Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2024

Koramil 13 Salem Karya Bakti Tanah Longsor di Desa Pabuaran

 Brebes - Batituud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Peltu Rahmat Wahyudin bersama anggota Babinsa, Kepala Desa Pabuaran Rasidi dan warga, Bagana serta Banser melaksanakan karya bakti pembukaan tanah akibat tanah longsor membendung aliran sungai Citatah, Desa Pabuaran, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (07/03/2024).


Peltu Rahmat Wahyudin menyampaikan saat ini di beberapa tempat banyak terjadi longsor baik skala besar maupun kecil. Salah satunya disini, akibat dari longsioran tanah menutupi aliran Sungai Citatah sehingga lahan pertanian seluas 1 hektar tergenang luapan air dan tak surut, untuk itu sebagai TNI selalu hadir dalam setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat.  Salah satunya adalah membantu mengatasi bencana alam.  Kita selalu hadir bersama komponen yang lain untuk menyelesaikan permasalahan secepat mungkin. Sehingga kerugian bisa diminimalisir.





"Saat ini kita bersama sama membantu masyarakat yang sedang terkena musibah, karena cuaca belum menentu maka saat pengerjaan harus perhatikan faktor keamanan.  Saat ini cuaca sudah mendung, jika hujan turun harus segera dihentikan demi keamanan" kata Peltu Rahmat Wahyudin.


Kepala Desa Pabuaran Rasidi melaporkan ke Koramil 13 Salem bahwa terjadi bencana tanah longsor yang menimbun Sungai Citatah, akibatnya air tersumbat, jika ini dibiarkan maka lahan sawah seluas 1 hektar tidak bisa difungsikan.


Dengan adanya karya bakti yang dilaksanakan oleh Koramil, Bagana, Banser dan relawan serta masyarakat, atas nama pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih.  Sehingga saat musibah yang terjadi bisa meringankan beban kami.  Kehadiran para aparat sangatlah membantu,  menjadi spirit kami dalam mengatasi musibah ini, pungkas Kades. (Pen0713).

Minggu, 03 Maret 2024

Serma Wartono dan Relawan Distribusikan Bantuan Bencal Longsor Lalui Jalur Ekstrim

 Brebes - Serma Wartono anggota Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma,  bersama Tim Relawan menyalurkan bantuan dari berbagai organsasi, paguyuban dan instansi kepada warga Desa Kadumanis, Desa Gandoang dan Desa Citimbang Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes yang terdampak bencana alam tanah longsor beberapa waktu lalu. Bantuan kali ini diserahkan di lokasi menuju ke Desa Kadumanis dan Desa Gandoang Kecamatan Salem, Minggu (03/2/2024). 


Penyerahan bantuan dilakukan Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si melalui Bati Tuud Koramil 13 Salem Peltu Rahmat Wahyudin berupa lampu solar cell otomatis Karen dilokasi listrik sampai saat ini terputus, dan bantuan lainnya secara simbolis diterima langsung oleh Kepala Desa Kedumanis Rosid Nur Abdullah bersama warga yang terdampak bencana.


Selain lampu, juga dari beberapa organisasi dan paguyuban juga memberikan sembako dan kebutuhan ibu hamil dan balita serta obat-obatan.






Pada saat menyerahkan bantuan, Serma Wartono mewakili seluruh donatur, mengatakan bantuan ini untuk membantu meringankan warga yang terdampak akibat bencana tanah longsor.


“Jika kita memiliki materi atau uang maupun lainnya, silahkan berbagi kepada warga disini, dan apabila yang kita punya tenaga atau pikiran berbagilah dengan tenaga dan pikiran datanglah kelokasi, ini akan menambah moril untuk warga dalam meenrima musibah”, tutur Serma Wartono.


Serma Wartoono menceritakan, bencana tanah longsor terjadi pada Minggu (25/2/2024) di tiga desa yiatu Kadumanis, Gandoang dan Ciputih, akibat bencana tersebut, mengakibatkan akses jalan di tiga desa terputus dan  beberapa rumah mengalami retak, bahkan berpotensi roboh yaitu di Desa Gandoang akibat wilayah Brebes Selatan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. 



“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban warga yang terdampak bencana alam. Atas nama Relawan dan warga mengucapkan terima kasih “Komandan” dan Pemerintah Kabupaten Brebes Kecamatan Salem serta organisasi dan komunitas lainnya yang telah memberikan separuh rejekinya untuk warga Kadumanis, Gandoang dan Ciputih”. 


“Lika-liku dalam pengiriman bantuan juga kami rasakan bersama tim relawan lainnya, jalan hancur, berlumpur, terjal, sempit, dan bahaya mengancam tim relawan saat berada ditebing dengan ketinggian yang cukup lumayan yang sewaktu-waktu bisa saja longsor. Namun Tim relawan yakin mengirimkan logistic bantuan ini dengan penuh hati-hati agar amanah ini tersampaikan hingga lokasi”. (Pen0713)

Jumat, 01 Maret 2024

Dandim dan Forkopimca Tinjau 3 Lokasi Bencal Longsor di Salem

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama dengan Forkopimca Salem meninjau  langsung lokasi bencana alam banjir dan longsor di 3 desa di Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (29/02/2024).






Peninjauan  ke lokasi bencana alam banjir dan tanah longsor juga didampingi ADM Perhutani Prastyo Lukito S.Hut, Camat Salem Wartoid S.IP., M.Si, Danramil 13 Salem diwakili Peltu Rahmat Wahyudin, Kapolsek Salem, Tokoh Masyarakat Heru Irawan,  Komunitas Trabas, relawan dan masyarakat.


Bencana alam banjir dan tanah longsor dampak dari hujan dengan intensitas  tinggi dimana mengakibatkan 3 desa terisolir.


Desa yang terisolir dampak dari bencana alam tanah longsor Desa Kedumanis, Desa Ganggawang dan Desa Citimbang dimana jalan yang menghubungkan 3 desa tersebut sebagian hanyut terbawa arus banjir dan tertimbun tanah longsor serta  jembatan putus terbawa tanah longsor.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan ada sekitar KK 210 KK, sedikitnya ada 883 orang terisolir.


"Ada 9 (Sembilan) Unit sepeda motor hanyut terbawa longsor, aliran listrik yang menghubungkan 3 desa terputus hingga saat ini". papar Dandim.


"Selain itu, saluran air bersih/Pancimas terbawa air hingga 1 kilometer, dan setelah dicek dilapangan, adanya akses Jalan Kabupaten 8 titik baik yang terputus, tertutup longsor ". Imbuhnya.


" Satu buah jembatan yang menghubungkan tiga desa juga putus, kurang lebih panjang 29 meter dan lebar 3 meter, dikarenakan hanyut".  tutup Dandim.


Diakhir peninjauannya, Dandim mengecek dapur umum sekaligus memberikan bantuan sosial berupa sembako dan lampu penerangan jalan tenaga surya. (Pen0713)

Selasa, 27 Februari 2024

Babinsa Koramil 13 Salem Karya Bakti Bersihkan Material Longsor

 Brebes - Hujan yang turun terus menerus menyebabkan terjadi tanah longsor. Longsor terjadi  pada pukul 21.30 WIB berupa senderan jalan dengan panjang 55 meter dan tinggi 8 meter yang mengakibatkan langsoran menutup jalan kabupaten penghubung 2 desa Gandoang dan Kadumanis, kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah tidak dapat terlewati baik roda 2 maupun roda 4. Selasa (27/02/2024).


Mendapatkan laporan tersebut Babinsa Koramil 13 Salem Sertu Sumiyanto bersama masyarakat  melaksanakan gotong royong membersihkan material longsor.  Dengan adanya karya bakti ini diharapkan akan memudahkan pembangunan kembali dan jalan bisa dilalui lagi.






"Tujuan dari kegiatan karya bakti ini tentu saja untuk membantu meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong, rasa kekeluargaan dan saling membantu antar sesama, sehingga masyarakat akan merasa senasib dan sepenanggungan" kata Sertu Sumiyanto.


Kami TNI akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat jangan segan dan jangan takut untuk segera melaporkan kepada Babinsanya apabila ada kejadian di desanya, sehingga TNI akan dengan cepat mengambil tindakan.


Yang tidak kalah penting adalah dibutuhkan kepedulian semua pihak untuk bersama-sama memantau keadaan sekitar kita masing-masing.  Jika ada retakan, suara gemuruh atau pohon miring segeralah mencari tempat yang aman.  Dan juga jangan sampai ada saluran air yang tersumbat.  Itu semua merupakan salah satu ciri terjadinya bencana tanah longsor.


Dengan adanya kepedulian semua pihak, bencana bisa diminimalisir sehingga korban bisa ditekan. Bahkan bencana bisa kita hindari jika itu semua bisa dilakukan oleh semua pihak.


Salah satu warga Sutanto (58) RT 01 RW 04 mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat di saat masyarakat sedang tertimpa musibah, ini sangat meringankan beban kami, semoga dengan adanya musibah tanah longsor ini, masyarakat akan semakin sadar betapa pentingnya gotong royong, dengan adanya gotong royong pekerjaan menjadi terasa ringan dan permasalahan akan segera terselesaikan. (Pen0713).

Sabtu, 20 Januari 2024

Cegah Longsor, Kodim 0713 Brebes Olah Lahan 1,5 Hektar untuk Tanam Bibit Akar Wangi

  

Brebes - Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Babinsa Koramil 17 Songgom melakukan pengolahan lahan seluas 1,5 hektar di lahan Milik TNI AD dalam mempersiapkan penanaman bibit akar wangi atau vetiver di daerah rawan bencana longsor diwilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Minggu (21/01/2024).


Sementara Babinsa Koptu Kardiyono, Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes bersama dengan petani lainnya menyempotkan hama rumput agar tidak tumbuh, penanaman bibit akar wangi ini disamping untuk pembibitan, juga untuk keperluan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan petani dan juga Babinsa yang mengelola.







Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Bibit vetiver berguna mencegah terjadinya longsor saat curah hujan tinggi dan ditanam pada daerah yang rawan longsor”, ujarnya.


Lebih lanjut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto menjelaskan bahwa akar wangi memilili akar yang cukup panjang sekitar 2-5 meter dengan kekuatan 1/6 kawat baja atau sangat sulit di cabut. Dengan keberadaan akar wangi itu, maka bisa menahan erosi atau bencana tanah longsor, jelas Dandim.


“Pengembangan tanaman akar wangi ini sangat banyak manfaat sebagai mitigasi bencana serta bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat setempat”, tambah Letkol Sapto Broto. (Pen0713)

Sabtu, 04 Desember 2021

Longsor, Jalan Provinsi Salem-Majenang Sempat Lumpuh

 

Brebes – Tebing longsor yang terjadi di wilayah Desa Gununglarang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat menutup total arus lalu-lintas di jalan provinsi ruas Salem-Majenang.

Dijelaskan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Peltu Rahmat Wahyudi, material longsor menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian satu meter.

“Dengan peralatan seadanya, kami bersama unsur terkait dan warga masyarakat, melakukan gotong-royong untuk menyingkirkan material longsoran agar lalu-lintas kembali normal,” ujarnya.

Disampaikannya lebih detail, longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Salem mulai pukul 23.30 WIB sampai menjelang pagi.

“Longsor sendiri terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, dengan disertai suara gemuruh,” sambungnya.

Rahmat menambahkan, tidak ada korban jiwa saat longsor terjadi. Ia menghimbau agar para pengguna jalan dari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap yang akan menuju Kabupaten Brebes melalui Salem maupun sebaliknya, agar lebih berhati-hati terutama saat hujan deras dan intensitasnya lama, karena rawan longsor.

Untuk arus lalu-lintas di jalan provinsi saat berita ini diterbitkan sudah normal kembali, namun para pengendara kendaraan bermotor diimbau tetap hati-hati karena kondisi jalan cukup licin. (Aan)

Jumat, 19 Februari 2021

Talud Penahan Longsor, Babinsa Rencanakan Perbaikan

Brebes - Setelah semalaman diguyur hujan, talud penahan yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengalami longsor. Jum’at (20/02/2021).





Tepatnya berada di Dukuh Tarikembing RT 01 RW 06, talud tersebut longsor karena tidak mampu menahan beban debit air hujan yang sangat tinggi.

Menurut Babinsa Serma M. Aziz, Talud penahan setinggi 7 meter ini longsor bersamaan tanah yang kondisinya labil dan gembur, ada 1 rumah warga yang terancam terkena longsoran yaitu rumah Abdul Katif (40) karena posisinya berada dibawah talud tersebut.

Dengan kejadian ini, “Saya mengajak kepada warga dan pemerintahan desa untuk melakukan perbaikan secepatnya dengan cara bergotong royong”. Ungkap Babinsa.

Serma M. Aziz juga berpesan kepada warganya untuk selalu waspada apabila ada hujan lebat dan longsoran susulan. (Kujang) 

Jumat, 15 Januari 2021

Longsor Tebing Putus Jalan Utama Desa Banjarsari-Cibentang Brebes

 


Brebes – Terputusnya akses jalan utama penghubung antar desa, Desa Banjarsari-Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, karena longsor membuat puluhan masyarakat di kedua desa itu melakukan upaya pemulihan. Kamis (14/1/2021).






Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kapten Infantri Nurhadi, Babinsanya memberikan motivasi dengan ikut kerja bakti melakukan pembuatan jalan darurat dengan memangkas tebing di sekitar jalan yang longsor.


“Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehari sebelumnya sekitar pukul 15.00 WIB, sehingga mengakibatkan jalan kedua desa terputus hari ini sekitar pukul 04.30 WIB,” bebernya.


Ditambahkannya, dari hasil kerja keras bersama itu akhirnya saat ini jalan dapat dilalui kendaraan roda dua.


“Untuk Kendaraan roda empat sementara tidak diperbolehkan melintas demi faktor keamanan dan mencegah longsor susulan karena kontur tanah jalan baru masih labil,” tandasnya. (Aan)

Selasa, 29 Desember 2020

Pasca Hujan Deras : Babinsa Cek Jembatan Penghubung Jemasih dan Ciseureuh

  

Brebes - Pasca hujan deras mengguyur wilayah kecamatan Ketanggungan, kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Babinsa Ciseureuh Serka Dasro Koramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes mengecek langsung kondisi jembatan sungai Kamalayan yang menjadi penguhubung kedua desa, desa Jemasih dan Ciseureuh yang merupakan wilayah binaannya. Selasa (30/12/2020).







 

Sejak seminggu terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi menyelimuti desa Ciseureuh dan Jemasih dimana mengakibatkan tanggul disamping jembatan sungai Kamalayan tergerus oleh air dengan debit tinggi dan terjadi tanggul longsor dengan tinggi 5 meter serta panjang diperkirakan 10 meter.

 

“Tanggul jembatan Kamalayan longsor dengan ketinggian 5 meter dan lebar 10 meter, diperkirakan apabila hujan datang dengan intensitas seperti kemarin nanti akan menjadikan robohnya jembatan dan nantinya rumah warga yang disekitar jembatan akan terdampak banjir” Tutur Serka Dasro.

 

Serka Dasro juga mengatakan bahwa adanya hujan tersebut akan mengancam rumah warga yang dekat dengan lokasi.

 

 

Diantara pemilik rumah warga yang terancam longsor yaitu Dasja (64) RT. 04 RW. 04 dan Roni (66) RT. 07 RW. 04 yang keduanya berada di Dukuh Karanganyar Desa Jemasih.

 

Saat ini sudah dilakukan pemasangan terpal yang dilakukan oleh warga bersama Babinsa untuk mengurangi longsor susulan apabila terjadi hujan kembali.

 

Dasja (64) menuturkan “saya meminta kepada pihak desa untuk membantu dalam penanganan longsor di tanggul dengan menggunakan alat berat, karena apabila menggunakan tenaga manual atau manusia tidak akan sanggup dengan kondisi keadaan tanggul yang jebol sangat dalam dan panjang”. Harap Dasja.

 

 

Babinsa Serka Dasro juga menambahkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan kedua desa pemerintah binaannya untuk segera mencari solusi dan penanganan yang serius karena saat ini sudah musim penghujan serta kondisi tanah yang labil sangat rawan longsor. Tambah Babinsa.

 

“Diharapkan masyarakat bila turun hujan dengan intensitas yang cukup deras serta lama, supaya hati-hati dan waspada, dan bagi para pengendara motor maupun mobil selalu memperhatikan faktor keamanan apabila melewati jembatan ini”. Papar Serka Dasro. (Oedjank)

Selasa, 15 Desember 2020

Di Salem Brebes, Longsor Tabing Terjadi di Tiga Titik Pemukiman Warga

 


Brebes – Di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bencana alam tanah longsor telah terjadi di tiga lokasi yang berbeda dalam hari yang sama, yaitu pada Senin petang (14/12).






Dibeberkan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, longsor terjadi di Dukuh Kantung RT. 04 RW. 03, Desa Banjaran, kemudian di Dukuh Brak RT. 03 RW. 05, Desa Salem, dan juga di Desa Citimbang RT. 04 RW. 01.


“Longsor dipicu oleh labilnya tanah setelah diguyur hujan lebat yang cukup lama mulai pukul 14.00 WIB,” terangnya.


Untuk kejadian longsor di masing-masing lokasi tersebut yaitu pada pukul 16.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 20 meter, kemudian pukul 17.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter, dan juga pada pukul 17.30 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 15 meter.


“Material longsor di ketiaga dusun tersebut mengakibatkan dinding bangunan mengalami kerusakan atau jebol.


Dijelaskannya lanjut, adapun pemilik rumah di Dukuh Kantung yang terdampak dan terancam meliputi Kisro (37), kerusakan dinding dapur dan kamar serta material longsor masuk ke dalam rumah. Selanjutnya rumah milik Saryanto (55), yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi rumah, kemudian Subarnes (40), kerusakan bagian pondasi kamar mandi.


Untuk di Dukuh Brak, material longsor menerjang bangunan rumah milik Rustono (50). Sementara di Desa Citimbang meliputi rumah milik Raswa yang mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur. Untuk bangunan yang terancam milik keluarga Sule dan Carsini.


Tidak ada korban jiwa namun kerugian dari masing-masing pemilik rumah bervariasi mulai dari Rp. 2-5 juta.


“Bersama seluruh pihak terkait, relawan, Ormas, pihak desa dan masyarakat setempat, sedang melaksanakan koordinasi untuk kerja bakti membersihkan material longsor secepatnya,” tandasnya.


Tak lupa petugas juga menghimbau kepada warga setempat khususnya yang terdampak dan terancam longsor susulan, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan kembali datang dengan intensitasnya yang lama dan lebat. (Aan)

Longsor Tebing di Terlaya Bantarkawung Brebes

 


Brebes – Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimana kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung.






Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa talud penahan tebing di pemukiman warga di Dukuh Secang RT. 07 RW. 02, Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, yang disebabkan tanah labil akibat diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu yang cukup lama.


“Talud setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter longsor Senin malam (14/12) sekitar pukul 20.45 WIB, akibat hujan yang mulai terjadi pukul 14.00 WIB,” terangnya, Selasa (15/12/2020).


Tidak ada korban jiwa atas musibah ini. Adapun rumah yang terkena material longsor yaitu milik Karno (47) dan Raswad (56). Sedangkan rumah yang terancam meliputi milik Slamet Riadi (45).

 

“Pihak desa dan masyarakat setempat bersama petugas penanggulangan bencana alam Kecamatan Kersana, melakukan upaya pencegahan longsor susulan apabila terjadi hujan lebat lagi, dengan memasang terpal di atas longsoran,” tandasnya.


Ditambahkannya, selain merencanakan kerja bakti pembersihan material longsor jika hujan reda, juga dilakukan himbauan kepada warga setempat yang berada di jalur longsoran agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan datang cukup lebat ditambah intensitasnya lama. (Aan)

Minggu, 13 Desember 2020

Di Bantarkawung Brebes, Dalam Sehari Tebing Longsor Terjadi di Dua Desa

 


Brebes – Bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah di musim penghujan 2020 ini, yaitu tepatnya di Dukuh Ciruyu RT. 02 RW. 03, Desa Waru.










Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa  tebing setinggi 5 meter longsor dan menimpa beberapa rumah di bawahnya.


“Tebing sepanjang 12 meter di atas rumah Pak Suyanto (60) longsor pada Sabtu malam (12/12), sekitar pukul 19.00 WIB,” terangnya, Minggu pagi (13/12/2020).


Lanjutnya, longsor dipicu curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan tanah tebing menjadi labil.


Tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut, namun kerugian material pemilik rumah ditaksir mencapai Rp. 60 juta.


Untuk BPBD Kabupaten Brebes dan para relawan segera mendatangi lokasi bencana alam untuk mendata dan memetakan semua titik yang berpotensi longsor susulan.


“Kita sedang berkoordinasi untuk melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan material longsoran, dan juga upaya pencegahan longsor susulan dengan membuat tanggul darurat,” tandasnya.


Sementara di lokasi terpisah, yakni di Dukuh Pawangunan RT. 02 RW. 07, Desa Banjarsari, longsor memutus akses jalan antar dusun/dukuh sepanjang 10 meter di tebing setinggi 4 meter, yang mengancam 4 pemukiman warga setempat, yaitu Tarsun, (40), Taminah (50), Sarkim (55), dan Kusno (45).

 

Longsor yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu, juga dipicu curah hujan dengan intensitas berlebih dalam waktu yang cukup lama.


Sedangkan upaya penanganan sementara di lokasi ini adalah pemasangan terpal di atas longsoran untuk mengurangi longsor susulan bila terjadi hujan lebat lagi, dan juga akan segera dilakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat, termasuk membersihkan material longsoran.


“Kami juga menghimbau kepada warga setempat yang tinggal di atas maupun di bawah tebing yang berpotensi longsor untuk mengungsi ketempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras dengan intensitas yang lama,” pungkas Nurhadi. (Aan)