Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2021

Ini Materi Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar Se-Brebes

 Brebes – Kodim 0713 Brebes menggelar pembinaan wawasan kebangsaan Semester I TA. 2021, yang diikuti perwakilan pelajar dari 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes. Kamis (1/4/2021).





Dandim Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya TNI dalam pembentukan karakter dari para generasi penerus bangsa di Kabupaten Brebes.


“Untuk materi yang diberikan meliputi bela negara, proxy war, bahaya narkoba dan seks bebas, 4 pilar kebangsaan, serta etika sikap dan perilaku,” bebernya.


Sementara dijelaskan Kapten Arhanud Nediono, Danramil 15 Ketanggungan selaku pemateri bahaya narkoba dan seks bebas, bahwa narkoba adalah salah satu pemicu pergaulan seks bebas.


“Jika generasi muda sudah tercemar narkoba dan mengidap penyakit HIV/AIDS, maka hidup dan masa depan mereka akan hancur,”


Menurutnya, narkoba adalah penjajahan gaya baru untuk merusak generasi bangsa dalam jangka panjang. Saat bangsa nantinya memiliki pemimpin yang sudah tercemar narkoba, maka bangsa Indonesia akan mudah diambil atau dijajah.


Nediono juga menambahkan terkait manfaat medsos sekaligus bahayanya. Untuk itulah dirinya menekankan agar remaja lebih bijak dalam memposting atau mengomentari sesuatu di medsos agar tidak merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, dan yang lebih luas lagi.


“Jangan mudah terpancing atau terprovokasi pemberitaan di medsos yang belum tentu kebenarannya (hoax), saring sebelum share,” tandasnya. (Aan)

Jumat, 08 November 2019

Praktek POL Dan Pengenalan Tactical Radio Juga Diberikan Di Kegiatan Bela Negara Kodim Brebes


Brebes – Sebanyak 170 orang pelajar dari 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah selesai menerima pembekalan Kader Bela Negara selama dua hari di Kodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks. Jumat Sore (8/11/2019).





Pembekalan yang diberikan meliputi materi wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, bahaya Narkoba (BNN Brebes), pemadaman kebakaran (Damkar Brebes), caraka malam, pengenalan senjata dan bongkar pasang, berbagai macam permainan tim dan pemutaran film perjuangan.

Di hari kedua ini, ratusan pelajar tersebut dibekali materi 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), pengenalan mountenering, penanggulangan bencana alam, tali-temali/pioneer serta survival yang mengenalkan berbagai macam tumbuhan hutan yang bisa dimakan dengan paparan melalui layar proyektor.

Selain itu para pelatih dari TNI ini juga mengenalkan Radio AN/PRC-77, yaitu tactical radio legendaris pengembangan dari AN/PRC-25 buatan JETDS (Joint Electronics Type Designation System) Amerika, digunakan pertama kali oleh Tentara AS (GI) di perang Vietnam tahun 1968 dan digunakan TNI dalam operasi Seroja pada tahun 1975 saat melawan pasukan Fretilin di Timor Timur yang sekarang bernama Timor Leste.

Selain itu para siswa juga dibekali materi kesehatan Longmalap yang antara lain POL (Pengangkutan Orang Luka) di berbagai medan termasuk gang sempit serta dengan jumlah penolong. Juga pengetahuan tentang cedera panas (bercak panas/heat rash, kejang panas/heat cramps, kelelahan panas/heat exhaustion dan sengatan panas/heat stroke) dan cara penanganan pertama di lapangan.

Tampak Serda Hardono, anggota Perhubungan Kodim, serta Kopka Willy, paramedis dari Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, memberikan kedua materi tersebut.

Dibenarkan Kasdim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, bahwa kegiatan dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) TNI terpadu dengan memberdayakan wilayah guna memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam mengawal NKRI.

“Kita harapkan melalui pembekalan dan pembentukan karakter selama dua hari ini, ke depan mereka akan menjadi generasi unggul di berbagai bidang, lebih mumpuni dari generasi sekarang untuk mengawal NKRI,” tegasnya.

Puncak acara dilakukan penutupan, melalui upacara yang dipimpin Kasdim mewakili Dandim. (Aan)

Ratusan Pelajar Brebes Dibekali Berbagai Materi Bela Negara


Brebes – Para pelajar SLTA, MA dan SMK di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara di Makodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks, selama dua hari (7-8/11).







Pembekalan yang diberikan meliputi materi bela negara, wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, pengetahuan bahaya Narkoba, pemadaman kebakaran, Long Malap (Pertolongan Pertama di Lapangan), caraka malam, pengenalan senjata, pengenalan radio dan jaring radio, permainan Wasbang dan pemutaran film.

Dibenarkan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, pasca membuka acara di halaman Makodim, bahwa 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), Mountenering, penanggulangan bencana alam, pioneer dan survival, juga diberikan dalam pembekalan kepada para pelajar sebanyak 170 orang siswa/i yang tersebar di 17 kecamatan.

“Kami juga dibantu pihak BNN dan Damkar Kabupaten Brebes serta Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, sebagai pemateri,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, para peserta tersebut akan bermalam di Barak Siaga Kodim, yang telah diresmikan Bupati Brebes awal 2019 lalu.

Dalam pembukaan materi di Aula Jenderal Soedirman, Kodim, mewakili Danrem 071 Wijayakusuma, Kepala Seksi Teritorial Korem, Letkol Infanteri Sapto Broto, memberikan motivasi tentang rekrutmen TNI.

“Saya harapkan generasi dari Kabupaten Brebes ini, dapat memproteksi dari serangan pintar yaitu gaya hidup konsumtif dan narkoba yang mengincar negara kita agar mengalami loss generation,” ucap mantan Prajurit Komando abituren Sepa PK 2007 ini.

Harapan Sapto Broto adalah, kedepan para peserta dapat menggantikan generasi sekarang karena telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, disiplin dan pembentukan karakter.

“Saya harapkan para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya mempunyai jati diri dan karakter saat kelak menjadi para pemimpin bangsa,” tandasnya.

Inilah salah satu upaya TNI Kodim 0713 Brebes dalam upayanya memberdayakan Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu, dengan harapan terciptanya pertahanan wilayah NKRI di darat melalui masyarakat. (Aan)

Rabu, 10 Juli 2019

Nobar Gala Premiere "Melati". Bersama Keluarga Besar Korem 071/Wijayakusuma

Banyumas - Mendidik karakter bangsa dan kearifan lokal bagi segenap warga Makorem 071/Wijayakusuma beserta segenap generasi muda bangsa Banyumas serta komponen masyarakat Banyumas tidak hanya dilakukan secara formal dilembaga pendidikan, namun juga dapat dilakukan di non formal seperti yang dilakukan Korem 071/Wijayakusuma dengan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Gala Premiere "Melati", Selasa (9/7/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.



Tampak dalam nobar gala premiere "Melati" ini, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., berserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Anita Dani Wardhana beserta keluarga besar Korem 071/Wijayakusuma dan para pelajar Banyumas serta undangan lainya menyaksikan pemutaran film dengan judul "Melati".

Film yang disutradarai oleh Mamock NG dengan produser Rival Prabowo itu bukan sekedar tontonan tetapi juga sebagai tuntunan karena mengangkat isu-isu pendidikan karakter dan kearifan lokal
Mamock.NG sang sutradara mengatakan film yang bercerita tentang lika liku kehidupan seorang anak SMP kelas 2 yang bernama Melati yang berjuang untuk mendapatkan nilai yang diimpikannya.

Dalam perjalanan ceritanya melati mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari temannya yang bernama Teta. Namun dengan kelembutannya Melati bisa mengubah Teta menjadi pelajar yang baik.
“Film ini adalah karya anak-anak Banyumas, digarap dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter seperti integritas, nasionalis, relijius, gotong royong dan mandiri di kalangan anak-anak SMP di Indonesia. Namun yang tak kalah penting adalah Banyumas punya film dan ini bukan yang pertama,” katanya

Dalam nonton bareng tersebut juga dihadiri oleh para pemeran yaitu Alfiana Friska sebagai Melati, Putri Raiza sebagai Teta, Benning Sabrina sebagai Reni, Yoga Sugama sebagai Fattah dan tokoh pendidikan Banyumas seperti Bambang Wadoro, Zahriyanto, Agus Wahidin yang ikut memerankan dalam Film tersebut.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras anak-anak Banyumas yang menghasilkan karya film yang penuh pesan moral tentang gotong royong, sopan santun, belajar keras yang akhirnya akan menjadi sukses. “Saya berharap sebagaimana akhir dari cerita ini adalah Melati sebagai gadis desa karena kejujuran dan ketulusannya mendapat banyak teman, begitupula dengan sosok orang tuanya dalam membina keluarga kecilnya yang bahagia dan harmonis, yang memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus terhadap anaknya. Keharmonisan keluarga merupakan kunci sukses keberhasilan keluarga yang akan menjadikan anak-anak menjadi anak yang patuh, penurut, rajin, religius dan berprestasi,” katanya

"Film tersebut mempunyai pesan dan nilai edukasi dalam artian dekat dengan lingkungan sekitar khususnya penanaman karakter bangsa bagi generasi penerus perjuangan bangsa", terangnya.
"Saya bersyukur, kreator Banyumas bisa menangkap keprihatinan yang diungkapkan dan diaplikasikan lewat film. Kemudian pemirsa dapat menangkap makna atau nilai pendidikan dari film tersebut, sehingga outputnya para pemirsa semakin peduli dengan karakter bangsa sendiri", sambungnya.

“Film ini bukan sekedar tontonan tetapi dapat menjadi tuntunan untuk pelajar dan generasi muda bangsa lainnya, dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya

"Film Melati ini adalah film yang menceritakan tentang dua keluarga yang berbeda yang sama sama mempunyai kecerdasan di sekolahnya, dimana keluarga melati adalah keluarga sederhana yang mementingkan ahlak, tingkah laku sopan santun dan budi pekerti dalam bermasyarakat khususnya pada teman sebayanya, tidak lupa juga selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa setiap saat. Sedangkan keluarga Teta adalah keluarga yang serba berkecukupan, dimana kedua orang tuanya hanya mementingkan pekerjaannya dan tidak memperdulikan perkembangan karakter anaknya, yang mereka kejar hanya bagaimana caranya agar anaknya menjadi anak yang pandai di sekolah, dengan cara mendatangkan guru guru privat ke rumahnya, tanpa diimbangi dengan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Produser Film Melati, Rival Prabowo menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Nobar ini kepada Danrem 071/Wijayakusuma yang sudah memberikan kesempatan untuk tempat pemutaran film di Makorem 071/Wijayakusuma.

"Setelah pemutaran perdana ini, nantinya film ini akan diputar di sekolah-sekolah di Banyumas dan mungkin juga di seluruh tanah air", pungkasnya.

Senin, 29 April 2019

Kodim : Komunikasai Sosial (Komsos) Dengan Berbagai Komponen Masyarakat

Brebes – Kodim 0713 Brebes menggelar Komunikasai Sosial (Komsos) dengan berbagai komponen masyarakat di wilayah binaannya yaitu 17 Kecamatan di Brebes, bertempat di Aula Jenderal Soedirman Makodim, Selasa (30/4/2019).


Disampaikan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE bahwa, tujuan dilaksanakan kegiatan guna menjalin silaturahmi serta sinergitas atau kemanunggalan TNI-Rakyat guna menjaga kondusifitas wilayah antara TNI dengan Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), Guru, Mahasiswa dan Pelajar, Wiraswasta dan Petani. Selain itu juga dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang meliputi anggota Pepabri, PPAD, FKUB, FKPPI, Banser dan Pemuda Pancasila.


“Komunikasi sosial ini sebagai wahana dalam meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, wawasan kebangsaan dalam menjaga kedaulatan NKRI serta menampung kesulitan rakyat di wilayah untuk dicarikan solusi bersama Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Sebagai acara puncak adalah materi yang disampaikan Danramil 04 Tanjung, Kepten Infanteri Muhtadi, tentang 4 (empat) pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) dan komunisme guna mengawal kedaulatan NKRI. Pasalnya, tugas ini merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, air dan udara serta 17.508 pulau, 33 provinsi, 399 kabupaten, 98 kota, 5.263 kecamatan, 7.113 kelurahan dan 62.803 desa.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan pemberian cindera mata secara simbolis dari Dandim kepada perwakilan dari Tomas yang diterima Ketua Pepabri Brebes Letkol Purn. H. Gunawan Wibisono, Toga kepada Ketua FKUB Brebes M. Supriono, Todat kepada Ketua FKPPI Brebes Muhammad Naimudin, Mahasiswa kepada Bambang Budi Utomo serta Ormas. (Aan Pendim Brebes).

Minggu, 17 Maret 2019

Pelajar Curhat ke Babinsa


Brebes, Pembinaan Teritorial (Binter) oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaan saat ini bukan hanya terfokus pada pendampingan pertanian ataupun karya bakti semata, namun lebih dari itu Babinsa juga dituntut mampu memajukan pendidikan anak Bangsa yang merupakan harapan dan penerus Bangsa.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 11/Paguyangan, Kodim 0713/Brebes Koptu Ade Setiawan. Dalam setiap kesempatan dirinya melakukan sambang kampung sekaligus membaur bersama warga masyarakat guna menjalin komunikasi sosial (Komsos) yang harmonis. Bahkan, dirinya tak jarang pula mengajak Bhabinkamtibmas dari Polsek Paguyangan sebagai upaya menunjukkan sinergitas TNI-Polri kepada masyarakat.
Sedangkan, disela-sela sambang kampung tersebut, Koptu Ade menyempatkan menyapa dan berkomunikasi dengan pelajar SMA yang terlihat menyempatkan waktunya menghabiskan waktu istirahat, Sejenak ia mengajak bercanda serta mengucapkan salam ramah. Hal tersebut semakin terasa keakrabannya. Mereka saling menyapa, saling ngobrol bahkan sampai curhat tentang segala hal. Disitu terasa ada kebersamaan.
“Sesuai perintah langsung dari Dandim Brebes melalui Danramil, bahwa Babinsa harus mampu menjadi pelindung sekaligus pengayom masyarakat, maka saya terus menjalin keharmonisan bersama masyarakat. TNI itu asalnya dari rakyat dan untuk rakyat bersama-sama membangun NKRI,” kata Koptu Ade. (Utsm0713)

Senin, 04 Maret 2019

Mobil Perpustakaan Keliling Parkir di TMMD Cinanas

Brebes, Satgas TMMD Kodim 0713/Brebes menggelar sasaran non fisik  dengan melakukan sosialisasi perpustakaan keliling bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Brebes dibalai Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung. Selasa (05/03/2019)

Istilah “perpustakaan” memang sudah tidak asing lagi bagi seorang pelajar, begitu juga bagi para pekerja kantor dan masyarakat, baik yang berpendidikan maupun yang tidak. Mengapa demikian? Alasannya adalah di Indonesia terdapat kesenjangan budaya dan intelektualitas disebabkan oleh peradaban yang belum merata di antara seluruh bangsa.

Dengan berkembangnya intelektual masyarakat dan kemajuan teknologi dari dasawarsa ke dasawarsa dan dari abad ke abad, menyebabkan perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat membaca buku, tapi lebih dari itu. Perpustakaan juga menjadi tempat penghimpunan bahan-bahan telaah lainnya, baik dalam bentuk media visual, maupun media audio dan media audio-visual.

Menurut Danstagas TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 Letkol Inf Faisal Amri, SE, fenomena tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan hadir tidak hanya sebagai sarana edukatif dan rekreatif, tetapi juga sebagai sarana informatif, kreatif dan inovatif, sejalan secara simbiosis dengan perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi.

"Sedang kita tahu bahwa salah satu cara untuk memperluas khazanah intelektual kita adalah dengan membaca buku terkait dengan fungsi perpustakaan, maka kita sebagai pemuda yang berpendidikan patut menyumbangkan ide/pikiran tentang solusi bagi masyarakat yang kurang bisa menjangkau media intelektual tersebut", tegas Dandim.

Sasaran TMMD ini memberikan sumbangsih yakni mengadakan sosialisasi perpustakaan keliling. "CERDASLAH WARGAKU MAJULAH BANGSAKU" kalimat itu disampaikan oleh salah satu pelajar Teguh Iman dari SMP Negeri 2 Bumiayu kelas IX saat menyambangi mobil perpustakaan yang berparkir di depan Balai Desa Cinanas, “ Saya dan teman-teman sangat senang bisa melihat dan membaca buku-buku, sebelumnya tidak ada Mobil Perpustakaan Keliling ke Desa ini “. Ucap Teguh . (Utsm0713)