Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2024

Pasca Banjir Luapan Sungai Pemali, Babinsa Jatibarang dan Masyrakat Lakukan Pembersihan Material Lumpur

 Brebes -  Personil babinsa koramil 02/Jatibarang Kodim 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma tanpa kenal lelah terus bantu warga seperti saat ini membersihkan Madrasah Salafiyah Babusyalam di desa kedungtukang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jateng. Rabu (28/02/24).


Pembersihan endapan lumpur ini akibat derasnya curah hujan serta naiknya debit air  yang mengakibatkan meluapnya air sungai pemali ke pemukiman warga. Ada tujuh kecamatan di wilayah kabupaten brebes,  yang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah brebes sejak Minggu malam (25/2) hingga Senin (26/2),



Dijelaskan babinsa kedungtukang serma Wahyu Widiyarto Untuk sasaran pembersihan yang dilakukan hari ini adalah obyek obyek penting yaitu sekolah sekolah dan tempat ibadah, kenapa kami utamakan ,karena supaya kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar seperti semula, selain itu juga kita laksanakan pembersihan di rumah warga dan tempat-tempat sarana umum lainnya. Dibantu para warga dan tokoh masyrakat, tokoh agama dan aparat desa Kami saling bahu membahu membersihkan sisa - sasa material pasca banjir, tuturnya



Secara terpisah Danramil 02/Jatibarang Letda Inf Sunardi mengatakan, bahwa hari ini banjir itu telah surut, namun akibat dari banjir tersebut tidak sedikit perumahan warga dan sekolah sekolah di genangi lumpur yang di bawa oleh air banjir.oleh karena itu, hari ini personil kita kerahkan untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur akibat dari banjir itu,”ujar Danramil


Kegiatan pembersihan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI khususnya Koramil 02/Jatibarang kodim 0713/Brebes kepada warga di wilayah teritorialnya yang sedang mengalami musibah kebanjiran.kegiatan ini juga akan terus berlanjut dengan sasaran target benar-benar bersih dan kembali rapi seperti semula,” tutup Danramil. (Pen0713)

Kamis, 15 Februari 2024

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes Baksos Warga Bencana Alam Banjir di Tanjung

Brebes - Pasca bencana alam banjir diwilayah Koramil 04 Tanjung, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang  XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Ny. Novi Sapto Broto berserta pengurus melaksanakan bakti sosial kepada keluarga besar Persit Ranting Koramil Tanjung yang terdampak banjir di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (13/02/2024).


Dalam kegiatan tersebut, Ibu Novi Sapto Broto beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan makanan kepada anggota persit serta masyarakat yang terkena bencana banjir. Kegiatan ini mewujudkan rasa kepedulian dan juga untuk mempererat tali silahturahmi terhadap masyarakat setempat.




Adapun bantuan langsung yang diberikan oleh ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang  XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dan rombongan berupa kebutuhan makanan, pakaian berserta obat-obatan.


Dalam kesempatan ini Ny. Novi Sapto Broto mengatakan, jika bantuan yang kami berikan semoga dapat membantu seluruh anggota Persit Ranting Koramil Tanjung dan  masyarakat sehingga bisa meringankan beban warga dan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga.


Motivasi dan semangat juga disampaikan Ketua Persit Ny. Novi Sapto Broto kepada korban bencana banjir agar tetap tabah menghadapi ujian serta mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. (Pen0713).

Sabtu, 27 Januari 2024

Antisipasi Koramil Wanasari Dalam Mengatasi Banjir dan Wabah Penyakit diwilayah Binaan

 Brebes - Anggota TNI dari Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma bersama-sama dengan warga bergotong-royong untuk membersihkan saluran irigasi dengan tujuan untuk meningkatkan aliran air dan mencegah potensi banjir. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program TNI AD untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berlangsung di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (27/01/2024)


Kegiatan pembersihan saluran irigasi tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat dan kebersamaan, melibatkan anggota TNI, Polsek, UPTD Pemali Hilir Brebes, Kepala Desa Kupu Ramli beserta Perangkat, dan Ketua RT dan RW setempat beserta warga. Selain membersihkan saluran irigasi dari sampah, lumpur dan rumput liar yang dapat menghambat aliran air.






Danramil 03 Wanasari, Kapten Cpl A. Choerul Huda menyatakan, “Kami sangat bersyukur dapat melibatkan warga dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini adalah bukti nyata dari upaya kita bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah kita.” Kata Danramil.


Pembersihan saluran irigasi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertanian dan sektor ekonomi lokal, dengan meningkatkan ketersediaan air untuk irigasi tanaman. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengurangi resiko banjir di musim hujan.


Kepala Desa Kupu Ramli menyampaikan apresiasi atas upaya bersama ini. “Kami sangat menghargai kerjasama antara anggota TNI dan warga dalam membersihkan saluran irigasi ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk kebaikan bersama.” ungkapnya.


Pembersihan saluran irigasi ini juga menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial Koramil bersama Forkopimca Wanasari dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Semua pihak diundang untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sebagai langkah konkrit menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Pen0713).

Kamis, 25 Januari 2024

Karya Bakti Koramil 16 Larangan Bersihkan Saluran Irigasi, Antisipasi Banjir dan Wabah Penyakit

  Karya Bakti Koramil 16 Larangan Bersihkan Saluran Irigasi, Antisipasi Banjir dan Wabah Penyakit

Brebes - Anggota TNI dari Koramil 16 Larangan, kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma bersama-sama dengan warga bergotong-royong untuk membersihkan saluran irigasi di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, dengan tujuan untuk meningkatkan aliran air dan mencegah potensi banjir. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program TNI AD untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Kamis (25/01/2024)


Kegiatan pembersihan saluran irigasi tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat dan kebersamaan, melibatkan anggota TNI, Polsek, Kecamatan, Perangkat Desa, warga dan pelajar. Selain membersihkan saluran irigasi dari sampah, lumpur dan rumput liar yang dapat menghambat aliran air.





Danramil 16 Larangan, Lettu Infanteri M. Yazid menyatakan, “Kami sangat bersyukur dapat melibatkan warga dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini adalah bukti nyata dari Upaya kita bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah kita.” katanya


Pembersihan saluran irigasi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertanian dan sektor ekonomi lokal, dengan meningkatkan ketersediaan air untuk irigasi tanaman. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengurangi risiko banjir di musim hujan.


Kasi Trantib Kecamatan Larangan Kusworo, S.E. menyampaikan apresiasi atas upaya bersama ini. “Kami sangat menghargai kerjasama antara anggota TNI dan warga dalam membersihkan saluran irigasi ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk kebaikan bersama.” ungkapnya.


Pembersihan saluran irigasi ini juga menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial Koramil bersama Forkopimca Larangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Semua pihak diundang untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sebagai langkah konkrit menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan seperti yang dicetuskan Dandim Brebes melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas. (Pen0713)

Kamis, 04 Januari 2024

Karya Bakti Pembersihan Pasar Jatibarang Mengantisipasi Penyakit dan Banjir

 Brebes - Kegiatan Karya Bakti terus dilakukan jelang musim hujan oleh jajaran Kodim 0713 Brebes, termasuk diantaranya Koramil 02 Jatibarang.

Pembersihan Pasar Jatibarang merupakan tujuan utama di Koramil tersebut, guna mengantisipasi penyakit dari nyamuk.

Danramil 02 Jatibarang Letda Infanteri Sunardi pimpin langsung Karya Bakti bersama Polsek Jatibarang, Satpol PP, Dishub, Pegawai Paar dan warga masyarakat. Kamis (04/01/2024).

Danramil 02 Jatibarang mengungkapkan “Kerja bakti pembersihan pasar dilakukan untuk mencegah, agar sampah tidak terseret air hujan masuk ke parit, dan mengakibatkan penyumbatan sehingga terjadi banjir”. Ucap Letda Sunardi.

Lanjut Danramil “Kegiatan ini membawa pesan khusus, dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat, baik pengunjung maupun pedagang pasar, agar lebih peduli lagi terhadap kesehatan lingkungan,” terangnya.





Danramil juga meminta kepada warga pedagang di pasar, agar tidak membuang sampah sembarang di dalam kompleks Pasar, karena selain mencemari lingkungan yang mengakibatkan bau busuk sehingga menumbulkan penyakit, juga mengakibatkan banjir.


“Baik Pedagang maupun pengunjung harus bertanggung jawab, atas kebersihan pasar, hal ini untuk kenyamanan dan keindahan lingkungan pasar” ungkap Danramil 02 Jatibarang. (Pen0713).

Jumat, 26 Februari 2021

Wilayah Bojong Jatibarang Brebes Banjir Limpasan Kali Pemali

 


Brebes – Kali Pemali kembali meluap dan kali ini menyebabkan banjir di sejumlah RT di RW. 3 Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat siang (26/2/2021).






Diterangkan Danramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa dari pemantauan situasi dan kondisi di lokasi, sampai dengan pukul 13.15 WIB, limpasan air terus meningkat sehingga menyebabkan banjir di daerah pemukiman warga setempat setinggi 25-50 centimeter.


“Banjir akibat limpasan air Kali Pemali mulai terjadi sejak pukul 11.00 WIB dan menggenangi Dukuh Bayur di RT. 11, 13, 14, dan RT. 15. Untuk kerugian jiwa dan material sementara nihil,” ungkapnya.


Walaupun sempat menimbulkan kepanikan warga, air berangsur-angsur surut mulai pukul 15.30 WIB.


Masyarakat Jatibarang dan sekitarnya berharap agar pihak terkait segera melakukan peninggian tanggul Kali Pemali untuk mencegah terjadinya banjir susulan.


Pihaknya juga sedang melakukan koordinasi dengan segenap elemen di Jatibarang guna melakukan upaya darurat, yaitu mempertebal dan meninggikan titik tanggul tempat limpasan air dengan karung berisi tanah/pasir dan pemasangan patok kayu maupun bambu. (Aan)

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka SWK Banjarharjo Brebes Galang Bantuan Bagi Korban Gempa Bumi Sulbar dan Banjir Kalsel

 


Brebes - Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) S. Parman Koramil 14 Banjarharjo, Kodim 0713 Brebes, juga melakukan penggalangan dana kemanusiaan bagi para korban banjir di Kalimantan Selatan yang berdampak kepada 10 kota dan kabupaten disana (15/1), dan juga gempa bumi di Mamuju serta Majene, Sulawesi Barat (15/1) yang setidaknya merenggut 78 jiwa.









Disampaikan Peltu Sartono, Bati Tuud Koramil Banjarharjo, para pelajar binaannya itu melakukan penggalangan dana di sekitar Pasar Banjarharjo. Minggu (24/1/2021).


“Dua puluh orang Pramuka SWK S. Parman, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 800 ribu pada hari ini,” bebernya.


Disampaikannya juga, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Pramuka UNDlP Semarang, untuk dihimpun dan kemudian disalurkan ke lokasi bencana alam tersebut.


“Untuk rencana penggalangan besok akan dilakukan di lingkungan Pasar Cikakak, termasuk di jalan raya,” imbuh Pamong SWK itu.


Menurutnya juga, walaupun jumlah bantuan yang disalurkan tidak begitu besar, namun ini merupakan bentuk kepedulian Pramuka untuk membantu sesamanya yang tertimpa musibah.


“Ini juga merupakan salah satu pengamalan salah satu dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. Kita ajarkan kepada mereka agar kelak menjadi pemimpin yang tanggap dan tangguh,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 08 Juni 2020

Puluhan Polisi dan TNI Bermotor Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Rob di Pesisir Brebes


Brebes – Ratusan warga masyarakat yang terdampak banjir rob di pesisir Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan beras dari Polres Brebes, yang disalurkan langsung oleh Kapolres AKBP Gatot Yulianto, SIK, M.HP bersama Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE. Senin (8/6/2020).








Disampaikan Kapolres bahwa bantuan berupa 1.000 kilogram beras yang dikemas dalam kantong plastik seberat 5 kilogram.

“Kali ini bersama Kodim kita salurkan bantuan beras 5 kilogram kepada 100 KK di Desa Randusanga Kulon dan 100 KK di Desa Randusanga Wetan,” ungkapnya memberikan sambutan di Depan Balai Desa Randusanga Kulon.

Rencana Gatot selanjutnya adalah bersama Kodim akan membantu masyarakat terdampak rob di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

“Semoga bantuan bermanfaat. Kita juga berupaya agar kedepan dapat membantu warga yang miskin,” pungkasnya.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono, menyatakan bahwa di desanya terdapat masih ada 1.000 KK (Kepala Keluarga) terdampak rob awal bulan Juni kemarin (2/6) yang memerlukan bantuan serupa.

“Dari seribu KK, warga kami di Pedukuhan Banjangsari mengalami dampak terparah. Bantuan sebelumnya dan saat ini akan disalurkan menggunakan perahu karena jalur darat terputus dan terendam rob,” imbuhnya.

Walaupun tidak ada korban jiwa di pedukuhan tersebut namun semua warganya sangat memerlukan sentuhan bantuan.

“Saya mewakili 2.500 KK Randusanga Kulon mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat Brebes khususnya sehingga di hari ketujuh ini rob sudah surut. Juga atas bantuan-bantuan logistik dari seluruh pihak selama seminggu terdampak banjir,” tandasnya mengapresiasi.

Tak lupa Afan menyampaikan bahwa sisa stok bahan makanan di Dapur Umum BPBD Brebes yang didirikan pada tanggal 3 Juni 2020 lalu, telah dibagikan kepada 1.500 KK di desanya.

“Sekali lagi saya selaku kepala desa merasa trenyuh dan mendapatkan kehormatan karena para pejabat Forkopimda tanpa diwakili mau datang untuk membantu warga kami,” tutupnya.

Sementara Rasimad (72) dan istrinya Sumiati (45), buruh tani mengucapkan terima kasih kepada Kapolres melalui Dandim atas bantuan tersebut. Pasalnya, sekecil apapun bantuan di tengah pandemi covid-19 akan sangat berarti bagi masyarakat terlebih juga terdampak bencana alam.

Terpisah, Kepala Desa Randusanga Wetan, Dwi Agung Budiantara, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya banjir rob tahun ini merupakan yang terparah sehingga menyebabkan para petani tambak udang, ikan dan rumput laut mengalami gagal panen. (Aan)

Kamis, 04 Juni 2020

Masyarakat Terdampak Rob di Pesisir Brebes Mulai Dapat Bantuan


Brebes – Bantuan untuk para korban rob atau air pasang laut di pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, berupa sembako mulai disalurkan Pemkab Brebes dan dinas terkait. Rabu malam (3/6/2020).





Tampak Forkopimda Kabupaten Brebes yang antara lain Bupati Hj. Idza Priyanti, Dandim 0713 Letkol Infantri Faisal Amri, dan Kapolres AKBP Gatot Yulianto, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.

Mereka didampingi para Kepala SKPD, Muspika Brebes, dan juga Kades Randusanga Kulon H. Arfan Setiyono, SE.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, menyatakan bahwa dengan adanya rencana kawasan industri di Brebes, maka kawasan pesisir akan segera dibangun tanggul penahan rob dengan tujuan agar kedepan tidak akan terjadi banjir rob lagi.

Tanggul akan segera dibangun sesuai Perda nomor 13 mengenai Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tertulis pada Perpres Nomor 79 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Untuk salah satu prioritas pembangunan di kawasan Brebes adalah tanggul penahan rob yang sangat dibutuhkan warga untuk mengamankan tambak dan pemukiman.

“Kita berharap masyarakat untuk bersabar dan berdoa bencana banjir rob ini segera surut,” ungkapnya.

Tak bosan-bosannya, Dandim mengharapkan agar masyarakat memakai masker jika keluar rumah dan menerapkan jaga jarak atau physical distancing guna mengantisipasi tertular covid-19.

Rombongan Forkopimda selanjutnya meninjau lokasi terdampak di Dukuh Karang Sembung, Desa Randusanga Kulon, dan lokasi pengungsi warga di Desa Randusanga Wetan yang berada di Masjid Ikhsaniyyah.

Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, menyatakan bahwa pihaknya malam itu juga mendirikan Dapur Umum dan akan mulai beroperasi keesokan harinya (4/6).

Selain Kecamatan Brebes, Nushy menyebut rob juga merendam sejumlah desa di 4 kecamatan pesisir pantai yakni Losari, Tanjung, Bulakamba dan Wanasari. Rob diperkirakan akan berlangsung pada periode Mei-Juni dan puncaknya pada awal Juni ini.

Sementara Afan Setiono, Kepala Desa Randusanga Kulon, mematikan bahwa para petani mengalami gagal panen akibat kurang lebih 200 hektar tambak ikan, udang dan rumput laut terendam rob yang merupakan terbesar sejak tahun 2017 silam.

Afan menjelaskan, banjir rob sudah terjadi di wilayahnya sejak 9 hari lalu dan ketinggian air paling parah terjadi selama dua hari (2-3/6).

“Banjir rob biasa cepat surut namun kali ini bertahan lebih lama dan bertambah tinggi pada sore hari dengan ketinggian maksimal antara 30-50 centimeter menggenangi rumah-rumah warga,” bebernya. (Aan)

Rabu, 03 Juni 2020

Yayasan Berteman Berikan Senyum Mbah Rukilah di Tengah-tengah Rob Randusanga


Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).






Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)

Jumat, 06 Maret 2020

Masyarakat Petunjungan Bulakamba Brebes Juga Perlu Penanganan Banjir


Brebes – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kali ini melanda wilayah Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba. Kamis pagi (5/3/2020).

Dijelaskan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, bahwa banjir merupakan dampak meluapnya Sungai Poting akibat tak mampu menampung debit air yang melimpah pasca wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Rabu sore (4/3).




“Hujan deras terjadi sejak kemarin sore mulai 15.00 WIB sehingga menyebabkan air Sungai Poting limpas ke pemukiman warga masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, walaupun hanya banjir ringan namun aktivitas masyarakat sempat terhenti akibat musibah tersebut. Mereka mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi.

“Warga masyarakat tidak mengungsi ke tempat lain karena hanya banjir limpasan. Pada saat banjir, mereka hanya mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi biar lebih aman,” imbuhnya.

Tidak ada korban jiwa atas banjir ini. Untuk ketinggian wilayah terdampak meliputi jalan di Petunjungan RT/RW. 01 sempat terendam air setinggi kurang lebih 20 centimeter dan sebagian rumah warga terendam antara 10-20 centimeter, kemudian wilayah RW. 05 terendam air berkisar antara 30 centimeter, serta jalan di RT. 04 RW. 06 terendam air juga dengan ketinggian 30 centimeter.

“Di RT. 04 RW. 06, sebagian air masuk ke rumah warga setempat dengan ketinggian mencapai 10 centimeter,” pungkasnya.

Saat berita ini diturunkan, kondisi air sudah berangsur-angsur surut dan masyarakat melaksanakan pembersihan rumah dari lumpur dan air serta menjemur perabotan rumahnya yang terendam air.

Untuk penyebab banjir diduga karena pendangkalan sungai karena sedimentasi serta kurang berfungsinya drainase di wilayah tersebut. Masyarakat berharap adanya normalisasi dan pelebaran sungai tersebut sehingga saat hujan mendatang musibah serupa tidak terulang. (Aan)