Tampilkan postingan dengan label Tanggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanggul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2024

Gotong Royong Tinggikan Tanggul Kali Pemali di Desa Jagalempeni

  Brebes - Muspika Wanasari diantaranya Camat, Danramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma bersinergi Kapolsek Wanasari dan warga Desa Jagalempeni melaksanakan kegiatan kerja bhakti Penebalan Tanggul Kali Pemali secara dengan swadaya guna mencegah terjadinya Banjir akibat luapan air sungai pemali yang saat ini mengalami banjir. Selasa (06/02/2024).


Camat Wanasari H. Nurudin, S.H. mengatakan, pihaknya melakukan kerja bakti ini atas kesadaran warga yang melaporkan atas kejadian luapan air kali pemali yang mengakibatkan limpasan air masuk kejalan dan halaman rumah warga.






“Kami bersama TNI, Polri dan BPBD Brebes membantu warga Desa Jagalempeni guna mengantisipasi luapan air dengan debit tinggi, semoga upaya penanggulangan dengan cara meninggikan tanggaul dengan karung atau katong yang berisikan tanah dan pasir bisa menghalangi luapan air kerumah-rumah warga”. Tutur Camat Wanasari.


Sementara Danramil 03 Wanasari, kapten Cpl Akhmad Choirul Huda mengatakan “Koramil, Polsek dan Kecamatan Wanasari akan turun lapangan bila dibutuhkan warganya dalam mengatasi kesulitan, contohnya seperti hari ini, tanggul yang rendah mengakibatkan air meluap dan melintas sehingga jalan tergenang air”. Tutur Danramil.


“Upaya yang dilakukan adalah bersama-sama membantu warga dengan mengisi kantong atau karung dengan tanah untuk meninggikan tanggul untuk sementara guna mencegah luapan air”. Tutupnya. (Pen0713).

Selasa, 09 Maret 2021

Tanggul Kali Pemali di Siasem Wanasari Brebes Kritis, Mitigasi Dilakukan

 


Brebes – Puluhan warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama TNI-Polri, dan segenap unsur, melakukan penebalan tanggul Kali Pemali, di titik kritis di Desa Siasem, tepatnya di blok Siasem Pulau, RW. 01. Selasa (9/3/2021).








Disampaikan Danramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Solekhudin, bahwa upaya bersama itu untuk menghindarkan jebolnya tanggul sungai besar di Brebes yang tentunya dapat menimbulkan banjir besar dan luas.


“Kami melakukan perbaikan tanggul Kali Pemali, dengan karung diisi tanah dan pasir sepanjang 5 meter dengan lebar 2 meter,” bebernya.


Menurutnya, upaya tersebut harus secepatnya dilakukan karena kondisi tanggul yang semakin kritis akibat tergerus arus sungai selama musim penghujan ini tahun 2021 sampai dengan sekarang.


“Tanggul darurat dari karung-karung tanah dan pasir itu juga ditahan dengan pemasangan kayu dolken dan diikat dengan kawat,” tandasnya.


Dalam kesempatan ini juga, Camat Wanasari, Nurrudin, SH, Danramil, dan juga Kapolsek Wanasari, AKP Mulyono, juga hadir guna memberikan motivasi kepada warga dan juga anggotanya masing-masing. (Aan)

Jumat, 26 Februari 2021

Tanggul Kali Cisanggarung di Pekauman Losari Brebes Kritis, Banjir Menunggu Waktu

 


Brebes – Tanggul Sungai Cisanggarung yang merupakan sungai besar perbatasan Provinsi Jawa Tengah-Jawa Barat, kembali kritis di sejumlah titik sehingga rawan jebol dan menimbulkan banjir besar dengan skala luas.







Upaya perbaikan terus dilakukan oleh pihak terkait yaitu BBWS Cisanggarung, maupun melalui swadaya masyarakat secara darurat dengan menggunakan karung berisi tanah/pasir dan disertai pemasangan patok kayu maupun bambu.


Tampak salah satu tanggul kritis Cisanggarung yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Losari, dimana kondisinya kini makin mengkhawatirkan sehingga rawan jebol. Jumat (26/2/2021).


Hal serupa juga tampak di pinggir jalan wilayah Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di titik ini, masyarakat setempat memasang pagar pengamanan darurat yang terbuat dari bambu.


Seperti diketahui, tanggul Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, pernah jebol sepanjang 15 meter pada 22 Februari 2018, tepatnya di Dukuh Bentarsari, Desa Bojongsari, akibat tak mampu menahan debit air dari hulu yang melimpah setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan, Jabar.


Kala itu, 11 desa terendam banjir dan merenggut 3 jiwa warga Kecamatan Losari, sehingga dampaknya berskala bencana alam nasional. Banjir surut setelah satu minggu berlalu sehingga warga di tempat-tempat pengungsian darurat yang didirikan Pemkab, TNI, BPBD, dan relawan, mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur dan menjemur barang-barang perabotan rumah tangga.


Banjir juga melumpuhkan ruas Jalan Raya Pantura serta arus kereta api jurusan Jakarta-Purwokerto-Jawa Timur melalui Brebes, sehingga akses transportasi darat satu-satunya dari Jabar ke Jateng saat itu hanya mengandalkan ruas Tol Pejagan-Pemalang.


Dua tahun berselang, tepatnya pada 17 Februari 2020 pagi (06.30 WIB), tanggul Sungai Cisanggarung kembali jebol sehingga juga menyebabkan banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga, areal persawahan dan tambak di 5 desa di wilayah Kecamatan Losari dengan ketinggian air antara 50 centimeter sampai dengan 1,5 meter.


Upaya tanggap darurat sebelum jebolnya tanggul sepanjang 25 meter di Desa Babakan, telah dilakukan pihak TNI-Polri, BPBD, SAR, segenap Ormas, dan masyarakat setempat, yaitu penambalan tanggul kritis dengan ribuan karung tanah/pasir dan dipasang patok, namun karena debit air yang tinggi dan deras akhirnya tanggul jebol juga.


Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan untuk menghindarkan bencana serupa.


“Warga di wilayah Kecamatan Losari berharap pihak terkait segera merespon kekhawatiran mereka karena trauma dengan banjir yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya, karena jelas melumpuhkan perekonomian mereka,” ungkapnya. (Aan)

Sabtu, 20 Februari 2021

Tanggul Kali Ciapit Diperbaiki Kembali Pasca Banjir Susulan

  

Brebes – Bintara Pembinaa Desa (Babinsa) Serda Sudirman bersama Babinkamtibmas Aipda Untung, Kepala Desa Sunardo, Pemuda Pancasila dan petugas BBWS Cimanuk Cisanggarung kini harus memperbaiki kembali tanggul Kali Ciapit yang berada di Desa Karangreja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (20/02/2021).

 








Hari sebelumnya (18/02), sudah dilaksanakan karya bhakti penambalan dan peninggian tanggul kali dengan karung berisikan tanah, namun terjadi kembali kiriman air dari sungai Babakan Ketanggungan.

 

Serda Sudirman mengatakan “karya bhakti ini sudah dilakukan dua kali, yang pertama pada luapan air (19/02), kini dilakukan kembali karena karung yang berisikan tanah terseret air yang cukup deras”. Ungkap Babinsa.

 

“Kepedulian warga dan organisasi yang ada didesa sangat peduli dengan kondisi saat ini, mereka bahu membahu merapihkan kembali karung-karung yang sudah berserakan terbawa derasnya air luapan kali menggunakan tenaga manual”. Tambah Babinsa.

 

Sementara Sunardo mengatakan “karya bhakti ini akan dilakukan bertahap dengan menambah kembali karung yang berisikan tanah untuk meninggikan tanggul agar air tidak meluap, apabila ini masih terjadi, kami dengan warga akan siaga dan membuat jadwal bergiliran untuk memantau apabila banjir datang kembali”. Bebes Kepla Desa. (Kujang)

 

Rabu, 17 Februari 2021

Tanggul Sungai Ciapit Diperkuat Dengan Karung

 Brebes - Petugas BBWS Cimanuk Cisanggarung, Kepala Desa Kramat Sampang, Babinsa dan masyarakat bergotong royong perkuat tanggul sungai Ciapit dengan karung berisikan tanah. Kamis (18/02/2021).








Gotong royong ini dilakukan guna mengantisipasi luapan air sungai apabila terjadi debet tinggi yang apabila dibiarkan akan meluap bibir tanggul yang nantinya akan mengakibatkan banjir.

Kapten Infanteri Turiman Danramil 06 Kersana, Kodim 0713 Brebes mengatakan, Karya Bhakti perkuat tanggul ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang disebabkan luapan air sungai Ciapit. Tuturnya.

“Antisipasi penanggulangan ini juga dilakukan secara manual dengan menggunakan karung yang berisikan tanah yang dibantu sekitar 50 orang warga yang peduli terhadap bencana banjir dengan melakukan perkuat tanggul sepanjang 100 meter dengan suka rela”. (Kujang).

Minggu, 24 Januari 2021

Tanggap Darurat Banjir, Ratusan Orang Bahu Membahu Pertebal Tanggul Kali Besar Pemali

 


Brebes – Upaya mitigasi terjadinya bencana alam banjir besar dilakukan ratusan orang di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan mempertebal tanggul Kali Pemali dengan karung pasir. Minggu (24/1/2021).







Kapten Armed Zaenal Abidin, Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes menjelaskan, gotong-royong itu dilakukan di belakang Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Abror, yang sebelumnya terkikis dan longsor akibat meluapnya sungai besar itu akibat tidak mampu menampung besarnya debit air kiriman dari hulu atau wilayah Kabupaten Brebes selatan.


“Kerja bakti selama 4 jam ini untuk menghindarkan jebolnya tanggul Kali Pemali sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan banjir bandang di Brebes kota dan sekitarnya, karena ini merupakan sungai yang sangat besar,” terangnya.


Dari hitungannya, sekitar 300 orang bahu membahu. Untuk efektifitas kerja, pembagian tugas dilakukan, dimana ada yang bertugas mengisi karung dengan pasir/tanah, bagian langsir material itu secara manual estafet, menata karung, dan juga memasang patok kayu dan bambu.  


Hadir juga dalam bakti sosial ini antara lain Camat Brebes Asip fauzan, SH, S.I.P, Kapolsek Brebes AKP Wagito, SH, Kepala Kelurahan Pasarbatang Kusuma Edi, S.I.P, Kades Randusanga Kulon, Kades Pagejugan, masing-masing Babinsa dan Bhabinkamtibmas, KOKAM, GP Ansor, dan juga Pemuda Pancasila. (Aan)

Selasa, 29 Desember 2020

Pasca Hujan Deras : Babinsa Cek Jembatan Penghubung Jemasih dan Ciseureuh

  

Brebes - Pasca hujan deras mengguyur wilayah kecamatan Ketanggungan, kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Babinsa Ciseureuh Serka Dasro Koramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes mengecek langsung kondisi jembatan sungai Kamalayan yang menjadi penguhubung kedua desa, desa Jemasih dan Ciseureuh yang merupakan wilayah binaannya. Selasa (30/12/2020).







 

Sejak seminggu terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi menyelimuti desa Ciseureuh dan Jemasih dimana mengakibatkan tanggul disamping jembatan sungai Kamalayan tergerus oleh air dengan debit tinggi dan terjadi tanggul longsor dengan tinggi 5 meter serta panjang diperkirakan 10 meter.

 

“Tanggul jembatan Kamalayan longsor dengan ketinggian 5 meter dan lebar 10 meter, diperkirakan apabila hujan datang dengan intensitas seperti kemarin nanti akan menjadikan robohnya jembatan dan nantinya rumah warga yang disekitar jembatan akan terdampak banjir” Tutur Serka Dasro.

 

Serka Dasro juga mengatakan bahwa adanya hujan tersebut akan mengancam rumah warga yang dekat dengan lokasi.

 

 

Diantara pemilik rumah warga yang terancam longsor yaitu Dasja (64) RT. 04 RW. 04 dan Roni (66) RT. 07 RW. 04 yang keduanya berada di Dukuh Karanganyar Desa Jemasih.

 

Saat ini sudah dilakukan pemasangan terpal yang dilakukan oleh warga bersama Babinsa untuk mengurangi longsor susulan apabila terjadi hujan kembali.

 

Dasja (64) menuturkan “saya meminta kepada pihak desa untuk membantu dalam penanganan longsor di tanggul dengan menggunakan alat berat, karena apabila menggunakan tenaga manual atau manusia tidak akan sanggup dengan kondisi keadaan tanggul yang jebol sangat dalam dan panjang”. Harap Dasja.

 

 

Babinsa Serka Dasro juga menambahkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan kedua desa pemerintah binaannya untuk segera mencari solusi dan penanganan yang serius karena saat ini sudah musim penghujan serta kondisi tanah yang labil sangat rawan longsor. Tambah Babinsa.

 

“Diharapkan masyarakat bila turun hujan dengan intensitas yang cukup deras serta lama, supaya hati-hati dan waspada, dan bagi para pengendara motor maupun mobil selalu memperhatikan faktor keamanan apabila melewati jembatan ini”. Papar Serka Dasro. (Oedjank)

Jumat, 18 Desember 2020

Koramil Larangan Brebes Ajak Masyarakat Tanam Pohon Perkuat Tanggul Sungai

 


Brebes – Di musim penghujan 2020 ini, anggota Koramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, memprakarsai penghijauan di wilayah binaannya, dimana kali ini dilakukan di sepanjang tanggul irigasi mulai dari samping Makoramil menuju Desa Kendaga.







Disampaikan Danramil, Kapten Infantri Suwardi, bahwa penanaman bibit pohon dilakukan bersama pihak Perhutani, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali-Jratun, anggota Pramuka Saka Wira Kartika Koramil Larangan, dan Pramuka SMA Al Falah Larangan, menanam pohon untuk memperkuat tanggul irigasi di Jalan Larangan-Sitanggal.


“Reboisasi dilakukan sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Larangan-Sitanggal,” ungkapnya, Jumat (18/12/2020).


Adapun pohon yang ditanam meliputi 100 bibit trembesi, 100 bibit cemara, dan juga 50 bibit pete cina.


Menurutnya, penanaman pohon sangat tepat dilakukan di saat musim penghujan ini, dan diharapkan saat memasuki musim kemarau 2021 nanti, pohon-pohon yang ditanam tersebut sudah kuat karena tumbuh subur dalam beberapa bulan ke depan.


“Kami mendorong atau memberikan stimulus kepada masyarakat untuk menanam pohon dalam upaya mencegah tanah longsor, dan kali ini upaya penguatan tanggul sungai agar tidak mudah jebol sehingga menyebabkan banjir,” tandasnya.


Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan ratusan bibit pohon itu kepada balai penyemaian bibit BPDASHL Pemali-Jratun, di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan. (Aan)

Selasa, 17 November 2020

Waspada Banjir : Muspika Brebes Tinjau Tanggul Kali Pemali

 


Brebes - Muspika Brebes melakukan pengecekan tanggul sungai pemali yang berada di Desa Terlangu dan Desa Tengki, kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (17/11/2020).






Mapping dan Cek Lokasi Tanggul Sungai Pemali ini merupakan Rawan Jebol (2017), untuk menghadapi musim penghujan saat sekarang, Danramil 01 Brebes Kapten Armed Zenal Abidin, Kapolsek Brebes AKP Wagito, SH, Camat Brebes dan Babinsa serta Kepala Desa Tengki H. Ahmad Saripin, Sekdes Terlangu Toharun beserta perangkatnya mendampingi Muspika mengecek secara langsung di lokasi tanggul.

 

Secara bertahap, Danramil Kapten Armed Zenal Abidin menjelaskan bahwa “Ada beberapa titik tanggul rawan jebol, seperti di Desa Terlangu yaitu di RT 05 RW 05, dimana di tahun 2017 dan 2019 telah jebol dikarenakan tanggul kondisinya berlubang-lobang serta bagian tebing bantaran sungai yang tergerus arus pada saat banjir”. Ungkap Danramil.

 

“Kemudian di Desa Pulosari, tutup pintu air saluran pembuangan di tanggul di Dukuh Miri masih manual menggunakan tenaga manusia, sehingga sulit untuk menutup, apalagi kondisi bantaran kali pemali mudah terkikis air sungai sehingga tanggul rawan jebol”. Tambah Kapten Zenal.

 

“Begitupun tanggul yang berada di Desa Tengki, walaupun sudah dibuat permanen (tanggul) namun dikatakan rawan jebol karena dlam kondisi masih baru, ditambah apabila curah hujan tinggi, arus  sungai dapat mengikis tanggul yang baru dibangun”. Imbuh Danramil saat dilokasi tanggul.

 

Untuk itu, sementara Muspika dan pemerintah daerah serta desa, menghimbau kepada seluruh warga yang berada di sekitar tanggul tersebut agar selalu waspada apabila turun curah hujan yang kapasitas tinggi apalagi sungai Pemali banjir. (Utsm).

Sabtu, 14 Maret 2020

Serda Yudi Priyo Pamungkas, Babinsa Wanasari Cek Tanggul Kali Pemali



Brebes – Kepedulian Babinsa Wanasari, Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, Serda Yudi Priyo Pamungkas mengecek secara rutin tanggul Kali Pemali yang berada di Desa Wanasari. Minggu (15/03/2020).







Namun hal ini disampaikan oleh Babinsa Serda Yudi, Bahwa pengecekan ini dilakukan adalah dapat informasi dari warga binaannya yaitu Nadi Setiadi (45) warga desa Wanasari, yang melaporkan secara langsung melalui pesan medsos (WA), bahwa keadaan tanggul di Desanya longsor sepanjang 20 meter karena terbawa arus sungai yang sebelumnya mengalami banjir (17/02) yang lalu.

Sikap Babinsa yang begitu tanggap ini langsung ke lokasi berkoordinasi dengan Ketua RT setempat yaitu Sutari (57) Ketua RT 06 RW 04 Desa Wanasari,Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Sutari menyampaikan keluhan warga ini kepada Babinsa saat dilakosi tanggul, bahwa keadaan longsoran tanggul ini berada diantara dua desa (perbatasan) yaitu antara Desa Wanasari dan Desa Siasem. Tuturnya.

Serda Yudi mengamati di area tanggul dengan disaksikan oleh ketua RT dan Perwakilan dari LPM Wanasari (Nadi Setiadi) dan bersama warga lainnya, bahwa keadaan ini nanti akan dikoordinasikan bersama Kepala Desa Wanasari Eko Alri Surono, SP.

“ Yah nanti Bapak-bapak tidak usah kuatir atau cemas, setelah peninjauan ini, akan saya lakukan koordinasi dengan Polsek, Koramil dan tentunya pemerintah desa untuk mencari solusi agar rumah-rumah yang berada di tepi tanggul ini merasa aman bila ada kiriman air sungai pemali kembali” Papar Serda Yudi.

“Solusinya adalah nanti kita bersama-sama kerja bhakti untuk perkuat tanggul, sehingga tidak adalagi longsor susulan” Tambah Babinsa diakhir tinjauannya. (Utsm)