Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2022

Dandim Brebes Letkol Inf Tentrem Basuki Buka Liga Santri Piala Kasad di Stadion Karangbirahi Brebes

 Brebes - Liga Santri PSSI Piala KASAD di Kodim 0713 Brebes resmi dibuka di Stadion Karangbirahi Brebes, Jawa Tengah. Senin (20/06/2022).

                                      
Liga santri ini dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki yang didampingi Wakil Bupatti Brebes H. Narjo, SH., MH, Kapolres Brebes, Ketua DPRD Brebes, Ketua PSSI Kabupaten Brebes, MUI Kabupaten Brebes, KONI Brebes, Askab Brebes, SKPD Brebes, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Brebes serta pimpinan pondok pesantren yang sekaligus menjadi peserta Liga Santri. 
  


Tendangan pertama yang dilakukan Dandim 0713 Brebes menjadi penanda dimulainya kompetisi ini. Pertandingan pertama menyajikan antara Tim Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog melawan Tim Ponpes Al Kautsar Bumiayu. Kedudukan akhir 0-4 untuk Al Kautsar dalam 50 menit.
                                                              
Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki mengatakan, Liga Santri PSSI Piala KASAD ini digelar secara bersamaan di seluruh Indonesia.

"Ini merupakan sebuah kegiatan yang kita lakukan serentak di Indonesia. Baik di provinsi, kota maupun kabupaten yang diprakarsai oleh Kasad dan dipusatkan di Kabupaten Jombang. Di sana dihadiri Kasad, Menpora dan Gubernur Jatim," terang Dandim.

Dandim menambahkan, para juara di wilayah kabupaten dan kota selanjutnya akan berkompetisi di tingkat provinsi, lalu akan bertanding di tingkat nasional yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
                                     
"Setelah dilaksanakan kabupaten/kota, ini nanti akan dilaksanakan di bulan Agustus tingkat provinsi. Baru akan ada di tingkat nasional di Gelora Bung Karno. Selamat bertanding untuk semua tim," terangnya.

Sementara Wakil Bupati Brebes H. Narjo menjelaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya dengan adanya kompetisi Liga Santri PSSI Piala KASAD ini.
                                      
"Terima kasih atas terlaksananya liga santri piala KASAD. Momen ini atas kerjasama dengan Kodim 0713 Brebes tentunya kegiatan ini perlu persiapan ini, Stadion Karangbirahi ini merupakan saksi dimana para santri kabupaten Brebes diharapkan menang sampai ke tingkat nasional. Tentunya ini menggerakkan persepakbolaan Kabupaten Brebes, dan bisa sebagai penggerak perekonomian masyarakat," pungkasnya.(Pendim0713)

Rabu, 13 Mei 2020

Pulang ke Brebes, Puluhan Santri dan Santriwati Ponpes Lirboyo Kediri disambut Screening Test


Brebes – Sebanyak 44 orang santri dan 27 orang santriwati asal Kabupaten Brebes yang diliburkan Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disambut screening test suhu badan oleh Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, di Islamic Centre Brebes. Rabu (13/5/2020).



Para pelajar dari berbagai kecamatan ini datang menggunakan dua bus dan kita arahkan ke Islamic Centre Brebes untuk pengecekan suhu tubuh dengan termometer infra merah.

Tampak satu persatu disemprot cairan disinfektan oleh petugas medis dengan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap dengan pengawalan TNI-Polri, anggota Satpol dan BPBD, serta Ketua Pengurus Cabang Himasal (Himpunan Santri Alumni Lirboyo) Kabupaten Brebes, M. Kholid Badrudin, S.PSi.

Disampaikan Bintara Tinggi Operasi Kodim 0713 Brebes, Pelda Abdul Kholik, bahwa tujuan dilaksanakannya tes skrining adalah untuk antisipasi penyebaran virus corona dari wilayah Kediri.

“Jawa Timur termasuk zona merah covid-19 sehingga antisipasi dini dengan prosedur covid-19 diterapkan kepada mereka,” tegasnya.

Sementara dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Kabid Yankes, Muchtar, dari hasil pemeriksaan terhadap 71 orang tersebut dinyatakan normal namun tetap disarankan untuk melaksanakan isolasi/karantina mandiri di rumah masing-masing minimal selama 14 hari.

Setelah mendapatkan arahan, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput pihak keluarga. (Aan)

Rabu, 23 Oktober 2019

Prestasi Santri Sekaligus Pramuka Brebes Harumkan Indonesia Di Ajang Jambore Internasional di Thailand


Brebes – Dalam talk show aksi Babinsa Brebes kali ini, menghadirkan Kak Wiwit Sapta Pandu (45), Staf Bidang Abdi Masyarakat dan Kehumasan Kwarcab Brebes, mengupas tentang prestasi Santri Brebes di ajang gerakan Pramuka internasional. Rabu (23/10/2019).



Dikatakannya, “Masih dalam nuansa Hari Santri Nasional (22/10), anggota Pramuka asal Brebes dari Gudep MA Darunnajah Kwarran Bumiayu Kwarcab Brebes, Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, mewakili Brebes dan Indonesia dalam ajang Jambore Internasional di Thailand. Ini suatu kebanggaan,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, kedua santri sekaligus pelajar Pramuka Penegak kelas XI atau Kelas 2 MA tersebut adalah Raihan Dhiya Fathi Athaillah (16) dan Muhamad Salimal Afif (16), telah berangkat ke Cibubur untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum diberangkatkan ke Chonburi Thailand guna mengikuti The 21st National Scout Jamboree Thailand 2019, pada 26 Oktober sampai 1 November 2019.

“Mereka telah dilepas usai Upacara Hari Santri Tingkat Kecamatan Bumiayu, yang dipimpin Camat sekaligus Ketua Mabiran, Kak Apriyanto Sudarmoko (22/10),” imbuhnya.

Inilah contoh teladan dari kegigihan dan semangat santri sekaligus Pramuka yang berkarakter kebangsaan dan mempunyai semangat persaudaraan.

“Kita mohon doa kepada para pendengar setia Radio Singosari FM dan News Ketanggungan FM, masyarakat Brebes serta tanah air, untuk ikut mendoakan mereka. Keduanya adalah calon pemimpin bangsa yang berakhlakul karimah,” pungkas Wiwit.

Talk Show atau dialog interaktif selama satu jam ini, akan membahas kembali tentang aksi-aksi Babinsa Brebes bersama segenap komponen masyarakat lainnya pada Rabu (30/10) mendatang, pukul 10.00 WIB.

Acara tambah meriah dengan dipandu oleh Rara Elshanum atau Siti Khumairoh (31) di Studio 2 Singosari 103.9 FM Brebes. (Aan)

Talk Show Aksi Babinsa Brebes Kali Ini Membahas Tentang Peran Santri Dan Premanisme


Brebes – Kali ini aksi kemasyarakatan Babinsa Kodim 0713 Brebes yang tayang di Radio Singosari 103.9 FM dan Radio News Ketanggungan 96.9 FM, membahas tentang peran santri dalam dalam bela negara, menjaga Pancasila serta mengokohkan NKRI. Rabu (23/10/2019).



Dikatakan narasumber kali ini, Serma Yusuf dari Koramil 03 Wanasari, bahwa santri juga merupakan garda depan bentengnya NKRI dari berbagai ancaman.

“Hari Santri Nasional diperingati tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, sesuai dengan Kepres RI Nomor 22 Tahun 2015. Ini merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mengisi dan mempertahankan kemerdekaan RI,” jelasnya.

Dikatakannya juga, cikal bakal peristiwa 10 November di Surabaya, yang saat ini diperingati sebagai Hari Pahlawan, tak terlepas dari resolusi jihad NU dan pidato Hadratus Syeikh (Maha Guru) Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie, seorang Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yang kala itu menggetarkan sehingga mampu menggerakkan Wong Surabaya untuk angkat senjata melawan penjajah Belanda.

Sementara menjawab pertanyaan dari salah satu pendengar setia Singosari dalam talk show ini, tentang premanisme di desa, Yusuf menyatakan bahwa selaku Babinsa, Komsos (Komunikasi Sosial) dengan berinteraksi terhadap preman sangat penting untuk mengambil hatinya.

Setiap Babinsa telah dibekali dengan 5 kemampuan teritorial yang didalamnya adalah senyum teritorial. Jadi kekerasan solusinya adalah disentuh dengan hati.

“Jika ada Babinsa Brebes di pinggir jalan berinteraksi dengan preman, maka jangan negatif thinking dulu, itu adalah cara merengkuh hati preman itu,” pungkasnya.

Dialog interaktif dengan durasi selama satu jam dan ditayangkan setiap hari Rabu pukul 10.00 WIB ini, kali ini dipandu oleh Siti Khumairoh (31) dengan nama udara Rara Elshanum. (Aan)

Rabu, 04 September 2019

Kehebatan Santri Millenial, Tak Hanya Mahir Ngaji

Brebes - Santri millenial ternyata tidak hanya mahir mengaji. Tetapi juga memiliki ketrampilan lainnya yang bisa menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan. Salah satu wujudnya, kementerian pertanian mendayagunakan mereka dengan usaha ternak ayam kampung. Melalui kelompoknya, para santri beternak ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).






'Kami berupaya menggiatkan para santri beternak selain tekun mengaji,"  ujar kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah DR Ir Harwanto MSi Launching Program Sistem Informasi Masyarakat Ternak (Simaster) Dan Penandatangan  Mou Antara BPTP Jawa Tengah Dengan Pemerintah  Kabupaten Brebes di ruang rapat Sekda Brebes, Rabu (4/9).

Dalam MoU tersebut, antara lain pihak BPTP memberikan bantuan bibit ayam KUB kepada sejumlah Pesantren dan Kelompok Petani Ternak Perempuan. Ayam KUP dipandang sebagai ayam kampung  yang unggul karena sudah dilakukan pengkajian dan penelitian mendalam di BPTP. 

Tentu dengan adanya program ini, dapat memberdayakan serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melaksanakan usaha pertanian guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi.

Kata Harwanto, Kabupaten Brebes telah ditunjuk sebagai salah satu lokasi program pengembangan pembibitan ayam kampung unggul berbasis kawasan dan Kelompok Santri Tani Milineal (KSTM) dari Kementerian Pertanian. 

Kementerian telah memberikan bantuan kepada 13 kelompok di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Banjarharjo, Bantarkawung, Larangan dan Bumiayu.  Adapun jenis bantuan yang akan diberikan berupa 500 ekor ayam umur 4 minggu, bantuan kandang serta pakan dan obat-obatan.

“Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) adalah ayam kampung hasil seleksi yang dilakukan BPTP,” tandas Harwanto.

BPTP, lanjutnya, telah melakukan pengembangan awal pembibitan ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah desa Blandongan Kecamatan Banjarharjo sejak tahun 2018, dan dinilai berkembang dengan baik. Sehingga ditindaklanjuti dengan MoU Pengembangan Pembibitan Ayam KUB di Kabupaten Brebes.

Kelompok Santri Tani Milenial, lanjutnya, menjadi  sasaran program antara lain Ponpes Al Furqon Bantarkawung dibantu 350 ekor dan Ponpes Jssu Izzul Islami Bumiayu sebanyak 150 ekor. Selain bantuan ternak ayam diberikan juga  pakan selama dua bulan dan  bantuan obat- obatan serta Vitamin.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan Sistem Informasi Masyarakat Ternak (Simaster) oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Ismu Subroto MSi. 

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH mengucapkan terima kasih kepada BPTP Prov Jateng yang menaruh perhatian khusus kepada para petani peternak santri milineal dan juga para kelompok tani ternak wanita. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes juga diacungi jempol. Karena telah membuat aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh para kelompok tani ternak se Kabupaten Brebes. Aplikasi Simaster, akan memutus mata rantai yang panjang dalam kepengurusan administrasi petani ternak. Diantaranya, pendaftaran kelompok tani ternak gampang sekali diproses, kurang dari lima menit. 

Simasater juga akan memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat terkait penyediaan data per-komoditas,  juga per-wilayah.

“Semoga dengan adanya program ini, dapat menambah semangat kita untuk terus melakukan pengembangan potensi peternakan yang ada di Kabupaten Brebes,” tandasnya.

Narjo menyebutkan, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2019 Tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Penguatan tersebut bisa dilakukan dengan kegiatan penumbuhan dan penguatan Kelompok Santri Tani Milenial melalui pengembangan ternak ayam tahun 2019.

Narjo memberi semangat, bahwa santri harus bisa berbuat lebih baik untuk sesama manusia. (Bambang Sugiarto/Wasdiun/Pendim0713)