Tampilkan postingan dengan label Radikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radikal. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2020

Kodim 0713 Brebes Gelar Sosialisasi Balatkom dan Radikalisme

  

Brebes - Kodim 0713 Brebes menggelar Pembinaan Kegiatan Balatkom (Bahaya Laten Komunis) dan Radikal Semester II Tahun Anggaran 2020, di Aula Jenderal Soedirman Nomor 107 Brebes, Selasa (17/11/2020).






Kegiatan yang di mulai pagi hari tersebut turut hadir para Danramil beserta Babinsa Jajaran Kodim 0713 Brebes dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes.

Acara tersebut mengusung Tema " Waspada Komunisme dan Faham Radikal Demi Keselamatan NKRI".

Dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan melalui Kepala Staf Kodim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku menyampaikan kepada prajuritnya untuk peka dan antisipasi terhadap Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di setiap wilayah binaannya.

Lanjutnya, kegiatan ini sangat penting guna mencegah timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru yang bisa mempengaruhi masyarakat. Kita ketahui bersama, paham komunisme, sangat tidak sesuai di negara kita.

Jika paham komunisme saat ini berupaya untuk terus bangkit, kendati demikian, dirinya mengimbau masyarakat yang hadir agar tidak cemas.

Sebab, itu semua mampu diantisipasi melalui berbagai cara. Bukan hanya sekedar memumpuk rasa cinta tanah air saja, penerapan norma-norma Pancasila, hingga UUD 1945 sangat penting untuk dilakukan guna meminimalisir timbulnya paham-paham tersebut.

Tingkatkan selalu kinerja dalam penguasaan tugas pokok sebagai komando kewilayahan untuk mempererat tali silaturahmi ke setiap warga sebagai ujung tombak dalam mendapatkan informasi yang akurat.

Jika terdapat bibit radikalisme yang akan muncul di wilayahnya, sehingga akan cepat dilakukan antisipasi dan cegah tangkal Balatkom dan Radikalisme, terang Kasdim saat memberikan pengarahan.

Adapun selanjutnya sebagai pengisi materi oleh Pasiter Kapten Infanteri Surikan “Bangkitnya Kembali Komunis dan Strategi Menghadapi” dilanjutkan “Perkembangan Sejarah dan Tindakan Terhadap Partai Komunis Indonesia” yang diberikan oleh Kapten Arhanud Nediono Danramil 15 Ketanggungan, “ Pengawasan Kelompok Radikal” oleh Kapten Infanteri M. Tuteng AP Danramil 07 Bulakamba dan “Materi Sikap, Langkah dan Tindakan Prajurit TNI AD Terhadap Komunisme dan Faham Radikal” Kapten Arhanud Suryadi Danramil 11 Paguyangan serta “Perkembangan Faham Radikal” oleh Danunit Intelijen Letda Infanteri M. Yazid

Kegiatan dengan penuh sinergi dari para peserta sosialisasi dengan diakhiri tanya jawab(Utsm)

Jumat, 26 Juni 2020

Dandim Brebes Sosialisasikan Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal


Brebes - Mengantisipasi bahaya laten komunis dan masuknya paham radikal, Kodim 0713 Brebes menyelenggarakan pembinaan internal di makodim, Jum’at (26/06/2020).





Sosialisasi ini bertujuan untuk menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru yang harus dideteksi dini oleh prajurit.

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menyampaikan pada saat memberikan sambutannya dipembukaan sosialisasi tersebut, sebagaimana diketahui bersama bahwa gerakan komunis cara pandangnya yang cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan yang secara jelas sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila. Komunis itu dapat muncul kepermukaan secara tiba-tiba, jika kondisinya memungkinkan. Sifatnya bahaya laten mengendap menunggu momen yang tepat, selanjutnya mengambil kesempatan untuk melaksanakan aksinya.

Dalam rangka mencermati berkembangnya bahaya laten komunis yang selalu berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia dan paham radikal yang berusaha memaksakan penggunaan kaidah dan nilai-nilai agama tertentu yang mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa maka seluruh komponen bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis maupun berkembangnya faham radikal.

“Gerakan komunis itu cara pandangnya cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan yang secara jelas sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila,” kata Dandim.

Ia menyampaikan komunis dapat muncul kepermukaan secara tiba-tiba. Sifatnya bahaya laten mengendap dan menunggu momen yang tepat untuk melaksanakan aksinya.
“Oleh karenanya, dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, maka perlu diberikan penjelasan dan pemahaman kepada semua prajurit tentang berbagai hal terkait komunisme. Ini dapat dijadikan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas binter di lapangan,” lanjutnya.
Ditambahkan juga bahwa peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah cara mencegah masuknya paham radikal serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. (Utsm).