Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2021

Puting Beliung Rusak Atap Rumah Warga di Sirampog Brebes

 


Brebes – Angin puting beliung menyebabkan pohon roboh sehingga menimpa beberapa rumah di Dusun Karang Salam RT/RW. 03, Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis dini hari (14/1/2021).





Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Sugiharto, bahwa puting beliung diawali dengan hujan dengan intensitas sedang-tinggi yang mengguyur wilayah Desa Mendala dan sekitarnya mulai pukul 21.00 WIB (13/1).


“Dua atap bangunan rumah warga setempat tertimpa pohon yang roboh pada pukul 04.00 WIB, sehingga mengalami kerusakan,“ terangnya.


Tidak ada korban jiwa atas bencana alam itu, namun kerugian bagi keluarga Nuri (46) dan Parid (52), mencapai belasan juta rupiah.


Ditambahkannya, saat ini warga dibantu BPBD dan TNI, melakukan gotong royong untuk menyingkirkan batang pohon tumbang dan memperbaiki kerusakan atap.


“Bersama BPBD Sirampog, kami menghimbau kepada masyarakat agar memotong cabang-cabang pohon besar di sekitar pemukiman, sehingga tidak menimbulkan potensi roboh saat tertiup angin besar dan kencang, karena akarnya tidak kuat menahan pohon yang rimbun,” pungkasnya. (Aan)

Sabtu, 16 Mei 2020

Membanggakan, 7 Pasien Sembuh Covid-19 Kabupaten Brebes Dipulangkan ke Rumah


Brebes – Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan pelepasan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah menjalani 3 tes swab PCR dengan hasil negatif.






Tampak Forkopimda Kabupaten Brebes melepas kepulangan 7 orang PDP yang sebelumnya dikarantina di Islamic Centre Brebes, sejak akhir Maret 2020 lalu. Sabtu (16/5/2020).

Selain Forkopimda Brebes, pejabat lainnya yang hadir yakni Sekda Ir. Djoko Gunawan, MT, Kepala Dinas Kesehatan dr. Sartono, MM, Kasatpol PP Brebes Drs. Supriyadi, M.Si, serta Muspika Brebes.

Disampaikan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bahwa dari ketujuh pasien virus corona, 5 orang merupakan warga Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Paguyangan, dan satu lagi dari Kecamatan Bumiayu. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Brebes telah mampu menyembuhkan pasien corona.

Ketujuh PDP atau OTG (Orang Tanpa Gejala) yang sudah dinyatakan negatif dari  hasil tes swab PCR ketiga Labkesda Kemenkes RI, di Salatiga, hari ini dikembalikan ke rumah masing-masing untuk bertemu dengan keluarganya.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes atau Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas prestasi sembuhnya 7 dari 24 pasien yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar virus corona.

“Saya ucapkan terima kasih khususnya kepada para dokter, tenaga medis, TNI-Polri, BPBD, dan pihak lainnya yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, dimana telah bekerja tanpa mengenal lelah menangani pandemi covid-19 di wilayah Brebes,” ungkap Idza.

Idza juga mengucapkan terima kasih atas semangat untuk sembuh dari seluruh pasien karantina, mereka telah mematuhi seluruh protokoler kesehatan dari pihak medis sehingga 7 orang sembuh. Pihaknya juga yakin, sisa pasien juga akan sembuh.

”Walaupun sudah sehat, protokoler kesehatan tetap terus dijaga, yaitu jaga kebersihan, selalu cuci tangan dan menjaga jarak, serta wajib pakai masker. Itu semua untuk untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Brebes,” pesannya.

Ia juga berharap kepada masyarakat bahwa secara prosedur penanganan covid-19, ke-7 orang sudah dinyatakan sembuh secara medis sehingga masyarakat harus memahami betul-betul dan menerima kembali dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sementara YK (36), warga Kecamatan Bantarkawung, salah satu dari 6 pasien sembuh covid-19 dari Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, mengucapkan terima kasih kepada Pemda, TNI-Polri, dan petugas medis yang telah menjaga mereka selama di Karantina dan mengizinkannya pulang hari ini.

Untuk acara puncak yaitu pemberian tali asih dari Forkopimda Kabupaten Brebes.

Sekedar diketahui, dari hasil tes swab PCR kedua (12/5) terhadap 17 orang PDP terkonfirmasi positif covid-19, 13 orang dinyatakan negatif, 2 orang positif dan 2 orang lagi mengulang tes karena terjadi kesalahan teknis.

Dari 13 orang yang hasil tes swab keduanya negatif tersebut, 12 orang di antaranya peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 atau jamaah tablig akbar di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan satu orang lagi adalah pemudik dari Jakarta.

Dengan pemulangan jumlah tersebut, saat ini PDP tersisa di karantina Islamic Centre adalah 6 orang. Pemulangan juga telah melalui kesepakatan dengan pihak desa yang telah berjanji akan menerima kembali warganya jika dinyatakan sembuh secara medis. (Aan)

Sabtu, 18 April 2020

Saatnya Ibu Persit Kodim Brebes Jadi Guru Dirumah


Brebes – Situasi saat sekarang ini banyak yang membutuhkan seorang guru atau pengajar untuk mendidik putra-putrinya, apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 dimana pemerintah melalui maklumat Kapolri yang mengharuskan tidak boleh keluar rumah terkecuali dalam kondisi dan kepentingan yang tidak harus ditinggalkan.






Seperti halnya di kabupaten Brebes ini, dengan adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tentang Pandemi Covid-19, sekolah-sekolah diliburkan atau para pelajar untuk belajar dirumah dan diawasi oleh orang tuanya. Merupakan tanggungjawab kita bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Namun sekolah dan guru wajib memberikan tugas kepada muridnya untuk dikerjakan dirumah dengan cara dikirim melalui medsos (WhatsApp).

Guru telah memberikan Lesson Plan yaitu suatu struktur atau program perencanaan yang dibuat oleh pengajar yang dilaksanakan oleh orang tua murid.

Seperti halnya dengan keluarga yang satu ini yaitu dari TNI Kodim 0713 Brebes, Serka Dulkarim Effendi yang dinas kesehariannya di Koramil 07 Bulakamba, bersama istri selalu monitor akan tugas anaknya Melody Zahira Putri Efendi (6) saat ini di TKIT Harapan Umat Brebes. Sabtu (18/04/2020).

Ika Yuliani, Amd.Keb istri dari Serka Dulkarim Effendi mengerjakan tugas dari sekolah kepada anaknya selama libur Pandemi Covid-19 dirumah.

Kini saatnya ibu persit seperti Ika Yuliani menjalankan tugas yang kesehariannya di Klinik Pratama 13 Brebes menjadi guru untuk anaknya.

Tugas yang diajarkan sesuai dengan jadwal Lesson Plan dari sekolah TKIT Harapan Umat Brebes adalah bermain peran bersama orang tua.

Dengan menggunakan media atau alat perada yang tersedia dirumah, Ibu persit ini dengan sabar menjadi guru pengganti dan mengajarinya selama liburan Pandemi Covid-19 berkahir.

“Ternyata menjadi seorang guru tidak mudah dan tidak bisa dibayangkan karena mengajar anak-anak lebih sulit daripada melaksanakan aktivitas kerja sehari-hari saya sebagai orang tua” Tutur Ika Yuliani.

“Ternyata pekerjaan guru itu sangat luar biasa dan tidak bisa ditulis dan diucapkan melalui kata-kata” Imbuh anggota persit Ika Yuliani. (Utsm)

Sabtu, 28 Maret 2020

8 Pekerjaan Sudah Selesai 100 Persen Di TMMD Sengkuyung Kodim Brebes



Brebes – Menginjak hari ke 14 setelah TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2020 Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino Danramil 09 Tonjong telah banyak menyelesaikan sasaran pekerjaan di lokasi TMMD tepatnya di Dukuh Karanganyar atau Balikambang, Desa Linggapura,   Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Minggu (29/03/2020).







Sasaran pekerjaan yang sudah selesai 100 persen adalah plat deker I  2,5 meter panjang 1,2 meter, talud panjang 41 meter tinggi 0,5 sampai 1 meter, talud panjang 97 meter tinggi 0,5 meter, talud panjang 13 meter tinggi 1,8 meter, talud 23 meter tinggi 1,2 meter, plat deker II panjang 1,6 meter dan lebar 2,5 meter. Kata Kapten Ngadino.

Kemudian rabat beton siet  panjang 150 meter dan lebar 2 meter masih menyisakan 10 % lagi, diperkirakan 1-2 hari akan selesai 100 % dan peninggian jembatan panjang 9 meter lebar 2,5 meter masih menyisakan 35 % yang dipastikan sebelum upacara penutupan TMMD nanti sisa pekerjaan itu akan selesai dikerjakan. Tambahnya.

Sementara Peltu Rushan Maulana Bati Bhakti TNI Staf Teritorial Kodim 0713 Brebes selaku Ketua Tim Pekerjaan TMMD di lapangan mengatakan “Alhamdulillah hari ini sudah ada kabar menggembirakan yaitu rumah Ibu Tuminah dan Ibu Saini yang berada di RT 04 RW 08 sudah selesai finishing dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) di program TMMD Sengkuyung Tahap I, Hal ini sudah saya laporkan ke Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, dan Dandim sangat berapresiasi kepada Tim Pelaksana TMMD karena separuh perjalanan waktu TMMD ini ada pekerjaan RTLH yang sudah 100 persen” Papar Maulana.

Komandan Kodim berpesan “ TMMD Sengkuyung ini agar dikerjakan dengan sebaik-baiknya, boleh cepat dikerjakan namun tetap memperhatikan faktor keamanan personel dan kualitas hasil pekerjaan, sehingga nanti seluruh warga bisa menikmati hasil TMMD Sengkuyung ini dengan nyaman dan bermanfaat hingga sampai ke anak cucunya”. Tutur Dandim.

Tuminah dan Saini dengan wajah penuh haru dan bahagia, mengucapkan terima kasih kepada TNI Kodim dan seluruh warga dan juga tetangganya, dimana rumahnya sudah dibangun yang sebelumnya rusak dan tidak layak, kini rumah itu sudah berubah, yang sebelumnya lantainya tanah kini sudah di plester dan tembok serta bangunan rumah menjadi bagus dan nyaman. (Utsm)

Selasa, 11 Februari 2020

Lupa Padamkan Tungku, Dapur Rumah Warga Di Bumiayu Brebes Terbakar


Brebes – Kebakaran dapur rumah menimpa salah satu warga Dukuh Sidamukti, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.



Diduga pemilik rumah, Wajid (65), petani Dukuh Sidamukti RT. 01 RW. 05, lalai memadamkan perapian hingga benar-benar padam. Hal ini dibenarkan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, Senin (10/2/2020).

“Kebakaran rumah Pak Wajid terjadi pada Minggu dinihari (03.00 WIB) akibat yang bersangkutan lalai memadamkan tungku dapur sampai benar-benar mati. Sebelum membakar seisi dapur, api menyambar tumpukan kayu kering di dekat tungku pawon (dapur),” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa atas musibah tersebut, namun kerugian yang bersangkutan ditaksir mencapai Rp. 2 juta.

Mendapatkan laporan masyarakat, Babinsa dan Babinkamtibmas serta perangkat desa setempat, segera meluncur ke lokasi guna membantu masyarakat untuk membersihkan material bangunan sisa kebakaran.

Babinsa dan Babinkamtibmas juga menghimbau kepada masyarakat pengguna kayu bakar agar lebih memastikan perapian jika hendak ditinggalkan. Pasalnya, selain dapat merugikan diri sendiri, juga orang lain. (Aan)

Kamis, 06 Februari 2020

Longsor Ancam Empat Rumah Warga Salem Brebes, Pembuatan Tanggul Darurat Dilakukan


Brebes – Upaya penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Salem, Desa Gunung Larang pada 31 Januari 2020 lalu, mulai dilakukan.







Sekedar diketahui, tebing setinggi 6 meter dan lebar 20 meter di belakang pemukiman warga Dusun Telaga RT. 01 RW. 03, longsor pada pukul 00.30 WIB sehingga mengancam 4 bangunan warga setempat.

Dijelaskan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, bahwa sambil menunggu bantuan datang berupa bronjong kawat yang diajukan pihak desa kepada pihak terkait, masyarakat bersama TNI-Polri, Satpol PP, perangkat desa serta 50 orang masyarakat setempat, melakukan pembuatan talud darurat.

“Kami memasang patok bambu dan menyusun karung berisi tanah sebagai upaya pengamanan sementara agar longsor tebing tidak semakin parah,” ujarnya, Selasa pagi (4/2/2020).

Sementara dibenarkan Kepala Desa Gunung Larang, Daip Edi Sutrisno, bahwa pihaknya telah melayangkan surat tembusan (31/1) kepada pihak terkait di Kabupaten Brebes yang meliputi Bupati, Kalaksa BPBD, Disperwaskim, Kabag Kesra, dan Dinsos, untuk mendapatkan bantuan bronjong kawat sebanyak 60 lembar, 500 karung dan 3 lembar terpal.

“Bantuan khususnya bronjong kawat masih kami nantikan untuk lebih menguatkan tanggul,” harapnya.

Daip menambahkan, bahwa kondisi geografis di wilayahnya adalah perbukitan dan di beberapa titik kurang stabil, sehingga jika mendapatkan curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu lama, maka berpotensi longsor.

Adapun keempat hunian warganya yang terancam meliputi milik Tasri (64), Rustaja (74), Sarmi (72) dan Dawiti (54). (Aan)

Minggu, 12 Januari 2020

Ditinggal Ke Jawa Barat, Rumah Warga Tonjong Brebes Terbakar Dan Rata Dengan Tanah


Brebes – Nasib malang menimpa Nia (35), warga Dukuh Satir RT. 05 RW. 09, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat rumahnya ludes dilalap api.




Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, rumah semi permanen yang beratapkan asbes itu terbakar kurang lebih sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu pagi (11/1/2020).

“Sumber api diduga karena korsleting arus listrik. Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan namun bangunan rata dengan tanah,” jelasnya.

Selain memadamkan api, Babinsa bersama dengan masyarakat juga berusaha mencegah agar api tidak merambat ke pemukiman lainnya.

Tidak ada korban jiwa karena kondisi rumah sedang ditinggalkan pemiliknya ke Banjar Patroman, Jawa Barat. Kerugian harta benda ditaksir mencapai Rp. 100 juta,” imbuhnya.

Tak lupa dirinya mengingatkan kepada warga binaannya, agar memperhatikan instalasi kelistrikan jika hendak bepergian.

“Cabut stop kontak listrik jika rumah akan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama,” tegasnya.

Sementara itu dari keterangan salah satu saksi, Tarso (45), petani tetangga korban, api sangat sulit dipadamkan karena dinding bangunan terbuat dari papan dan bambu.

Ditambahkannya, saat ini permasalahan sudah ditangani Polsek setempat. (Aan)

Jumat, 27 Desember 2019

Babinsa Bersihkan Puing-Puing Rumah Warga Yang Roboh Di Songgom Brebes



Brebes – Karya Bhakti merupakan sebuah ladang amal ibadah yang tak ternilai, seperti apapun karya bhakti atau kerja bhakti yang kita kenal adalah suatu perbuatan manusia di alam nyata untuk berbuat kebaikan membantu sesama demi perolehan pahala dari sang pencipta.








Seperti yang telah dilakukan oleh Kopda Kardiyono Babinsa Songgom Kodim 0713 Brebes hari ini, dalam membantu pembersihan puing-puing rumah yang roboh terkena angin kencang serta dampak hujan lebat, terjadi semalam (Kamis,26/12) sekira pukul 21.00 wib yang merupakan warga binaannya, yaitu M. Ali Amirudin (30), RT 03 RW 05 dukuh Mekarsari, Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (27/12/2019).

Dalam penyampaian Safrudin (27) dengan alamat yang sama, sebagai saksi dalam kejadian tersebut membenarkan bahwa sekitar 21.00 Wib, Tuti Mujayatun (istri M. Ali) sedang berada dirumah sendirian karena suami sedang keluar kota, mendengar suara gemuruh angin, genteng rumah merosot yang akhirnya lari keluar rumah dimana secara langsung melihat tembok rumahnya retak dan roboh. Tutur Safrudin.

“Melihat hal tersebut,  Tuti Mujayatun langsung lari untuk mengungsi dirumah tetangganya”. Tambahnya.
“Setelah dirasa aman, walaupun keadaan rumah Tuti roboh rata dengan tanah, saya langsung menghubungi Babinsa Pak Kardiyono secepatnya” Tambah Saksi menuturkan dengan gugup.

Tak berselang waktu lama, Babinsa Kopda Kardiyono mendatangi lokasi dengan mendata kerugian yang ada, diantaranya tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah roboh rata dengan tanah diperkirakan kerugian mencapai 70 juta.

Saat dilokasi Kopda Kardiyono langsung menghimbau kepada masyarakat selalu waspada dalam menghadapi musim penghujan ini, dan keesokan harinya (Jum’at) Babinsa bersama warga membersihkan puing-puing sisa bangunan yang roboh hingga selesai. Saat ini kondisi rumah rata dengan tanah dan sudah dilaporkan di kantor Kepala Desa setempat untuk ditindaklanjuti. (Utsm)

Jumat, 13 Desember 2019

Babinsa Bantu, Nenek Asal Sirampog Brebes Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Rumahnya

Brebes – Musibah dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Salah satunya dialami oleh Atminah Bin Darsim (85), warga Desa Benda 1 RT. 05 RW. 01, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.





Dirinya harus meregang nyawa saat tembok rumahnya tiba-tiba roboh sehingga menimpanya.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa robohnya dinding akibat bangunan sudah tua sehingga lapuk.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban tertimpa runtuhan atap dan tembok. Mendapat laporan dari masyarakat, anggota kami bersama Polsek segera meluncur ke tempat kejadian untuk membantu evakuasi,” jelasnya.

Almarhumah saat ini telah dievakuasi dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Benda. (Aan)

Minggu, 01 Desember 2019

Aksi Nyata Babinsa Bumiayu Brebes Gagas Rubuha Sebagi Predator Alami Musuh Petani


Brebes – Penanganan hama tikus dengan metode predator alami yaitu burung hantu, dikupas lengkap dalam Talk Show Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes. Rabu (27/11/2019).




Acara ini disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, sedangkan tunda di Radio Top FM Bumiayu pada pukul 12.00 WIB setelahnya. Tampak Rara Elshanum atau Siti Khumairoh (31), memandu di Studio 2 Singosari 103.9 FM Brebes.

Narasumber yang dihadirkan adalah salah satu Babinsa inspiratif Kodim Brebes, penggagas Rubuha (Rumah Burung Hantu) di wilayah Kecamatan/Koramil 08 Bumiayu, Sertu Eko Nuhyoto. Dirinya juga telah mendapatkan penghargaan dari Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana (28/10), atas gagasannya mengatasi hama para petani padi di dua desa, Kalinusu dan Kaliwadas.

Dalam kesempatan ini, Babinsa mendapatkan 5 penelepon yang menanyakan seputaran tentang burung hantu dan cara kerja sebagai pemangsa tikus sawah.

Diterangkannya, di Desa Kaliwadas terdapat enam Rubuha yang dibangun dengan menggunakan tiang pipa paralon yang diisi cor-coran semen dengan biaya senilai Rp 750 ribu/rumah burung hantu dan kini telah terisi 5 ekor jenis tyto alba (serak Jawa) dan tyto almae (serak seram). Untuk anggarannya didanai dari BPP Kecamatan Bumiayu dan telah dibuat pada 2014 silam.

“Saat ini ada dua pasang burung hantu yang sedang bertelur dan satu pasang telah menetaskan anak,” ucapnya.

Di lahan seluas 5 hektar percontohan ini, kini tikus sawah menyusut sekitar 40 persen dan panen warga rata-rata meningkat sebanyak 1 ton jenis padi situbagendit.

Sedangkan di Desa Kalinusu, telah didirikan 9 Rubuha dengan media tiang bambu swadaya masyarakat, tersebar di lima titik lokasi milik Poktan Galuh Tani, Beji Tani dan Sri Unggul Tani.  Disini telah terisi sebanyak enam ekor.

Dijelaskannya juga, untuk ukuran box Rubuha adalah 40 x 60 x tinggi 40 centimeter, dengan lubang utama 25 centimeter. Burung hantu tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga harus dibuatkan sarang untuk memancingnya tinggal.

“Pastikan Rubuhan rapat dan hanya satu lubang masuk. Ini karena predator malam ini suka dengan gelap,” bebernya.

Dengan cara ini memang membutuhkan waktu namun hasilnya sangat efektif. Ini karena burung hantu sanggup memakan tikus yang merupakan makanan utamanya sebanyak 10-12 ekor sehari, dari kemampuannya melihat mangsanya sejauh 500 meter. Burung ini juga mampu mendeteksi suara dari gerakan gerombolan tikus sejauh 12 kilometer dengan daya jelajah mencapai radius 12 kilometer.

Waktu berburu setiap malam bahkan tidak mengenal hujan. Jika berbunyi saja, suaranya sudah membuat para tikus bubar. Satu ekor saja mampu mengawasi lahan seluas 5 hektar.

“Semoga apa yang disampaikan ini dapat bermanfaat bagi para petani yang dekat kawasan hutan (radius 3 kilometer). Jika melihat adanya aktivitas burung hantu, tidak ada salahnya membuatkan rumahnya untuk mengatasi tikus,” pungkasnya.

Tak lupa ia berpesan kepada para petani, agar juga menjaga kelestarian ular sawah yang juga sebagai predator tikus alami dalam rantai makanan. (Aan)

Sekedar diketahui, dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Dapat diakses melalui telepon (0283) 671636, link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk, link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/ serta http://www.topfm951.net/. (Aan)