Tampilkan postingan dengan label Sosialisasikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosialisasikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2024

Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di TMMD Sengkuyung Desa Buniwah

 Brebes - Kodim 0713 Brebes menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pelatihan pemanfaatan dan pengolahan bank sampah berbasis masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2024 di Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Senin (04/03/2024).


Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa setempat itu diikuti sekitar 30 warga. Persoalan pengelolaan sampah hingga sampai saat ini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Baik secara pengolahan dan pemanfaatannya di kalangan masyarakat masih belum tertangani secara optimal. 






Hal itu salah satunya disebabkan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Sehingga masih memberikan dampak buruk dalam hal lingkungan, sosial, dan kesehatan. 


Jumlah produksi sampah nasional saat ini bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, sebab tidak disertai adanya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.


Narasumber Andriyani, S.Sos., M.M. dalam Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes melalui sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat ini sangat penting dalam rangka menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan sehat. 


"Harapan saya agar warga Desa Buniwah dapat menerima materi pelatihan ini, sehingga dapat memanfaatkan sampah sebagai nilai ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan juga kebersihan di desa," tegas Andriyani.


Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini menjadi agenda utama dalam program pengelolaan sampah nasional yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai langkah mengurangi dan mendaur ulang sampah. 


"Jelas dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sampah. Sehingga dapat memberikan nilai ekonomis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Sementara salah satu warga Maryono (51) menyarankan agar dibentuk kepengurusan bank sampah di desa, sehingga di setiap rumah warga tersedia bak-bak sampah yang berbeda. Hal ini, agar masyarakat dapat membedakan mana sampah kering dan sampah basah.

"Berbagai macam hasil pengolahan sampah ini memberikan hasil yang signifikan dalam hal mengurangi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, seperti pupuk kompos salah satunya," pungkasnya. (Pen0713)

Jumat, 26 Juni 2020

Dandim Brebes Sosialisasikan Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal


Brebes - Mengantisipasi bahaya laten komunis dan masuknya paham radikal, Kodim 0713 Brebes menyelenggarakan pembinaan internal di makodim, Jum’at (26/06/2020).





Sosialisasi ini bertujuan untuk menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru yang harus dideteksi dini oleh prajurit.

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menyampaikan pada saat memberikan sambutannya dipembukaan sosialisasi tersebut, sebagaimana diketahui bersama bahwa gerakan komunis cara pandangnya yang cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan yang secara jelas sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila. Komunis itu dapat muncul kepermukaan secara tiba-tiba, jika kondisinya memungkinkan. Sifatnya bahaya laten mengendap menunggu momen yang tepat, selanjutnya mengambil kesempatan untuk melaksanakan aksinya.

Dalam rangka mencermati berkembangnya bahaya laten komunis yang selalu berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia dan paham radikal yang berusaha memaksakan penggunaan kaidah dan nilai-nilai agama tertentu yang mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa maka seluruh komponen bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis maupun berkembangnya faham radikal.

“Gerakan komunis itu cara pandangnya cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan yang secara jelas sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila,” kata Dandim.

Ia menyampaikan komunis dapat muncul kepermukaan secara tiba-tiba. Sifatnya bahaya laten mengendap dan menunggu momen yang tepat untuk melaksanakan aksinya.
“Oleh karenanya, dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, maka perlu diberikan penjelasan dan pemahaman kepada semua prajurit tentang berbagai hal terkait komunisme. Ini dapat dijadikan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas binter di lapangan,” lanjutnya.
Ditambahkan juga bahwa peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah cara mencegah masuknya paham radikal serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. (Utsm).

Minggu, 14 Juni 2020

Meski New Normal, Koramil Paguyangan Brebes Eksis Sosialisasikan Protokol Covid-19


Brebes – Awal diberlakukannya kebijakan new normal pasca kewaspadaan pandemi virus corona/covid-19 di Kabupaten Brebes, pihak TNI dari Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes tetap melakukan himbauan secara tertulis kepada masyarakat umum untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.


Bersama Bhabinkamtibmas dan dibantu warga setempat, mereka tampak mereka melakukan pemasangan spanduk atau banner dengan ukuran panjang 6 x 1,20 meter yang bertulisan “Anda Memasuki Wilayah Wajib Masker”, melintang di Jalan Nasional Tegal–Purwokerto, tepatnya di tapal batas antara wilayah Kabupaten Brebes dengan Banyumas, Jawa Tengah, yakni di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Kamis (11/6/2020).

Disampaikan Danramil Paguyangan, Kapten Arhanud Suryadi, SH melalui Babinsa Sertu Aneko Priambodo, pemasangan spanduk tersebut merupakan instruksi dari Dandim dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Himbauan melalui banner dipasang setinggi 3,5 meter lebih menghadap ke selatan melintang di jalan.

”Himbauan tertulis ini agar masyarakat tetap menerapkan hidup sehat dan selalu waspada agar terhindar dari wabah covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yakni rutin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ditambahkannya, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan TNI-Polri dan masyarakat kepada Pemerintah dalam penanganan wabah mematikan tersebut. (Imam/Aan)

Senin, 23 Maret 2020

Satgas TMMD Sengkuyung Kodim Brebes Sosialisasikan Kesehatan


Brebes - Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2020 Kodim 0713 Brebes, sosialiasi kepada masyarakat tentang pencegahan virus Corona, di desa target TMMD yaitu di Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (23/03/2020).
Dalam sosialisasi kerjasama Satgas TMMD dengan petugas bersama Puskesmas Kecamatan itu, masyarakat diminta tenang dan tidak panik dalam menghadapi ancaman wabah virus corona (COVID-19).




Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE selaku Dansatgas melalui Koordinator Lapangan Kapten Infanteri Ngadino Danramil 09 Tonjong mengatakan, untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, bisa dimulai dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Kami berharap setelah acara ini, para peserta sosialisasi yang hadir bisa menginformasikan kepada masyarakat yang tidak hadir cara mencegah ancaman virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ungkap Dandim, melalui Danramil Kapten Ngadino.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi dari Puskesmas Tonjong Wasri, AMd, mengatakan bahwa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meresmikan nama baru untuk virus corona, dari nCoV-2019 menjadi Covid-19. Tuturnya.

"Kami memberikan edukasi dan penyuluhan, pengenalan tentangg penyakit corona, gejala terjangkit virus corona, masa inkubasi dan penyebaran virus corona, pencegahan dan cara pembuatan antiseptik untuk cuci tangan kepada masyarakat dengan selalu menekankan pentingnya mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan," jelas Wasri.

Selain itu Pj. Kepala Desa Linggapura Pahrudin SH, mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0713 Brebes, berkat adanya program TMMD Sengkuyung ini, pihaknya bisa memberikan berupa pembangunan (fisik) dan juga non fisik seperti sosialisasi kesehatan ini kepada masyarakat.(Utsm)