Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2021

Jasad Warga Tegongan Tanjung Brebes, Ditemukan di Dalam Sumur

 


Brebes – Salah satu warga Desa Tegongan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tercebur ke dalam sumur. Senin petang (15/3/2021).





 

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno melalui Pelda Rullyon (Bati Tuud), korban berinisial K dengan umur 40 tahun, pekerjaan buruh serabutan.

 

“Jasad almarhum ditemukan sekitar pukul 18.31 WIB, di dalam sumur di rumahnya, setelah dilakukan penyedotan air dengan pompa air oleh warga setempat,” terangnya.

 

Dijelaskan lebih mendetail tentang kronologi kejadian, bahwa S (53), selaku orang tua, sebelumnya merasa curiga jika anaknya tercebur ke dalam sumur, karena mendapati sandal jepit dan baju yang dipakai anaknya berada di pinggir sumur, dan hingga pukul pukul 17.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.

 

“Kebiasaan dari korban adalah cuci kaki dan mandi di sumur selepas mencari pete, dan kemungkinan saat penyakit bawaan epilepsinya kambuh, korban terjatuh dan masuk ke sumur tanpa seorang pun mengetahuinya,” sambungnya.

 

Dengan bambu, para tetangga sempat mencari K di dalam sumur namun tidak ada tanda-tanda keberadaan jasadnya. Kemudian warga yang penasaran akhirnya menyedot air sumur dengan pompa air, dan setelah air surut jasad baru terlihat.


Babinsa setempat juga melakukan himbauan kepada warga sekitar agar lebih memperhatikan anggota keluarganya, termasuk meningkatkan keamanan lubang sumur untuk meminimalisir resiko anak terjebur. 

 

Ditambahkannya, jenazah akan dimakamkan besok pagi di TPU desa setempat. (Aan)

Sabtu, 13 Maret 2021

Jasad Carsono Akhirnya Ditemukan di Perairan Randusanga Kulon Brebes, Operasi SAR Ditutup

 


Brebes – Pencarian terhadap jasad Carsono (56), warga asal Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diduga hanyut di Sungai Pemali saat menjala ikan pada Minggu petang (7/3), akhirnya dihentikan setelah ditemukan mengapung di perairan wilayah Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Jumat siang (12/3/2021).






Dijelaskan Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, sekaligus anggota Bangbara Salem yang ikut melakukan pencarian, bahwa Cariwan, salah satu nelayan asal Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, melihat sesosok mayat yang mengapung di perairan Randusanga Kulon sekitar pukul 10.00 WIB, dan selanjutnya melaporkan kepada pihak Satpolair Polres Tegal Kota.


“Evakuasi jenazah yang diduga Almarhum Pak Carsono, dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari Lanal Tegal dan Polair Polres Tegal Kota, menggunakan kapal patroli Satpolair Polres Tegal Kota,” bebernya.


Dijelaskannya lanjut, setelah kapal patrol itu kembali dan berlabuh di Dermaga Pelindo Tegal, Jalan Kesatrian, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, pada pukul 12.30 WIB, evakuasi jenazah dilanjutkan ke RSUD Kardinah Kota Tegal untuk identifikasi.


Sementara disampaikan Kapten Infanteri Nurhadi, Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, yang ikut memantau perkembangan identifikasi bersama kerabat keluarga Carsono, dirinya membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah Carsono.


Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polres Tegal Kota bersama medis dari RSUD Kardinah, termasuk mendatangkan pihak keluarga ABK KM. Anugerah Jaya, dan Ketua DPC HNSI Kota Tegal, karena juga ada laporan kehilangan salah satu ABK KM. Anugerah Jaya, atas nama Jeni Iswanto, yang tenggelam di perairan Utara Tegal pada Rabu 10 Maret 2021.


“Dengan disetujui oleh keluarga Pak Carsono dan juga keluarga Pak Jeni Iswanto, tim medis melakukan autopsy dan akhirnya dipastikan bahwa jenazah itu adalah Pak Carsono,” ungkapnya.


Hal itu juga dikuatkan berdasarkan keterangan ciri-ciri pada tubuh korban yang disampaikan pihak keluarga Carsono, termasuk dari kaos dan celana yang dipakai.


“Jenazah Almarhum sudah diambil pihak keluarga dan akan dimakamkan malam ini juga di desanya,” tandasnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang juga dilakukan dengan perahu karet (LCR) dan juga perahu nelayan setempat, mulai dilakukan sejak Senin pagi (8/3), oleh BPBD dan SAR Brebes, TNI-Polri, Basarnas Cilacap, komunitas jala ikan Bantarkawung, Pramuka, RAPI, Bangbara Salem, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar, dengan melakukan penyelaman dan sisir bantaran Sungai Pemali sampai radius 5 kilometer.


Pencarian dilakukan sampai ke sekitar Bendungan Notog, wilayah Kecamatan Songgom, bahkan sampai ke perairan di wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.


“Korban tenggelam sulit ditemukan sampai hari kelima penyisiran, karena ternyata sudah mengapung di perairan Randusanga Kulon yang berjarak puluhan kilometer dari titik tenggelam di Desa Bantarwaru,” ujarnya.


Ditambahkannya, selepas proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, maka secara resmi operasi pencarian dinyatakan ditutup. (Aan)

Senin, 11 Januari 2021

Jasad Pembolang Pohon Porang Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Curug Cimunding Salem Brebes

  

Brebes – Pencarian pemuda asal Dusun Mancager RT/RW. 02, Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Risko (24) akhirnya membuahkan hasil setelah jasad pemuda tersebut ditemukan mengapung dan tersangkut bebatuan di sekitar Curug Cimunding, Salem. Minggu siang (10/1/2020).







Tim gabungan yang berjumlah sekitar 100 orang dengan dipimpin Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, mulai melakukan pencarian dengan menyusuri hutan dimana sebelumnya warga setempat ada yang melihat keberadaan korban yang mondar-mandir di perkebunan antara wilayah Desa Gandoang dengan Desa Kadumanis, Salem.


“Kami melakukan pencarian terhadap saudara Risko yang dilaporkan keluarganya tidak pulang ke rumah sejak Jumat sore,” terang Serma Wartono.


Dijelaskannya lanjut, Almarhum sebelumnya juga tidak berpamitan kepada keluarganya, namun sempat dilihat oleh ayah tirinya dengan mengenakan kaos lengan panjang warna merah-hitam, topi hitam, dan celana pendek warna putih, membawa karung dan golok.


“Dari laporan Pak Muh (45), warga setempat yang melihat saudara Risko saat ia juga sedang mencari bibit pohon porang di wilayah perkebunan Desa Gandoang-Kadumanis, tim gabungan melakukan upaya pencarian disana dengan berjalan kaki menyusuri tebing dengan medan yang terjal,” tandasnya.


Setelah tim gabungan yang dipecah menjadi 4 tim kecil melakukan pencarian beberapa sejak pukul 08.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan Risko, akhirnya mereka beristirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB sambil melakukan koordinasi selanjutnya.


Tim itu kemudian melakukan pencarian kembali dengan memutar perbukitan terjal, sampai akhirnya mereka mendapatkan kabar dari Muhammad, perangkat desa Kadumanis bahwa ada mayat di Curug Cimunding.


“Saya melihat ada mayat di bebatuan di Curug Cimunding saat juga sedang mencari bibit pohon porang, dan kemudian saya segera memberitahukan kepada tim gabungan,” ungkap Muhammad.


Masih kata Muhammad, tim gabungan itu langsung menuju curug dengan menyusuri medan yang terjal di aliran Sungai Cigorek, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari perkebunan itu.


Sementara disampaikan Kapolsek Salem, Iptu Suprapto, bahwa Almarhum Risko Bin Almarhum Catim, diduga terperosok ke jurang di atas Curug Cimunding yang berketinggian 15 meter, saat mencari bibit pohon porang/badur.


“Pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB, untuk dievakuasi ke Puskesmas Bentarsari, guna dilakukan visum oleh dr. Riana Harsana, Kepala Puskesmas Bentarsari,” paparnya.


Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, korban sudah diantarkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman di TPU setempat.


Atas perjuangan tim gabungan, keluarga korban dan perangkat desa mengucapkan terima kasih.


Untuk diketahui, tim gabungan dari Kecamatan Salem yang yang terdiri dari anggota TNI Koramil 13 Salem, Polsek, relawan Bangbara Adventure, Banser, Komunitas Travel Salem-Jakarta, Pemdes Bentarsari, serta masyarakat dari Desa Bentarsari, Ciputih, Gandoang, dan Desa Kadumanis. (Yadi/Aan)

Minggu, 14 Juni 2020

Diduga Hanyut di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Ditemukan Selamat Telanjang


Brebes – Seorang petani yang dilaporkan hilang oleh keluarganya karena hanyut di saluran irigasi di desanya, Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (11/6), telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat pada pukul 19.00 WIB. Kamis malam (11/6/2020).



Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, dugaan hanyut berdasarkan dari hasil penemuan peralatan bertani dan satu stel baju yang berada di pinggir saluran irigasi tersebut pada pukul 06.00 WIB oleh pemilik warung yang berada di samping saluran irigasi, Ibu Rohani (45).

”Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53), ditemukan warga setempat telanjang berada di pintu air tempat dirinya dinyatakan hilang,” ucapnya.

Untuk pencarian massal yang melibatkan Tim SAR Kabupaten Brebes dan Cilacap, BPBD Brebes, masyarakat setempat, anggota Koramil dan Polsek Larangan, PMI Brebes, Pemuda Pancasila Larangan, dan Ubaloka, dihentikan pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari berikutnya (12/6) karena belum membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan ditemukannya Saudara Tarjono maka pencarian di hari kedua tidak dilakukan dan secara resmi operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya dihubungi oleh BPBD Brebes pada pukul 13.40 WIB, diminta membantu melakukan pencarian warga yang diduga tenggelam.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu beserta peralatannya yakni 1 unit rescue carrier, 2 set pakaian hazmat, 1 unit rubber boat, peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya.

“Pak Tarjono ditemukan selamat oleh warga setempat dalam kondisi basah kuyup tanpa luka sama sekali,” ungkapnya.

Hambatan pencarian adalah banyaknya gorong-gorong di saluran irigasi dan juga sampah. Fokus pencarian adalah menyelam dan menyisir sungai.

Kopka Wahyudiono, Piket Koramil Larangan mengatakan bahwa, usai ditemukan, Tarjono langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pak Tarjono kebingungan saat ditanya penyebab dirinya hilang. Beliau mengatakan saat masuk air, dirinya memasuki desa di Gunung Karangbale dan berada disana selama tiga hari bertemu banyak orang aneh,” ungkapnya.

Suwarni (45), istri dari Tarjono, menangis terbata dan mengaku bahagia karena suaminya masih hidup. Ia juga mengaku sempat cekcok dengan suaminya sebelum berangkat ke ladang.

Untuk diketahui, rutinitas Tarjono adalah membersihkan peralatan tani dan mandi di tempat tersebut sehabis menyiram tanaman bawang pada pukul 03.00 WIB. (Aan)

Jumat, 06 Maret 2020

Dikira Diculik, Balita Asal Rengaspendawa Larangan Brebes Meninggal Di Dalam Sumur Tua


Brebes – Azqila Nujma Bin Walim (2), Balita yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu sore pukul 18.30 WIB (4/3), akhirnya ditemukan warga telah meninggal dunia di dalam sumur di samping rumah neneknya, Sumiati (57) warga Dukuh Kedawon RT. 004 RW. 006, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Disampaikan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa putri Walim (34), wiraswasta sekaligus tetangga Sumiati, diketahui hilang sekitar pukul 10.00 WIB.

Dijelaskannya, awalnya pada pukul 09.00 WIB, neneknya tersebut menidurkan cucunya di ruang tengah miliknya.

“Saat Ibu Sumiati tertidur, ia dibangunkan oleh anaknya atau orang tua Azqila, untuk menanyakan keberadaan putrinya karena tidak ada di dalam rumah. Pencarian dilakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil sehingga Almarhumah dinyatakan hilang pukul 18.30 WIB,” bebernya.

Sementara dijelaskan Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Larangan dan merupakan warga setempat dari Desa Rengaspendawa, bahwa setelah mendapatkan laporan dari Kadus setempat yaitu Mujazi (37), mereka pun melakukan pencarian dengan menyusuri sungai setempat, termasuk di samping rumah.

“Saat kejadian pintu depan rumah Ibu Sumiati terbuka, di samping rumah yang berjarak kurang lebih dua meter, ada sumur tua yang sudah tidak digunakan. Saya curiga Azqila tercebur ke dalam sumur saat bermain air, karena ia anak yang hiperaktif,” ucapnya.

Dengan menggunakan bambu sepanjang 7 meter, mereka memasukkan bambu tersebut ke dalam sumur sedalam kurang lebih 6 meter tanpa penutup ini, untuk memastikannya dengan disodok berulang kali.

“Ujung bambu membentur benda lunak di dasar sumur yang berdiameter kurang lebih satu meter, kami menduga mungkin itu adalah tubuh Azqila,” imbuhnya.

Benar dugaan sang Sersan, dengan menggunakan tali dan besi, tubuh korban berhasil diangkat dari dasar sumur.

Ditambahkannya, dari penemuan itu Abdul Mukmin segera menghubungi pihak Polsek dan Puskesmas Larangan.

Dari hasil pemeriksaan medis awal pada bagian luar tubuh korban tenggelam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan. Pihak keluarga menolak jasad Azqila untuk di otopsi, mereka sudah mengikhlaskan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Korban akan dimakamkan pagi ini di TPU setempat pagi ini (5/3).

Dari kejadian itu, petugas menghimbau agar para orang tua lebih berhati-hati dalam mengawasi anaknya khususnya Balita, serta memberikan pengaman di tempat-tempat yang berbahaya bagi Balita, termasuk memberikan pagar dari kayu/bambu di pintu agar Balita tidak keluar ke jalan. Serta tidak membesar-besarkan isu penculikan anak jika belum dapat dibuktikan, karena akan meresahkan di lingkungan masyarakat. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Perempuan Hanyut Di Sungai Kuya Bantarkawung Brebes Ditemukan


Brebes – Diduga hanyut di Sungai Kuya, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasad Ratem Binti Karsad (60), penjual sayur keliling dan makanan ringan asal Dukuh Karangsengon RT. 003 RW. 009, Desa Cinanas, Bantarkawung, ditemukan setelah melakukan penyisiran sungai.


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa jenazah Almarhumah Ratem ditemukan tersangkut di bebatuan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 4 jam. Diduga Ratem hanyut saat hendak menyeberang sungai pasca berjualan keliling Dukuh Karangpucung dan akan pulang.

Untuk kondisi air sungai sedang berarus deras mulai pukul 15.30-18.30 WIB, setelah wilayah Cinanas dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Pencarian yang dilakukan oleh keluarga Mbah Ratem, membuahkan hasil. Almarhumah tersangkut di bebatuan di Sungai Kuya, masuk wilayah Dukuh Muara, Cinanas pada pukul 21.30 WIB,” jelasnya, Jumat pagi (31/1/2020).

Sementara dari penuturan Marsono Bin Darkam (38), saksi sekaligus anak kandung Almarhumah, bahwa pencarian kepada ibunya dilakukannya setelah ibundanya belum pulang ke rumah sampai dengan pukul 17.30 WIB (30/1).

Mendapati barang dagangan ibunya berserakan di tepian sungai yang sedang banjir, di sekitar Kedung Paruk, Cinanas, ia pun curiga dan berusaha mencari ibunya di sepanjang sungai terutama di tempat penyeberangan dengan ditemani tetangganya yaitu Imam Setiawan (37) dan Rahyo (40).

Pencarian mereka juga mendapatkan bantuan masyarakat setempat, termasuk diumumkan melalui pengeras suara di masjid dan mushola.

Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi penemuan dagangan, sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya mereka melihat sosok yang dicari dalam posisi telungkup tersangkut bebatuan sungai.

Atas penemuan ini, Nursito (44), Kadus Karangpoh, Cinanas, melaporkannya kepada pihak Polsek dan Koramil Bantarkawung.

Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas bersama pihak medis Puskesmas setempat segera meluncur ke lokasi penemuan guna melakukan pemeriksaan medis awal terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh Bidan Desa, Wiwin Winarni (44), tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban murni diperkirakan meninggal karena hanyut di sungai.

Sedangkan luka robek pada bagian kulit kepala dan dahi sebelah kiri sepanjang 10 sentimeter, diperkirakan karena benturan antara kepala korban dengan bebatuan maupun kayu selama hanyut.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih meminta jenazah untuk didoakan dan dimakamkan,” ucap Kadus Nursito. (Aan)

Senin, 02 Desember 2019

Segel PT. RUM Sidoarjo Ditemukan Warga Di Lokasi Pembuangan Limbah Cair B3 Di Kutamendala Brebes

Brebes – Limbah cair B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) telah dibuang oknum tidak bertanggung jawab di bantaran Kali Pedes, Dukuh Satir RT. 05 RW. 09, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (30/11/2019).






Menurut salah satu warga setempat yang melaporkan kepada pihak Polsek dan Koramil, Kasro (59), bahwa dari pengecekan masyarakat limbah berwarna kuning kecoklatan dengan bau sangat menyengat, menimbulkan sesak napas serta mematikan tanaman yang terkena cairan, mereka menemukan segel yang tercantum nama PT. Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo, Jateng, dengan nomor segel 1803425.

“Pembuangan limbah itu tepat di samping warung saya. Saya tidak tahu persis siapa yang membuangnya,” ucap Kasro.

Limbah ditemukan warga dan sengaja dibuang oleh orang tak dikenal pada Rabu (27/11), di sekitar bantaran Kali Pedes sehingga menyebabkan areal seluas 50 x 25 meter, menjadi tercemar. Pasalnya, limbah mengalir ke tanah yang lebih rendah.

Dugaan masyarakat, pembuangan dilakukan pada tengah malam karena di tempat ini tidak ada aktivitas orang. Menurutnya juga, pembuangan limbah tersebut, adalah yang ketiga kalinya.

Sementara menurut Kepala UPT DLHPS Wilayah Bumiayu, Abdulah Sudrajat, bahwa pihaknya telah mengambil sampel cairan limbah untuk diteliti.

“Kami juga menemukan segel yang bertuliskan PT. RUM di TKP. Semoga segel ini sebagai petunjuk untuk mengungkap siapa yang membuangnya ke wilayah Bumiayu,” ucapnya.

Dikutip dari Tribunjateng.Com, permasalahan limbah ini, sebelumnya di juga dikeluhkan masyarakat Sukoharjo, dengan menggelar aksi demo secara besar-besaran di Pemkab Sukoharjo (27/11), terkait pencemaran udara hasil dari asap yang dikeluarkan dari cerobong PT. RUM. Aksi yang lebih besar akan kembali digelar dengan melibatkan 10 ribu massa dari organisasi yang terdaftar dan terkoordinir serta masyarakat, jika dampak masih dirasakan masyarakat.

Saat ini permasalahan tersebut masih dalam penyelidikan dinas terkait serta pihak berwajib yaitu Polsek Tonjong.

Sekedar diketahui, aksi pencemaran lingkungan ini telah melanggar Undang–undang RI No. 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satunya adalah setiap kegiatan usaha harus dilengkapi dengan dokumen lingkungan hidup serta wajib melaporkan secara berkala perkembangan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan usaha tersebut.

Serta pembuangan limbah B3 baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan /atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Pelakunya juga dapat dikaitkan dengan Undang-undang No. 32 tahun 1992 tentang kesehatan, UU No. 24 tahun 1992 tentang penataan ruang, Keputusan Menteri Negara KLH RI No. Kep.02/menklh/i/1988 tentang pedoman penetapan baku mutu lingkungan, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.472/menkes/per/v/1996 tentang pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 tahun 2012 tentang jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan hidup, serta Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. (Aan)

Kamis, 10 Oktober 2019

Jasad Nelayan Losari Brebes Telah Ditemukan Di Perairan Jongor Tegal

Brebes – Warsum (45) seorang nelayan asal Desa Prapag Kidul RT. 005 RW.006, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, yang dilaporkan hilang di perairan yang masuk wilayah Jongor, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, telah ditemukan.

Hal ini dibenarkan Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sutarno, saat melayat ke rumah duka. Rabu (9/10/2019).

Dijelaskannya, Jenazah Warsum ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, oleh para nelayan lainnya asal Desa Prapag Kidul RT. 002 RW. 004, yaitu Jefri (30), Wartono (34) dan Tedi (21), saat miyang (mencari ikan) di perairan tersebut.

“Ketiga saksi melihat ada seseorang yang terapung dengan kondisi tubuh telungkup di tengah tengah perairan Jongor sekitar pukul 07.00 WIB. Ia memakai kaos biru dongker dan celana dalam warna pink,” jelasnya.

Dilanjutkannya, kemudian mereka segera mengangkat jasad tersebut ke dalam perahunya dan kemudian dibawa ke rumah duka.

“Dari penemuan ini, keluarga korban sudah mengikhlaskan atas kejadian yang murni karena kecelakaan, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Almarhum dilaporkan hilang kepada pihak Polsek Losari, setelah pihak keluarganya mendapatkan berita bahwa beberapa nelayan lainnya telah menemukan perahu yang diduga milik Warsum berputar-putar di tengah perairan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Dugaan kuat adalah pemiliknya jatuh ke laut dan tenggelam akibat tersangkut jaring (8/10).

Warsum meninggalkan rumah untuk pergi miyang sekitar pukul 03.00 WIB dan hanya sendirian ke perairan yang berjarak tiga jam perjalanan laut jika dari Pancer, Kecamatan Losari.

Dibenarkan Kapolsek Losari, AKP Suraedi bahwa, pencarian telah dilakukan sebelumnya oleh petugas gabungan dengan menggunakan perahu milik Tim SAR dan Polairud Brebes. Tidak ada tanda-tanda kejahatan, kehilangan ataupun kerusakan di dalam perahu. (Aan)

Perahu tanpa awak, korban tenggelam di perairan Tegal, pencarian nelayan hilang di tengah laut, jasad mengapung di laut ditemukan

Selasa, 08 Oktober 2019

Perahu Tanpa Awak Ditemukan Berputar-putar Di Tengah Perairan Jongor Tegal


Brebes – Perahu tanpa awak telah ditemukan di tengah perairan yang masuk wilayah Jongor, Kabupaten Tegal, atau berjarak tiga jam perjalanan laut dari Pancer, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Diduga pemiliknya jatuh ke laut dan tenggelam akibat tersangkut jaring. Selasa sore (8/10/2019).




Dijelaskan narasumber, Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sutarno, bahwa kapal ditemukan pertama kali oleh Arifin (37) nelayan asal Desa Prapag Lor RT/RW. 002, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dari keterangan saudara Arifin sekitar pukul 13.00 WIB, saat perjalanan pulang sehabis mencari rajungan dari tengah laut, dirinya melihat ada perahu tanpa awak dengan kondisi berputar-putar di atas air dengan kondisi jaring di bawah,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, Arifin kemudian memanggil beberapa rekan nelayan yang masih melaut, kemudian mereka segera merapat ke darat dan menginformasikan apa yang mereka lihat di tengah laut kepada para nelayan lainnya, pihak Polsek serta Koramil.

“Masyarakat nelayan dengan menggunakan 3 perahu kemudian mencari ke tengah perairan tersebut, lalu setelah ketemu, perahu dibawa ke tepi untuk identifikasi,” sambungnya.

Setelah diinformasikan ke warga masyarakat, termasuk para nelayan, perahu diduga milik Warsum (45) asal Desa Prapag Kidul RT. 005 RW.006. Sementara menurut informasi dari keluarga Warsum, bahwa yang bersangkutan meninggalkan rumah pada pukul 03.00 WIB (8/10) untuk mencari ikan ke tengah laut.

“Dari keterangan pihak keluarga, Saudara Warsum meninggalkan rumah pada pukul 3 dini hari. Selama ini, kalau mencari ikan selalu sendiri,” imbuhnya.

Kapolsek Losari, AKP Suraedi menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan hilangnya Warsum. Tidak ditemukan adanya kerusakan atau kehilangan apapun di dalam perahu. Untuk barang bukti adalah 1 unit perahu serta jaring/jala ikan.

Sampai berita ini diturunkan, pencarian terhadap terduga Almarhum Warsum yang tenggelam di perairan wilayah Jongor, masih dilakukan oleh petugas gabungan dengan menggunakan perahu milik Tim SAR dan Polairud Brebes. (Aan)

Jumat, 06 September 2019

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Di Ketanggungan Brebes

Brebes – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di dekat Kantor Balai Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, oleh dua orang warga desa saat hendak membeli jagung untuk pakan burung merpati. Kamis petang (5/9/2019).





Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno melalui pesan whatsapp bahwa, saksi satu dan dua yang merupakan warga setempat yaitu, Sutrisno (45) dan Sumitro (49), mereka melihat seseorang tergeletak di pinggir sungai sekitar pukul 17.00 WIB dan kemudian memeriksanya.

“Setelah dicek, ternyata jenazah perempuan yang diperkirakan berusia 70 tahunan sudah meninggal dunia. Selanjutnya mereka melaporkannya kepada Babinsa Dukuhturi, Serda Solihudin untuk diteruskan ke Polsek dan Puskesmas Ketanggungan,” terangnya.

Ditambahkannya, ciri-cirinya adalah memakai baju pink dan kain batik. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya luka akibat penganiayaan dan diperkirakan meninggal satu jam sebelumnya.

“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dapat menghubungi pihak Polsek atau Puskesmas Ketanggungan,” tambahnya.

Dikatakannya juga, penyebaran informasi melalui media massa diharapkan mampu mempercepat upaya menemukan keluarga yang ditinggalkan. (Aan)