Tampilkan postingan dengan label Roboh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roboh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2019

Babinsa Bersihkan Puing-Puing Rumah Warga Yang Roboh Di Songgom Brebes



Brebes – Karya Bhakti merupakan sebuah ladang amal ibadah yang tak ternilai, seperti apapun karya bhakti atau kerja bhakti yang kita kenal adalah suatu perbuatan manusia di alam nyata untuk berbuat kebaikan membantu sesama demi perolehan pahala dari sang pencipta.








Seperti yang telah dilakukan oleh Kopda Kardiyono Babinsa Songgom Kodim 0713 Brebes hari ini, dalam membantu pembersihan puing-puing rumah yang roboh terkena angin kencang serta dampak hujan lebat, terjadi semalam (Kamis,26/12) sekira pukul 21.00 wib yang merupakan warga binaannya, yaitu M. Ali Amirudin (30), RT 03 RW 05 dukuh Mekarsari, Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (27/12/2019).

Dalam penyampaian Safrudin (27) dengan alamat yang sama, sebagai saksi dalam kejadian tersebut membenarkan bahwa sekitar 21.00 Wib, Tuti Mujayatun (istri M. Ali) sedang berada dirumah sendirian karena suami sedang keluar kota, mendengar suara gemuruh angin, genteng rumah merosot yang akhirnya lari keluar rumah dimana secara langsung melihat tembok rumahnya retak dan roboh. Tutur Safrudin.

“Melihat hal tersebut,  Tuti Mujayatun langsung lari untuk mengungsi dirumah tetangganya”. Tambahnya.
“Setelah dirasa aman, walaupun keadaan rumah Tuti roboh rata dengan tanah, saya langsung menghubungi Babinsa Pak Kardiyono secepatnya” Tambah Saksi menuturkan dengan gugup.

Tak berselang waktu lama, Babinsa Kopda Kardiyono mendatangi lokasi dengan mendata kerugian yang ada, diantaranya tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah roboh rata dengan tanah diperkirakan kerugian mencapai 70 juta.

Saat dilokasi Kopda Kardiyono langsung menghimbau kepada masyarakat selalu waspada dalam menghadapi musim penghujan ini, dan keesokan harinya (Jum’at) Babinsa bersama warga membersihkan puing-puing sisa bangunan yang roboh hingga selesai. Saat ini kondisi rumah rata dengan tanah dan sudah dilaporkan di kantor Kepala Desa setempat untuk ditindaklanjuti. (Utsm)

Jumat, 13 Desember 2019

Babinsa Bantu, Nenek Asal Sirampog Brebes Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Rumahnya

Brebes – Musibah dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Salah satunya dialami oleh Atminah Bin Darsim (85), warga Desa Benda 1 RT. 05 RW. 01, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.





Dirinya harus meregang nyawa saat tembok rumahnya tiba-tiba roboh sehingga menimpanya.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa robohnya dinding akibat bangunan sudah tua sehingga lapuk.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban tertimpa runtuhan atap dan tembok. Mendapat laporan dari masyarakat, anggota kami bersama Polsek segera meluncur ke tempat kejadian untuk membantu evakuasi,” jelasnya.

Almarhumah saat ini telah dievakuasi dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Benda. (Aan)

Minggu, 01 Desember 2019

Tiga Ruang Kelas SMK 2 Karangsembung Songgom Brebes, Rata Dengan Tanah


Brebes – Bangunan sekolah SMK 2 Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang baru 80 % dibangun, ambruk setelah diterjang angin kencang. Minggu sore (24/11/2019).



Disampaikan Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, yang menghimpun keterangan dari saksi yaitu Supriyo (51), Sekretaris Desa Karangsembung, bahwa kejadian terjadi pada pukul 15.00 WIB.

“Setengah jam sebelumnya, wilayah Desa Karangsembung diguyur hujan dengan intensitas sedang namun angin cukup kencang sehingga merobohkan bangunan sekolah yang baru saja dibangun,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta dari 3 ruang kelas yang rata dengan tanah.

“Saat ini permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Songgom,” tandasnya.

Dugaan sementara, faktor kurang kuatnya konstruksi bangunan yang dikerjakan oleh pemborong, menyebabkan bangunan yang belum diplester tersebut roboh. (Aan)

Jumat, 09 Agustus 2019

Talang Air Irigasi Sekunder Ambruk Di Desa Kalinusu Bumiayu


Brebes – Berada di dukuh kampung baru RT 02 RW 05 Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu telah terjadi ambruknya Talang irigasi sekunder bendungan Notog Bumiayu (talang kalilutung) dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter. Jum’at (09/08/2019).

 

 



Diperkirakan menurut Babinsa dari efek gempa pada (02/08) yang retak dan tidak terkontrol sehingga dalam perkiraan akan berimbas gagal panen sekitar 200 hektar tanaman padi di desa tersebut. Kata Babinsa.

 

Ambruknya talang irigasi itu disebabkan oleh kedua tiang cor penyangga roboh, sekitar kurang lebih 100 juta untuk pembangunan kembali. Tambahnya.

 

Babinsa, Sekdes, P3A, Ulu-ulu dan masyarakat setempat mengecek ke lokasi secara langsung melihat keadaan dilapangan guna dibahas dalam memutuskan pembangunan tersebut.

 

Dari hasil musyawarah dan koordinasi, salah satunya adalah merencanakan tanggap darurat menggunakan drum dengan cara di las untuk mengalirkan air yang terputus kurang lebih 30 drum untuk menggantikan sementara.

 

Penanganan jaringan sekunder ini merupakan kewenangan dinas perairan kabupaten Brebes dimana hal tersebut sudah dilaporkan setelah kejadian ini. (Utsm)


Jumat, 21 Juni 2019

Mbah Kalimah Bumiayu Brebes, Segera Punya Rumah Layak Kembali Pasca Roboh Termakan Usia

Brebes – Doa Kalimah, janda Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04 Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memiliki rumah layak huni, akhirnya terkabul di usianya yang ke-65 tahun.


Kebersamaan yang indah antara warga warga setempat melalui swadaya sebesar 8.850.000 rupiah, ditambahkan bantuan dari Muspika serta Puskesmas Bumiayu yang digabungkan menjadi belasan juta rupiah, siap digunakan untuk membangun rumah nenek tersebut.

Tampak Staf Kecamatan In Azwar, S.Sos (52) baju ungu, bersama Bati Tuud Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes Serma Bambang dan dr. Yunan Arif Budi Santoso, MM (56) dari Puskesmas, menyerahkan bantuan kepada Kalimah dengan disaksikan perangkat desa, keluarga serta masyarakat setempat. Kamis (20/6/2019).  

Dibenarkan Sukarto, S.Pd (63) Kepala Desa bahwa, bedah rumah mulai dilaksanakan (20/6) dengan melibatkan anggota Koramil, Polsek, Pemerintahan baik desa maupun kecamatan serta masyarakat.

Sementara dari keterangan Serma Bambang, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembongkaran tembok dan atap yang rapuh telah dilakukan sehari sebelumnya (19/6).

“Mbah Kalimah tinggal seorang diri dan hanya bergantung kepada anaknya yang tinggal di depan rumahnya. Pasca roboh pada Selasa lalu (18/6), seluruh elemen termasuk masyarakat mengumpulkan dana swadaya guna merekonstruksi rumah kembali,” ungkapnya.

Ditambahkannya, besar harapan jika ada donator ataupun yang berlapang rezeki, bersedia membantu baik dana maupun material bangunan guna merampungkan rumah sang nenek. (Aan Brebes).