Rabu, 25 September 2019

8 Pejabat Administrator dan Pengawas Brebes Dilantik


Brebes - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengingatkan, pelantikan jabatan menjadi hal yang biasa dalam sebuah perjalanan karir PNS. Untuk itu, apa yang sudah baik supaya dipertahankan dan tingkatkan serta apa yang buruk rubahlah dan jadikan menjadi yang lebih baik dan lebih baik.








Hal tersebut disampaikan Bupati saat  pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat administrator dan pejabat Pengawas di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, Rabu (25/9).

Menurut Idza, pelantikan pejabat merupakan bentuk penyegaran di jajaran unit kerja.  Yang tujuanya, agar ada peningkatan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk itu, Bupati berharap setelah dilantik harus memiliki semangat baru untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.

Bupati berpesan, setelah dilantik segera menjalankan tugas barunya sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada Masyarakat.

“Setelah ini harus segera menjalankan tugas barunya, jangan mengulur waktu, supaya masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tandas Idza. 

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH melantik dan mengambil Sumpah delapan Pejabat yakni Kabid Penunjang RSUD Brebes Imam Budi Santoso SST MH dilantik dalam jabatan baru sebagai Kabid Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bertukar tempat dengan Khambali SKM MKes.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Brebes Slamet Arjono SH dilantik menjadi Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes.

Sekretaris BPPKAD Dra Triwulan Purnamaningsih dilantik menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Brebes. Sekcam Kersana Asip Fauzan SH SIP dilantik menjadi Camat Kersana. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dilantik menjadi Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Perawat Penyelia Dinas Kesehatan Johan Asanni SKM dilantik menjadi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Brebes.

Dan Kasubag Pemerintahan Umum bagian Tata Pemerintahan Setda Brebes Rade Andriana Younansah S.STP M.Si dilantik sebagai Lurah Brebes.

Bertindak sebagai saksi, Asisten I Setda Brebes Athoillah SE MSi dan Asisten III setda Brebes Drs Kustoro MM.

Tampak hadir Kepala BKPSDMD Kabupaten Brebes Sutrisno SH MH dan para Kepala SKPD serta undangan lainya. (Yaser Arafat/Wasdiun/Utsm0713)

Impian Kalimah, Janda Tak Mampu Dari Bumiayu Brebes Terwujud Jelang HUT TNI

Brebes – Pekerjaan rekonstruksi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Kalimah (65), janda asal Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rampung 100 persen.






Bakti sosial lanjutan yang dilakukan Kodim 0713 Brebes melalui Koramil 08 Bumiayu bersama masyarakat setempat, berhasil menyelesaikan finishing rumah yang berukuran 8 x 5 meter, dengan pekerjaan meliputi pengacian dinding, pengecatan (dinding, kusen pintu dan jendela), pemasangan lantai keramik 40 x 40 centimeter, serta pemasangan plafon dari kalsiboard.

“Akhirnya pekerjaan yang dimulai tanggal 18 September, mulai dari pembongkaran rumah yang ambruk, telah selesai hari ini,” ucap Bati Tuud Koramil Bumiayu, Serma Bambang. Rabu (25/9/2019).

Dijelaskannya juga, bedah rumah tersebut dalam rangka bakti TNI menyambut HUT TNI ke-74, 5 Oktober 2019 dan HUT Kodam IV Diponegoro ke-69.

“Dinding rumah sudah dicat dua warna sesuai dengan keinginan Bu Kalimah. Bagi rekan-rekan masyarakat atau pihak lainnya yang ingin membantu perabotan rumah, silahkan bisa datang langsung ke Dukuh Purbanalan, RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, tempat Bu Kalimah,” ajaknya.

Mewakili Kalimah, anak ketiganya yaitu Leni (50), yang juga merupakan istri Suwarno (55), kepala tukang masyarakat, mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh pihak yang telah membantu membangun rumah ibunya, pasca ambruk (18/6) karena lapuk.

Untuk diketahui, Kalimah tinggal seorang diri dan hanya bergantung hidup kepada anak dan menantunya tersebut. Pembangunan sebelumnya, menggunakan bantuan swadaya masyarakat, dana RTLH desa, bantuan Muspika, Puskesmas Bumiayu serta swasta perorangan.

Sementara Kepala Desa, Sukarto, S.Pd (63), menyatakan bahwa pihaknya telah mencantumkan nama Kalimah ke dalam BDT (Basis Data Terpadu) desa untuk mendapatkan PKH. (Aan)

Krisis Air Bersih, Kagama Droping Air Bersih Ke Pulosari Pemalang


Pemalang – Krisis air bersih pada bulan kemarau ini, juga melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kecamatan Pulosari, Belik, Bodeh dan Bantarbolang, merupakan daerah yang mengalami krisis cukup parah.




Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Kabupaten Pemalang, merespon salah satu wilayah yaitu Kecamatan Pulosari, untuk menyalurkan bantuan ribuan liter air bersih ke Desa Cikendung, Batur Sari dan Pagentaran.

Ketua Kagama Pemalang, Moch. Arief Setiawan mengatakan bahwa respon Kagama ini dihimpun dari anggota Kagama baik yang berdomisili di Pemalang maupun luar daerah.

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendasar berupa air," kata Arief di lokasi bakti sosial, Desa Cikendung, Pulosari.

Mendapatkan bantuan, warga masyarakat menyerbunya dengan membawa jerigen, ember dan galon air untuk menampungnya. Salah satu warga setempat yang turut mengantri air, Sri (60) menyatakan sangat berterima kasih atas kepedulian dari Kagama.

Sementara itu, Kepala Desa Cikendung, Slamet, juga mengapresiasi kepedulian Kagama dalam membantu warganya. (RedG/Aan)

Senin, 23 September 2019

Perpustakaan Desa Luwungragi Brebes Konsepnya Ramah Lingkungan


Brebes – Cita-cita sebagian warga masyarakat Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang sadar akan literasi generasi mudanya, akhirnya terwujud lewat salah satu pemudinya, Nur Eka Wahyuni (22), wiraswasta, dengan mendirikan perpustakaan.



Taman atau tempat baca yang dinamakan Lumbung Baca Luwungragi, digagas oleh Nur Eka yang berlokasi di RT. 02 RW. 07, pada 1 Agustus 2019 lalu, sedangkan launching pada 25 Agustus 2019. Taman baca ini dikelola juga oleh pemuda desa dan sudah disahkan melalui SK oleh Kepala Desa setempat, Saryo (53).

Saat dimintai keterangan, Nur Eka menyebutkan bahwa buku yang ada di perpustakaan adalah sejumlah 1.192 buku, yang dikumpulkannya serta bantuan dari para warga setempat, sekolahan-sekolahan maupun swasta perorangan. 

“Buku yang ada sekitar 1.192 buku, tapi bacaan untuk anak-anak masih sangat kurang. Setiap buku yang disumbangkan disini tercatat,” ucapnya.

Selain memerlukan buku-buku anak, pihaknya membutuhkan rak buku, komputer dan ATK, bunga untuk penghijauan taman dan tempat hidroponik sebagai edukasi lingkungan serta memancing anak untuk datang membaca.

Dirinya sudah menggagas tentang kompetisi mendongeng bagi anak, dengan maksud mendorong atau menumbuhkan rasa cinta mereka secara perlahan untuk membaca. Mereka akan lebih penasaran dengan buku-buku yang disediakan bahkan mengajak teman-teman lainnya.

“Untuk pembukuan buku, kami masih menulisnya secara manual di buku jurnal, sehingga kami sangat memerlukan komputer,” harapnya.

Sementara dibenarkan Babinsa setempat dari Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Sertu Dulkarim, bahwa konsep menumbuhkan minat baca yang ramah lingkungan ini, adalah hal yang sangat positif dan harus didukung bersama. Pasalnya, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Menurunnya minat baca usia dini juga sangat dipengaruhi oleh faktor kemajuan teknologi dari gadget atau android.

“Selain untuk mencerdaskan anak dan masyarakat, juga melatih manajemen pengelolaan perpustakaan bagi anggotanya,” ucapnya.

Dengan publikasi melalui media ini, diharapkan hadirnya bantuan bagi Lumbung Baca Luwungragi dalam memacu literasi Desa Luwungragi khususnya dalam menumbuhkan kebiasaan dan kecintaan akan membaca serta mempromosikan keaksaraan. (Aan)

Rematch Liga 3 Jawa Tengah, Persab Brebes Vs Persip Pekalongan Tanpa Penonton


Brebes – Pertandingan lanjutan Liga 3 Jawa Tengah antara Persab Brebes vs Persip Pekalongan di babak delapan besar grup 6, yang pernah dihentikan pada menit ke-32 pada Minggu sore, 15 September 2019 lalu, dilanjutkan kembali di kandang Persab, Stadion Karangbirahi Brebes.   




Kali ini laga rematch tersebut digelar tanpa penonton, sebagai hukuman atas kerusuhan antar suporter. Dalam kejadian tersebut, terjadi perusakan fasilitas stadion oleh supporter Persip, pelemparan kaca bangunan GOR Sasana Krida Adhikarsa Brebes, beberapa perkantoran di sepanjang Jalan Veteran Brebes, termasuk sekolahan yaitu SMP Negeri 2 Brebes.

Beberapa kendaraan baik motor maupun mobil juga tak luput dari amukan massa laskar kalong/persip yang digiring petugas keamanan yang terdiri dari polri, TNI dan Satpol PP, menuju Jalan Veteran untuk selanjutnya kembali ke Pekalongan. Sementara bus pemain Persip, juga mengalami pecah kaca yang diduga dilakukan suporter tuan rumah, Laskar Jaka Poleng.

Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin mengatakan, “Saat laga dihentikan sebelumnya, Persab Brebes sedang memimpin 1-0. Laga lanjutan ini akhirnya dimenangkan tuan rumah dengan kedudukan akhir 2-0,” ucapnya di lapangan. Minggu (22/9/2019).

Ketua Persab Brebes Heri Fitriansyah, ST.MT, mengapresiasi semangat dan kesantunan suporter tuan rumah, yang tetap memberikan dukungan kepada tim kesayangannya dari pintu utama stadion yang dijaga ketat oleh pasukan pengamanan yang terdiri dari Polres, Kodim dan Satpol PP.

Sekedar diketahui, pemicu keributan beberapa waktu yang lalu terjadi dikarenakan salah satu oknum suporter Persip merusak baliho milik suporter Persab akibat kekecewaan karena timnya tertinggal, sehingga terjadi saling ejek dan akhirnya gesekan antar kedua suporter disertai saling lempar batu. (Aan)

Orang Brebes Di 17 Kecamatan, Lakukan Aksi Pungut Dan Bersihkan Sampah


Brebes – Ribuan orang di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes, melakukan aksi pungut sampah dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh hari ini. Sabtu (21/9/2019).







Tua-muda bahkan anak-anak, pelajar, bersama TNI-Polri serta segenap unsur, Ormas maupun masyarakat, bekerja bakti membersihkan sampah di lingkungan jalan, desa serta saluran irigasi.

Dikutip dari Tribunnews.Com, bahwa gagasan HPSN muncul dari desakan sejumlah pihak untuk mengenang tragedi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat (21/2/05) lalu, yang menewaskan orang lebih dari 157 jiwa, akibat tumpukan sampah di TPA tersebut memicu ledakan gas metana saat curah hujan tinggi. Dua perkampungan warga yaitu Cilimus dan Pojok, hilang dari peta akibat tertimbun longsoran sampah.

Saat ini, sampah khususnya plastik telah menjadi polemik masyarakat global. Kantong plastik menyumbang hampir 50 % sampah plastik. Menyikapi hal inilah, aksi bersih-bersih massal di Brebes dilakukan.

Selain itu, di Halaman Kantor KUA Brebes juga dilakukan deklarasi Peraturan Bupati (Perbup) No. 57 tahun 2019, tentang pengurangan sampah plastik di Kota Bawang. Bupati, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, memimpin jalannya apel yang diikuti jajaran Forkopimda, para Kepala SKPD, Muspika Brebes, aktivis lingkungan serta pelaku usaha dari Indomaret, Alfamart dan Sarimulya.

Bupati mengajak, untuk ikut menyelamatkan bumi dengan tidak membuang sampah khususnya plastik sembarangan karena sangat sulit terurai.

“Hari Peduli Sampah Nasional dan World Cleanup Day, tidak terkait dengan politik atau kepentingan pribadi maupun golongan, tetapi langkah mulia penyelamatan bumi secara global,” ucapnya.

Idza mengajak untuk bersama-sama berkomitmen menjaga bumi dengan melaksanakan tiga hal, yaitu membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan.

Sementara jangka panjang dari Perbup ini adalah untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap kelestarian lingkungan melalui diet plastik. Kedepan dengan niat dan ketulusan, diharapkan Brebes dan Indonesia umumnya, tidak ditemui sampah plastik di sembarangan tempat. (Aan)

Tiga Pekerjaan Lanjutan Rekonstruksi Rumah Ambruk Milik Kalimah, Bumiayu Brebes


Brebes – Progres rumah Kalimah (65), janda asal Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dimulai Kamis pagi (19/9) oleh TNI bersama masyarakat setempat, adalah pemasangan plafon dan lantai keramik. Sabtu (21/9/2019).




Kegiatan sosial rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang digelar Kodim 0713 Brebes melalui Koramil 08 Bumiayu ini, dalam rangka bakti TNI dalam menyambut hari jadinya yang Ke-74 tahun 2019.

Danramil, Kapten Infanteri Ngadino, melakukan pemantauan pekerjaan anggotanya bersama tukang masyarakat, Suwarno (55), yang merupakan menantu Kalimah. Diterangkannya, pekerjaan yang telah selesai dikerjakan sebelumnya adalah pengacian dinding.

“Pekerjaan lanjutan adalah pengecatan dinding, pemasangan plafon dan lantai keramik untuk teras, ruang tamu dan kamar tidur,” ucapnya.

Sementara pihak desa, Sukarto, S.Pd (63), sudah memasukkan nama yang bersangkutan dalam BDT (Basis Data Terpadu) desa untuk mendapatkan bantuan PKH.

“Saya selaku kepala desa dan mewakili Mbah Kalimah, mengucapkan banyak terima kasih atas program TNI ini,” ungkapnya mengapresiasi.

Untuk sekedar diketahui, Kalimah tinggal seorang diri dan hanya bergantung kepada anak dan menantunya Suwarno, yang tinggal di depan rumahnya, untuk mencukupi kebutuhan harian. Pembongkaran dinding dan atap rumah yang ambruk karena rapuh, telah dilakukan pada pertengahan Juni lalu (19/6). Rekonstruksi pertama menggunakan bantuan swadaya masyarakat, dana RTLH desa, Muspika, Puskesmas Bumiayu serta swasta perorangan. (Aan)