Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2024

Dandim Brebes Cek Perkembangan Pembangunan Sasaran Fisik TMMD Desa Buniwah

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si meninjau langsung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I di Dukuh Tengah Gunung Puyuh, Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (12/03/2024).


Saat tiba di lokasi pelaksanaan TMMD, Dandim disambut warga Dukuh Tengah Gunung Puyuh.

Letkol Inf Sapto Broto bersalaman dengan mereka dan langsung mengecek perkembangan pembangunan sasaran fisik disana berupa pembangunan talud, pengecoran jalan dan jembatan.


“Alhamdulillah pada hari ini saya berkesempatan untuk meninjau secara langsung perkembangan sasaran fisik dalam kegiatan TMMD ini,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Dandim yang juga merupakan Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap I Kodim 0713 Brebes memberikan motivasi kepada anggota Satgas dan warga yang sedang bekerja.






“Tadi juga saya memberikan arahan dan motivasi kepada warga dan semua anggota yang tergabung dalam satgas TMMD agar tetap semangat dalam bekerja walaupun diwaktu melaksanakan ibadah puasa bulan ramadhan 1445 H,” tambahnya.


Selain itu, Dandim menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat dan membeli jenis kerajinan plastik bekas yang dibuat tikar, hiasan dan lainnya oleh salah satu warga.


“Respons masyarakat sangat positif. Banyak yang secara langsung menyampaikan terima kasih dan upaya pembangunan di kampung mereka. Semoga dengan adanya TMMD ini bisa mempercepat pembangunan di daerah terpencil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. 


Sementara Miftahudin Kepala Desa Buniwah sangat mengapresiasi kehadiran Dandim Brebes bercengkrama dengan warga sekaligus mengecek pembangunan fisik TMMD didesanya hingga waktu sore hari walaupun diguyur hujan.(Pen0713).

Minggu, 25 Februari 2024

Dandim Brebes Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu

 Brebes - Kembali Survey dengan Gerakan Tangan Tuhan  Menuju Brebes Berhias, Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si menerima laporan langsung dari warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu mengeluh minta dibuatkan Jembatan Gantung. Sabtu (24/02/2024).


Tak berapa lama, Dandim bersama Tim Pbangunan Jembatan Gantung beserta DPU TARU Kabupaten Brebes survey dilokasi yang disambut oleh warga setempat.


Dandim 0713 Brebes bersinergi dengan Pemkab Brebes untuk membangun Jembatan Gantung yang akan menghubungkan Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu menuju Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung.


Disinilah akan ada pertemuan dua bahasa, Bahasa Jawa Ngapak Brebesan (Bumiayu) dengan Sunda (Bantarkawung) walaupun masih dalam satu wilayah Kabupaten.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat survey bersama Tim Pembuat Jembatan Gantung didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes secara langsung melihat kondisi tempat yang rencananya akan dibangun Jembatan Gantung sepanjang 80 meter dalam waktu dekat.


Dandim Brebes saat bertemu dengan warga Desa Kalinusu dilokasi mengatakan “Mari kita bekerjasama dengan bergotong-royong melalui Tangan Tuhan, Bapak Ibu tidak harus mengeluarkan uang, tapi berilah tenaga dan pikirannya agar Jembatan Gantung ini segera terwujud”. Tutur Dandim Letkol Sapto Broto.








“Semua akan berjalan jika saling mendukung dan membantu secara Tulus dan Ikhlas, seperti yang sudah berjalan pembangunan Jembatan Gantung di Tonjong, yaitu di Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengungkapkan rasa syukur akan dibangunnya Jembatan Gantung didesanya, sebab dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang warga Kalinusu selalu menyebrang sungai untuk mencari nafkah dan sekolah”. Tutur Wasid.


“Coba bayangkan ada 8.000 KK dan 10.600 jiwa semenjak Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, warga Kalinusu selalu memutar jalan bilamana mengurus administrasi ke Kecamatan Bumiayu yang memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan jarak  9 KM, Biayapun dikeluarkan secara pribadi jika menggunakan ojek motor dengan membayar 20 ribu sekali jalan, bila naik perahu per-orang 2 ribu dan jika membawa motor dikenakan 10 ribu, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah, mereka harus melintasi rintangan derasnya air sungai untuk menuju Kecamatan Sebrang yakni Kecamatan Bantarkawung”. Ucap Kades Kalilnusu terlihat berkaca-kaca matanya hari akan ada rencana pembangunan jembatan gantung.


“Syukur Alhamdulillah, Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, kini mimpi warga Kalinusu akan terwujud, semoga Pak Dandim diberikan kesehatan dan sukses”. Tutup Wasid di amin kan seluruh warga yang hadir menyaksikan pengukuran panjang Jembatan Gantung Meah Putih. (Pen0713).

Minggu, 04 Februari 2024

Ratusan Warga Lakukan Karya Bakti Pengumpulan Material Pembangunan Jembatan Gantung

Brebes – Ratusan warga Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes bersama-sama TNI dari Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma terlihat sedang guyub mengumpulkan material berupa pasir untuk persiapan pembangunan Jembatan Gantung yang sebentar lagi akan terwujud. Minggu (04/02/2024).


Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Pelda Ibrahim didampingi Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag beserta Relawan Brebes Selatan dan warga berhasil mengumpulkan pasir 20 m³ dan batu kali sebanyak 17 m³ dengan menggunakan alat seadanya. 






Kepala Desa Kutamendala mengatakan bahwa karya bakti ini atas inisiasi dari warga dan relawan dan juga TNI Koramil 09 Tonjong untuk mempermudah persiapan pembangunan Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung.


“Alhamdulillah hari ini semua guyub saling membantu dalam mengumpulkan material berupa batu dan pasir untuk pondasi tiang pancang Jembatan Gantung, semua melakukan dengan rasa senang karena sebentar lagi warganya tidak terisolir lagi”. Ungkap H. Fathuri.


“Terima Kasih Pak Dandim, warga sangat senang dengan kedatangan besi tiang pancang kemarin, dan sekarang bersama warga menindaklanjutinya dengan menyiapkan material sebagai pendukung untuk pembuatan pondasi tiang pancang, bila dirasakan kurang, besok warga siap melaksanakan karya bakti kembali”. Tutur Kepala Desa.


Sementara Batituud Koramil 09 Tonjong Ibrohim mengatakan “Ratusan warga dan relawan membantu dalam mengumpulkan material batu dan pasir dengan sukarela, seperti yang disampaikan Dandim 0713 Brebes bahwa pekerjaan ini merupakan Gerakan Tangan Tuhan dimana dengan Tulus dan Ikhlas melakukan hal yang terbaik untuk membangun Brebes Berhias menjadi lebih baik”. Papar Ibrohim.


Sebelumnya para relawan dan warga melaksanakan apel dilanjutkan pembagian tugas agar karya bakti pengumpulan material batu dan pasir berjalan cepat dan efesien yaitu dengan cara estafet pembawaan materialnya dari sungai menuju tanggul kali. (Pen0713).

Senin, 23 September 2019

Tiga Pekerjaan Lanjutan Rekonstruksi Rumah Ambruk Milik Kalimah, Bumiayu Brebes


Brebes – Progres rumah Kalimah (65), janda asal Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dimulai Kamis pagi (19/9) oleh TNI bersama masyarakat setempat, adalah pemasangan plafon dan lantai keramik. Sabtu (21/9/2019).




Kegiatan sosial rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang digelar Kodim 0713 Brebes melalui Koramil 08 Bumiayu ini, dalam rangka bakti TNI dalam menyambut hari jadinya yang Ke-74 tahun 2019.

Danramil, Kapten Infanteri Ngadino, melakukan pemantauan pekerjaan anggotanya bersama tukang masyarakat, Suwarno (55), yang merupakan menantu Kalimah. Diterangkannya, pekerjaan yang telah selesai dikerjakan sebelumnya adalah pengacian dinding.

“Pekerjaan lanjutan adalah pengecatan dinding, pemasangan plafon dan lantai keramik untuk teras, ruang tamu dan kamar tidur,” ucapnya.

Sementara pihak desa, Sukarto, S.Pd (63), sudah memasukkan nama yang bersangkutan dalam BDT (Basis Data Terpadu) desa untuk mendapatkan bantuan PKH.

“Saya selaku kepala desa dan mewakili Mbah Kalimah, mengucapkan banyak terima kasih atas program TNI ini,” ungkapnya mengapresiasi.

Untuk sekedar diketahui, Kalimah tinggal seorang diri dan hanya bergantung kepada anak dan menantunya Suwarno, yang tinggal di depan rumahnya, untuk mencukupi kebutuhan harian. Pembongkaran dinding dan atap rumah yang ambruk karena rapuh, telah dilakukan pada pertengahan Juni lalu (19/6). Rekonstruksi pertama menggunakan bantuan swadaya masyarakat, dana RTLH desa, Muspika, Puskesmas Bumiayu serta swasta perorangan. (Aan)

Jumat, 13 September 2019

Pembangunan TPT Di Salem Brebes Amankan Pemukiman Warga

Brebes – Puluhan warga masyarakat Dusun/Desa Gununglarang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan pemeliharaan dan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT), sebagai langkah mitigasi menghadapi musim penghujan.




Diterangkan Babinsa setempat dari Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Serka Wasim, bahwa pembangunan talud di RT. 04 RW. 01, menggunakan dana APBN pusat sebesar Rp. 70 juta, dengan sasaran panjang 28 meter.

“Selain membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), juga dibangun drainase sepanjang 28 meter, sebagai upaya pengawetan tembok,” ucapnya.

Dinilainya, langkah pembangunan antisipatif tersebut sangat tepat sasaran dan memberikan rasa aman kepada warga yang pemukimannya terletak di samping atau di bawah tebing. Pasalnya, saat musim penghujan, Salem acap kali terjadi longsor.

“Kami selaku Babinsa TNI hanya memberikan motivasi kepada warga binaan agar lebih giat bekerja,” tandasnya.

Sementara disampaikan Kades, Daip Edi Sutrisno, bahwa pekerjaan dijadwalkan selesai selama 60 hari atau dua bulan.

“Tanggul yang dibangun akan berfungsi untuk menstabilkan dan menahan tanah tebing sehingga tidak labil saat musim hujan,” tuturnya. (Aan)

Selasa, 30 Juli 2019

Desa Benda Tampung Aspirasi Masyarakat Pembangunan 2020



Brebes – Pembangunan memang selalu direncanakan sebelumnya, entah direncanakan setahun sebelumnya maupun dalam jangka pendek sehari maupun situasi mendadak, itu semua dilakukan dengan suatu rencana.
 



Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, jawa Tengah, Senin malam (30/07/2019).

Berlangsung rapat atau sering dikenal dengan musyawarah dusun (Musdus) ini bertempat di dukuh Jetak RT. 3 RW. 7. Yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua RT dan RW dan warga dukuh setempat.

Dalam pembahasan tersebut muncul suatu gagasan dimana warga menginginkan dan mengusulkan pembangunan di pedukuhannya untuk tahun 2020. Aspirasi dari warga ini dibenarkan oleh Babinsa Serka Sunarto Koramil 10/Sirampog Kodim 0713/Brebes saat menghadiri Musdus semalam.

“Benar sekali, bahwa warga dukuh Jetak menginginkan pembangunan di tahun 2020 di titik beratkan khusus untuk dukuh Jetak, sebab saat ini infrastruktur jalan disini masih dalam kondisi tanah liat atau belum diperkeras, makanya warga ingin sekali mendapatkan kelayakan jalan guna transportasi di pedukuhannya” Papar Babinsa.

Musdus berakhir dengan kesepakatan antara warga dukuh Jetak dan pemerintahan desa menampung segala aspirasi dan keinginan warganya. (Utsm) 

Sabtu, 29 Juni 2019

Peletakan Batu Pertama Gedung TK Aisyiyah Pebatan Brebes

Brebes -  Ikrar peralihan wakaf milik masjid Al Amin Desa Pebatan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes yang dilakukan (27/5/19) yang diberikan oleh Takmir Masjid Al Amin H. Astohari Agus kepada ketua pimpinan ranting Asiyiyah Hj. Mualimah,S.IP (49) disaksikan oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat di antaranya  Drs. Imam Mujahid, Iing Tobiin, S.Km dan Somadi, S.Pd berlangsung lancar dengan penuh kekeluargaan.







Menindaklanjuti dari apa yang telah di waqafkan tersebut dengan luas tanah 450 meter persegi ini, pimpinan Aisyiyah Desa Pebatan (Hj. Mualimah, S.IP) mengaplikasikan secara langsung dengan diadakannya pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah diatas lahan tanah seluas yang tercantum dalam ikrar wakaf.

Dengan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitarnya, pembangunan TK Aisyiyah mulai dibangun hari ini, dengan melakukan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Takmir Masjid Al Amin H. Astohari Agus, KH. Rosidin Achwan sebagai Ketua Cabang Muhammadiyah Kecamatan Wanasari, Ketua Aisyiyah Pebatan dan diakhiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Wanasari Hj. Umi Khodiroh, S.Ag. Ahad (30/6/2109).

Dari apa yang dilakukan oleh pengurus Muhammadiyah Desa Pebatan ini makan bertambah lah satu sekolah Taman Kanak-kanak baru di wilayah binaan teritorial Koramil 03/Wanasari.

Dibangunnya TK Aisyiyah Pebatan yang baru disebabkan bangunan sebelumnya berada disamping masjid Al Amin Jalan KH. Mas Mansyur RT. 02 RW. 1, dimana lokasi dan tempat belajarnya kurang memenuhi syarat dalam segi bangunan dan faktor keamanan siswanya karena dekat dengan jalan raya besar pantura. Tutur Mualimah.

Ditambahkan lagi bahwa gedung baru yang berlokasi di jalan Zaenal Arifin Barat RT. 04 RW. II Pebatan ini akan dibangun 3 ruang untuk kelas dan 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang kantor guru, 1 ruang UKS, 1 ruang dapur, serta 3 lokasi ruang untuk kamar mandi/toilet, 1 lokal tempat wudhu, 1 lokasi ruang penyelenggara dan 1 lokal tempat bermain. Bangunan kelas baru ini dibuat sesuai dengan standar pendidikan sehingga para guru dan siswa nantinya bisa nyaman dalam menerima dan memberikan materi. Tambah Ketua pimpinan Aisyiyah Desa Pebatan.

Selaku Bidang Pembangunan Iing Tobiin, S.Km menyampaikan bahwa desain gedung ini dibuat mahasiswa Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, saat ini sedang menyelesaikan skripsinya, putra daerah kelahiran asli Desa Pebatan M. Zaki Tobiin (24) dengan goresan pensilnya merancang dengan sedemikian rupa dengan melalui prosedur dan hitung-hitungan yang matang guna menghasilkan bangunan dengan memperhatikan kualitas dan bangunan bisa tahan lama dan kokoh dengan biaya terjangkau. Kata Iing Tobiin.   

Pembangunan TK Aisyiyah Desa Pebatan ini mendapatkan dari donatur, pengurus, dan masyarakat, namun bilamana ada ada kaum muslimin dan muslimat ingin memberikan infaq dan sedekahnya bisa melalui panitia. (Utsm)