Tampilkan postingan dengan label Unsoed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unsoed. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2019

Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-56 Unsoed Purwokerto


Purwokerto, Banyumas - Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., hadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-56  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto,  Senin (23/9/2019) di Gedung Soemardjito Unsoed Purwokerto, Banyumas. 







Dalam sidang terbuka senatnya, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Suwarto.,  M.S., dalam laporan tahunanya menyampaikan Unsoed genap berusia 56 tahun. Pada usia yang ke-56 tahun, Unsoed tetap konsisten dalam mengobarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan menyalakan api inovasi IPTEKS bagi kemaslahatan masyarakat, membangun sumber daya manusia yang unggul, melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan kekhasan pada pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal.

Rektor menyampaikan, Unsoed telah menetapkan Rencana Induk Pengembangan tahun 2015-2034,  dengan visi pada tahun 2034 Unsoed  menjadi institusi yang “Diakui Dunia Sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan Dan Kearifan Lokal”. Tahun 2019, Unsoed memasuki milestone kedua dari rangkaian rencana strategis pencapaian visi yang dicanangkan yaitu Unsoed  Berkontribusi (2019-2022). Pada milestone kedua ini, Unsoed  harus tampil di depan dalam mengawal dan mengakselerasi pembangunan perdesaan,  yang meliputi aspek sumberdaya manusia, pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan pedesaan.

Pada tahun akademik 2019/2020 menjadi pilihan dan tujuan bagi 92.386 calon mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat dan akuntabel, Unsoed hanya menerima sebanyak 5.007 mahasiswa. Berdasarkan pemeringkatan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),  Unsoed masuk 10 besar PTN dengan keketatan tertinggi secara nasional dalam SBMPTN  tahun 2019 untuk kelompok SOSHUM maupun  SAINTEK .

"Sebagai universitas yang memiliki komitmen tinggi pada pembangunan perdesaan, Unsoed  memiliki mahasiswa yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Unsoed  juga menjadi tujuan bagi calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia antara lain Asia, Afrika dan Eropa", terangnya. 

Dikatakan, komitmen Unsoed  untuk berkontribusi bagi pelayanan pendidikan juga diwujudkan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Unsoed  memfasilitasi mahasiswa dari masyarakat kurang mampu sebanyak 24,3% melalui program Bidikmisi dan UKT level I dan II dari total mahasiswa baru. "Tidak hanya itu, keberpihakan Unsoed  dalam merawat NKRI juga terefleksikan dalam program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), dari wilayah Papua, wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), maupun untuk anak-anak  Tenaga Kerja Indonesia (TKI)”, ungkap Rektor.

Menurutnya, isu kewirausahaan menjadi tantangan Unsoed  dalam merumuskan program pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Keberadaan teaching industri  seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) dan Pengelolaan Ayam Broiler berbasis Closed House serta sedang dikembangkan Modern Rice Mill Plant.

"Pada penghujung tahun 2018 Unsoed telah terakreditasi “A”. Demikian pula dengan perolehan akreditasi program studi yang terus meningkat tiap tahunnya. Dari 81 program studi, 90,1% terakreditasi A dan B", jelasnya.  

Menjawab tantangan di era masyarakat digital, disampaikan Rektor, Unsoed  telah melakukan antisipasi, salah satunya melalui konsep dan implementasi cyber campus. Unsoed  sebagai center of excellent pada pembangunan predesaan, teknologi tepat guna dan inovasi teknologi akan terus ditingkatkan. sehingga sampai dengan tahun 2019 total HKI Unsoed  sejumlah 173 buah. Pada tahun 2022, ditargetkan 10 % HKI  Unsoed  dapat terhilirisasi melalui skema kerjasama dengan industri.

Selain itu Unsoed  terus berupaya untuk berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan melalui  berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti KKN, program desa binaan dan Program Pengabdian kepada Masyarakat. Ke depan direncanakan pembangunan Unsoed  Agro Edu Park yang diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran, pengembangan pertanian terpadu dan hillirisasi hasil-hasil penelitian unggulan Unsoed.

"Membangun visi Unsoed sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal yang diakui dunia pada tahun 2034 harus selalu diperkuat secara sistematis dan penuh kebersamaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan keberanian yang dirumuskan secara sistematis melalui 4 strategi; yakni, penguatan proses pembelajaran melalui layanan akademik berkualitas sejalan dengan revolusi industri 4.0. Memperkuat riset, inovasi dan kolaborasi. Memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penguatan center of excellence pembangunan perdesaan berkelanjutan, dan memperkuat kapasitas manajemen institusi”, urai Rektor.

Pada Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-56 Unsoed ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax.,  menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Desa sebagai Sumber Inspirasi Kemandirian Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Orasi dibacakan oleh Dr.Rukijo, SE.,MM (Sesditjen Perimbangan Keuangan).

Hadir perwakilan dari Kemenristekdikti, Perwakilan Gubernur Provinsi Jateng, DPRD Provinsi Jateng, Para Guru Besar dan Anggota Senat, Dewan Penyantun, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, Pimpinan Fakultas, Program Pascasarjana, Lembaga, Badan dan Satuan, Bupati se eks Karesidenan Banyumas atau yang mewakili, Ketua DPRD se Eks Karesidenan Banyumas atau yang mewakili, Pimpinan TNI/Polri, Pengadilan dan Kejaksaan di Wilayah Jawa Tengah, Para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, Para Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  dan Pimpinan PTS se-Jawa Tengah, Para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.(penrem071/pendim0713).

Jumat, 13 September 2019

Korem 071/Wk Dan Civitas Akademika Unsoed Ziarah Ke Makam Pangsar Jenderal Soedirman

Yogyakarta - Dalam rangka memperingati HUT Ke-74 TNI, HUT Ke-58 Korem 071/Wk dan Dies Natalis Ke-56 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Korem 071/Wk bersama  Civitas Akademika Unsoed  melaksanakan Ziarah ke makam Pangsar Jenderal Soedirman dan Silaturahmi ke keluarga Pangsar Jenderal Soedirman, Kamis (12/9/2018). 






Ziarah di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Semaki Yogyakarta dan Silaturahmi di Museum Dharma Wiratama Yogyakarta. 

Sebelum kegiatan silaturahmi ke keluarga Pangsar,  dilaksanakan Ziarah ke Makam Pangsar Jenderal Soedirman di TMP Kusumanegara Semaki Yogyakarta dipimpin Rektor Unsoed Prof. DR. Ir. Suwarto, M.S.

Sambutan hangat serta apresiasi yang tinggi menyertai silaturahmi Korem 071/Wk dan Civitas Akademika Unsoed  oleh perwakilan keluarga, putra bungsu Pangsar soedirman, Bpk.Ir.H.Mohammad Teguh Soedirman. 

Ir.Mohammad Teguh Soedirman menyampaikan selamat datang kepada segenap prajurit Korem 071/Wijayakusuma yang dipimpin oleh Kasiintelrem 071/Wk Letkol Inf Rudianto, S.Pd. mewakili Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han., dan Rektor Unsoed Prof. DR Ir Suwarto, M.S beserta civitas akademika dan mahasiswa Unsoed di Museum Dharma Wiratama Yogyakarta. 

Dengan harapan semoga dengan kedatangan ini dapat menambah wawasan kebangsaan dan ilmu pengetahuan khususnya sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dengan kedatangan ini pula dapatnya tertanam nilai-nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman bagi segenap prajurit Korem 071/Wk maupun  civitas akademika dan mahasiswa Unsoed. 

Karena dengan mengetahui sejarah perjuangan bangsa dan meneladani nilai-nilai luhur Pangsar Jenderal soedirman, generasi muda bangsa khususnya para mahasiswa Unsoed sebagai penerus perjuangan bangsa dan calon-calon pemimpin bangsa kedepannya dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, kreatif dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Lebih lanjut Pak Teguh menceritakan tentang keteguhan dan kegigihan Jenderal Soedirman dalam berjuang. Pak Dirman pada tanggal 18 Desember 1948, dalam kondisi sakit parah, baru dioperasi satu paru-parunya dihentikan/diistirahatkan agar bisa sembuh kembali. Namun mendengar kabar agresi Belanda yang melanggar perjanjian Renville, Jenderal Soedirman seperti memiliki kekuatan baru. Dengan tekad baja Jenderal Soedirman kemudian memimpin gerilya dan membuat RI tetap ada dan mengobarkan semangat pasukan RI di seluruh tanah air.

Rektor Unsoed, Prof.Dr.Ir Suwarto, MS dalam sambutannya menyampaikan, Universitas Jenderal Soedirman memiliki suatu tradisi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam memperingati dies natalisnya, yakni ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman dan anjangsana ke keluarga besar beliau.  Tradisi ini pertama-tama adalah wujud dari silaturahim dengan keluarga Panglima Besar Jenderal Soedirman yang namanya diabadikan sebagai almamater yang kita cintai dan banggakan ini.  “Tradisi ini juga merupakan  sebuah upaya sekaligus komitmen Unsoed untuk mentransformasikan nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada seluruh sivitas akademika dan warga universitas. Transformasi ini penting adanya sebagai pewarisan filosofis dan nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang insya Allah selalu dan senantiasa kontekstual dalam melandasi kita berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara”, ungkap Rektor.

Rektor berharap melalui momen ini, kiranya semakin terinspirasi sekaligus dapat meneladani semangat kejuangan beliau saat memimpin perang kemerdekaan di awal-awal berdirinya republik ini. “Nilai-nilai kejujuran, kepedulian dan semangat pantang menyerah yang dicontohkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman, hakikatnya akan semakin memantapkan dan menguatkan jati diri sivitas akademika dan warga Unsoed  untuk  selalu memberikan yang terbaik”, pungkas Rektor.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., yang diwakili Kasiintelrem 071/Wk dalam sambutannya  menyampaikan pengorbanan Panglima Besar Jenderal Soedirman sangatlah besar bagi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, walaupun beliau dalam keadaan sakit tapi tetap memimpin gerilya untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI. 

Karena itu,  selaku Danrem 071/Wk beserta segenap prajurit Korem 071/Wk dan civitas akademika Unsoed menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan perjuangan beliau.

“Dalam konteks ini, maka kewajiban kita untuk mengingatkan kepada generasi muda bangsa, bahwa apa yang kita nikmati sekarang adalah buah dari perjuangan para pendahulu kita,” katanya. 

“Para pahlawan telah mewariskan kepada kita bekal kemerdekaan dalam bentuk NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, tugas kita sebagai generasi muda bangsa adalah memelihara, menjaga dan mengisi kemerdekaan tersebut sepanjang waktu sesuai dengan cita-cita Proklamasi”, terangnya. 

“Mari kita jadikan momentum ziarah ini sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk terus berjuang menghadapi berbagai masalah kebangsaan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia,” ajaknya. 

Dikatakan pula, momentum ziarah ini guna mengedepankan sikap dan nilai-nilai kepahlawanan dalam menyikapi situasi dan kondisi saat ini. “Seperti berani karena benar, cinta tanah air, rela berkorban tanpa pamrih, percaya pada kekuatan sendiri, pantang menyerah dan senantiasa berdoa kepada Allah SWTdalam kondisi dan suasana apapun,” paparnya.(penrem/pendim0713)