Tampilkan postingan dengan label Cikeusal Lor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cikeusal Lor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2020

Ratusan Orang Di Ketanggungan Brebes Membantu Kuatkan Tanggul Sungai Babakan Dengan Jumbo Bag


Brebes – Lebih dari 100 orang masyarakat Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan upaya perkuatan tanggul Sungai Babakan, pasca banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga masyarakat di 5 desa yaitu Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan dan Karangmalang (8/1/2020).






Mereka dibantu unsur TNI serta relawan lainnya. Tampak salah satu dari 7 alat berat milik Dinas PU dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, berkolaborasi dengan tenaga manual. Jumat (7/2/2020).

Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa pihaknya terjun dalam karya bakti penguatan tanggul bersama masyarakat Cikeusal Lor, dalam membantu alat berat mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai.

“Kerja bakti ini adalah membantu excavator untuk mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai, kemudian akan disusun sebagai tanggul penahan air pertama dari Kali Babakan,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, pekerjaan yang akan dilakukan kedepannya adalah memasang kurang lebih 7000 jumbo bag di tanggul sungai di desa tersebut.

“Jumbo bag yang sudah terpasang setidaknya adalah 2000 buah yang dilakukan alat berat. Untuk target hari ini adalah memasang 200 jumbo bag,” tandasnya.

Sekedar diketahui, di Desa Cikeusal Lor sendiri ada 3 titik tanggul yang jebol. Sebelum jebol, air limpasan sebelumnya juga menyebabkan banjir (6/1) yang menggenangi puluhan rumah di dua pedukuhan Cikeusal Lor (Dukuh Babakan dan Campur), serta Jalan Raya Pejagan-Ketanggungan (kurang lebih 30 cm).

Air limpasan dipicu sedimentasi Sungai Babakan di Cikeusal Lor yang cukup tinggi, tanggul tak mampu menampung debit air dari hulu.

Seperti disampaikan Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo saat terjun langsung ke lokasi (14/1), kondisi ini disebabkan lahan di wilayah hulu sungai mulai kritis sebagai dampak dari kerusakan lingkungan akibat banyaknya aktivitas penambangan liar dan galian C yang tak sesuai aturan. (Aan)

Rabu, 22 Januari 2020

Ganjar Pranowo Ajak Seluruh Komponen Di Brebes Bersinergi Tangani Dan Rawat Tanggul Sungai Babakan

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, didampingi Forkopimda Kabupaten Brebes mengunjungi lokasi terdampak banjir akibat jebolnya 4 titik tanggul Sungai Babakan di Desa/Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (14/1/2020).





Diketahui, kunjungan kerja Gubernur ini untuk melihat dari dekat sejauh mana penanganan kerusakan tanggul yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk kinerja Poskonya.

Di Ketanggungan Brebes, Posko penanganan banjir Sungai Babakan dipusatkan di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes. Di tempat ini juga didirikan Dapur Umum (DU) BPBD serta tempat mangkalnya mobil ambulan untuk pelayanan medis.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menargetkan pekerjaan peninggian tanggul dan normalisasi Sungai Babakan sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang akan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Ini disampaikannya saat kunjungannya beberapa hari yang lalu di tempat yang sama (12/1).

Langkah ini ditempuh karena banjir telah merendam setidaknya 5 desa pada Rabu (8/1) lalu. Sedangkan 2 hari sebelumnya (6/1), banjir juga terjadi akibat limpasan air Sungai Babakan, akibat debit air yang melimpah dari hulu sungai.

Setelah dari Posko, Ganjar selanjutnya meninjau ke Desa Cikeusal Lor, dimana sepanjang kurang lebih 700 meter belum memiliki tanggul sehingga di titik ini juga menjadi pemicu meluapnya air ke pemukiman warga.

“Selain faktor tanggul, sedimen di Sungai Babakan inilah yang mengakibatkan banjir kemarin. Setelah pekerjaan tanggul dan pengerukan Sungai Babakan, maka akan dilanjutkan penanaman pohon,” jelasnya.

Ganjar juga menekankan kepada seluruh elemen yang hadir, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengambil tanah di tanggul untuk pembuatan batu bata sehingga nantinya akan merusak tanggul dan banjir kembali. Pun dengan membuat pintu air dan sodetan/gorong-gorong pembuangan air.

Termasuk pengawasan terhadap pohon yang nantinya ditanam, jangan sampai ada warga yang mencabut dan menebangnya. Pasalnya, fungsinya adalah untuk menguatkan tanggul.

Ia juga menginstruksikan Forkopimda agar segera membentuk Tim Jaga Kali untuk pengawasan ini, termasuk dengan melibatkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk-Cisanggarung, Muspika dan Pemdes setempat untuk melakukan patroli apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.

“Saya mohon tanggul yang sedang diperbaiki agar dijaga dengan baik. Semua ikut merawat dan mengawasi,” imbuhnya.

Ganjar juga berpesan kepada jajaran Forkopimda (Bupati, Dandim dan Kapolres), agar bersinergi dalam penanggulangan bencana.

“Kekurangan apa saja disini silahkan disampaikan disini mumpung ada Bupati dan Dandim,” tandasnya.

Tak lupa ia mengapresiasi respon cepat Kementerian PUPR yang terjun langsung ke lokasi, BBWS, Bupati, Dandim dan Kapolres, di hadapan media. Tampak orang nomor satu di Jateng ini mendapatkan paparan singkat dari pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dr. Ir. Happy Mulya, SE, serta Forkopimda dan dinas terkait.

Diketahui sebelumnya (13/1), Ganjar juga mengecek langsung pembuatan tanggul semi permanen di Sungai Tuntang di dua titik, Desa Trimulyo Guntur, Kabupaten Demak dan juga di Kabupaten Pati. (Aan)