Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2020

Hilangkan Kesan Angker, Warga Dan Babinsa Bumiayu Brebes Bersihkan TPU


Brebes – Patut dicontoh aksi dari puluhan masyarakat Desa Kalisumur, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kerja bakti membersihkan makam desa. Jumat (6/3/2020).





Disampaikan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, bahwa anggotanya membantu 80 masyarakat Kalisumur RT. 01 RW. 03 untuk membersihkan makam agar nyaman dikunjungi para peziarah kubur.

“Dalam Jumat bersih ini 7 orang anggota kami yang dipimpin Bati Tuud Koramil, membantu masyarakat Desa Kalisumur untuk memangkas ranting dan dahan pohon agar TPU (Tempat Pemakaman Umum) desa menjadi terang dan tidak terkesan angker,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain sasaran tersebut pekerjaan lainnya adalah membabat rumput dan membersihkan sampah di sekitar lingkungan makam.

Pendampingan yang dilakukan para Babinsa tersebut mendapatkan apresiasi positif dari perangkat desa setempat.

“Semoga dengan ikutnya kami dalam pembersihan makam ini dapat memberikan motivasi lebih kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan, karena makam pun adalah tempat bersemayam jasad keluarga dari warga itu sendiri,” (Aan)

Kamis, 03 Oktober 2019

Keluarga Besar TNI Brebes Tilik Pahlawan Di HUT TNI Ke-74


Brebes – Keluarga besar TNI di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipimpin Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, melaksanakan ziarah nasional dalam HUT TNI Ke-74 Tahun 2019, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama Brebes. Kamis (3/10/2019).




Rangkaian ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, selanjutnya hening cipta, peletakan karangan bunga dan diakhiri dengan tabur bunga diatas pusara makam pahlawan.

Dibenarkan Dandim bahwa, ziarah ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan memperingati HUT TNI Ke-74. “Tilik pahlawan ini merupakan wujud penghormatan kita sebagai generasi penerusnya, kemudian melanjutkan perjuangan mereka dalam mengawal kedaulatan NKRI,” ucapnya selepas acara.

Untuk kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan meliputi lomba musik jalanan dan tari perjuangan (11/8), lomba lukis tingkat pelajar (23/8), bersih-bersih Kali Sigeleng di Kecamatan/Kabupaten Brebes (18/9), bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Kalimah (65) warga Dukuh Purbanalan Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, pelayanan KB-Kes serentak di 17 kecamatan yang disinergikan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia (WCD) (26 dan 27/9), serta jalan santai berhadiah bagi para pelajar di Desa/Kecamatan Larangan Brebes (28/9).

Dikatakannya juga, selain mendoakan mereka di hari lahirnya TNI, ceremonial dilakukan sebagai bahan renungan bagi generasi saat ini dan selanjutnya.

”Kita berharap, bertambahnya umur TNI, seluruh prajuritnya semakin semangat dan profesional dalam kinerja mengemban tugas pokoknya sehingga menjadi kebanggan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Turut hadir Kepala Administrasi Veteran dan Cadangan (Kaminvetcad) Brebes Mayor Armed Subaedi M, Komandan Subdenpom IV/1-4 Brebes Kapten Cpm. Budi H, anggota Pos Angkatan Laut (Posal) Kluwut Kecamatan Bulakamba Brebes dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim Brebes Ny. Reva Faisal Amri. (Aan)

Rabu, 02 Oktober 2019

Jelang HUT ke 69 Kodam IV, Pangdam Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro


Makasar - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. beserta rombongan berziarah ke makam pahlawan nasional Pangeran Diponegoro‎ di Makasar, Sabtu (28/9/2019).






Didepan awak media usai melaksanakan ziarah, Mayjen TNI Mochamad Effendi menuturkan, bahwa ziarah ke makam Pangeran Diponegoro ini dalam rangka memperingati HUT ke 69 Kodam IV/Diponegoro.

Tujuannya dari ziarah adalah untuk mengenang jasa-jasa beliau dan agar kita semua dapat meneladani prinsip beliau  dalam berbangsa dan bernegara. Dan sesuai dengan namanya, prajurit Kodam IV/Diponegoro dapat berperilaku seperti beliau, ungkapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro itu menerangkan bahwa ziarah ini sebagai tradisi  dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kodam IV/Diponegoro, yang kebetulan bersamaan dengan HUT TNI tanggal 5 Oktober nanti.

Sebelumnya juga sudah dilakukan beberapa kegiatan diantaranya karya bhakti, donor darah, bedah rumah, pengobatan gratis dan puncaknya nanti akan dilaksanakan upacara, imbuhnya.

Disoal tentang histori Kodam IV/Diponegoro dengan Pangeran Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi mengungkapkan kalau Pangeran Diponegoro itu merupakan salah satu putra Keraton Yogyakarta yang tidak mengenal menyerah dan tidak mau dijajah. Beliau punya prinsip bahwa akan selalu menjaga harga diri bangsa sehingga beliau rela diasingkan ke Makasar hingga akhir hayatnya. 

Selain berziaran ke makam Pangeran Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro beserta rombongan juga menyempatkan diri bertemu dan memberikan santunan kepada ahli waris Pangeran Dipnegoro yang hingga kini menetap di Makasar. 

Turut serta dalam ziarah rombongan, Kasdam, Irdam, para Danrem, Asisten dan Kabalak Kodam IV/Diponegoro serta Ketua, Wakil Ketua dan Pengurus Persit KCK Kodam IV/Diponegoro. (Pendam/penrem/pendim0713)

Jumat, 13 September 2019

Korem 071/Wk Dan Civitas Akademika Unsoed Ziarah Ke Makam Pangsar Jenderal Soedirman

Yogyakarta - Dalam rangka memperingati HUT Ke-74 TNI, HUT Ke-58 Korem 071/Wk dan Dies Natalis Ke-56 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Korem 071/Wk bersama  Civitas Akademika Unsoed  melaksanakan Ziarah ke makam Pangsar Jenderal Soedirman dan Silaturahmi ke keluarga Pangsar Jenderal Soedirman, Kamis (12/9/2018). 






Ziarah di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Semaki Yogyakarta dan Silaturahmi di Museum Dharma Wiratama Yogyakarta. 

Sebelum kegiatan silaturahmi ke keluarga Pangsar,  dilaksanakan Ziarah ke Makam Pangsar Jenderal Soedirman di TMP Kusumanegara Semaki Yogyakarta dipimpin Rektor Unsoed Prof. DR. Ir. Suwarto, M.S.

Sambutan hangat serta apresiasi yang tinggi menyertai silaturahmi Korem 071/Wk dan Civitas Akademika Unsoed  oleh perwakilan keluarga, putra bungsu Pangsar soedirman, Bpk.Ir.H.Mohammad Teguh Soedirman. 

Ir.Mohammad Teguh Soedirman menyampaikan selamat datang kepada segenap prajurit Korem 071/Wijayakusuma yang dipimpin oleh Kasiintelrem 071/Wk Letkol Inf Rudianto, S.Pd. mewakili Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han., dan Rektor Unsoed Prof. DR Ir Suwarto, M.S beserta civitas akademika dan mahasiswa Unsoed di Museum Dharma Wiratama Yogyakarta. 

Dengan harapan semoga dengan kedatangan ini dapat menambah wawasan kebangsaan dan ilmu pengetahuan khususnya sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dengan kedatangan ini pula dapatnya tertanam nilai-nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman bagi segenap prajurit Korem 071/Wk maupun  civitas akademika dan mahasiswa Unsoed. 

Karena dengan mengetahui sejarah perjuangan bangsa dan meneladani nilai-nilai luhur Pangsar Jenderal soedirman, generasi muda bangsa khususnya para mahasiswa Unsoed sebagai penerus perjuangan bangsa dan calon-calon pemimpin bangsa kedepannya dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, kreatif dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Lebih lanjut Pak Teguh menceritakan tentang keteguhan dan kegigihan Jenderal Soedirman dalam berjuang. Pak Dirman pada tanggal 18 Desember 1948, dalam kondisi sakit parah, baru dioperasi satu paru-parunya dihentikan/diistirahatkan agar bisa sembuh kembali. Namun mendengar kabar agresi Belanda yang melanggar perjanjian Renville, Jenderal Soedirman seperti memiliki kekuatan baru. Dengan tekad baja Jenderal Soedirman kemudian memimpin gerilya dan membuat RI tetap ada dan mengobarkan semangat pasukan RI di seluruh tanah air.

Rektor Unsoed, Prof.Dr.Ir Suwarto, MS dalam sambutannya menyampaikan, Universitas Jenderal Soedirman memiliki suatu tradisi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam memperingati dies natalisnya, yakni ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman dan anjangsana ke keluarga besar beliau.  Tradisi ini pertama-tama adalah wujud dari silaturahim dengan keluarga Panglima Besar Jenderal Soedirman yang namanya diabadikan sebagai almamater yang kita cintai dan banggakan ini.  “Tradisi ini juga merupakan  sebuah upaya sekaligus komitmen Unsoed untuk mentransformasikan nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada seluruh sivitas akademika dan warga universitas. Transformasi ini penting adanya sebagai pewarisan filosofis dan nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang insya Allah selalu dan senantiasa kontekstual dalam melandasi kita berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara”, ungkap Rektor.

Rektor berharap melalui momen ini, kiranya semakin terinspirasi sekaligus dapat meneladani semangat kejuangan beliau saat memimpin perang kemerdekaan di awal-awal berdirinya republik ini. “Nilai-nilai kejujuran, kepedulian dan semangat pantang menyerah yang dicontohkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman, hakikatnya akan semakin memantapkan dan menguatkan jati diri sivitas akademika dan warga Unsoed  untuk  selalu memberikan yang terbaik”, pungkas Rektor.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., yang diwakili Kasiintelrem 071/Wk dalam sambutannya  menyampaikan pengorbanan Panglima Besar Jenderal Soedirman sangatlah besar bagi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, walaupun beliau dalam keadaan sakit tapi tetap memimpin gerilya untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI. 

Karena itu,  selaku Danrem 071/Wk beserta segenap prajurit Korem 071/Wk dan civitas akademika Unsoed menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan perjuangan beliau.

“Dalam konteks ini, maka kewajiban kita untuk mengingatkan kepada generasi muda bangsa, bahwa apa yang kita nikmati sekarang adalah buah dari perjuangan para pendahulu kita,” katanya. 

“Para pahlawan telah mewariskan kepada kita bekal kemerdekaan dalam bentuk NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, tugas kita sebagai generasi muda bangsa adalah memelihara, menjaga dan mengisi kemerdekaan tersebut sepanjang waktu sesuai dengan cita-cita Proklamasi”, terangnya. 

“Mari kita jadikan momentum ziarah ini sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk terus berjuang menghadapi berbagai masalah kebangsaan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia,” ajaknya. 

Dikatakan pula, momentum ziarah ini guna mengedepankan sikap dan nilai-nilai kepahlawanan dalam menyikapi situasi dan kondisi saat ini. “Seperti berani karena benar, cinta tanah air, rela berkorban tanpa pamrih, percaya pada kekuatan sendiri, pantang menyerah dan senantiasa berdoa kepada Allah SWTdalam kondisi dan suasana apapun,” paparnya.(penrem/pendim0713)

Selasa, 27 Agustus 2019

Badan Jalan Menuju Pemakaman Salem Brebes Di Bangun

Brebes – Puluhan warga masyarakat Desa Gununglarang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, gugur gunung membuat badan jalan menuju pemakaman desa setempat. Selasa (27/8/2019).




Tampak Kepala Desa, Daop Edi Sutrisno, bersama Babinsa setempat dari Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Serka Wasim, memimpin 20 orang penduduk membuat jalan dengan volume panjang 275 meter dan lebar 1,5 meter, dengan menggunakan sumber anggaran Dana Desa TA. 2019.

Dijelaskan Babinsa, bahwa pendampingan karya bakti yang dilakukannya adalah sebagai motivasi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini dimulai pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019. Hari ini melanjutkan kembali pekerjaan kemarin,” ucapnya.

Sementara dibenarkan Daop Edi Sutrisno, bahwa masyarakatnya sangat membutuhkan akses menuju tempat pemakaman dusun, yang sebelumnya melewati sela-sela perkebunan penduduk.

Untuk badan jalan yang dibuat, sebelumnya sudah melalui musyawarah Desa, warga yang memiliki lahan dan tanaman terdampak yang ditebang, dengan ikhlas dan menyambut baik demi kepentingan bersama. Pasalnya, walaupun pemilik kebun mengalami pengurangan 1,5 meter lahannya, namun kedepan dengan akses tersebut akan meningkatkan harga ekonomis tanah di kanan kiri jalan.

Ditambahkannya, jalan yang sedang dibangun itu, makadam Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 535,5 meter dengan lebar 2,5 meter, ditambah jalan yang akan di makadam sepanjang 1,5 kilometer dalam pengajuan TMMD 2019.

Ini akan menjadi akses utama penduduk Dusun/Desa Cimanggu sejumlah 29 KK yang akan direlokasi pemerintah kecamatan setempat pasca bencana alam nasional tanah longsor di Desa Pasir Panjang yang menelan 18 jiwa penduduk Kecamatan Salem, pada 22 Februari 2018 lalu, dan tanah bergerak di titik Gununglarang yang mengancam penduduk tersebut.

“Saat ini ada 5 KK yang telah mendiami Dusun Cimanggu. Jika akses sudah jadi maka 29 KK lainnya yang saat ini menumpang di sanak saudara akan menyusul,” terangnya. (Aan)

Rabu, 21 Agustus 2019

Pembangunan Makam Keramat di Kota Bawang Brebes, Syekh Junaedi

Brebes – Salah satu destinasi wisata religi yang dimiliki Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi yang terletak di Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes, yang juga terkenal dengan obyek wisata Pantai Randusanga Indah dan kuliner lautnya.



Masyarakat setempat mempercayai bahwa tempat ini adalah makam tokoh penyebar agama islam di wilayah pesisir Brebes, namun ada juga yang meyakini hanya petilasannya saja. Makam yang dikeramatkan ini terletak di tengah-tengah areal tambak milik warga, untuk mengakses ke kompleks makam, peziarah harus melewati pematang tambak penduduk.

Ini menunjukkan bahwa proses syiar agama islam dari Arab ke Pulau Jawa banyak dimulai dari wilayah pesisir, termasuk di pesisir Laut Jawa ini. Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, tempat ini ramai didatangi ratusan peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa kliwon.

“Keberadaan makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi adalah dengan orbitasi 9 kilometer dari pusat kota, para peziarah adalah lokal maupun luar kota seperti dari kabupaten Tegal, Pemalang dan Cirebon. Kebanyakan di malam Jumat kliwon,” ucapnya selepas meletakkan batu pertama pembangunan kompleks makam secara simbolis bersama Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Drs. Didin Setiadi. Selasa sore (20/8/2019).

Dibenarkan Kades setempat, H. Swi Agung, keberadaan wisata religi ini secara tidak langsung telah membantu masyarakat dari segi perekonomian jika dikelola dengan baik oleh Pokdarwis, serta lebih luasnya adalah mendongkrak sektor pariwisata budaya di Brebes.

Sementara dari keterangan Juru Kunci Makam, Syakhur Romli (83), dari jumlah ratusan peziarah, banyak juga yang menginap di desa, aula serta mushola di kompleks makam yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sosok dari Baghdad, Saudi Arabia ini diperkirakan hidup pada masa Walisanga, dan tahun ini merupakan Haul-nya yang ke-275. Sepengetahuan Syakhur, tokoh ini tidak mempunyai keturunan dan silsilah. Masyarakat dulunya mengetahui keberadaan makam saat mereka penasaran dengan burung-burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam yang dulunya rawa-rawa. Setelah dilakukan pencarian penyebabnya, mereka mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam, kemudian terus dirawat sampai sekarang.

Untuk diketahui, asal usul nama Desa Randusanga sendiri berasal dari kata randu/randa yang artinya bekas, serta sanga yang merujuk kepada Walisanga. Konon Syekh Junaedi datang pasca desa ini ditinggalkan Walisanga untuk syiar ke Kota Cirebon, dengan petilasan berupa tempat bekas musyawarah wali tersebut. (Aan)

Jumat, 21 Juni 2019

Penghormatan Muspika Bantarkawung Brebes Kepada Pahlawan di Pemakaman Pejuang Kusuma Bantolo

Brebes – Karya bakti mengisi Hari Bhayangkara Polri Ke-73 Tahun 2019, jajaran Muspika Bantarkawung Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan membersihkan areal Pemakaman Pejuang Kusuma Bantolo, Desa/Kecamatan Bantarkawung. Kamis (20/6/2019).


Pj. Kapolsek, Iptu Ashari mengatakan, bahwa pihaknya dibantu anggota TNI Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes serta dari anggota Satpol PP Kecamatan.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Nurhadi bahwa, kegiatan sosial tersebut selain sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasa para pejuang kemerdekaan di Bantarkawung, juga upaya dalam mempertebal sinergitas TNI-Polri dan Aparatur Pemerintahan wilayah.

“Kita isi HUT Polri tahun ini dengan tilik (mengunjungi – red) di Taman Pemakaman Kusuma Bantolo, mendoakan serta membersihkan lingkungannya,” ungkap Nurhadi.

Ditambahkannya, ini salah satu bukti para petugas Kamtibmas yang solid dan patut dicontoh. Pasalnya, bangsa yang besar selalu menghargai para pahlawan atau pendahulunya. (Aan Brebes).

Jumat, 12 April 2019

Bangun Budaya Gotong Royong, TNI Bersihkan Jalan Makam Umum


Brebes, Guna mewujudkan Kemanunggalan TNI dan rakyat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Salem, Serda Suparno melaksanakan karya bakti yang dapat mempererat tali persaudaraan dalam pembersihan jalan makam umum bersama anggota Satpol PP dan masyarakat di Dukuh Tegal Jati Desa Banjaran Kecamatan Salem Brebes.
 
Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim), 0713/Brebes, Letkol Inf Faisal Amri, SE dalam rilis tertulisnya, Jum’at (12/4/19).

Dijelaskan oleh Dandim, sebagai satuan kewilayahan yang selalu berhubungan dengan masyarakat. Karya bakti yang dilakukan bersama Satpol PP dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya ini, selain untuk mendukung program pembangunan infrastruktur juga ditujukan untuk membangun budaya hidup bergotong-royong.

“Dengan adanya karya bakti terlihat dapat meningkatkan rasa peduli dan simpati, serta saling tolong-menolong terhadap sesama dikalangan masyarakat,” jelas Dandim.

“Selain itu kegiatan ini juga dapat menjalin hubungan tali asih dan komunikasi sosial dengan masyarakat di Desa binaan, sehingga sasaran tugas pokok Binter bisa tercapai sesuai harapan,” imbuhnya.

Pj. Kepala Desa Banjaran Dastono mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah ikut membantu meringankan masyarakat khususnya warga Dukuh Tegal Jati Desa Banjaran dalam pembersihan dan pembuatan jalan menuju makam umum.

“Diharapkan dengan adanya karya bakti serta gotong royong pembuatan jalan di Dukuh Tegal Jati ini, warga nantinya agar mau merawat jalan tersebut sebaik mungkin dan dapat mempererat tali persaudaraan antar warga masyarakat Dukuh Tegal Jati,” ucapnya. (Utsm)

Sabtu, 09 Februari 2019

Makam di Salem Brebes Longsor

Brebes – Bencana alam longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, kali tanah amblas terjadi di areal pemakaman Dusun Babakan Desa/Kecamatan Salem yang dipicu hujan deras semalam berselang. Wajar, geografis perbukitan dengan ketinggian bervariasi antara 100-1.200 mdpl, musibah jenis ini bisa terjadi. Minggu (10/2/2019).


Kronologis kejadian diterangkan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri “Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Salem tadi malam. Panjang longsoran kurang lebih 15 meter, lebar 5 meter dan dengan ketinggian tebing 20 meter. Longsor juga mengancam persawahan yang ada dibawahnya.

“Pihak kami bersama perangkat desa melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga almarhum (makam yang longsor) untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihak Koramil juga menghimbau kepada warga masyarakat agar memperhatikan faktor keamanan, dengan menjauh dari atas tebing longsor. Ini guna mencegah korban jiwa.

Sebagai gambaran, landscape Kecamatan ini seperti mangkok bakso. di kiri-kanan adalah daerah perbukitan sedangkan di tengah-tengahnya adalah wilayah pemukiman penduduk. Berhawa sejuk dengan kelembaban antara 16-22 °C sehingga memiliki panorama yang indah dan objek wisata yang melimpah untuk dikembangkan. Salem dapat diakses via darat melalui tiga jalur utama melalui jalan yang terjal dan sempit, yaitu dari Kecamatan Bumiayu (timur) sekitar 40 km, dari Majenang Jawa Barat (selatan) sekitar 20 km maupun dari Banjarharjo melalui Desa Sindangheula dengan mendaki Gunung Lio (utara) sejauh 30 km.

Seiring dengan potensi bencana, dipandang dari sudut militer daerah ini merupakan pertahanan yang efektif, sementara dari sisi lainnya merupakan daerah pertanian yang sangat subur (padi, kelapa, sayur, buah-buahan, palawija, kayu pinus, mahoni dan albasia, bambu serta getah pinus), sehingga Salem merupakan daerah strategis secara politis. (Aan).