Tampilkan postingan dengan label Purwokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purwokerto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2020

Buka Tutup Lalu-lintas di Jalan Brebes-Purwokerto, Kendaraan Besar Sementara Dilarang Melintas

  

Brebes – Kondisi terkini Jembatan Poncol, penghubung antara Kabupaten Brebes-Purwokerto, Jawa Tengah, di jalur tengah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum diperbolehkan dilalui kendaraan berat pasca dilakukan perbaikan. Sabtu siang (28/11/2020).





Dikemukakan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa jembatan di atas Kali Pemali, yang berada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Songgom dengan Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes itu sempat berlubang pada pukul 04.30 WIB, sehingga mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas dari kedua arah.


“Dinas terkait yaitu Bina Marga Provinsi Jateng sudah selesai melakukan perbaikan atau penutupan lubang jembatan yang berdiameter hampir dua meter itu,” bebernya.


Disampaikannya lanjut, demi keamanan dan proses pengeringan cor beton yang baru ditambal, di atas cor dipasang plat baja, dan para petugas menyaring kendaraan besar untuk putar arah dan melintasi jalan lainnya, yaitu melalui wilayah Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal untuk menuju ke Purwokerto.


Ditambahkannya, untuk keamanan pengendara kendaraan bermotor dan pengeringan beton baru, sistem buka tutup kini diberlakukan.


Sementara pihak terkait memperkirakan bahwa lubang diakibatkan oleh kendaraan yang sebelumnya melintas dengan beban berlebih. (Aan)

Sabtu, 09 November 2019

Danrem 071/Wijayakusuma, Gowes Bareng Komunitas SeLiP "Xplore Purwokerto 2019"


Purwokerto – Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., pada Sabtu (9/11/2019) Gowes bareng Komunitas SeLiP (Sepeda Lipat Purwokerto).





Event gowes nasional khusus sepeda lipat dengan nama Gowes ‘Xplore Purwokerto 2019", mengusung tema gowes jelajah alam, tempat wisata, kuliner dan kesenian  Start dan finish di Pendapa Sipanji Purwokerto, Banyumas, juga diikuti Ketua TPKK Propinsi Jawa Tengah Ny. Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, Ketua TPKK Banyumas Ny. Ahmad Husein, para Pimpinan BUMN, BUMD Banyumas, Komunitas SeLiP Purwokerto serta warga masyarakat. 

Penyelenggaraan Explore Purwokerto 2019, merupakan klimaks dari para pegiat sepeda lipat (Selip) yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Lipat (SELIP) Purwokerto, guna memperkenalkan kota Purwokerto dan potensi alam yang ada di Kabupaten Banyumas dengan mengajak komunitas Seli di kota-kota lain di seluruh Indonesia untuk mencoba gowes bersama di wilayah Kabupaten Banyumas, sekaligus sebagai ajang silaturrahmi para penggemar Selip di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Gowes ‘Xplore Purwokerto 2019, Adioz mengatakan peserta terdaftar mencapai 1000 an pesepeda lipat dari berbagai kota di tanah air. Mereka akan menempuh jarak kurang lebih 50 km dalam perjalanan mereka dimanjakan dengan jalur gowes di sekitar kota Purwokerto dengan pemandangan alam yang asri, diiringi dengan kesenian daerah dan akan mencicipi kuliner khas.

“SeLiP berkomitmen untuk menjadikan acara Explore Purwokerto 2019 penuh kenangan dan memuaskan hasrat para maniak Selip dengan tantangan jalur-jalur gowes yang atraktif dan menantang adrenalin serta penyelenggaraan yang apik, yang akan membuat peserta selalu kangen gowes di Purwokerto,” katanya.

Start Gowes "Xplore Purwokerto" dari Pendopo Sipanji Purwokerto kearah barat melalui underpas Soedirman hingga Perempatan Pasar Kliwon Karanglewas ke utara sampai Kedungbanteng. Challenge yang  dihadapi peserta adalah setelah gowes melewati Desa Keniten menuju Windujaya, dengan rute yang mulai menanjak namun disuguhi panorama kanan kiri sawah terasering dan sungai yang sangat sejuk dan asri.

Mulai challenge ini bagi peserta yang tidak kuat gowes menanjak wajib menuntun dan tidak boleh dipaksakan tetap gowes. Bagi yang lelah hingga tidak kuat menuntun, beristirahat-lah dan berselfie ria sambil menunggu untuk di evakuasi menggunakan mobil/motor yang telah disediakan.

Setelah Pitstop 1 – Lapangan Windujaya, peserta akan menghadapi challenge ‘Tanjakan Peninis’ dengan jarak +- 1 Km, panitia menyiapkan reward berupa uang tunai untuk beberapa peserta yang beruntung & berhasil melewatinya challenge ini. Namun bagi yang tidak kuat gowes menanjak dan tidak kuat untuk menuntun, bisa menunggu di Pitstop 1 untuk loading menggunakan mobil/motor.

Pitstop 2 – Curug Bayan menuju Pitstop 3, jalur gowes relatif menanjak ringan. Setelah Pitstop 3 – Telaga Sunyi, jalur gowes relatid datar dan lebih banyak turunan, pastikan peserta telah melakukan pengecekan kondisi pengereman sepeda lipatnya.

Peserta juga melewati jalur unik di daerah Limpakuwus sekitar 400 Meter dari Telaga Sunyi yang dikenal sebagai “Medan Magnet” (Kondisi jalan yang menurun namun sepeda bisa tertarik ke atas (mundur), Medan Magnet ini berjarak kurang lebih 100 Meter.

Sementara itu, Kolonel Dani pada kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini sangat positif guna mengembangkan potensi yang ada di Purwokerto khususnya dan Banyumas pada umumnya sebagai wahana memperkenalkan khususnya bidang pariwisata di tanah air. Selain itu, untuk memperkenalkan potensi wilayah juga sebagai sarana mengolahragakan sepeda kepada masyarakat agar masyarakat dapat hidup sehat dengan bersepeda, kegiatan ini juga sebagai wahana untuk meningkatkan sinergitas komponen dan elemen masyarakat guna memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan diwilayah.(penrem071/pendim0713)

Senin, 23 September 2019

Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-56 Unsoed Purwokerto


Purwokerto, Banyumas - Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., hadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-56  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto,  Senin (23/9/2019) di Gedung Soemardjito Unsoed Purwokerto, Banyumas. 







Dalam sidang terbuka senatnya, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Suwarto.,  M.S., dalam laporan tahunanya menyampaikan Unsoed genap berusia 56 tahun. Pada usia yang ke-56 tahun, Unsoed tetap konsisten dalam mengobarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan menyalakan api inovasi IPTEKS bagi kemaslahatan masyarakat, membangun sumber daya manusia yang unggul, melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan kekhasan pada pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal.

Rektor menyampaikan, Unsoed telah menetapkan Rencana Induk Pengembangan tahun 2015-2034,  dengan visi pada tahun 2034 Unsoed  menjadi institusi yang “Diakui Dunia Sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan Dan Kearifan Lokal”. Tahun 2019, Unsoed memasuki milestone kedua dari rangkaian rencana strategis pencapaian visi yang dicanangkan yaitu Unsoed  Berkontribusi (2019-2022). Pada milestone kedua ini, Unsoed  harus tampil di depan dalam mengawal dan mengakselerasi pembangunan perdesaan,  yang meliputi aspek sumberdaya manusia, pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan pedesaan.

Pada tahun akademik 2019/2020 menjadi pilihan dan tujuan bagi 92.386 calon mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat dan akuntabel, Unsoed hanya menerima sebanyak 5.007 mahasiswa. Berdasarkan pemeringkatan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),  Unsoed masuk 10 besar PTN dengan keketatan tertinggi secara nasional dalam SBMPTN  tahun 2019 untuk kelompok SOSHUM maupun  SAINTEK .

"Sebagai universitas yang memiliki komitmen tinggi pada pembangunan perdesaan, Unsoed  memiliki mahasiswa yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Unsoed  juga menjadi tujuan bagi calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia antara lain Asia, Afrika dan Eropa", terangnya. 

Dikatakan, komitmen Unsoed  untuk berkontribusi bagi pelayanan pendidikan juga diwujudkan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Unsoed  memfasilitasi mahasiswa dari masyarakat kurang mampu sebanyak 24,3% melalui program Bidikmisi dan UKT level I dan II dari total mahasiswa baru. "Tidak hanya itu, keberpihakan Unsoed  dalam merawat NKRI juga terefleksikan dalam program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), dari wilayah Papua, wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), maupun untuk anak-anak  Tenaga Kerja Indonesia (TKI)”, ungkap Rektor.

Menurutnya, isu kewirausahaan menjadi tantangan Unsoed  dalam merumuskan program pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Keberadaan teaching industri  seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) dan Pengelolaan Ayam Broiler berbasis Closed House serta sedang dikembangkan Modern Rice Mill Plant.

"Pada penghujung tahun 2018 Unsoed telah terakreditasi “A”. Demikian pula dengan perolehan akreditasi program studi yang terus meningkat tiap tahunnya. Dari 81 program studi, 90,1% terakreditasi A dan B", jelasnya.  

Menjawab tantangan di era masyarakat digital, disampaikan Rektor, Unsoed  telah melakukan antisipasi, salah satunya melalui konsep dan implementasi cyber campus. Unsoed  sebagai center of excellent pada pembangunan predesaan, teknologi tepat guna dan inovasi teknologi akan terus ditingkatkan. sehingga sampai dengan tahun 2019 total HKI Unsoed  sejumlah 173 buah. Pada tahun 2022, ditargetkan 10 % HKI  Unsoed  dapat terhilirisasi melalui skema kerjasama dengan industri.

Selain itu Unsoed  terus berupaya untuk berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan melalui  berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti KKN, program desa binaan dan Program Pengabdian kepada Masyarakat. Ke depan direncanakan pembangunan Unsoed  Agro Edu Park yang diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran, pengembangan pertanian terpadu dan hillirisasi hasil-hasil penelitian unggulan Unsoed.

"Membangun visi Unsoed sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal yang diakui dunia pada tahun 2034 harus selalu diperkuat secara sistematis dan penuh kebersamaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan keberanian yang dirumuskan secara sistematis melalui 4 strategi; yakni, penguatan proses pembelajaran melalui layanan akademik berkualitas sejalan dengan revolusi industri 4.0. Memperkuat riset, inovasi dan kolaborasi. Memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penguatan center of excellence pembangunan perdesaan berkelanjutan, dan memperkuat kapasitas manajemen institusi”, urai Rektor.

Pada Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-56 Unsoed ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax.,  menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Desa sebagai Sumber Inspirasi Kemandirian Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Orasi dibacakan oleh Dr.Rukijo, SE.,MM (Sesditjen Perimbangan Keuangan).

Hadir perwakilan dari Kemenristekdikti, Perwakilan Gubernur Provinsi Jateng, DPRD Provinsi Jateng, Para Guru Besar dan Anggota Senat, Dewan Penyantun, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, Pimpinan Fakultas, Program Pascasarjana, Lembaga, Badan dan Satuan, Bupati se eks Karesidenan Banyumas atau yang mewakili, Ketua DPRD se Eks Karesidenan Banyumas atau yang mewakili, Pimpinan TNI/Polri, Pengadilan dan Kejaksaan di Wilayah Jawa Tengah, Para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, Para Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  dan Pimpinan PTS se-Jawa Tengah, Para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.(penrem071/pendim0713).

Kamis, 22 Agustus 2019

Wanita Asal Purwokerto Tewas di Perlintasan KA Paguyangan Brebes

Brebes – Kecelakaan akibat terserempet Kereta Api (KA) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di perlintasan KA kilometer 326+01, Dukuh Keser, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Kamis siang (22/8/2019).




Dibenarkan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono, bahwa korban bernama Anik Budi Pri Utami (59) warga Jalan Kerta Wibawa RT. 02 RW. 01 Desa Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

“Korban langsung tewas akibat terserempet dan kemudian terseret kurang lebih 25 meter oleh Kereta Api Fajar Utama jurusan Pasar Senen-Yogyakarta dengan nomor lokomotif CC 2018307 di kilometer 326+01, dengan masinis Widi Priono dan Asistennya Septiawan,” ucapnya.

Akibat insiden ini, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan perut, pergelangan tangan kanan dan kaki putus. Warga masyarakat bersama anggota Polsek Paguyangan selanjutnya mengevakuasi jenazah ke RSUD Bumiayu untuk diotopsi.

“Kami berusaha menginformasikan kepada keluarga korban melalui piket Koramil 25 Purwokerto Selatan Kodim Banyumas,” tandasnya.

Sementara dari keterangan saksi yang melihat langsung detik-detik di TKP, Fauzan Bin Saum (46) warga setempat RT. 10 RW. 05 dan Muhtarom Bin Santakib (70) RT. 05 RW. 01, bahwa korban sedang melintas di perlintasan kereta api, namun tiba-tiba ada KA Fajar Utama dari arah utara ke Selatan.

“Kami sempat berteriak kepada korban bahwa ada kereta api dari arah utara, namun dia tidak mendengar,” ucap Fauzan.

Dari kejadian ini, Danramil menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat sedang bepergian, jangan memaksakan jika sedang kurang sehat atau ada masalah yang mengganggu pikiran. Terlebih saat melintasi rel kereta api, pasalnya lokomotif bukan mobil yang dapat direm mendadak dan berhenti dalam jarak dekat. (Aan)

Senin, 19 Agustus 2019

Purwokerto - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, ratusan tenaga medis Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, menggelar pawai atau karnaval aneka kostum budaya khas daerah diseluruh wilayah Indonesia dan menampilkan kreativitas dari setiap bagian yang ada di Rumkit dan juga Persit, Minggu (18/8/2019).








Kegiatan yang digelar secara terbuka bertemakan "Ke-Bhinneka-an" ini, mendapat perhatian masyarakat sekitar, terutama di sepanjang jalur karnaval budaya  yang dilalui menyusuri jalanan sepanjang 5 Km melalui jalan Adyaksa, jalan Ksatrian, Kombes Bambang Suprapto, jalan Overste Isdiman dan kembali ke Mako Rumkit Wijayakusuma.

Dandenkesyah 04.04.01 Purwokerto, Letkol Ckm Drg. Teguh Tri Widodo menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini guna untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 Tahun 2019. "Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-74, dengan mengambil tema Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju yang 
diikuti seluruh personel baik Denkesyah maupun Rumkit Wijayakusuma dan juga Persitnya", terangnya. 

Sementara itu, Karumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Letkol Ckm dr. Markus Wibowo, Sp.OT, MARS, menyampaikan, pawai budaya dan kreativitas ini meliputi banyak ragam budaya daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan Rumkit Wijayakusuma dan lebih tematik dengan mengangkat nilai budaya daerah diseluruh wilayah Indonesia dengan konsep Ke-Bhinneka-an. Disamping itu, juga ditampilkan kreativitas masing-masing peserta sesuai bagian tugas personel bertugas di Rumkit.

Meskipun siang itu kondisi panas terik, karnaval aneka seni budaya khas daerah yang disajikan  tersebut berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan penampilan demi penampilan para peserta yang unjuk ketrampilan dan kemampuan dalam menampilkan setiap jenis seni budaya yang dipilih ataupun menjadi bidang masing-masing. 

"Karnaval budaya dengan tema terfokus Ke-Bhinneka-an seperti ini bagus untuk pengembangan serta penguatan nilai kearifan budaya bangsa, terutama dalam merangsang pertumbuhan budaya kepada para generasi muda bangsa, agar budaya bangsa sendiri tidak luntur, hilang dan bahkan punah karena kontaminasi budaya asing," sambungnya.  

Karumkit menambahkan, ada 6 kelompok seni budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Beberapa seni budaya yang tampil menonjol antara lain seni memakai pakaian khas daerah, serta berbagai kostum baik ditingkat pelajar dan mahasiswa serta kostum pewayangan yang dihias dengan berbagai macam dekorasi sesuai tema keinginan peserta.

"Semua dikemas untuk menampilkan karakter budaya daerah dan kreatifitas seperti ini diharapkan bisa menjadi etalase budaya yang ditampilkan secara terbuka dan digelar setiap tahunnya ke depan," jelasnya.  

Disamping itu, lanjut Karumkit. Kegiatan yang dilaksanakan ini selain untuk mempererat dan memperkokoh soliditas dan kebersamaan satuan, juga sebagai wahana memperkenalkan kepada khalayak umum masyarakat Purwokerto bahwa kami selalu siap melayani dengan tulus dan ikhlas menolong sesama.(Penrem071/Pendim0713)

Senin, 29 Juli 2019

Ratusan Ibu-ibu Gabungan Istri Prajurit TNI dan Polri, Disosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI)


Banyumas - Ratusan ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D terdiri dari anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Jalasenastri Lanal Cilacap dan PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, dan anggota Bhayangkari dari SPN Purwokerto Polda Jawa Tengah dan Bhayangkari Polres Banyumas, ikuti Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI), Senin (29/7/2019) di Aula Reconfu Polres Banyumas, Purwokerto, Banyumas. 











Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI) ini, digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKBI) Ke-67 Tahun 2019 Polres Banyumas dengan mengambil tema "Kenali Bahaya Kanker Payudara Sejak Dini, dengan menghadirkan narasumber Ny. Linda Amalia Sari Agum Gumelar (Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia) dan Dr. Hardina Sabrida, Mars dari RS Kanker Dharmais Jakarta. Selain dihadiri para anggota dan pengurus ketiga organisasi kewanitaan dari tiga matra TNI yang tergabung dalam Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto dan Bhayangkari SPN Purwokerto serta Polres Banyumas, tampak pula Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D yang juga selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Ny. Anita Dani Wardhana, Ny. Menik Salamun, Ketua Jalasenastri Lanal Cilacap, Ketua PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Dim 0701/Banyumas, Ketua Bhayangkari SPN Purwokerto dan Polres Banyumas, serta para anggota Polwan Polres Banyumas. 

Ny. Linda Amalia Sari Agum Gumelar dalam penyampaiannya mengawali sosialisasinya menyampaikan merasa terharu dengan kegiatan tersebut. "Inilah yang menjadi mimpi saya untuk dapat mewujudkan sinergitas TNI-Polri. Saya bangga, karena ibu-ibu Persit dan Bhayangkari bisa duduk bersama dalam forum ini. TNI-Polri merupakan pilar penjaga NKRI dan ibu-ibu mempunyai peranan didalamnya untuk mendampingi suami selama berdinas", ungkapnya. 

Menurutnya, kanker payudara merupakan hal yang sangat berbahaya. "Saya pernah didiagnosis terkena kanker payudara, dengan diperiksakan dan menjalani pengobatan dokter, Alhamdulillah, saya bisa sembuh", terangnya. 

Ia katakan bahwa, visi YKPI pada tahun 2030 Indonesia bebas kanker payudara. Oleh karenanya kita harus melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak berakibat fatal pada diri kita. Ia juga menghimbau kepada hadirin bila ada yang terdiagnosa kanker payudara agar segera memeriksakan diri ke dokter, dan untuk memberikan dukungan semangat sembuh kepada penderita. 

Sementara itu, Dr. Hardina Sabrida, Mars menyampaikan kanker merupakan penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara merupakan penyebab terbesar kematian setiap tahunnya. Saat ini, kanker payudara menjadi jenis kanker yang sangat menakutkan bagi perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. 

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya.
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan upaya untuk mendeteksi dini kanker payudara yang sering dianjurkan untuk setiap wanita. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

SADARI mudah dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menimbulkan kerusakan jaringan dan dapat mendeteksi tumor sekecil apapun. Permasalahan yang ada ialah masih kurangnya kesadaran wanita khususnya ibu-ibu rumah tangga berusia produktif untuk melakukan SADARI. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mengenai pencegahan tersebut.

"Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan sikap wanita terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga usia produktif untuk melakukan SADARI, maka YKPI melakukan penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan langkah-langkah pencegahan", ungkapnya. 

Adapun langkah-langkah SADARI yaitu berdiri tegak di depan cermin mengangkat kedua tangan dan perhatikan apakah ada kemerahan atau bengkak di payudara, kemudian letakkan kedua tangan di pinggang dan perhatikan kembali payudara apabila ada yang tidak normal. Setelah itu payudara ditekan dengan menggunakan 3 jari tengah yang dirapatkan dan mulai gerakan dari atas ke bawah, melingkar searah jarum jam, kemudian rasakan apakah ada benjolan. Setelah itu, payudara ditekan kembali ke arah puting dan dilihat apakah ada cairan yang keluar.

Setelah posisi berdiri, selanjutnya posisi berbaring mendatar dengan meletakkan bantal/handuk di bawah bahu, tangan kanan diletakkan di belakang kepala kemudian payudara sebelah kanan ditekan menggunakan tangan kiri dengan gerakan yang sama seperti sebelumnya. Apabila terasa benjolan di payudara, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk, luka di bagian payudara yang tidak sembuh, terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara, atau keluar cairan dari puting saat melakukan SADARI, maka disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Pencegahan utama kanker payudara dimulai dari diri sendiri. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan beraktivitas fisik teratur setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran, mengurangi makanan berlemak dan goreng-gorengan, tidak mengonsumsi alkohol, memberikan ASI bagi ibu yang menyusui dan dapat mengganti kontrasepsi oral dengan non hormonal setelah 2 tahun. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati", jelasnya.

Rabu, 24 April 2019

Macet Puluhan Kilometer di Jalan Provinsi Brebes-Banyumas, Sistem Buka Tutup Diberlakukan

Brebes – Situasi lalu-lintas di jalur penghubung antara Kabupaten Brebes-Banyumas (jalur selatan ke jalur Pantura), tepatnya antara Kecamatan Ajibarang-Bumiayu, padat merayap puluhan kilometer.



Dibenarkan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, antrian terjadi mulai terjadi pukul 03.00 sampai dengan siang ini 12.00 WIB, mulai dari wilayah Kranggan/Pekuncen Banyumas memasuki wilayah Kabupaten Brebes di Paguyangan. Rabu (24/4/2019).

“Kami juga menerjunkan anggota Koramil guna membantu petugas jalan dalam mengurai kemacetan akibat pengecoran ruas jalan provinsi di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan, dengan memberlakukan rekayasa sistem buka-tutup kendaraan yang melintas di depan Koramil,” ucapnya.

Ditambahkannya, sebab lain kemacetan terjadi karena para sopir bus dan truk antar kota dalam provinsi tidak mengetahui jika ada pengecoran.

"Persiapan pengecoran jalan dimulai pada 19 April 2019 lalu guna mempersiapkan mudik lebaran 2019 nanti. Kami akan mengembalikan para pengendara yang ngeblong dan tidak tertib mengantri saat melintas di depan Koramil ke jalur semula," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya (pagi hari), kemacetan panjang sekitar 20 kilometer terjadi dan kendaraan tidak bergerak antara pukul 03.00-08.00 WIB. Selepas pukul 08.00 WIB, kendaraan hanya bisa melaju sejauh kurang lebih 300 meter lalu berhenti sampai 30 menit. (Aan Pendim Brebes).

Kamis, 28 Februari 2019

Juru Bayar Kodim Ikuti Computer Based Test


Brebes, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah menggelar ujian Sertifikasi Bendahara dengan mekanisme IBT dan CBT Kodim jajaran Korem 071/Wijayakusuma Tahap I Tahun 2019 UPS di KPPN Purwokerto yang dilaksanakan pada hari ini di aula KPPN Purwokerto, Kamis (28/02/2019).



Menurut (Bendahara) Juru Bayar Kodim 0713/Brebes Serma Saeful Anwar, ujian tersebut diikuti oleh Juyar Kodim Jajaran Korem 071/Wijayakusuma dengan mengikuti ujian sertifikasi berbasis Test Computer atau Computer Based Test (CBT).

“Juru Bayar harus mengikuti ujian sertifikasi computer based test yang terintegrasi dengan penyegaran atau refreshment,” kata Juyar.

Serma Saeful mengungkapkan ujian sertifikasi itu sangat dibutuhkan bagi para bendahara pada Satker untuk mendapatkan sertifikat bendahara dengan persyaratan Aparatus Sipil Negara (ASN), Tentara Negara Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat.

Golongan paling rendah II/b atau sederajat, telah memiliki sertifikat diklat bendahara yang diterbitkan oleh lembaga diklat selain BPPK, Kementerian Keuangan, telah memilihki sertifikat profesi bendahara yang masih berlaku namun tidak dapat diakui dan diterbitkan sertifikat bendahara dengan nomor register.

“Dan tidak memiliki sertifikat diklat bendahara atau sertifikat profesi bendahara yang masih berlaku dan ujian sertifikat bendahara itu dilaksanakan berbasis pada CBT yang terhubung dengan internet atau secara online sehingga peserta dapat dengan langsung memperoleh hasil akhirnya, mudah-mudahan ujian ini bisa bermanfaat untuk satuan Kodim 0713/Brebes,” ungkapnya. (Utsm0713).