Tampilkan postingan dengan label Koramil 11/Paguyangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koramil 11/Paguyangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2024

Jelang Ramadhan Babinsa Koramil 11/Paguyangan Cek Harga Sembako di Pasar Tradisional

 Brebes– Babinsa Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes, Korem 071/Wijayakusuma Serka Aneko P melaksanakan kegiatan Komsos dengan pedagang dan pemantauan harga sembako di pasar tradisional  Patuguran desa Winduaji kecamatan. Paguyangan kabupaten Brebes - Jateng (09/03/2024) 






Tanpa terasa bulan puasa atau Ramadhan sebentar lagi akan tiba, kondisi harga sembako di pasar tradisional dan di toko-toko kelontong kini mulai terasa bergerak naik namun tidak signifikan.


Dijelaskan Serka Aneko P. “Menjelang bulan ramadhan kita mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok sehingga kami melakukan pengecekan langsung ke pasar diwilayah binaan kami”


Saat dikonfirmasi terpisah mengenai kegiatan babinsa,  Kapten Arh Suryadi Pasiter Kodim 0713/Brebes menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan harga sembako diwilayah binaan dilakukan dalam rangka mengetahui naik turunnya harga sembako menjelang bulan ramadhan dan memastikan ketersedian/stok logistik sembako. Karena mengingat daya beli masyarakat jelang ramadhan sudah bisa dipastikan cukup tinggi.


Dirinya juga berpesan untuk para pedagang agar tidak memanfaatkan ramadhan sebagai moment kesempatan dalam kesempitan. meraup keuntungan di luar ambang batas wajar. Marilah di bulan penuh berkah ini kita saling membantu," tutup Kapten Arh Suryadi (Pen 0713)

Senin, 01 Februari 2021

Pramuka SWK Paguyangan Brebes Disiapkan Untuk Membantu Penanggulangan Bencana Alam

 


Brebes – 25 orang anggota Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) KH. Ibrahim Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, diberikan pelatihan refling dan mountering di Jembatan Dukuh Cibeler, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (31/1).









Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kapten Arhanud Suryadi melalui Pamong SWK, Sertu Sugeng Widodo, pelatihan diberikan dengan tujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme, nasionalisme, jiwa korsa atau rasa persatuan dan kesatuan, dan loyalitas.


“Kegiatan juga merupakan implementasi dua dari salah satu krida Pramuka SWK, yakni krida mountenering,” ungkapnya Selasa (2/2/2021).


Masih dikatakan Sugeng Widodo, keterampilan para anak asuhnya itu diharapkan dapat diaplikasikan saat mereka terjun ke lapangan dalam membantu tugas penanggulangan bencana alam yang juga merupakan salah satu krida Pramuka SWK.


“Dalam pembekalan repling dan mountenering ini, kami disupport Mahapala Universitas Peradaban Bumiayu. Kegiatan serupa rencananya akan dilakukan kembali Minggu depan di tempat yang sama,” imbuhnya.


Sementara itu dijelaskan, Yusril Amron, Ketua Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), materi yang diberikan yaitu teori dan praktek repling.


Untuk peralatan repling yang dikenalkan meliputi tali karmantel, tali webbing, tali perusik, set harness, carabiner screw, carabiner snap, ascender, figure eight, helm, sarung tangan, dan cook bag.


“Adik-adik Pramuka SWK juga kita kenalkan pemasangan anchor, pemasangan alat SOP repling, dan juga contoh melakukan repling dengan baik dan benar sebelum mereka satu-persatu melakukannya, termasuk pengangkutan korban bencana alam,” tegasnya. (Aan)

Sabtu, 12 Desember 2020

Perbaikan Pondasi Jembatan Kali Karut di Paguyangan Brebes, Perlu Diprioritaskan

 Brebes – Abutmen jembatan Kali Karut di Dukuh Cigobang RT. 09 RW. 06, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang pada akhir November 2020 lalu longsor akibat tergerus arus air, kini bertambah parah.








Tampak Sertu Aneko Priambodo, Babinsa Kedung Oleng bersama perangkat desa setempat sedang membetulkan kembali pembatas jalan darurat dari bambu dan kayu, sebagai tanda peringatan bagi para pengendara kendaraan bermotor yang akan melintas agar waspada dan memperhitungkan faktor keselamatan.


Dikemukakan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan mulai pukul 15.00 WIB, sehingga menyebabkan aliran sungai menjadi deras sehingga menggerus pondasi jembatan. Minggu pagi (13/12/2020).


“Untuk aktivitas kendaraan roda empat jelas terganggu, terlebih jembatan ini adalah akses penghubung warga Dukuh Cigobang, Dukuh Cibeler, dan Dukuh Kedawung, desanya Kedung Oleng,” terangnya.


Panjang longsor di jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5 meter itu mencapai 4 meter sehingga menyebabkan lubang menganga hampir mencapai separuh badan jalan.


“Sebelumnya pada akhir November 2020 lalu, kerusakan hanya mencapai sepertiga badan jalan, namun kini bertambah,” tandasnya.


Ditambahkannya, pihaknya juga menghimbau kepada perangkat desa untuk sementara melarang kendaraan roda empat yang akan lewat agar tidak memperparah kerusakan.


Sementara itu Kepala Desa Kedung Oleng, Tasir, S.Pd, menyatakan bahwa Dinas PU Kabupaten Brebes hari ini akan segera melakukan peninjauan untuk rencana penghitungan perbaikan jembatan secepatnya, karena jalan antar dusun di desanya itu merupakan jalan poros sehingga wewenangnya adalah dinas tersebut.


“Penanganan jembatan merupakan prioritas agar tidak ambruk,” ujarnya. (Aan)

Selasa, 08 Desember 2020

Para Relawan dan Pramuka SWK Berikan Bantuan Sosial Korban Longsor Paguyangan Brebes

 


Brebes – Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, kembali terjun ke lokasi bencana alam di wilayahnya, yakni Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memberikan bantuan sosial. Selasa (8/12/2020).







Tampak Sertu Sugeng Widodo, Pamong SWK, memimpin anak didiknya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Dukuh Menteng RT. 13 RW. 01 Desa Ragatunjung, Paguyangan.


“Bantuan sosial berupa mie instan sebanyak 15 dus yang diperuntukkan bagi warga setempat yang terkena musibah bencana tanah longsor,” ungkapnya.


Sugeng berharap bahwa bantuan dapat sekedar meringankan keempat keluarga yang terdampak langsung longsor tebing setinggi 30 meter yang terjadi pada 2 Desember 2020 pukul 16.00 WIB lalu, dimana dikarenakan hujan yang terus-menerus.


“Tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Sampai saat ini hanya Ibu Muplikha (40) saja yang masih menumpang di rumah saudaranya,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Desa Ragatunjung, Masduki SE, menyatakan terima kasih atas kepedulian para pelajar.


“Saya sangat mengapresiasi kepedulian anggota pramuka kepada warga kami, dan kami tidak melihat nilainya namun dan perhatian itu,” ungkapnya.


Selain itu Masduki juga menyatakan terima kasih kepada para relawan yang terdiri dari puluhan anggota Uar Al Fatah Kecamatan Sirampog, TNI, dan warga setempat, dimana hari ini masih melakukan kegiatan kerja bakti meratakan tanah yang menumpuk di samping rumah, membersihkan sisa-sisa rumpun bambu, dan mengamankan batu bata yang masih dapat digunakan untuk perbaikan rumah nantinya. (Aan)

Sabtu, 05 Desember 2020

Para Relawan Evakuasi Material Longsor di Ragatunjung Paguyangan Brebes

 Brebes – Tim gabungan penanggulangan bencana alam wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya membersihkan material longsor dari tebing setinggi 30 meter yang mengenai 4 pemukiman warga di Dukuh Menteng RT. 13 RW. 02, Desa Ragatunjung, Paguyangan.










Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa warga setempat yang dibantu para relawan juga sedang berupaya mengamankan tebing di belakang pemukiman warga, yakni dengan membuat tanggul darurat dari karung yang diisi tanah dan pemasangan patok.


Warga setempat yang terdampak langsung adalah Ibu Muplikha (40), Rakum (50), Saknan (55), dan Ibu Saripah (56). Sedangkan dampak lainnya adalah material tebing juga merusak pepohonan di bawahnya.


“Tebing longsor terjadi pada Rabu, 2 Desember 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 60 juta,” bebernya.


Lanjut Danramil, kini para relawan gabungan Kecamatan Paguyangan, sedang berupaya menanggulanginya dengan membersihkan material longsoran. Sementara keempat keluarga yang rumahnya terdampak sampai saat ini masih mengungsi di rumah tetangga maupun saudara. 


“Adapun sasaran pekerjaan lainnya adalah membuatkan jalan sambil membersihkan tumpukan material di samping rumah, membersihkan tanah berlumpur yang ada di dalam rumah, serta memotong rumpun bambu di samping rumah yang terbawa longsor,” tandasnya.


Sementara dijelaskan Kepala Desa Ragatunjung, Masduki, SE, bahwa longsor dipicu guyuran hujan yang begitu deras mulai siang sampai malam hari (2/12).


“Selaku pimpinan masyarakat Desa Ragatunjung dan mewakili keluarga terdampak tanah longsor, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para relawan gabungan terdiri dari TNI-Polri, anggota BPBD Brebes, Linmas dan Banser setempat, serta masyarakat setempat,” ungkapnya mengapresiasi. (Aan)

Evakuasi Tumpukan Material Tebing Longsor di Ragatunjung Paguyangan Brebes

  

Brebes – Tebing longsor menutup akses antar dusun di Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diakibatkan tanah tebing yang labil akibat sebelumnya (1/12), diguyur hujan dengan intensitas tinggi.




Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa jalan yang menghubungkan antara Dusun Cirumyang ke Dusun Cibatur, Desa Ragatunjung, tertutup material tanah dan batu dari tebing di atasnya yang longsor.


“Bersama kurang lebih 40 orang warga setempat, anggota kami membantu untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup badan jalan,” terangnya, Rabu (2/12/2020).


Sementara disampaikan Sekdes Ragatunjung, Ruswadiono, untuk sasaran kerja bakti meliputi pembersihan drainasi jalan yang tersumbat agar air tidak meluap ke jalan dan juga menyingkirkan material ke jurang.


“Atas kerja keras seluruh pihak maka saat ini, akses masyarakat kedua dusun dapat normal kembali,” ungkapnya. (Aan)

Senin, 30 November 2020

Penyiapan Pramuka SWK Paguyangan Untuk Membantu Penanggulangan Bencana di Brebes Selatan

  

Brebes – Puluhan anggota pramuka penegak Saka Wira Kartika (SWK) Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diberikan pelatihan 5 krida secara berkala oleh Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes. Senin (30/11/2020).









Dijelakan Pamong SWK Koramil 11 Paguyangan, Sertu Sugeng Widodo, bahwa kali ini materi yang diberikan adalah krida Navigasi Darat (Navrat) dan juga krida pioner.


“Untuk materi Navrat kali ini yaitu tentang cara menentukan koordinat dengan menggunakan protektor dan peta, serta pengenalan kompas prisma. Sedangkan untuk pioner yaitu cara membuat simpul hidup dan anyam rangkap, serta membuat tandu dragbar,” bebernya.


Sementara dikemukakan Ketua Dewan Saka Wira Kartika Koramil 11 Paguyangan, Puput Ega Safitri (18) mewakili rekan-rekannya, bahwa dirinya berharap apa yang dilakukan dapat bermanfaat bagi mereka pribadi maupun bagi masyarakat nantinya karena mereka adalah calon penerus bangsa.


“Kami terus diasah oleh Pamong Saka sehingga diharapkan kami siap membantu TNI dan pihak terkait jika terjadi bencana alam khususnya di wilayah Kabupaten Brebes selatan,” ungkapnya.


Puput tak lupa mengapresiasi Sertu Sugeng karena membimbingnya dengan sabar, humoris, dan kekeluargaan. (Aan)

Rabu, 11 November 2020

Forkopimcam Paguyangan Gelar Operasi Yustisi

  

Brebes - Dua desa (Pakujati dan Kedungoleng) bersama tim gabungan yang meliputi anggota TNI-Polri, Trantib, Satpol PP, TP PKK, Ormas Pemuda Pancasila dan RAPI Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes  menggelar kegiatan Operasi Yustisi dan Edukasi Penindakan Pelanggaran Protokol Kesehatan, Rabu (11/11/2020).


 

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan peraraturan Bupati Brebes No. 64 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19.

 

Danramil Paguyangan Kapten Arhanud Suryadi, SH melalui Sertu Sugeng Widodo menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut diantaranya upaya meminimalisir penyebaran Covid-19, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap selalu menjaga kesehatan."Agar masyarakat mendukung program pemerintah dalam penggunaan masker dan mentaati protokol kesehatan dan untuk memutus mata rantai covid 19," jelasnya.

 

Dikatakan Sugeng sebagai sasaran kegiatan ini pada pengendara roda empat maupun roda dua yang tidak menggunakan masker, masyarakat sekitar yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

 

"Pelanggar diberikan tindakan sosial dengan membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagi Indonesia raya," ujarnya.

 

Selain itu memberikan himbauan dan edukasi terhadap masyarakat yang belum sadar akan protokol kesehatan dengan penggunaan masker.

 

Kegiatan yang digelar di beberapa titik lokasi antara lain dipertigaan Desa Pakujati, depan Balai Desa Pakujati. pertigaan ke arah pemandian air panas depan Balai Desa Kedungoleng dan SMP N 1 Desa Kedungoleng berlangsung lancar. (imam/Utsm)

Jumat, 21 Agustus 2020

Saka Wira Kartika Terapkan Protokoler Kesehatan Covid-19 Saat Latihan

   

Brebes – Kondisi di masa pendemi covid-19 sekarang ini, Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes mengadakan apel dan latihan Protokoler Kesehatan Covid-19 di halaman Makoramil. Jumat Sore (21/08/2020).

 





Kegiatan yang dibatasi jumlah peserta dan penerapan protokoler covid-19 ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan contoh kepada anggota pramuka Saka Wira Kartika agar diterapkan dalam kegiatan kesehariannya, seperti sering cuci tangan dan jaga jarak serta pakai masker bila keluar rumah.

Danramil 11 Paguyangan Kapten Arh Suryadi, SH menyampaikan dalam apel bahwa pramuka harus menjadi contoh baik di lingkungan masyarakat dan keluarga.

“Walaupun kita akan melaksanakan kegiatan pelatihan tetap menggunakan protokol kesehatan terutama pemakaian masker, menjaga jarak, menjaga kerumunan dan mencuci tangan. Selama melaksanakan pelatihan ini saya mengharapkan dan menghimbau kepada peserta apel untuk menjaga faktor keamanan, menjaga kesehatan dan menjaga personil maupun materiil”. Papar Danramil.

“ Pelatihan ini dengan tujuan untuk mendisiplinkan dan menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bela negara, jiwa korsa dan rasa saling tanggung jawab”. Imbuh Kapten Suryadi selesai mengambil apel. (Utsm).

Minggu, 21 Juni 2020

Karya Bhakti TNI dan Masyarakat : Akses Jalan Tertimbun Longsoran Di Paguyangan

 

Brebes – Dua akses jalan penghubung sebagai sarana aktifitas warga Pedukuhan Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes tertimbun tanah longsoran akibat intensitas tinggi hujan lebat pada Jumat sore kemarin.





Kedua akses tersebut di penghubung dukuh Cipanas rt 05/03 dengan Kedungoleng dan
Cigobang Rt 06/06 dengan Kedawung, namun kedua kondisi akses penghubung ini telah berhasil kembali normal setelah dilakukan kerja bakti oleh warga setempat bergotong royong untuk membesihkan badan jalan dengan alat seadanya, Sabtu (20/6).

Sertu Aneko Priambodo selaku Babinsa setempat mengatakan, akses jalan tembus kedua perdukuhan tersebut diwaktu bersamaan sebelumnya sempat mengalami terganggu karena badan jalan dipenuhi tanah longsoran berasal dari bukit lahan Perhutani akibat huhan lebat, sehinga kondisi badan jalan tersebut mengalami licin dan rawan kecekakaan bagi kendaraan yang melintasnya.
Dikatakan Aneko, pihaknya yang ditunjuk untuk memimpin kegiatan ini atas dasar kepedulian warga, untuk bergotong royong membersihkan badan jalan, sehingga jalan tembus pedukuhan bisa kembali normal.
Swmentara Kepala desa Kedungoleng Tasir SPd membenarkan konsisi kedua akses penghung perdukuhan yang sempat tertutup,
sehingga untuk bisa kembali normal pihaknya mengerahkan warga untuk mengadakan kerja bakti yang dibantu oleh anggota Babinsa dan Polhut.

“Kedua kondisi badan jalan sebagai penghubung dan akses perekonomian warga pedukuhan kini berhasil kembali normal dan bisa dilintasi oleh semua jenis kendaraan dengan aman “tuturnya. (firman/imam/Utsm)