Tampilkan postingan dengan label Bantarkawung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantarkawung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2024

Pastikan Air Bersih : Dandim Brebes Cek Sumur Resapan Untuk Warga Ciomas Bantarkawung Ciraja

 Brebes – Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si berikan apresiasi kepada Kopka Hudayana dengan gerak cepatnya sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ciomas, Koramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes langsung membuktikan kinerjanya dalam membantu kesulitan warga, dimana musim kemarau sangat kesulitan air bersih untuk dikonsumsi.


Yang dilakukan Kopka Hudayana, Babinsa Ciomas bergerak cepat dibantu dengan warga dalam membuat sumur resapan disungai untuk memenuhi kebutuhan di RW 02 yang memiliki 750 warga di Sungai Ciraja, Desa Ciomas, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah kini sudah mencapai 90 persen saat dicek oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Sapto Broto. Kamis (22/08/2024).






Dikatakan Kepala Desa Ciomas Poniran tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada KASAD yang telah memberikan bantuan pembuatan Sumur Resapan dan Pipanisasi untuk mendapatkan air bersih kapada warganya yang selama ini sangat membutuhkan.


“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kasad yang telah memberikan bantuan pembuatan sumur resapan dan pipanisasi kepada warga Ciomas sehingga warga kami mendapatkan air bersih yang selama ini diidam-idamkan”. tutur Poniran.


“Sekali lagi saya bersama warga Ciomas mengucapkan banyak-banyak terima kasih, dimana warga 750 lebih warga Ciomas bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari”. Imbuhnya.


Sementara Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Pembuatan sumur resapan ini sekitar menampung 7.000 liter dan disedot oleh pompa untuk dinaikkan ke atas sungai yang selanjutnya disambungkan instalasi pipanisasi Pamsimas Desa, sehingga ibu-ibu tidak lagi ambil dan antri turun disungai Ciraja, ini atas bantuan Kasad melalui Mas Bonek selaku Tim Pipanisasi TNI AD yang turun langsung kelapangan”. Paparnya.


“Air bersih di sumur resapan ini tidak akan habis bila diambil selama 24 jam, sehingga warga Ciomas tidak khawatir lagi akan kelangkaan air bersih”. tutur Dandim.


Program Air Bersih ini atas Inisiasi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. yang kita kenal dengan “TNI AD Manunggal Air”.  TNI-AD Manunggal Air sangat berkontribusi untuk Negeri, Selaras dengan semangat penyelenggaraan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Bali, yang mengambil tema “Air bagi kemakmuran bersama”, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD ) terus menggelorakan Program yang dikenal dengan nama TNI-AD Manunggal Air. Program Terobosan TNI-AD yang menitikberatkan pada upaya mengatasi kesulitan air bersih di seluruh wilayah Indonesia itu menjadi semakin relevan dan signifikan.


Dengan semboyan ‘TNI-AD bersama rakyat bersatu dengan alam untuk NKRI,’ program ini mencakup penyediaan air bersih melalui pemasangan hydraulic ram pump (hydram), sumur bor, dan penyaluran air gravitasi. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan alasan mengapa TNI-AD tetap fokus pada penyediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, karena terekam dalam benaknya pada saat TNI-AD berlatih di berbagai wilayah, masih banyak dijumpai daerah yang sangat sulit untuk mendapatkan akses air bersih.  (Pen0713).

Sabtu, 17 April 2021

Jembatan Antar Desa di Kecamatan Bantarkawung Brebes Terputus

 Brebes – Infrastruktur berupa jembatan penghubung antar desa (Banjarsari-Cibentang), Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus akibat diterjang derasnya arus Sungai Cidadali.







Dijelaskan Kapten Infanteri Nurhadi, Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, jembatan itu vital karena merupakan jalan poros kabupaten, terutama bagi warga Dusun Cibentang Atas, Desa Cibentang, dengan warga Dusun Pedukuhan, Desa Banjarsari. 


“Jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter itu, terputus pagi ini pada pukul 06.45 WIB,” terangnya, Kamis (15/4/2021).


Dijelaskannya lebih terperinci, sebelum jembatan yang membentang di atas Sungai Cidadali setinggi 5,3 meter itu putus, pada Rabu malam (14/4), mulai pukul 22.00 WIB sampai pagi ini pukul 03.00 WIB, wilayah Desa Banjarsari dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga arus Sungai Cidadali menjadi deras dan kemudian menggerus pondasi jembatan.


Tidak ada korban jiwa atas insiden itu, karena kebetulan tidak ada warga yang melintas saat kejadian.


Untuk sementara kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, harus memutar melalui desa tetangga, yakni Desa Telaga.


Tampak Babinsa setempat memastikan pemasangan tanda peringatan di tempat kejadian, agar tidak terjadi kecelakaan bagi para pengguna jalan.


“Besok pagi (16/4), bersama warga dan pihak terkait di kedua desa, kami akan melaksanakan pembuatan jembatan darurat dari bambu dan kayu, untuk membuka akses ekonomi warga,” tandasnya. (Aan)

Senin, 12 April 2021

Patut Ditiru, Lomba Kebersihan dan Pos Kamling Antar RT di Bantarkawung Brebes

 Brebes – Tiga pilar (Pemdes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar lomba kebersihan lingkungan dan pos kamling kreatif tingkat RT, dalam rangka pemberdayaan kebersihan lingkungan dan kondusifitas desa.






Disampaikan Muhamad Rifai, selaku Kades Bantarkawung, lomba tersebut diadakan untuk membangkitkan kepedulian, semangat gotong-royong, dan juga kebersamaan warganya.


“Lomba itu juga untuk meningkatkan kebersihan dan keamanan di Desa Bantarkawung, yang dimulai dari lingkup RT,” ujarnya, Selasa malam (6/4/2021).


Sementara diterangkan Kapolsek Bantarkawung, Iptu Hasari, untuk kriteria penilaian pos kamling yakni kebersihan, kerapian, dan keindahan tempat, kreatifitas, adanya rest area, kelengkapan administrasi, dan apakah pos kamling selalu ditempati setiap malamnya.


Kriteria selanjutnya adalah kelengkapan peralatannya yang berupa kentongan, tongkat-T, senter, lampu emergency, borgol/tali pengikat, kotak P3K, ban lengan Kamling, alat pemadam kebakaran, jam dinding, jas hujan, pengeras suara, serta alat komunikasinya.


“Lomba ini merupakan stimulan untuk meningkatkan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) untuk membantu menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Bantarkawung mulai dari lingkup RT,” bebernya.


Menurutnya, pos kamling merupakan potensi pengamanan swakarsa masyarakat yang berasaskan budaya gotong-royong. Pos kamling juga sebagai sarana menjalin keakraban antar warga.


“Kita tingkatkan kondusifitas keamanan mulai dari lingkup RT sehingga warga merasa nyaman dan aman dengan adanya ronda malam,” tandasnya.


Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi melalui Serma Marji, Babinsa setempat menambahkan, untuk kriteria penilaian lomba kebersihan meliputi kebersihan jalan, tali air, dan kebersihan lingkungan rumah tangga.


Turut menjadi tim penilai adalah Suranto, S.Sos dari Satpol PP Bantarkawung, dan Team Djarum Coklat yang juga ikut membantu hadiah. (Aan)

Kamis, 11 Maret 2021

Hari Kelima Pencarian Carsono, Penyelaman dan Sisir Sungai Pemali Masih Dilakukan

 


Brebes – Pencarian terhadap korban dugaan tenggelam di Sungai Pemali, Carsono (56), warga Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terus dilakukan Tim SAR dan BPBD Brebes, komunitas jala ikan Bantarkawung, bersama pihak lainnya dan dibantu segenap komponen masyarakat.









Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sasaran pencarian di hari kelima masih dalam radius kurang lebih 5 kilometer ke arah hilir dari lokasi dugaan korban hanyut saat menjala ikan pada Minggu petang, 7 Maret 2021 lalu.


“Selain menyusur sungai dan melakukan penyelaman, pencarian juga dilakukan dengan menyusuri bantaran sungai, yang dilakukan oleh Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar,” terangnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang dilakukan dengan perahu karet (LCR), dilakukan sampai dengan sekitar Bendungan Notog.


“Kami juga dibantu perahu karet dari Polres Brebes untuk menambah jumlah armada pencarian, termasuk dari Basarnas Cilacap,” ujarnya. 


Dirinya juga mengapresiasi bantuan dari relawan Bangbara Kecamatan Salem, anak-anak Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar. 


Untuk diketahui, sebelum dilaporkan hilang, Carsono pamit kepada keluarganya untuk menjala ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu. Beberapa tetangganya yang juga sedang memancing dan menjala ikan, melihat Carsono masih menjala ikan walaupun dalam kondisi hujan dan waktu menjelang magrib (17.30 WIB).


Pasca hujan reda, warga nelayan yang sebelumnya berteduh sudah tidak melihat lagi keberadaan Carsono di sungai, sehingga mereka pun segera memberitahukan kepada keluarganya dan perangkat desa setempat. (Aan)

Selasa, 09 Maret 2021

Jala Ikan di Kali Pemali Brebes, Warga Bantarwaru Diduga Hanyut

 


Brebes – Warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh salah satu warganya yang diduga hanyut di Kali Pemali.






Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa terlapor hilang bernama Carsono (56), warga Dukuh Karangsari  RT/RW. 1, Desa Bantarwaru.


“Pihak Polsek dan Koramil, pagi ini mendapatkan laporan kehilangan dari keluarga Pak Carsono, karena sejak Senin sore (8/3) pukul 16.00 WIB, Pak Carsono belum juga pulang ke rumah,” terangnya, Selasa (9/3/2021).


Dijelaskannya lanjut, saat pergi dari rumah, Carsono pamit akan mencari ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu.


“Kami berkoordinasi dengan Tim SAR Bumiayu dan masyarakat sekitar Kecamatan Bantarkawung, untuk membantu melakukan pencarian sampai dengan radius 5 kilometer dari Desa Bantarwaru,” tandasnya.


Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Brebes untuk pengerahan LCR (perahu karet) guna membantu pencarian di aliran sungai. Termasuk menghimbau kepada masyarakat, agar tidak memaksakan diri untuk mencari ikan guna menopang kebutuhan keluarga, terlebih waktunya menjelang petang dan ditambah situasi Kali Pemali yang merupakan sungai besar di Kabupaten Brebes, sering banjir di musim penghujan ini.


Sampai dengan berita ini diturunkan, Carsono belum ditemukan. (Aan)

Selasa, 02 Februari 2021

Di Kersana dan Bantarkawung Brebes, Edukasi Push Up Masih Diberlakukan Bagi Pelanggar Masker

  

Brebes – Gerakan edukasi kepada masyarakat agar patuh Protokol Kesehatan (Prokes) memakai masker, terus dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dari 17 kecamatan.








Seperti halnya yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung dan Kersana, selain himbauan, memberikan masker gratis, mereka juga melakukan penegakan Prokes bagi warga yang tidak memakainya saat tertangkap operasi yustisi. Rabu (3/2/2021). 


“Kita berikan sanksi edukasi bagi 30 warga yang tertangkap tidak membawa masker di lingkungan Pasar Kersana, yaitu mengucapkan Pancasila atau push up sebanyak 20 kali,” beber Danramil 06 Kersana, Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Turiman.


Dijelaskannya juga, upaya tersebut juga sebagai tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna pencegahan penularan pandemi covid-19 dan pendisiplinan Prokes, sesuai Perbup Brebes No. 64 tahun 2020.


Sementara di Kecamatan Bantarkawung, kegiatan serupa dilakukan di Jalan Raya Bantarkawung-Salem (di depan kantor kecamatan).


Amin Sholeh, S.l.P, Sekcam Bantarkawung, menyatakan apresiasi kepada Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bantarkawung, dimana tim ini terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bantarkawung, dan Puskesmas Buaran. (Aan)

Minggu, 13 Desember 2020

Di Bantarkawung Brebes, Dalam Sehari Tebing Longsor Terjadi di Dua Desa

 


Brebes – Bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah di musim penghujan 2020 ini, yaitu tepatnya di Dukuh Ciruyu RT. 02 RW. 03, Desa Waru.










Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa  tebing setinggi 5 meter longsor dan menimpa beberapa rumah di bawahnya.


“Tebing sepanjang 12 meter di atas rumah Pak Suyanto (60) longsor pada Sabtu malam (12/12), sekitar pukul 19.00 WIB,” terangnya, Minggu pagi (13/12/2020).


Lanjutnya, longsor dipicu curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan tanah tebing menjadi labil.


Tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut, namun kerugian material pemilik rumah ditaksir mencapai Rp. 60 juta.


Untuk BPBD Kabupaten Brebes dan para relawan segera mendatangi lokasi bencana alam untuk mendata dan memetakan semua titik yang berpotensi longsor susulan.


“Kita sedang berkoordinasi untuk melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan material longsoran, dan juga upaya pencegahan longsor susulan dengan membuat tanggul darurat,” tandasnya.


Sementara di lokasi terpisah, yakni di Dukuh Pawangunan RT. 02 RW. 07, Desa Banjarsari, longsor memutus akses jalan antar dusun/dukuh sepanjang 10 meter di tebing setinggi 4 meter, yang mengancam 4 pemukiman warga setempat, yaitu Tarsun, (40), Taminah (50), Sarkim (55), dan Kusno (45).

 

Longsor yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu, juga dipicu curah hujan dengan intensitas berlebih dalam waktu yang cukup lama.


Sedangkan upaya penanganan sementara di lokasi ini adalah pemasangan terpal di atas longsoran untuk mengurangi longsor susulan bila terjadi hujan lebat lagi, dan juga akan segera dilakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat, termasuk membersihkan material longsoran.


“Kami juga menghimbau kepada warga setempat yang tinggal di atas maupun di bawah tebing yang berpotensi longsor untuk mengungsi ketempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras dengan intensitas yang lama,” pungkas Nurhadi. (Aan)

Selasa, 08 Desember 2020

Ratusan Relawan Gabungan Evakuasi Material Longsor Tebing di Bantarkawung Brebes

 


Brebes – Para relawan gabungan di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan evakuasi material tanah longsor yang menutup badan jalan utama antar kedua desa tersebut. Selasa (8/12/2020).







Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, penyingkiran material longsor di Desa Banjarsari dilakukan dengan peralatan seadanya.


“Kami bersama anggota Polri, Perhutani, Satpol PP, dan Bagana, membantu seratus orang warga Desa Banjarsari dan Desa Cibentang, agar akses jalan dapat segera dilalui kendaraan bermotor.


Dijelaskannya lanjut, upaya bersama itu juga untuk membantu Pemda dalam mengatasi bencana alam di Kabupaten Brebes.


Sementara dikemukakan Kepala Desa Banjarsari, H. Armas S.Pd, kerja bakti yang dilangsungkan selama 2 jam yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, berhasil menormalkan kembali lalu-lintas masyarakat. (Aan)

Rabu, 06 Mei 2020

Masyarakat Bantarkawung Tolak Pemulangan PDP Covid-19 Yang Dikarantina Pemkab Brebes


Brebes – Muspika Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar rapat di Aula Puskesmas Bantarkawung, terkait rencana pemulangan 14 dari 19 orang peserta tabligh akbar ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, asal Kecamatan Bantarkawung, yang saat ini diisolasi di karantina Pemkab Brebes di Islamic Centre Brebes, Kecamatan Brebes, bersama 2 orang lagi warga dari Kecamatan Salem.



Bukan tanpa alasan warga menolak PDP (Pasien Dalam Pengawasan) untuk dikarantina di rumah masing-masing, ini karena adanya kepastian hasil tes swab dari Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, bahwa 16 orang PDP yang dikarantina dinyatakan positif terpapar covid 19.

Hal ini diumumkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH (Bupati Brebes), saat konferensi pers di Operation Room Setda Brebes, pagi ini. Rabu (6/4/2020).

Masyarakat Bantarkawung cemas karena mayoritas PDP adalah warga Bantarkawung, yaitu 19 orang, setelah keluar hasil tes swab dari laboratorium yang ditunjuk Kemenkes RI, yakni.

Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Nurhadi, bahwa mayoritas masyarakat Bantarkawung menolak keras pemulangan PDP.

“Masyarakat Desa Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Tambakserang, tidak mau untuk sementara waktu mereka dipulangkan sampai wabah corona berakhir,” ungkapnya.

Dikatakannya lanjut, untuk itulah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri SE, Kadinkes Brebes dr. Sarono, Muspika setempat, Kepala Puskesmas Bantarkawung dr. Ely Hikmawati bersama para dokter, bidan dan perawat.

Selain itu para Kades yang meliputi Kades Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Kades Tambakserang, juga hadir bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dari masing-masing desa, juga ikut menolak.

“Pihak Pemerintah Desa juga khawatir, karena dengan kepulangan mereka justru akan menimbulkan kepanikan warga,” tandasnya.

Sementara Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto, M.Si selaku Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Puskesmas Bantarkawung menyatakan, sebenarnya masyarakatnya tidak menolak, namun untuk sementara tetap di karantina di Islamic Centre Brebes, sampai wabah berakhir dengan beberapa pertimbangan, dimana salah satunya adalah saat menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing tidak ada jaminan mereka tidak keluar rumah.

Masyarakat menilai prosedur di karantina Pemkab Brebes akan sangat membantu pihak desa dimana warga tersebut berasal untuk melakukan upaya pencegahan terpapar dari keluarganya.

Dikutip dari Wawasan.co, Kadinkes Kabupaten Brebes, dr. Sartono mengatakan, rencana karantina mandiri di rumah merupakan usulan para PDP yang dikarantina itu sendiri karena mereka mengaku bosan menjalani isolasi di Islamic Center.

"Saya hanya memediasi. Mereka minta supaya dipulangkan dan isolasi mandiri di rumah. Dia berjanji sanggup untuk tidak keluar keluar, tidak ketemu siapa-siapa, termasuk anak istri. Kebetulan secara aturan, isolasi mandiri itu boleh, maka kami mediasi ke pihak desa soal rencana ini,” terangnya.

Sementara itu akhir atau hasil dari mediasi adalah, para PDP tetap dikarantina di Islamic Centre, sedangkan para Kepala Desa sepakat untuk menjenguknya secara bertahap guna mendukung mental pasien.

Untuk diketahui, mulai 5 Mei 2020, Pemkab Brebes memberlakukan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selama 28 hari kedepan. (Aan)

Selasa, 14 April 2020

Mas Aji Gandeng Danramil dan Camat Bantarkawung Cegah Penyebaran Covid-19


Brebes -  Siapa saja boleh memberikan hal apapun untuk menghentikan penyebaran virus Corona (Covid-19).



Seperti yang telah diberikan oleh Mas Aji Fajar Islami (40) salah satu warga Bantarkawung dimana kesehariannya melakukan usaha dibidang Stone Klaser atau pemecah batu dan usaha beton ini memberikan kiprah yang sangat luar biasa untuk warga di kecamatan Bantarkawung.

Putra dari almarhum H. Mahajir mantan anggota DPRD kabupaten Brebes dan Provinsi  Jawa Tengah ini merasa prihatin dengan pendemi coroma ini, makanya dia tergerak ingin membantu masyarakat dengan menyemprotkan disinfektan ke desa-desa yang berada di kecamatan Bantarkawung selama 3 hari yang mana menghabiskan cairan Disinfektan sekitar 10.000 liter. Dengan menggunakan kendaraan roda 6 diantaranya truk mixer dan mobil colt bak. Selasa (13/04/2020).

“Harapanya semoga pendemi ini bisa segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas kembali”, Papar Mas Aji.

Bahkan kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama dengan Forkompicam Bantarkawung dengan melibatkan seluruh komponen lainnya melakukan penyemprotan Disinfektan guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Ditambahkan juga oleh Mas Aji “Mari kita bantu pemerintan dalam melawan dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di daerah kita, kalua bukan kita siapa lagi dan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm)

Minggu, 12 April 2020

Camat Bantarkawung Pimpin Semprot Disinfektan Sepanjang 30 Kilometer


Brebes - Tidak mengenal lelah, begitu disematkan bagi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hingga kini terus berjibaku melakukan penyemprotan disinfektan maupun sosialisasi kepada masyarakat hingga sepanjang jalan provinsipun disemprot. Senin (13/04/2020). 






Bahkan meski di hari libur (Jumat Agung) pada Jumat (10/4/2020) sabtu hingga minggu kemarin, tim yang pimpin langsung oleh Camat Bantarkawung Drs. Eko Supriyanto, M.Si. dan Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infateri Nurhadi yang melibatkan Forkopimcam, Gugus Tugas Siaga Covid-19 Kecamatan, Tim Penggerak PKK serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 13 Dim 0713 Brebes, terlihat masih menjalankan tugas mereka, guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Drs. Eko Supriyanto, M.Si menyatakan “Kurang lebih 30 km ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten sudah di semprot disinfektan dengan menggunakan kendaraan roda empat”. Tutur Camat Bantarkawung.

“Target hari ini tuntas seluruh ruas jalan Provinsi dan jalan kabupaten dan 18 desa yang berada diwilayah kecamatan Bantarkawung” Tambah Drs. Eko Supriyanto, M.Si .

Dalam penyemrotan disinfektan tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm)