Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2021

Puluhan Guru di Brebes Dibekali TUB dan PBB

 


Brebes – Khidmatnya ceremonial upacara pengibaran bendera tentu tak terlepas dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Namun untuk jalannya suatu upacara bendera tentu seluruh elemen upacara harus tampil maksimal atau tanpa suatu kesalahan, dan juga tampil energik.









Dengan kata lain, jika prosesi upacara bendera terjadi satu kesalahan saja maka dipastikan akan mengurangi khidmatnya ceremonial yang berfungsi menumbuhkan kedisiplinan dan kecintaan kepada NKRI, sehingga perlunya keterampilan dari kesatuan pelaksanaan upacara bendera.


Menyikapi hal ini, Dikpora Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar pelatihan bagi para guru dari SLTP dan SLTA sederajat, yang bertajuk Workshop dan ToT (Training of Training) TUB (Tata Upacara Bendera) dan baris-berbaris tahun 2021, di GOR Sasana Krida Adhikarsa dan Gedung PGRI Brebes.


Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, selaku koordinator materi, bahwa kegiatan ini dalam rangka penyiapan para guru untuk menjadi pelatih di sekolahnya masing-masing.


“Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, yaitu mulai tanggal 24-26 Februari 2021, dengan para pelatih dari TNI yaitu Kodiklat TNI-AD dan Rindam IV Diponegoro, Polri, Dindikpora Brebes, pelatih profesional, psikolog,” terangnya, Jumat (26/2/2021).


Lebih lanjut, dalam peningkatan SDM dari 50 guru se-Kabupaten Brebes ini, juga disisipkan sejumlah materi yang meliputi Wasbang (Wawasan Kebangsaan), bela negara, pendidikan lalu-lintas, bahaya Narkoba, psikologi, pembinaan bidang pemuda dan olahraga, dan juga yel-yel untuk memupuk jiwa korsa atau kebersamaan.


“Untuk materi PBB merujuk pada Perpang TNI No. 58 Tahun 2018, tentang revisi PBB,” tandasnya.


Para peserta juga diuji praktek PBB secara berkelompok, teknik lipat dan bentang bendera, serta praktek TUB dan baris-berbaris secara berkelompok untuk simulasi lomba.


Sementara itu disampaikan Kadis Dikpora Kabupaten Brebes, Sutrisno, SH, MH, melalui Kabid Disdikpora, Fajar Adi, S.hut, M.Si, selama 3 hari kegiatan para peserta menjalani jadwal yang padat yang menuntut kedisiplinan, yaitu mulai bangun pagi pada pukul 04.00 WIB, sholat subuh bagi yang muslim, olahraga pagi, sarapan, menerima materi teori dan praktek, serta apel malam.


Untuk demo gerakan PBB dilakukan oleh Paskibra dari SLTPN 1 Kersana, sedangkan tim kesehatan dari Dinkes Brebes.


“Kita menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.


Menurutnya, para pelatih Paskibra harus memenuhi persyaratan khusus sehingga harus mengikuti ToT yang dilaksanakan oleh Dispora tingkat kabupaten, provinsi atau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sedangkan untuk tingkat kecamatan minimal TOT tingkat kabupaten.


Pelatih yang memiliki kualifikasi pelatihan tingkat Kabupaten Brebes, tentunya hanya bisa menjadi pelatih di kabupaten saja. Sehingga program ToT tingkat kabupaten ini juga untuk regenerasi para pelatih Paskibra khususnya di Brebes.


Ditambahkannya, saat apel penutupan kegiatan akan dilakukan pembagian sertifikat.


Untuk diketahui, pemateri dari Kodiklat TNI-AD adalah Kapten Cba. Ian Fitriani dan Kapten Cku. Anwar Yoga, dari Rindam IV/Dip adalah Letda Infanteri Sunanta dan Peltu Petrus, dari Brebes Aipda Destrian, dan sejumlah pelatih profesional dari umum, serta psikolog. (Aan)

Kamis, 16 Juli 2020

Kodim Brebes Olah Raga Sekaligus Beramal


Brebes - Olah Raga merupakan suatu kebutuhan setiap manusia,  sebab dengan melakukan olah raga badan menjadi sehat dan kuat.





Seperti yang dilakukan rutinitas personel Kodim 0713 Brebes yang mana sertiap hari selasa dan kamis melaksanakan olah raga,  baik olah raga ringan maupun lainnya. 

Peltu Sugihato,  PNS Aris dan PNS Alip memanfaatkan kesempatan dalam berolah raga jalan sehat di jalan taman siswa brebes,  Kamis (16/07/2020).

Anehnya,  personel Kodim 0713 Brebes ini melakukan hal yang tidak terduga yakni membantu sang guru SMP N 4  Brebes yang sedang mengangkut batu bata untuk diangkut kedalam rumahnya. 

Aksi ini dilakukan seketika itu dalam waktu dan hitungan menit,  ketiga personel Kodim ini membantu mengangkat batu bata dan mendorong gerobak.

"Jangan repot-repot pak,  ini biar saya kerjakan sendiri,  monggo olah raga saja" Celetuk Pak Guru Mustamid (60) yang akan menyudahi masa dinasnya menjadi guru itu. 

Peltu Sugihato menjawab "Tidak apa-apa pak guru, mengangkat batu bata ini juga olah raga, sekalian kami membantu biar cepat pergeseran batu bata ini agar cepat masuk ke dalam rumah bapak,  kalau masih ditepi jalan ini nanti akan mengganggu pemakai jalan karena posisinya persis di tepi jalan raya" Kata Sugiarto. 

Pak Guru Mustamid ini mengucapkan terima kasih kepada anggota Kodim yang telah membantu meringankan pekerjaannya tersebut. 

Berolahraga merupakan kebutuhan utama untuk menjadi jiwa yang sehat dan kuat,  namun apabila melakukan olah raga dipadukan dengan beramal membantu orang lain,  maka akan mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani yang baik pula. 

Apresiasi personel Kodim Brebes ini mendapatkan apresiasi dari warga yang melihat diperjalan,  bahkan pengendara sepeda motor dan mobilpun mengeluarkan acungan jempol kepada ketiga personel Kodim Brebes ini. (Utsm)

Sabtu, 18 April 2020

Saatnya Ibu Persit Kodim Brebes Jadi Guru Dirumah


Brebes – Situasi saat sekarang ini banyak yang membutuhkan seorang guru atau pengajar untuk mendidik putra-putrinya, apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 dimana pemerintah melalui maklumat Kapolri yang mengharuskan tidak boleh keluar rumah terkecuali dalam kondisi dan kepentingan yang tidak harus ditinggalkan.






Seperti halnya di kabupaten Brebes ini, dengan adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tentang Pandemi Covid-19, sekolah-sekolah diliburkan atau para pelajar untuk belajar dirumah dan diawasi oleh orang tuanya. Merupakan tanggungjawab kita bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Namun sekolah dan guru wajib memberikan tugas kepada muridnya untuk dikerjakan dirumah dengan cara dikirim melalui medsos (WhatsApp).

Guru telah memberikan Lesson Plan yaitu suatu struktur atau program perencanaan yang dibuat oleh pengajar yang dilaksanakan oleh orang tua murid.

Seperti halnya dengan keluarga yang satu ini yaitu dari TNI Kodim 0713 Brebes, Serka Dulkarim Effendi yang dinas kesehariannya di Koramil 07 Bulakamba, bersama istri selalu monitor akan tugas anaknya Melody Zahira Putri Efendi (6) saat ini di TKIT Harapan Umat Brebes. Sabtu (18/04/2020).

Ika Yuliani, Amd.Keb istri dari Serka Dulkarim Effendi mengerjakan tugas dari sekolah kepada anaknya selama libur Pandemi Covid-19 dirumah.

Kini saatnya ibu persit seperti Ika Yuliani menjalankan tugas yang kesehariannya di Klinik Pratama 13 Brebes menjadi guru untuk anaknya.

Tugas yang diajarkan sesuai dengan jadwal Lesson Plan dari sekolah TKIT Harapan Umat Brebes adalah bermain peran bersama orang tua.

Dengan menggunakan media atau alat perada yang tersedia dirumah, Ibu persit ini dengan sabar menjadi guru pengganti dan mengajarinya selama liburan Pandemi Covid-19 berkahir.

“Ternyata menjadi seorang guru tidak mudah dan tidak bisa dibayangkan karena mengajar anak-anak lebih sulit daripada melaksanakan aktivitas kerja sehari-hari saya sebagai orang tua” Tutur Ika Yuliani.

“Ternyata pekerjaan guru itu sangat luar biasa dan tidak bisa ditulis dan diucapkan melalui kata-kata” Imbuh anggota persit Ika Yuliani. (Utsm)

Senin, 29 April 2019

Kodim : Komunikasai Sosial (Komsos) Dengan Berbagai Komponen Masyarakat

Brebes – Kodim 0713 Brebes menggelar Komunikasai Sosial (Komsos) dengan berbagai komponen masyarakat di wilayah binaannya yaitu 17 Kecamatan di Brebes, bertempat di Aula Jenderal Soedirman Makodim, Selasa (30/4/2019).


Disampaikan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE bahwa, tujuan dilaksanakan kegiatan guna menjalin silaturahmi serta sinergitas atau kemanunggalan TNI-Rakyat guna menjaga kondusifitas wilayah antara TNI dengan Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), Guru, Mahasiswa dan Pelajar, Wiraswasta dan Petani. Selain itu juga dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang meliputi anggota Pepabri, PPAD, FKUB, FKPPI, Banser dan Pemuda Pancasila.


“Komunikasi sosial ini sebagai wahana dalam meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, wawasan kebangsaan dalam menjaga kedaulatan NKRI serta menampung kesulitan rakyat di wilayah untuk dicarikan solusi bersama Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Sebagai acara puncak adalah materi yang disampaikan Danramil 04 Tanjung, Kepten Infanteri Muhtadi, tentang 4 (empat) pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) dan komunisme guna mengawal kedaulatan NKRI. Pasalnya, tugas ini merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, air dan udara serta 17.508 pulau, 33 provinsi, 399 kabupaten, 98 kota, 5.263 kecamatan, 7.113 kelurahan dan 62.803 desa.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan pemberian cindera mata secara simbolis dari Dandim kepada perwakilan dari Tomas yang diterima Ketua Pepabri Brebes Letkol Purn. H. Gunawan Wibisono, Toga kepada Ketua FKUB Brebes M. Supriono, Todat kepada Ketua FKPPI Brebes Muhammad Naimudin, Mahasiswa kepada Bambang Budi Utomo serta Ormas. (Aan Pendim Brebes).