taruna.


Kapolres juga mengungkapkan, alur pelaporan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan dilakukan real time kepada posko satu tingkatan di atasnya, yakni level kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi dan pusat.


"Pemantauan dan evaluasi kinerja posko dilakukan secara berkala dan berjenjang oleh Satgas Penanganan Covid-19 daerah kepada Satgas Penanganan Covid-19 satu tingkat di bawahnya," ujarnya.


Kinerja posko Covid-19 di setiap tingkatan akan dipantau dan dievaluasi secara berkala melalui rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sebelumnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.


Sebagai tindak lanjutnya, kemudian Satgas mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan. Posko penanganan ini menjadi pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 berskala mikro.


"SE ini berlaku 12 Februari sampai 22 Februari dan akan dievaluasi lebih lanjut," Tutup Kapolres saat memberikan pengarahan di hadapan para petugas Satgas Posko PPKM Mikro didampingi Bupati Brebes Hj. Idza Peiyanti, SE., MH. (Kujang).

Selasa, 16 Februari 2021

Posko PPKM Mikro Desa Ragatunjung dan Cilibur Sudah Berdiri

 Brebes - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Sugeng Widodo dan Serda Maryono melaksanakan pengecekan di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro. Selasa (16/02/2021).






Posko PPKM Skala Mikro di desa Ragatunjung dan Cilibur yang berada di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengahini menjadi tempat Pantau Posko Babinsa yang menaungi wilayah binaannya.

Kegiatan pengecekan ini dilakukan atas perintah dari Komandan Kodim 0713 Brebes melalui Danramil11 Paguyangan Kapten Arhanud Suryadi, SH dengan mempersiapkan baik sarana prasarana personil dan juga kesiapan sampai sejauh mana Posko tersebut berdiri.

Kapten Suryadi mengajak untuk bersama-sama bersinergi antara petugas di lapangan dengan kades dan juga tenaga kesehatan guna mencegah penyebaran covid -19 ini.

“Harapannya seluruh pihak terkait ditingkat Desa dengan  Kepala Desa dan warga selalu bersinergi dalam penanganan virus covid-19,” imbuhnya.

Danramil juga memotivasi kepada petugas PPKM untuk selalu semangat dalam pelaksanaan tugas yang di berikan agar tetap jaga kesehatan dan juga selalu terapkan protokol kesehatan untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

“Lakukan langkah- langkah yang cepat dan tepat apabila ada kejadian, baik Tracking maupun testing serta saling bersinergi,” Tambah Kapten Suryadi. (Oedjank).

Sabtu, 11 April 2020

Serka Sakur Imbau Pakai Masker di Peresmian Posko Covid-19 Desa Buaran


Brebes – Peresmian Posko Pelayanan Terpadu Ruang Isolasi Khusus Pemudik banyak didirikan di seluruh desa bahkan di kecamatan pun dibuat posko dalam upaya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.




Seperti yang ada di desa Buaran, kecamatan Jatibarang, kabupaten Brebes juga telah berdiri posko yang diresmikan dan dibuka oleh Kepala Desa Buaran Didik Setyiono, SH dan dihadiri Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka Sakur Purwanto, Kepala Puskesmas Klikiran dr. Arlinda, Bidan Desa Buaran Khodijah, Ketua BPD Sutono, S.Pd, Perangkat Desa dan Linmas setempat. Sabtu (11/04/2020).

 “ Alhamdulillah pada hari ini kita telah diberikan kesehatan dan keselamatan maka dari itu saya sebagai kepala desa menghimbau agar para mendatang di desa Buaran segera didata dan perlu adanya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19” Sambut Didik Setyiono.

Sementara dalam sambutan dr. Arlinda Kepala Puskesmas Klikiran menyampaikan “Mari kita bersama-sama membantu dan melaksanakan program pemerintah agar masalah Corona (Covid-19) cepat selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya, saya menghimbau agar para pendatang di data dan melapor ke pihak Satgas Covid supaya diperiksa kesehatannya untuk mencegah dan menghindari wabah Corona, Bidan Desa supaya selalu ada dan standby di posko”. Tutur Arlinda.

Kemudian Babinsa Sakur Purwanto menambahkan disela-sela kehadirannya menyampaikan bahwa TNI (Babinsa) selalu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak dan menghimbau kepada seluruh warga Buaran untuk selalu memakai masker bila keluar rumah, ini adalah salah satu bentuk kewajiban warga negara yang patuh dan taat akan peraturan dan kebijakan dari pemerintah. (Utsm).

Jumat, 03 April 2020

Cegah Covid-19, Anggota Koramil 13 Salem Ikut Giat Jaga Posko Pemantauan di Perbatasan Salem-Majenang Cilacap.


 

Brebes - Anggota Koramil 13 Salem ikut giat menjaga posko pemantauan di Posko Perbatasan antara kecamatan Salem-Banjarharjo Kabupaten Brebes dan Kecamatan Salem-Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Sabtu (04/04/2020).

 



Selain melakukan penjagaan dan pemantauan, anggota juga ikut melakukan penyemprotan desinfektan dan pengecekan suhu tubuh kepada masyarakat dan kendaraan yang melewati batas wilayah tersebut menuju Kabupaten Cilacap. 

 

Pelda Jahri Bati Tuud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes mengatakan giat ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19. 


"Ini juga kami lakukan untuk pencegahan dini agar wabah corona tidak meluas. Setiap masyarakat yang melintasi wilayah kedua Posko perbatasan tersebut  akan diberhentikan dan diperiksa terlebih dulu," katanya.

 

Bati Tuud Pelda Jahri mengatakan giat ini dilakukan bersama Serda Suparno dan Serka Wasim bersinergi dengan personil Polsek Salem, BPPD, dan tenaga kesehatan dari puskesmas Bentar  dan Salem, Satpol PP, Perhutani Salem, Perangkat Desa Gununglarang serta organisasi masyarakat.

 





"Dengan adanya langkah antisipasi ini maka penyebaran Covid-19 diharapkan wilayah Kabupaten Brebes dapat terhindar dari wabah corona yang saat ini sedang melanda beberapa daerah di Indonesia," tuturnya. (Utsm)

Cegah Covid-19, Anggota Koramil 13 Salem Ikut Giat Jaga Posko Pemantauan di Perbatasan Salem-Majenang Cilacap.


 

Brebes - Anggota Koramil 13 Salem ikut giat menjaga posko pemantauan di Posko Perbatasan antara kecamatan Salem-Banjarharjo Kabupaten Brebes dan Kecamatan Salem-Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Sabtu (04/04/2020).

 



Selain melakukan penjagaan dan pemantauan, anggota juga ikut melakukan penyemprotan desinfektan dan pengecekan suhu tubuh kepada masyarakat dan kendaraan yang melewati batas wilayah tersebut menuju Kabupaten Cilacap. 

 

Pelda Jahri Bati Tuud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes mengatakan giat ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19. 


"Ini juga kami lakukan untuk pencegahan dini agar wabah corona tidak meluas. Setiap masyarakat yang melintasi wilayah kedua Posko perbatasan tersebut  akan diberhentikan dan diperiksa terlebih dulu," katanya.

 

Bati Tuud Pelda Jahri mengatakan giat ini dilakukan bersama Serda Suparno dan Serka Wasim bersinergi dengan personil Polsek Salem, BPPD, dan tenaga kesehatan dari puskesmas Bentar  dan Salem, Satpol PP, Perhutani Salem, Perangkat Desa Gununglarang serta organisasi masyarakat.

 





"Dengan adanya langkah antisipasi ini maka penyebaran Covid-19 diharapkan wilayah Kabupaten Brebes dapat terhindar dari wabah corona yang saat ini sedang melanda beberapa daerah di Indonesia," tuturnya. (Utsm)

Rabu, 25 Maret 2020

Posko Bersama Pemeriksaan, Pencegahan dan Mengantisipasi Covid 19 di Perbatasan Salem-Banjarharjo



Brebes – Puncak Gunung Lio tepatnya di jalan Provinsi perbatasan Kecamatan Salen-Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes telah didirikan Posko Bersama dalam rangka pemeriksaan untuk mencegah dan mengantisipasi penularan Virus Corona/Covid 19 terhadap kendaraan roda 4 ataupun roda 2, Rabu (25/03/2020)







Jalur ini akan menghentikan sementara kendaraan baik sopir dan penumpang khususnya warga Salem yang pulang merantau dari Luar Negeri maupun Luar Daerah.

Pendirian Posko Bersama ini dihadiri Camat dan Sekcam Salem, Babinsa Koramil 13/Salem, Bhabinkamtibmas Polsek Salem, Dinas Kesehatan (Puskesmas Bentar) dan Ormas (Bangbara dan Banser).

Maksud dan tujuan didirikan Posko Bersama ini adalah menindaklanjuti hasil rakor Forkompincam Kecamatan Salem sepakat untuk menjemput bola bagi masyarakat Salem yang habis merantau/bepergian ke Negara dan Daerah yang sudah dinyatakan zona merah penyebaran Virus Covid 19 oleh pemerintah, Posko gabungan tersebut bekerja 1×24 jam dimana ada personel berjumlah 7 Orang setiap jaga, terdiri dari TNI, Polri, Dinas Kecamatan, Dinas Kesehatan dan Ormas (Bangbara dan Banser) serta tujuannya adalah untuk menjaga, mencegah, mengantisipasi dan mendata penyebaran virus Covid 19 dan juga untuk mengetahui warga yang terindikasi terjangkit Covid 19. Tutur Camat Salem.

Dalam tugasnya, setiap personel jaga wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai SOP Pemerintah, untuk petugas jaga dilarang keras kontak fisik langsung dengan sopir atau penumpang, untuk penumpang mobil dan sepeda motor akan di turunkan dan wajib dicek kesehatanya oleh tenaga medis, dan akan dilakukan penyemprotan cairan anti Virus di setiap kendaraan yang melewati Posko. Tambahnya.

Kemudian ditambahkan bahwa nantinya bagi sopir, pengendara dan penumpang, setelah dilakukan pengecekan, apabila ada yg mengalami gejala-gejala terkena Covid 19 akan dipisahkan dalam ruangan yang sudah disiapkan kemudian laporkan kepada Tim Cegah Covid 19 tingkat Kecamatan, apabila tidak mengalami gejala-gejala tersebut akan melanjutkan perjalanan kembali.

Untuk Posko Bersama ini akan dibangunkan lagi Posko yang ke 2, rencana akan didirikan di jalan perbatasan Kecamatan Salem Kabupaten Brebes – Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

. “Alhamdulillah sampai saat ini baik penumpang maupun sopir dan juga pengendara sepeda motor yang melintasi Posko Bersama ini masih aman dan tidak ada terindikasi atau mengarah pada suspect corona. (Utsm)

Minggu, 15 Maret 2020

Dandim 0713 Brebes Tinjau Posko Siaga Covid 19


Brebes – Mengantisipasi pencegahan virus corona, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE yang di damping perwira staf logistik dan staf meninjau langsung Posko Siaga Covid 19 yang berada di Wilayah Kabupaten Brebes, di Klinik Pratama Kartika 13 Brebes yang berada di jalan setia budi nomor 23 kelurahan brebes, tepatnya di sebelah timur Koramil 01 Brebes. Senin (16/03/2020).











“Langkah ini dengan adanya perintah dari Komando Atas yang mana satuan teritorial Kodim yang berada diwilayah Korem 071/Wijayakusuma mendirikan Posko Siaga Covid 19 yang disampaikan langsung oleh Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana dan perintah lisan Dandenkesyah 04.04.01 tentang pembuatan Posko Siaga Covid 19 kepada seluruh Klinik-klinik untuk pencatatan, dokumentasi dan pelaporan penderita corona di wilayah brebes, Posko ini melayani seluruh warga masyarakat brebes baik TNI dan keluarga besar TNI”. Papar Letkol Faisal Amri.

Dandim dalam tinjauannya “Di Posko Siaga Covid 19 di Klinik Pratama Kartika 13 Brebes menyampaikan kepada seluruh Babinsanya untuk memantau dan melaporkan apabila diwilayahnya ada yang terpapar menderita Covid 19 agar melaporkan ke Posko Siaga dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan rujukan rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah”, Tambah Dandim.

dr. Rizkyana Puspitarini menyampaikan bahwa “Penanganan dan pemeriksaan awal diklinik ini adalah untuk penanganan secara dini tentang penderita Covid 19 agar bisa langsung ke posko”. Katanya.

"Untuk penanganan Covid 19, di Posko Siaga Klinik Pratama Kartika 13 Brebes sudah disiapkan obat-obatan untuk gejala sementara awal covid 19" Tambah dr. Rizkyana.

"Ketersediaan baik masker dan Hand Sanitizer sudah disiapkan di posko", Tuturnya.
Bahwa warga tidak panik, khawatir atau takut tentang virus covid 19 diwilayah brebes,   dengan cara pencegahannya diantaranya Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau alcohol-based hand rub. Pertama cuci bagian telapak, punggung tangan, sela-sela jari, kuku, dan jari-jari tangan, Kedua hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, hindari kontak dengan hewan yang sakit atau produk makanan (daging) yang tercemar, Ketiga saat batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan lengan atau tisu, segera buang tisu dan segera cuci tangan, Keempat Direkomendasikan bagi yang sedang sakit untuk selalu menggunakan masker selama kegiatan.

Di harapkan dengan adanya sosialisasi ini, Indonesia sudah siap menghadapi pandemi virus. Termasuk virus corona atau Covid-19 yang baru muncul. Kesiapan itu sudah sesuai standar badan kesehatan dunia atau WHO. (Utsm)

Minggu, 29 Desember 2019

Berikan Dukungan, Bhayangkari dan Persit Brebes Bagikan Bingkisan untuk Personel Pospam


Brebes – Dalam rangka memberikan semangat pada personil di Pos Pengamanan (Pos Pam) Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Pengurus Bhayangkari (istri Polisi) Cabang Brebes dan Persit (Istri TNI) dari Kodim 0713 Brebes bagikan bingkisan dan tali asih disejumlah Pospam diwilayah kota Brebes. Senin (30/12/2019).







Hal itu dilakukan agar personil yang bertugas di Pospam Nataru tetap disiplin dalam melaksanakan tugas yang harus meninggalkan keluarga pada liburan Natal dan Tahun Baru serta memberikan semangat dan dukungan.

Ketua Cabang Bhayangkari Brebes, Ny Siska Aris Supriyono mengatakan, bingkisan yang dibagikan kepada personil di Pospam Nataru tidak besar nilainya. Namun, diharapkan dengan diberikanya bingkisan tersebut para personil di Pospam semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas sehingga situasi berjalan aman dan lancar.

"Semoga pengorbanan dan tugas pengamanan Nataru dari personil gabungan Polri, TNI dan dinas terkait dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan YME," kata Ny Siska Aris saat membagikan bingkisan di Pospam Brexit Timur.
Selain Pospam Brexit Timur, Bhayangkari Polres Brebes yang juga didampingi oleh Ibu ibu dari Persit Chandra Kirana Kodim 0713/Brebes juga melakukan hal yang sama yakni di Pos Pelayanan (Pos Yan) di Alun alun Brebes dan Popam Gereja Induk di Jalan Yos Sudarso Brebes.

Kepala Pos Pam Gereja Induk AKP Harti mengungkapkan, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua Bhayangkari Cabang Brebes beserta pengurus dan juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0713/Brebes bersama pengurus, yang telah memberikan bantuan logistik dan bingkisan.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami atas kepeduliannya kepada kami yang sedang melaksanakan pegamanan Ops Lilin Candi 2019, tentunya kami merasa bangga,” tutur AKP Harti. (Hms-Pendim0713)

Rabu, 24 Juli 2019

Posko Kekeringan Kecamatan Ketanggungan Brebes




Brebes – Mitigasi dan Pembukaan Posko Kekeringan terus berlanjut, kini giliran di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah didirikan Posko Kekeringan dimana ditempatkan di Kantor BPP Kecamatan Ketanggungan. Rabu (24/07/2019).

Setelah mendirikan Posko Kekeringan, Danramil 15/Ketanggungan Kapten Inf Sugeng Wiratno yang didampingi Koorpro Kecamatan Aji Triyono serta Babinsa dan staf BPP berkeliling ke hamparan lahan kering dengan mengecek saluran irigasi dan mengecek langsung lahan padi yang gagal panen (puso).

Danramil Kapten Sugeng menjelaskan bahwa di sejumlah desa di kecamatan Ketanggungan ini banyak yang mengalami gagal panen yang disebabkan kekurangan air karena kemarau sekarang ini, untuk itu saya bersama BPP dan Koorpro Kecamatan Ketanggungan mengecek secara langsung di wilayah guna klarifikasi laporan dari para petani yang mengeluh karena gagal panen. Tuturnya.

Hasil temuan dilapangan ini akan dilaporkan ke kantor dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten brebes guna mendapatkan solusi untuk para petani. Kata Danramil. (Utsm)