Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2024

Babinsa Koramil 08 Bumiayu Bina Fisik dan Mental Siswa SMK Al Huda

 Brebes - SMK Al Huda Bumiayu memiliki program kedisiplinan dan pembinaan mental. Pembinaan mental-fisik  tersebut dilaksanakan di lapangan Sepak Bola Bayugoro. Jum’at (30/08/2024).


Kepala Sekolah SMK Al Huda Yudi Hariadi, S.IP, menjelaskan pembinaan mental-fisik siswa SMK tersebut dilakukan melibatkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 08 Bumiayu agar siswa disiplin dan tumbuh mental percaya diri dalam jiwanya.




Yudi Hariadi mengatakan, program pembinaan mental tersebut melengkapi program sipiritual guna mendukung pembiasaan disiplin waktu shalat, belajar, berangkat sekolah tepat waktu di sekolah. 


“Kami memang merancang program ini agar karakter siswa SMK Al Huda mudah dikenali. Yakni menjadi pribadi yang kuat secara spiritualnya sekaligus kokoh pribadi karakter disiplinnya,” tandasnya. 


Sementara Babinsa Koramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Sertu Joko Erwanto menuturkan bahwa ada 175 siswa yang mengikuti kegiatan pembinaan mental dan fisik. (Pen0713).

Selasa, 23 Januari 2024

Kodim 0713 Brebes Latihkan Mountenering, Siswa Wajib Berani dan Kuat Fisik

 Brebes – Dalam rangka pembinaan dan pembekalan kemampuan siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah, kali ini,  Babinsa Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma melatih mountenerring di Sekolah SMK Negeri 1 Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (23/01/2024).


Di kompleks SMK, berjumlah 25 orang siswa mendapat pelatihan mountenering  yang diantaranya  turun tebing, rayapan tali satu dan meluncur. Materi ini diberikan karena materi ini sangatlah penting dalam rangka mendukung tugas-tugas yang dihadapi para siswa yang memang tidak mudah apalagi tergabung dalam Tim Ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah.







“Materi latihan ini memerlukan keberanian dan kemapuan fisik” ungkap Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Pelda Ibrahim yang dibantu Koptu Supriyadi saat melaksanakan praktek repling.


Diharapkan kedepan kemampuan Tim Ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah akan semakin bertambah dan terasah setelah rutin dapat pembekalan dari Koramil 09 Tonjong sebagai mitra binaan dibawah naungan Kodim 0713 Brebes.


Sebagai mitra binaan di wilayah yang begitu luas hendaknya  dapat saling memberikan informasi terutama menyangkut masalah situasi dan kondisi wilayah apabila terjadi bencana alam. 


Guru pendamping Ahmad Yani, S.Pd sangat berkesan sekali pada latihan hari ini dimana dapat berkesempatan untuk lebih mengenal sedikit latihan militer di lapangan yang sebenarnya.(Pen0713).

Rabu, 10 Juli 2019

Nobar Gala Premiere "Melati". Bersama Keluarga Besar Korem 071/Wijayakusuma

Banyumas - Mendidik karakter bangsa dan kearifan lokal bagi segenap warga Makorem 071/Wijayakusuma beserta segenap generasi muda bangsa Banyumas serta komponen masyarakat Banyumas tidak hanya dilakukan secara formal dilembaga pendidikan, namun juga dapat dilakukan di non formal seperti yang dilakukan Korem 071/Wijayakusuma dengan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Gala Premiere "Melati", Selasa (9/7/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.



Tampak dalam nobar gala premiere "Melati" ini, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., berserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Anita Dani Wardhana beserta keluarga besar Korem 071/Wijayakusuma dan para pelajar Banyumas serta undangan lainya menyaksikan pemutaran film dengan judul "Melati".

Film yang disutradarai oleh Mamock NG dengan produser Rival Prabowo itu bukan sekedar tontonan tetapi juga sebagai tuntunan karena mengangkat isu-isu pendidikan karakter dan kearifan lokal
Mamock.NG sang sutradara mengatakan film yang bercerita tentang lika liku kehidupan seorang anak SMP kelas 2 yang bernama Melati yang berjuang untuk mendapatkan nilai yang diimpikannya.

Dalam perjalanan ceritanya melati mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari temannya yang bernama Teta. Namun dengan kelembutannya Melati bisa mengubah Teta menjadi pelajar yang baik.
“Film ini adalah karya anak-anak Banyumas, digarap dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter seperti integritas, nasionalis, relijius, gotong royong dan mandiri di kalangan anak-anak SMP di Indonesia. Namun yang tak kalah penting adalah Banyumas punya film dan ini bukan yang pertama,” katanya

Dalam nonton bareng tersebut juga dihadiri oleh para pemeran yaitu Alfiana Friska sebagai Melati, Putri Raiza sebagai Teta, Benning Sabrina sebagai Reni, Yoga Sugama sebagai Fattah dan tokoh pendidikan Banyumas seperti Bambang Wadoro, Zahriyanto, Agus Wahidin yang ikut memerankan dalam Film tersebut.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras anak-anak Banyumas yang menghasilkan karya film yang penuh pesan moral tentang gotong royong, sopan santun, belajar keras yang akhirnya akan menjadi sukses. “Saya berharap sebagaimana akhir dari cerita ini adalah Melati sebagai gadis desa karena kejujuran dan ketulusannya mendapat banyak teman, begitupula dengan sosok orang tuanya dalam membina keluarga kecilnya yang bahagia dan harmonis, yang memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus terhadap anaknya. Keharmonisan keluarga merupakan kunci sukses keberhasilan keluarga yang akan menjadikan anak-anak menjadi anak yang patuh, penurut, rajin, religius dan berprestasi,” katanya

"Film tersebut mempunyai pesan dan nilai edukasi dalam artian dekat dengan lingkungan sekitar khususnya penanaman karakter bangsa bagi generasi penerus perjuangan bangsa", terangnya.
"Saya bersyukur, kreator Banyumas bisa menangkap keprihatinan yang diungkapkan dan diaplikasikan lewat film. Kemudian pemirsa dapat menangkap makna atau nilai pendidikan dari film tersebut, sehingga outputnya para pemirsa semakin peduli dengan karakter bangsa sendiri", sambungnya.

“Film ini bukan sekedar tontonan tetapi dapat menjadi tuntunan untuk pelajar dan generasi muda bangsa lainnya, dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya

"Film Melati ini adalah film yang menceritakan tentang dua keluarga yang berbeda yang sama sama mempunyai kecerdasan di sekolahnya, dimana keluarga melati adalah keluarga sederhana yang mementingkan ahlak, tingkah laku sopan santun dan budi pekerti dalam bermasyarakat khususnya pada teman sebayanya, tidak lupa juga selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa setiap saat. Sedangkan keluarga Teta adalah keluarga yang serba berkecukupan, dimana kedua orang tuanya hanya mementingkan pekerjaannya dan tidak memperdulikan perkembangan karakter anaknya, yang mereka kejar hanya bagaimana caranya agar anaknya menjadi anak yang pandai di sekolah, dengan cara mendatangkan guru guru privat ke rumahnya, tanpa diimbangi dengan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Produser Film Melati, Rival Prabowo menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Nobar ini kepada Danrem 071/Wijayakusuma yang sudah memberikan kesempatan untuk tempat pemutaran film di Makorem 071/Wijayakusuma.

"Setelah pemutaran perdana ini, nantinya film ini akan diputar di sekolah-sekolah di Banyumas dan mungkin juga di seluruh tanah air", pungkasnya.

Rabu, 13 Maret 2019

Tidak Ada Sampah Di TMMD Sengkuyung Brebes


Brebes, Sertu Karno Babinsa Koramil 12/Bantarkawung Kodim 0713/Brebes menjadi inspiratif bagi pelajar SD di lokasi TMMD Cinanas, sebab Babinsa yang satu ini selalu mengajak pelajar yang lewat berangkat ke sekolah untuk mengambil sampah yang ada di jalan. Kamis (14/03/2019)

Pagi ini merupakan sejarah baru dimana salah satu Babinsa Kodim Brebes melaksanakan rutinitas di lokasi TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 di Desa Cinanas selalu mengajak dan menggugah kemauan siswa-siswi pelajar SD yang hendak beranngkat menuju ke sekolahnya, bagaimana tidak, sekelompok siswa SD terlihat senang dan bahagia sebab dikagetkan Babinsa Sertu Karno turun dari motornya dan berkata “anak-anak itu ada sampah, ayo kita bersihkan dan buang ke tempat sampah bersama-sama” dengan nada sumringah dan senyum.

Dalam kesempatan tersebut Sertu Karno menyampaikan langsung kepada anak-anak semua jagalah kebersihan lingkungan, belajar yang rajin untuk meraih cita citamu, jangan buang sampah sembarangan. Katanya.

Babinsa menambahkan agar anak-anak lebih cinta kepada bangsa dan negara yang kita cintai bersama yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di samping itu juga mengingatkan untuk selalu belajar yang rajin agar bisa tercapai cita-citanya.

Di tempat lain, Penyampaian Komandan Koramil 12/Bantarkawung Kapten Arm Zenal A. " Generasi muda harus di landasi semangat nasionalisme, agar lebih cinta kepada tanah air serta rasa memiliki bangsa Indonesia”. (Utsm0713).


Senin, 04 Maret 2019

Mobil Perpustakaan Keliling Parkir di TMMD Cinanas

Brebes, Satgas TMMD Kodim 0713/Brebes menggelar sasaran non fisik  dengan melakukan sosialisasi perpustakaan keliling bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Brebes dibalai Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung. Selasa (05/03/2019)

Istilah “perpustakaan” memang sudah tidak asing lagi bagi seorang pelajar, begitu juga bagi para pekerja kantor dan masyarakat, baik yang berpendidikan maupun yang tidak. Mengapa demikian? Alasannya adalah di Indonesia terdapat kesenjangan budaya dan intelektualitas disebabkan oleh peradaban yang belum merata di antara seluruh bangsa.

Dengan berkembangnya intelektual masyarakat dan kemajuan teknologi dari dasawarsa ke dasawarsa dan dari abad ke abad, menyebabkan perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat membaca buku, tapi lebih dari itu. Perpustakaan juga menjadi tempat penghimpunan bahan-bahan telaah lainnya, baik dalam bentuk media visual, maupun media audio dan media audio-visual.

Menurut Danstagas TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 Letkol Inf Faisal Amri, SE, fenomena tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan hadir tidak hanya sebagai sarana edukatif dan rekreatif, tetapi juga sebagai sarana informatif, kreatif dan inovatif, sejalan secara simbiosis dengan perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi.

"Sedang kita tahu bahwa salah satu cara untuk memperluas khazanah intelektual kita adalah dengan membaca buku terkait dengan fungsi perpustakaan, maka kita sebagai pemuda yang berpendidikan patut menyumbangkan ide/pikiran tentang solusi bagi masyarakat yang kurang bisa menjangkau media intelektual tersebut", tegas Dandim.

Sasaran TMMD ini memberikan sumbangsih yakni mengadakan sosialisasi perpustakaan keliling. "CERDASLAH WARGAKU MAJULAH BANGSAKU" kalimat itu disampaikan oleh salah satu pelajar Teguh Iman dari SMP Negeri 2 Bumiayu kelas IX saat menyambangi mobil perpustakaan yang berparkir di depan Balai Desa Cinanas, “ Saya dan teman-teman sangat senang bisa melihat dan membaca buku-buku, sebelumnya tidak ada Mobil Perpustakaan Keliling ke Desa ini “. Ucap Teguh . (Utsm0713)