Tampilkan postingan dengan label Rengaspendawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rengaspendawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Januari 2024

Dandim Brebes Bagikan Mikroba PA63 Garuda 0713 kepada Petani di Desa Rengaspendawa

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto WA, S.E., M.Si kucurkan Mikroba PA63 Garuda 0713 dibotol dan drigen para petani di Dukuh Cecek, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Kamis 

(04/01/2024).


Melalui Tema "Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias" Dandim dan ASGAS RI melalui Prof Jiun (Iman Untung Slamet) Penggagas Tanaman Seluruh Indonesia Pembuat Mikroba PA63 Garuda 0713 temui petani dengan berbagai keluhan dan unek-unek yang menjadi kendala para petani bawang merah khususnya di Dukuh Cecek.


Sebelumnya Dukuh Cecek mengalami kekeringan lahan di musim kemarau panjang hingga akhir tahun 2023, sehingga melalui Ketua Poktan H. Haris mendengar adanya Gerakan Tangan Tuhan Kodim 0713 Brebes tentang penyuburan tanah dengan cara penyemprotan cairan Mikroba.


Alhasil, hari ini Kodim 0713 Brebes terjun langsung dipimpin Dandim membagikan Mikroba PA63 Garuda 0713 di Dukuh Cecek sebanyak 5.000 liter.


"Melalui program Tangan Tuhannya berusaha membantu kesulitan rakyat, seperti sekarang ini terjadi kekeringan lahan disawah. Untuk itu dengan temuan Mikroba PA63 Garuda 0713 nantinya bisa membantu hasil pertanian para petani khususnya di Brebes".tutur Letkol Sapto.





Prof Jiun selaku Penggagas Mikroba PA63 Garuda 0713 mengatakan "Ora Jare Jare, Yen Sampeyan Ngandel, Kiye Wis Ana Petani Sing Wis Nglakokna Nyiram Bawang Nganggi Mikroba PA63 Garuda 0713" (Tidak Ada Kata Bohong, Kalau Tidak Percaya, Ini sudah ada petani bawang merah yang sudah menyiram atau semprot menggunakan Mikroba". Papar Prof Jiun sapaan akrabnya.


Sementara Mustofa (60) warga Desa Sidamulya yang sudah menggunakan Mikroba PA63 Garuda 0713 merasa senang, karena tanaman bawang merahnya tumbuh subur, dimana sebelumnya mengalami kekeringan (menguning), setelah di semprot Mikroba, di Usia 26 hari, bawangnya menghijau dan subur walau tidak ada air di selokan.


"Alhamdulillah tanaman bawang saya subur hijau, awalnya saya ragu, namun saya mencoba diawal penyemprotan masih seperti biasa pertumbuhannya, setelah hari ke 3, daun bawang menghijau dan berdiri tegak, usia sekarang sudah 26 hari, saya baru semprot 5 kali". tuturnya.


Dibandingkan dengan bawang dilahan sebelahnya, Mustofa merasa bersyukur karena tanaman bawangnya tumbuh hijau. (Pen0713).

Jumat, 06 Maret 2020

Dikira Diculik, Balita Asal Rengaspendawa Larangan Brebes Meninggal Di Dalam Sumur Tua


Brebes – Azqila Nujma Bin Walim (2), Balita yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu sore pukul 18.30 WIB (4/3), akhirnya ditemukan warga telah meninggal dunia di dalam sumur di samping rumah neneknya, Sumiati (57) warga Dukuh Kedawon RT. 004 RW. 006, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Disampaikan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa putri Walim (34), wiraswasta sekaligus tetangga Sumiati, diketahui hilang sekitar pukul 10.00 WIB.

Dijelaskannya, awalnya pada pukul 09.00 WIB, neneknya tersebut menidurkan cucunya di ruang tengah miliknya.

“Saat Ibu Sumiati tertidur, ia dibangunkan oleh anaknya atau orang tua Azqila, untuk menanyakan keberadaan putrinya karena tidak ada di dalam rumah. Pencarian dilakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil sehingga Almarhumah dinyatakan hilang pukul 18.30 WIB,” bebernya.

Sementara dijelaskan Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Larangan dan merupakan warga setempat dari Desa Rengaspendawa, bahwa setelah mendapatkan laporan dari Kadus setempat yaitu Mujazi (37), mereka pun melakukan pencarian dengan menyusuri sungai setempat, termasuk di samping rumah.

“Saat kejadian pintu depan rumah Ibu Sumiati terbuka, di samping rumah yang berjarak kurang lebih dua meter, ada sumur tua yang sudah tidak digunakan. Saya curiga Azqila tercebur ke dalam sumur saat bermain air, karena ia anak yang hiperaktif,” ucapnya.

Dengan menggunakan bambu sepanjang 7 meter, mereka memasukkan bambu tersebut ke dalam sumur sedalam kurang lebih 6 meter tanpa penutup ini, untuk memastikannya dengan disodok berulang kali.

“Ujung bambu membentur benda lunak di dasar sumur yang berdiameter kurang lebih satu meter, kami menduga mungkin itu adalah tubuh Azqila,” imbuhnya.

Benar dugaan sang Sersan, dengan menggunakan tali dan besi, tubuh korban berhasil diangkat dari dasar sumur.

Ditambahkannya, dari penemuan itu Abdul Mukmin segera menghubungi pihak Polsek dan Puskesmas Larangan.

Dari hasil pemeriksaan medis awal pada bagian luar tubuh korban tenggelam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan. Pihak keluarga menolak jasad Azqila untuk di otopsi, mereka sudah mengikhlaskan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Korban akan dimakamkan pagi ini di TPU setempat pagi ini (5/3).

Dari kejadian itu, petugas menghimbau agar para orang tua lebih berhati-hati dalam mengawasi anaknya khususnya Balita, serta memberikan pengaman di tempat-tempat yang berbahaya bagi Balita, termasuk memberikan pagar dari kayu/bambu di pintu agar Balita tidak keluar ke jalan. Serta tidak membesar-besarkan isu penculikan anak jika belum dapat dibuktikan, karena akan meresahkan di lingkungan masyarakat. (Aan)