Tampilkan postingan dengan label Bendungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bendungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2020

Tak Ingin Longsor Di Bendungan Duta Bumiayu Brebes Meluas, Tanggul Darurat Dipasang


Brebes – Puluhan orang yang terdiri dari masyarakat Dukuh Purbanala RT. 03 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama TNI, BPBD dan Dinas PSDA Kabupaten Brebes UPTD Pemali Hulu, bekerja bakti membuat tanggul darurat guna mencegah longsor tebing di talud Bendungan Duta tidak meluas.





Ini juga merupakan upaya pengamanan akses selebar 2,5 meter antar dusun (Purbanalan-Kalisalak), yang berada di atas Sungai Laren. Rabu siang (15/1/2020).

Dibenarkan Kepala Desa Jatisawit, Sukarto, bahwa pihaknya sengkuyung membantu dinas terkait dalam penanganan darurat talud Sungai Laren di wilayah kerjanya. Pasalnya, jika dibiarkan dan longsor memakan pintu irigasi, dikhawatirkan berdampak pada pasokan air pertanian yang akan melewati saluran irigasi menuju Dukuh Purbanala RT. 03 RW. 04.

Sementara disampaikan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah memasang tanggul darurat dengan karung yang diisi pasir guna mengantisipasi longsor susulan.

“Pekerjaan hari ini baru mencapai 40 % karena material habis. Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan secepatnya agar tidak semakin parah,” ucapnya.

Dijelaskannya singkat, longsor tebing sepanjang 15 meter dan dengan tinggi sekitar 6 meter tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB (14/1). Pemicunya adalah talud yang sudah mulai lapuk dan tidak mampu lagi menahan tanah dan resapan air hujan.

Peninjauan dari dinas terkait juga telah dilakukan untuk mengkalkulasi kisaran anggaran yang diperlukan untuk perbaikan secara permanen. (Aan)

Jumat, 09 Agustus 2019

Talang Air Irigasi Sekunder Ambruk Di Desa Kalinusu Bumiayu


Brebes – Berada di dukuh kampung baru RT 02 RW 05 Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu telah terjadi ambruknya Talang irigasi sekunder bendungan Notog Bumiayu (talang kalilutung) dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter. Jum’at (09/08/2019).

 

 



Diperkirakan menurut Babinsa dari efek gempa pada (02/08) yang retak dan tidak terkontrol sehingga dalam perkiraan akan berimbas gagal panen sekitar 200 hektar tanaman padi di desa tersebut. Kata Babinsa.

 

Ambruknya talang irigasi itu disebabkan oleh kedua tiang cor penyangga roboh, sekitar kurang lebih 100 juta untuk pembangunan kembali. Tambahnya.

 

Babinsa, Sekdes, P3A, Ulu-ulu dan masyarakat setempat mengecek ke lokasi secara langsung melihat keadaan dilapangan guna dibahas dalam memutuskan pembangunan tersebut.

 

Dari hasil musyawarah dan koordinasi, salah satunya adalah merencanakan tanggap darurat menggunakan drum dengan cara di las untuk mengalirkan air yang terputus kurang lebih 30 drum untuk menggantikan sementara.

 

Penanganan jaringan sekunder ini merupakan kewenangan dinas perairan kabupaten Brebes dimana hal tersebut sudah dilaporkan setelah kejadian ini. (Utsm)