Tampilkan postingan dengan label Kaliloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaliloka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2020

Separuh Badan Jalan Di Kaliloka Brebes Ambles



Brebes – Separuh akses antar pedukuhan selebar kurang lebih 3 meter di Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambles sepanjang kurang lebih 10 meter, sehingga membahayakan para pengguna jalan yang melintas.





Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa amblasnya separuh badan jalan diakibatkan talud penahan di sisi jalan dalam kondisi miring sehingga tidak kuat menahan badan jalan.

“Hujan deras yang turun di wilayah Kecamatan Sirampog terjadi mulai pukul 18.00-20.00 WIB. 3 jam kemudian, badan jalan di Dukuh Karang Dadap RT. 05 RW. 01, Kaliloka, amblas,” ucapnya, Jumat (24/1/2020).

Tidak ada korban jiwa, saat ini kondisi jalan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Titik amblas tersebut juga telah dipasangi police line guna memberikan tanda kepada para pengguna jalan.

Dibenarkan salah satu warga setempat yaitu Aro, bahwa amblasnya jalan dipicu oleh keretakan pada badan jalan sebelumnya.

Ia berharap agar kondisi tersebut segera mendapatkan penanganan karena jalan merupakan sarana penting bagi masyarakat dalam berbagai aktivitas. (Aan)

Minggu, 01 Desember 2019

TNI Bantu Bangun Akses Utama Desa Kaliloka-Plompong Sirampog Brebes


Brebes – Pasca putusnya jalan utama penghubung antara Desa Kaliloka-Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (23/11) pukul 23.00 WIB, puluhan orang gabungan membuat jalan darurat. Minggu (24/11/2019).








Akses tersebut putus total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Panjang longsoran kurang lebih mencapai 25 meter dengan  lebar 8 meter dan kedalaman 15 meter.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sebanyak 75 orang yang terdiri dari pihak BPBD Brebes, perangkat desa dan masyarakat setempat, Koramil, Polsek, Dinas PU Kecamatan Bumiayu, anggota Kokam, serta para relawan lainnya.

“Adapun sasaran yang dikerjakan dalam gotong royong antara lain membuat jalan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 3 meter dengan memangkas tebing persawahan serta pembersihan rumput dan semak belukar,” terangnya.

Dikatakannya juga, pembuatan akses tersebut untuk memperlancar transportasi anak sekolah dan masyarakat menuju ke Kecamatan Bumiayu.

Dijelaskannya juga, selain merenggut jalan utama, longsor juga menelan lahan sawah milik Aro (50) petani asal Dukuh Karang Dadap RT. 05 RW. 01, Kaliloka, di Dukuh Manggis RT. 04 RW. 01, Kaliloka (lokasi bencal).

Kronologi kejadian bermula pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Sirampog malam itu juga. Police line juga telah dipasang di sekitar lokasi tersebut untuk memperingatkan warga serta pengendara yang akan melintas.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak mendekati lokasi untuk mencegah korban jiwa jika terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Kepala Desa, Nanang Hakim, juga membenarkan kejadian yang lokasinya berjarak kurang lebih 50 meter dari pengerjaan Jembatan Plompong yang sedang dibangun karena pada awal 2019 (21/1) lalu, juga putus total terbawa banjir bandang.

“Pasokan material yang dibawa armada pengangkut untuk pembangunan Jembatan Plompong juga terganggu karena jalan tidak bisa dilewati,” ucapnya.

Ditambahkannya, tanah sebelumnya retak-retak karena kekeringan saat musim kemarau, ditambah di lokasi merupakan dengan kontur tanah rawan longsor. Ia berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan penanganan.

Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil juga belum bisa ditaksir atas putusnya infrastruktur tersebut. (Aan)