Tampilkan postingan dengan label Sirampog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirampog. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2024

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Danramil 10 Sirampog Berikan Materi Wawasan Kebangsaan

 Brebes – Mahasiswa merupakan posisi strategis dalam membentuk karakter mental dan perilaku generasi muda bangsa. Usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita dimasa yang akan datang.


Seperti yang dilakukan oleh Komandan Koramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes, Letda Arm Sukirno memberikan materi wawasan kebangsaan (wasbang) kepada Mahasiswa dan Mahasiswi Akademi Perawat (Akper) Al Hikmah 2 Sirampog. Selasa (27/08/2024).





Letda Arm Sukirno mengatakan, pemberian pembekalan wawasan kebangsaan pola mengajak kembali untuk mengingat luas wilayah negara serta perjuangan rakyat Indonesia dan perintis Kemerdekaan untuk mengusir dari belenggu penjajah.


“Selain itu juga dengan memahami makna Pancasila serta memahami isi UUD 1945, penanaman nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, dan sopan santun, semangat gotong royong agar terus di pelihara dan di tingkatkan, ” jelasnya.


Letda Arm Sukirno juga menuturkan bahwa dengan penyampaian materi wawasan kebangsaan, diharapkan tumbuh rasa bela negara dan cinta Tanah Air serta tertanam jiwa patriot, sehingga nantinya para siswa dapat menjadi generasi penerus yang berkompeten dalam berperan serta untuk ikut menjaga kedaulatan dan keutuhan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



Dalam kesempatan itu juga Direktur Akper Al-Hikmah 2 Bapak Ahmad Zakiudin,  SKM, S.Kep, M.Kes. mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada Koramil 10 Sirampog yang telah memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan Orientasi Lingkungan Kampus Pengenalan Lingkungan (ORLINK) mempunyai disiplin yang tinggi. (Pen0713).

Rabu, 24 Februari 2021

Beberapa Rumah di Plompong Sirampog Brebes Rusak Diterjang Angin Kencang

  

Brebes – Angin kencang merusak pemukiman warga di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu dini hari (24/2/2021).






Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Siswanto, setidaknya ada 3 rumah warga yang rusak yaitu di Dukuh Pucung Lancar RT. 06 RW. 05, Desa Plompong.


“Hujan lebat mulai terjadi pukul 01.00 sampai dengan 03.30 WIB, sedangkan sekitar pukul 03.00 WIB, saat hujan mulai mereda angin semakin membesar dan merusak beberapa rumah warga setempat,” terangnya.


Adapun rumah yang terdampak meliputi milik Ihwanudin (42) rusak berat pada bagian atap, kemudian Mahtubi (67) rusak ringan pada bagian atap kamar depan dan parabola hancur, serta rumah milik Abdul Rohim (45) yang mengalami kerusakan pada bagian atap dapur karena tertimpa rangka atap baja ringan rumah milik Ihwanudin.


“Rangka atap yang terbuat dari baja ringan milik Pak Ihwanudin terangkat angin karena sedang dalam taraf pembangunan,” tandasnya.


Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai Rp. 30 juta.


Pihaknya bersama perangkat desa langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mendata kerugian dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melaksanakan kerja bakti menyingkirkan material bangunan dan perbaikan rumah. (Aan)

Minggu, 14 Februari 2021

Jalan Penghubung Brebes-Tegal Amblas

  

Brebes - Jalan penghubung Brebes-Tegal yang berada di ruas Kaliwadas Desa Batursari Kecamatan Sirampog arah Tuwel (Tegal) mengalami amblas dan meninggalkan lubang menganga seperti sumur. Jalan yang biasa dilewati warga ini sebagai asset satu-satunya untuk mengirim hasil pertanian antar Tegal dan Brebes.







 

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE., MH. didampingi  suami AKBP Dr. Drs. Warsidin MH, Asisten bidang pemerintahan dan Kesra Apriyanto Sudarmoko, Kepala Dinas Peternakan Zuhdan Fanani, Kepala Dinperinnaker Warsito Eko, Kepala Badan Pendapatan Daerah Subandi, Sekretaris DPU Abdul Majid, Kepala Dinpermades Subagja, Muspika Sirampog dan pejabat lainnya meninjau langsung jalan tersebut, ketika itu sedang dilakukan perbaikan oleh Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal, Minggu (14/2).

 

Bupati Brebes mengatakan “Saya mengimbau kepada warga yang biasa lewat Desa Batursari perbatasan Tuwel untuk sementara ini jalan tidak bisa dilewati, karena jalan amblas sedang diperbaiki,” Ungkap Idza.

 

Kata Idza, saat ini sedang dilakukan penanganan tanggap darurat oleh pihak terkait. Kendaraan roda empat tidak bisa lewat, kalau pun bisa hanya roda dua atau jalan kaki untuk melansir hasil pertanian warga.

 

“Karena kondisi saat ini masih hujan, kemungkinan waktu pengerjaan sampai lima hari, untuk itu harap bersabar,” pungkasnya.

 

Termasuk, berbagai kerusakan pipa saluran air bersih akibat bencana alam, Idza juga berharap para pelanggan Perumda Tirta Baribis untuk bersabar. Karena saat ini tengah dilakukan perbaikan, diperkirakan Senin (15/02) akan bisa seperti semula.

 

Wahyutoro Soetarno Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal menyampaikan untuk perbaikan langkah pertanyanya akan melakukan pemasangan armco (gorong-gorong baja bergelombang) sepanjang aliran air di bawah jalan, kemudian akan ditimbun material.

 

“Selanjutnya, akan dibuatkan kontruksi permanen dengan melebarkan lubang gorong gorong, estimasi pengerjaan bisa memakan waktu cukup lama, namun bila cuaca mendukung dua hari bisa diselesaikan ” jelasnya.

 

Sementara Danramil 10 Sirampog Kapten Infanteri Siswanto mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi Sabtu (13/2) kemarin. Yang amblas merupakan gorong gorong Jembatan Kali Pedes panjang 8 Meter lebar 8 Meter. Gorong gorong itu rusak karena tak kuat menahan gerusan air sungai yang cukup deras. Sehingga mengakibatkan jalan di atasnya ikut terkikis dan berlubang.

Hingga saat ini, perbaikanpun masih berjalan, apabila warga melewati jalur tersebut hendaknya berhati-hati. (Armin/Oedjank).

Senin, 01 Februari 2021

Persit Brebes Salurkan Bantuan Bagi Puluhan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sirampog Brebes

 Brebes – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, melalui Ranting 11 Sirampog, Koramil 10 Sirampog, menyalurkan bantuan sembako kepada 26 KK yang merupakan korban bencana alam tanah bergerak di Dusun Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah.








Ketua Persit KCK Ranting 10 Sirampog, Ny. Tri Siswanto mengatakan, bantuan 60 kotak mie instan awalnya diserahkan secara simbolis oleh Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan dan Ketua Persit Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan, kepada Masruri, Kepala Desa Manggis, di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes (1/2).


“Gerakan sedekah ini merupakan wujud kepedulian Persit Brebes kepada saudara-saudara kami di Dusun Sambungregel yang rumahnya rusak akibat tanah bergerak,” ucapnya, Senin sore, di Posko MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre), Dusun Sambungregel. (1/2/2021).


Sementara itu dijelaskan, Abdul Mukmin, Sekretaris MDMC Brebes sekaligus anggota BPBD Brebes, pihaknya mengapresiasi bantuan tersebut karena akan sangat bermanfaat bagi setempat.


“Bantuan kami himpun di Posko MDMC, untuk logistik warga setempat yang terdampak,” kata Abdul Mukmin melalui sambungan telpon.


Ditanya para relawan dan dinas terkait dalam upaya penanganan bencal itu, dirinya membeberkan bahwa sebelumnya tim gabungan telah melakukan evakuasi barang-barang berharga milik 26 KK ke rumah-rumah saudara atau tetangganya, merobohkan bangunan rumah yang membahayakan, serta menyalurkan santunan maupun logistik.


Ditambahkannya, Pemkab Brebes akan segera merelokasi puluhan warga terdampak dengan membuatkan Huntara (Hunian Sementara), di tanah wakaf dan tanah bengkok desa, setelah dilakukan penelitian kontur tanah oleh ahli geologi.


Disperakim Jateng juga menyatakan akan memfasilitasi pembangunan kembali rumah yang terdampak, jika tempat relokasi sudah dipersiapkan.


Jamilah (45), mewakili warga terdampak, menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli membantu meringankan beban dirinya dan para tetangganya.


Untuk diketahui, bencana tanah bergerak terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021, yang dipicu intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Desa Manggis dan sekitarnya. Tak hanya bangunan rumah yang terdampak, tanah bergerak juga merusak infrastruktur jalan, satu bangunan masjid dan TPQ. (Aan)

Jumat, 29 Januari 2021

Jembatan Darurat Dibuat di Jalan Poros Desa Mlayang-Manggis Sirampog Brebes

 


Brebes – Curah hujan yang tinggi atau terus menerus yang mengguyur wilayah Desa Mlayang dan Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebabkan putusnya jembatan penghubung kedua desa tersebut, yakni Jembatan Kalisalam (26/1).









Dijelaskan Danramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes melalui Peltu Sugiharto, Bati Tuud, bahwa kejadian di jembatan sepanjang 9 meter dengan lebar 3 meter itu terjadi sekitar pukul 14:00 WIB, akibat diguyur hujan mulai pukul 11.30- 15.00 WIB.


“Kondisi tanah di sekitar jembatan, sebelumnya memang sudah retak akibat tanah bergerak, hingga akhirnya ambrol pada Selasa siang kemarin. Pagi ini, bersama BPBD Kecamatan Bumiayu, Polri dan segenap komponen masyarakat kedua desa akan membuat jembatan darurat,” bebernya, Rabu (27/1/2021).


Ditambahkannya, untuk tanda-tanda peringatan dari bambu juga sudah dipasang agar tidak terjadi kecelakaan lalu-lintas.


Sementara dari keterangan Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafid, bahwa jembatan itu merupakan akses utama perekonomian warga antara Desa Mlayang ke Desa Manggis dan Desa Mendala.


“Saya selaku Kepala Desa Mlayang mohon bantuan kepada Pemda agar secepatnya memperbaiki jembatan yang terputus serta jalan-jalan yang rusak di Desa Mlayang karena merupakan wewenang Pemda,” pintanya.


Lanjutnya, untuk aktivitas warga saat ini harus memutar melewati jalan lain dengan jarak yang lebih jauh.


Diwaktu yang sama (26/1), talud tebing penahan jalan setinggi 4 meter di Dukuh Sambungregel, Desa Manggis, ambrol sepanjang 30 meter karena tanah juga labil akibat guyuran hujan. (Aan)

Jembatan Penghubung Desa Manggis dan Desa Melayang Sirampog Brebes Terputus

 


Brebes - Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan jembatan yang menghubungkan Desa Mlayang dan Desa Manggis Terputus, kejadian ini sekitar pukul 14:00 WIB. Kondisi jembatan yang sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan tersebut akhirnya terputus akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan tanah bergerak. Selasa (26/01/2021)






Kepala Desa Mlayang Abdul Khafid menjelaskan bahwa jembatan tersebut sudah lama dibangun dan merupakan jembatan utama penghubung Desa Mlayang ke Desa Manggis dan Desa Mendala.


“Saya selaku Kepala Desa Mlayang meminta bantuan kepada pemerintah Kabupaten Brebes agar bisa memperbaiki jembatan yang terputus  serta jalan-jalan yang rusak di Desa Mlayang” kata Abdul Khafid.


Lanjutnya, dikatakan Abdul Khafid bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama perekonomian warga, dengan putusnya jembatan tersebut serta jalan yang rusak membuat mobilitas warga terhambat yang berdampak langsung pada aktivitas perekonomian warga.


Terputusnya jembatan tersebut membuat warga yang akan keluar dan masuk ke Desa Mlayang harus melewati jalan lain dengan jarak yang jauh dan rentang waktu tempuh yang cukup lama.


Rencananya pagi ini (27/01) Kepala Desa yang didampingi BPBD Bumiayu dan Babinsa Koramil 10 Sirampog akan melaksanakan musyawarah dengan Kepala Desa Manggis serta Desa Mendala untuk melakukan Kerja Bhakti pembuatan jembatan darurat. (A Khafid/Ujang)

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam Sirampog

  

Brebes – Belasan Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, turun langsung ke lokasi bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 15 Januari 2021 lalu. Minggu Siang (24/1/2021).








Selama dua hari (22-23/1), mereka menggalang dana di jalan dan warga masyarakat Salem, terkumpullah uang senilai Rp. 5.260.000, dimana tampak gambar bantuan itu diserahkan kepada perangkat Desa Manggis di Posko Bencana Alam desa tersebut.


Wasis, Anggota Polter BKPH Salem mengemukakan, pihaknya bersama Serka Wasim, Pamong SWK Koramil 13 Salem, dan juga Bhabinkamtibmas, memotivasi pramuka SWK untuk melakukan penggalangan dana, dan juga menghimbau kepada masyarakat Salem untuk membantu saudara-saudara mereka di Sirampog yang sedang kemalangan.


“Saya menyempatkan diri langsung mengantarkan anak-anak Pramuka SWK menyerahkan bantuan itu ke Posko Bencal. Saya bangga kepada mereka," ungkapnya.


Sementara dijelaskan Peltu Edy, Bati Tuud Koramil 10 Sirampog, dana bantuan telah dicatat dan dihimpun untuk selanjutnya akan digunakan membantu para korban terdampak sekaligus untuk relokasi tempat tinggal mereka yang baru.


"Puluhan warga terdampak itu direncanakan akan segera dibuatkan hunian sementara di tanah wakaf dan tanah bengkok milik desa," paparnya.


Peltu Edy menambahkan, mewakili keluarga terdampak bencal dan Pemerintah Desa Manggis, ia mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian seluruh komponen masyarakat Kecamatan Salem, TNI-Polri, dan Pramuka tersebut dimana mereka melakukan tugas salah satu krida dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. (Aan)

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Turun ke Jalan Galang Bantuan Bencana Alam

 


Brebes – Anak-anak Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan merusak 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2021 lalu.






Dijelaskan Serka Wasim, Babinsa Salem yang sekaligus Pamong SWK Salem, bahwa para anak asuhnya itu melakukan penggalangan dana kepada segenap elemen masyarakat Salem, TNI-Polri, Perhutani, dan juga di jalan raya.


“Anak asuh kami juga melakukan penggalangan dana di depan Makoramil Salem dan juga di depan Kantor Kecamatan Salem, selama dua hari yaitu Jumat dan Sabtu kemarin,” bebernya, Minggu (24/1/2021).


Menurutnya, apa yang mereka lakukan sebagai bentuk kemanusiaan dan juga salah satu implementasi di lapangan terkait salah satu dari 5 krida SWK, yakni bencana alam.


“Kita hanya memotivasi mereka untuk berjiwa sosial, melakukan salah satu krida SWK yaitu membantu Pemda dalam menanggulangi bencana alam, dan juga memoles mereka agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang peka lingkungan,” tandasnya.


Ditambahkannya, untuk dana yang terkumpul sebanyak Rp. 5 juta, akan diserahkan langsung siang ini kepada Perangkat Desa Manggis untuk dihimpun dan digunakan membantu saudara-saudara mereka yang kemalangan itu.


“Saat Salem terjadi bencana alam tanah longsor pada 22 Februari 2018 lalu, dimana saat itu infrastruktur rusak dan menelan korban jiwa 24 orang dan belasan luka-luka, bantuan dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan tanpa diminta. Untuk itulah kita juga harus melakukannya,” pungkasnya. (Aan)

Sabtu, 16 Januari 2021

Puting Beliung Rusak Atap Rumah Warga di Sirampog Brebes

 


Brebes – Angin puting beliung menyebabkan pohon roboh sehingga menimpa beberapa rumah di Dusun Karang Salam RT/RW. 03, Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis dini hari (14/1/2021).





Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Sugiharto, bahwa puting beliung diawali dengan hujan dengan intensitas sedang-tinggi yang mengguyur wilayah Desa Mendala dan sekitarnya mulai pukul 21.00 WIB (13/1).


“Dua atap bangunan rumah warga setempat tertimpa pohon yang roboh pada pukul 04.00 WIB, sehingga mengalami kerusakan,“ terangnya.


Tidak ada korban jiwa atas bencana alam itu, namun kerugian bagi keluarga Nuri (46) dan Parid (52), mencapai belasan juta rupiah.


Ditambahkannya, saat ini warga dibantu BPBD dan TNI, melakukan gotong royong untuk menyingkirkan batang pohon tumbang dan memperbaiki kerusakan atap.


“Bersama BPBD Sirampog, kami menghimbau kepada masyarakat agar memotong cabang-cabang pohon besar di sekitar pemukiman, sehingga tidak menimbulkan potensi roboh saat tertiup angin besar dan kencang, karena akarnya tidak kuat menahan pohon yang rimbun,” pungkasnya. (Aan)

Selasa, 15 Desember 2020

Jembatan di Jalan Poros Igirklanceng Sirampog Brebes Ambrol

 


Brebes – Hujan deras dengan intensitas lama yang mengguyur wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah telah memutus jembatan penghubung antar dusun di Desa Igirklanceng (Pesanggrahan-Igirmanis) menuju ke kantor desanya dan ke Kota Sirampog, Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya.







Dijelaskan Pjs. Danramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes, Letda Infanteri M. Yazid, bahwa abutmen jembatan sepanjang 3 meter dengan lebar 4 meter di atas saluran irigasi perkebunan warga setempat, ambrol sehingga memutus akses utama warga kedua dusun.


“Kejadian terjadi pukul 07.00 WIB karena pondasi jembatan tergerus air di saluran pembuangan tersebut,” bebernya.


Sementara disampaikan Babinsa setempat, Serda S. Bukit Mahendra, bahwa pihak desa sudah melaporkannya kepada pihak kecamatan untuk diteruskan ke Dinas PU Kabupaten. Ini karena jalan itu merupakan jalan poros yang merupakan wewenang kabupaten.


Lebih lanjut diutarakannya, dengan putusnya jembatan, warga kedua dusun tersebut saat ini memutar arah untuk ke desanya dan ke kota, dengan memutar melewati Desa Igirklanceng Tengah dengan lama perjalanan kurang lebih 30 menit.


“Bersama warga setempat kami telah menutup jalan dengan memasang portal dari bambu agar para pelintas jalan tahu bahwa jembatan tidak dapat dilalui baik roda dua maupun empat, agar tidak terjadi kecelakaan,” ungkapnya. (Aan)

 

Rabu, 11 November 2020

Patroli Malam Hari Sirampog, Tim Gabungan Laksanakan Operasi Yustisi

   

Brebes  Anggota TNI Koramil 10 Sirampog, Polsek dan Satpol PP serta organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi Penegakkan protokol kesehatan covid-19. Rabu (11/11/2020) malam.

 





Kegiatan tersebut menyampaikan Operasi Yustisi sesuai Inpres No 6 Th 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Wilayah Kecamatan Sirampog yang dilakukan di beberapa titik, diantaranya pertigaan jalan Al Hikmah Desa Benda dan Pom bensin Kalisalak.

 

“Kami mengunjungi tempat-tempat yang sering berkumpul anak muda dan obyek keramaian orang umum baik pendatang maupun warga asli,” ujar Kapten Muhrodi Danramil 10 Sirampog saat ditemui (12/11) pagi.

 

Danramil menambahkan tim gabungan memberikan teguran kepada pelanggar yang tidak memakai masker saat beraktivitas diluar rumah, “kami juga menyampaikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan bisa berupa denda maupun sanksi bakti sosial,” terangnya.

 

Adapun maksud dan tujuan kegiatan Operasi Yustisi tersebut untuk meminimalisir bertambahnya korban wabah covid-19, oleh sebab itu tim patroli gabungan Polsek dan Koramil serta Satpol PP dan Ormas merasa perlu dilaksanakan operasi yustisi protokol kesehatan untuk menertibkan masyarakat. (Utsm).