Tampilkan postingan dengan label Kodam IV/Diponegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kodam IV/Diponegoro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2021

Tim Wasev Kodam IV/Diponegoro Kunjungi Brebes dalam rangka Operasi PPKM Mikro Penanganan Covid - 19

   

Brebes - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Kodam IV/Diponegoro Kunjungi Brebes dalam rangka Operasi PPKM Mikro Penanganan Covid – 19 diantaranya diwilayah Koramil 01 Brebes dan Koramil02 Jatibarang. Jumat (12/02/2021).






 

Desa Randusanga Kulon Kecamatan Brebes merupakan sasaran pertama dalam wasev dan dilanjutkan di Desa Buaran Kecamatan Jatibarang.

 

Tim Wasev yang dipimpin Kolonel Kavaleri Purwadi, S.Sos melakukan kunjungannya didampingi oleh Dandim 0713 Brebes yang diwakili Kasdim Mayor Infaneri Edwin Samma Baratiku, Pjs. Pasi Operasi Kapten Armed Jupriyadi dan Danramil 01Brebes Kapten Armed Zaenal Abidin serta Kapolsek Brebes AKP Wagito, SH.

 

Hadir pula Kepala Desa Randusanga Kulon H. Afan Setiono, SE beserta Perangkat Desa, Babinsa Randusanga Kulon Sertu Sulis Kurniawan, Bhabinkamtibmas Desa Randusanga Kulon Brigadir Hermin, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota Lembaga Perberdayaan Masyarakat (LPM), Tenaga Kesehatan Puskesmas Kaligangsa, Relawan Satgas Covid-19, PKK, Karang Taruna, Tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Randusanga Kulon.

 

Kasdim mengatakan “Dalam tugasnya, TNI dn Polri melaksanakan pengawasan dan evaluasi saja tentang posko PPKM Mikro ini. Dalam Posko PPKM Mikro ini sudah ada kriterianya apa yang harus dipenuhi, saya sudah memberikan apa saja yang perlu diisi dan dilakukan terkait posko PPKM Mikro”. Tutur Mayor Edwin.

 

“Terutama sarana dan prasarana yang diperlukan harus disiapkan kemudian ada peranti lunak nya seperti jadwal kegiatan, jadwal patroli, buku pencatatan patroli, dan lain sebagainya”. Tambahnya.

 

“Personil Posko PPKM Mikro terdiri dari Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Medis, relawan dan lainnya, Pandemi Covid - 19 yang sekarang ini kenapa tidak kunjung selesai karena tingkat kesadaran masyarakat dalam pencegahan Covid - 19 masih kurang, saya mengharapkan minimal kita dulu untuk mencegah diri kita terpapar Covid - 19. Petugas dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam mengatasi Covid - 19”. Imbuh Kasdim.

 

 

Sementara Kepala Desa Randusanga Kulon H. Afan Setiono, SE dalampenyambutan kunjungan Wasev Kodim IV Diponegoro mengucapkan selamat datang di Desa Randusanga Kulon, Desa dimana jumlah penduduknya kurang lebih 9.000 jiwa. Desa Randusanga Kulon merupakan Desa paling ujung Pantura karena batas wilayah kami sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa.

 

“Kegiatan posko PPKM Micro ini masyarakat Desa Randusanga Kulon beserta jajaran pemerintahan bersama dengan Satgas relawan Satgas Covid - 19 selalu siap melayani masyarakat agar masyarakat Desa Randusanga Kulon tidak ada satupun yang terkonfirmasi Covid - 19. Kami selalu bersinergi dengan Puskesmas, Tim Medis Puskesmas  sangat luar biasa yang selalu paling depan dalam menangani dan mengatasi penanggulangan serta penanganan Covid - 19 dan Alhamdulilah status Desa Randusanga Kulon dalam zona hijau.” Papar Kepala Desa.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan Peninjauan di Posko Induk PPKM Mikro Desa Buaran Kecamatan Jatibarang. (Oedjank).

Selasa, 11 Agustus 2020

TNI, PNS dan Persit Kodim 0713 Brebes Diberikan Penyuluhan Hukum Dari Kodam IV/Diponegoro

 


Brebes - Anggota Kodim 0713 Brebes, Subdempom IV/1-4 Brebes, Kanminvetcad IV-07/Brebes dan Klinik Pratama Kartika 13 Brebes serta Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXII Dim 0713 Brebes menerima penyuluhan dari tim penyuluhan hukum Kodam IV/Diponegoro yang dipimpin Kapten Chk Henlius Waruwu,S.H.,M.Kn. yang menjabat kesehariannya sebagai Kaurevrapkum Kumdam IV/Dip. Kegiatan yang berlangsung di aula Jenderal Soedirman Nomor 107 Brebes, Selasa (11/08/2020).









Dalam sambutannya Kasdim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku mewakili Dandim 0713 Brebes Letkol Arm Mohamad Haikal Sofyan mengatakan, melalui penyuluhan hukum ini, Prajurit, PNS dan Persit diharapkan dapat merealisaikan aturan hukum dalam kehidupan maupun saat melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik.


Sementara ketua tim penyuluh dari Kodam IV/Diponegoro mengungkapkan, selain memberikan pemahaman, tim ingin menumbuhkan kesadaran hukum dalam diri prajurit. Dengan harapan tercipta budaya tertib, taat dan patuh terhadap norma hukum.  


Kapten Chk Henlius Waruwu menyampaikan, kegiatan penyuluhan hukum ini di laksanakan seluruh satuan yang ada di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Penyuluhan hukum bertujuan untuk membekali seluruh prajurit TNI dan PNS supaya mengerti dan memahami dasar aturan hukum, sehingga bisa lebih berhati-hati dalam bersikap, berucap, berbuat dan bertindak untuk menghindari pelanggaran yang berhubungan dengan hukum.


Selain memberikan pemahaman, Tim Penyuluh juga memberikan tentang Undang-undang pelanggaran ITE yang meliputi informasi elektronik, transaksi elektronik, teknologi informasi dan dokumen elektronik. Dan meminimalisir segala bentuk pelanggaran hukum, baik disiplin maupun pidana apabila terjadi pelanggaran tentu yang akan rugi kita semua, baik pelaku, keluarga maupun satuanya, ungkapnya.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, gambaran, sosialisasi serta wawasan, sehingga diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran dan menumbuhkan kesadaran hukum dalam setiap individu Prajurit maupun PNS TNI serta keluarganya dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Utsm)

Rabu, 01 Juli 2020

Pangdam Pimpin Sertijab 4 Asisten Kasdam IV/Diponegoro


Semarang - Pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan personel sekaligus proses regenerasi kepemimpinan untuk mendorong semangat pembaharuan serta penyegaran pola pikir dalam rangka peningkatan kinerja organisasi. 



Berkaitan dengan itu Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si. memimpin serah terima jabatan Asrendam, Aspers dan Aslog Kasdam IV/Diponegoro serta penyerahan tugas dan tanggung jawab jabatan Asops kasdam IV/Diponegoro di Aula Makodam IV/Diponegoro, Watugong, Semarang. Rabu (1/7/2020)
Beberapa jabatan yang diserahterimakan yaitu Asrendam IV/Diponegoro dari Kolonel Inf Eko Hariyanto S. Sos kepada Kolonel Inf Hery Setiyanto, Aspers Kasdam IV/Diponegoro dari Kolonel Inf Gatot Heru Buana S.H, M.M. kepada Kolonel Inf Bungkus Hadisuseno, S.I.P., dan Aslog Kasdam IV/Diponegoro dari Kolonel Czi Sujadi kepada Kolonel Inf Amin Taufiq, S.Sos., sementara jabatan Asops Kasdam IV/Diponegoro tugas dan tanggung jawabnya diserahkan  dari Kolonel Inf Denny Fardany kepada Pangdam IV/Diponegoro.

Pangdam mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pejabat lama beserta istri atas pelaksanaan tugasnya selama mengemban amanah jabatan dengan segala bentuk pengabdian dan dedikasi yang begitu besar kepada Kodam IV/Diponegoro.
Diharapkan estafet kepemimpinan ini dapat mengantarkan masing-masing satuan yang dipimpin ke arah yang lebih maju dan senantiasa dapat mempersembahkan karya terbaiknya untuk kepentingan Kodam IV/Diponegoro.

“Saya berharap, kepercayaan, kehormatan dan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan TNI AD hendaknya diterima dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, disertai tekad untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan ini dengan sebaik-baiknya” ungkap Pangdam.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono, Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Aby Ismawan, S.E., M.Si., Kapok Sahli Brigjen TNI Rimbo Karyono, S.I.P., M.M, Danrindam IV/Dip Kolonel Inf Tarsono, S.I.P., M.M., Perwira Liaison, para Kabalak, Komandan Satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro, Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro dan pengurus.

Minggu, 16 Februari 2020

Keluarga Besar TNI Brebes Tak Luput Dari Safari Ceramah Bintal Kodam IV Diponegoro


Brebes – Sebagai salah satu satuan di tubuh TNI AD yang mempunyai fungsi khusus, Satuan Bintalad rutin melaksanakan tupoksinya untuk membentengi keluarga besar AD sehingga mempunyai mental yang tangguh, perilaku sesuai dengan norma baik agama, masyarakat dan tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan.







Sebagai turunan dari Satuan Pembinaan Mental TNI AD (Bintalad), Satuan Bintal Kodam (Bintaldam) IV Diponegoro, terus melaksanakan programnya yaitu ceramah Bintal di wilayah kerjanya termasuk membina keluarga besar Kodim 0713 Brebes.

Tampak Waka Bintaldam IV Diponegoro, Letkol Infanteri Abdullah Faqih, S.Ag, memberikan materi di Aula Jenderal Soedirman Kodim Brebes, Jalan Jenderal Sudirman No. 107 Brebes.

Sementara bagi yang beragama nasrani, ceramah Bintal dilakukan di tempat terpisah yaitu Ruang Data Kodim dengan pemateri Kapten Infanteri Priyanto, Kaur Binroh Protestan Bintaldam IV Diponegoro.

Setelah melakukan sambutan pembukaan, Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, juga mengikuti siraman rohani nasrani di tempat tersebut.

Dijelaskan Letkol Abdullah Faqih, bahwa kegiatan yang merupakan program itu bertujuan untuk memperkuat pengetahuan keagamaan dan mental kepada keluarga besar Kodim, sekaligus Minvetcad dan Subdenpom IV/I-4 Brebes, sehingga mampu menangkal segala pengaruh negatif dari luar yang berpotensi merusak mental.

“Prajurit dan PNS TNI AD harus selalu menerapkan norma-norma Pancasila di lingkungan masyarakat. Bagi Babinsa, adalah sosok figur panutan di tengah-tengah masyarakat. Tentunya ini harus diawali dari kehidupan pribadi dan keluarga,” ucap narasumber asli putra daerah Kecamatan Jatibarang, Brebes ini.

Salah satunya dicontohkan oleh Abdullah Faqih, bahwa maraknya komunitas LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) akhir-akhir ini harus diwaspadai oleh keluarga TNI termasuk Babinsa di wilayah desa binaannya. Jangan sampai pedofilia ini terjadi di lingkungan yang akan menghancurkan generasi bangsa.

Diharapkan dengan niat dan rasa ikhlas mengabdikan diri bagi masyarakat, niscaya salah satu tugas TNI dalam menciptakan sistem pertahanan semesta dapat terwujud.

“Prajurit yang berdisiplin tinggi dan mempunyai kualitas keimanan juga tercipta melalui suatu dorongan, sehingga safari Bintal seperti ini mutlak dilakukan,” pungkasnya. (Aan)

Rabu, 13 November 2019

Nabi Muhammad SAW Teladan Bagi Prajurit Tangguh


Semarang - Segenap prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam IV/Diponegoro se-Garnizun Semarang yang beragama Islam memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Gedung Balai Diponegoro Komplek Makodam IV/Diponegoro Semarang, Rabu (13/11/2019).




Peringatan Maulid yang dihadiri para Asisten dan Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) Kodam IV/Diponegoro itu diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ulama Kota Semarang KH. Habib Ja'far Shodiq Al Munawar.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. melalui sambutan tertulis yang dibacakan Aspers Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Gatot Heru Buana, S.H. mengatakan, pribadi Rasulullah adalah contoh terbaik yang selalu menjadi inspirasi agar kita memiliki mental yang tangguh dan seimbang dalam menjalani kehidupan. 

Disamping sebagai Nabi dan Rasul, beliau juga sebagai seorang militer yang selalu menjadi Panglima perang dalam berbagai pertempuran. Semangat perjuangan dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang Shiddiq, Amanah, Tabliqh dan Fathonah tentunya akan menjadi tauladan kita dalam pengabdian kepada bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karenanya, tema peringatan Maulid tahun ini, “Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H/2019 M Kita Implementasikan Akhlaq Mulia Dalam Kehidupan Sehari-hari Guna Mewujudkan Prajurit dan PNS TNI AD Profesional Kebanggaan Rakyat”.

Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada KH. Habib Ja'far Shodiq Al Munawar,  karena di tengah kesibukannya masih berkenan hadir dan meluangkan waktu untuk memberikan tauziah warga Kodam IV/Diponegoro. Semoga apa yang disampaikan nanti dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dan mampu meneladani pribadi Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan, baik sebagai pribadi maupun sebagai aparat negara, ungkap Pangdam.

Sementara itu, KH. Habib Ja'far Shodiq Al Munawar dalam ceramahnya mengungkapkan bahwa Allah telah memberikan rahmat yang paling agung kepada kita semua dengan mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lilallamin. Dan sebagai ungkapan rasa syukur maka kita melakukan syiar agama Islam termasuk didalamnya acara peringatan Maulid hari ini.

Rosulullah adalah teladan bagi umatnya dan seluruh alam termasuk bagi para prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro. 

“Saat Rosulullah di medan perang, penuh dengan ketangguhan dan ketegasan. Namun ketika bersama keluarganya penuh dengan keharmonisan dan kasih sayang”, terang KH. Habib Ja’far.

Dalam kehidupan sehari-hari, beliau senantiasa berdampingan dengan para sahabatnya.
Bahkan hidup berdampingan dengan tetangganya yang berbeda agama, Rosulullah selalu menghormati dan menghargai. Beliau selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

Kepada seluruh prajurit dan PNS yang hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ulama Kota Semarang itu mengajak untuk senantiasa meneladani dan mencontoh pribadi Rosulullah. Akhlak Nabi Muhammad SAW tidak bisa ditandingi oleh umat manusia. Akhlak Nabi yang begitu mulia dan penuh kasih sayang serta kepedulian kepada sesama bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 

“Keteladanan Nabi Muhammad merupakan contoh terbaik bagi prajurit yang tangguh dalam membela bangsa dan negara”, tegasnya.(pendam/penrem/pendim0713)

Minggu, 10 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan, Jadilah Pahlawan Masa Kini yang Membanggakan Negeri


Semarang - Segenap prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro memperingati Hari Pahlawan 10 November dengan melaksanakan upacara yang digelar di lapangan Parade, Kodam IV/Diponegoro, Minggu (10/11/2019).


Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang mengambil tema "Aku Pahlawan Masa Kini", dipimpin Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., diikuti para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara dalam amanat tertulis yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro menyatakan bahwa peringatan hari Pahlawan bukan hanya bersifat seremonial semata tetapi diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

"Jadikan diri kita sebagai Pahlawan Masa Kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi", tegasnya.

Mensos menerangkan,, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Contohnya menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya, imbuhnya.

Mari kita berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat. Jadilah Pahlawan Masa Kini yang Membanggakan Negeri", himbaunya.

Disisi lain,  peringatan Hari Pahlawan dapat meningkatkan kesadaran kita untuk mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat.

"Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Dan jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa", tuturnya.

Mensos juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak membiarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. 

"Mari kita maknai hari pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju", himbaunya.(pendam/penrem/pendim0713)

Rabu, 16 Oktober 2019

Peringati HUT ke 74 Zeni TNI AD Kazidam Berikan Beasiswa


Ambarawa. Memperingati Hari Ulang Tahun ke 74 Zeni TNI AD, Kazidam IV/Diponegoro Kolonel Czi Suardi Samiran memberikan beasiswa kepada putra/putri prajurit dan PNS jajaran Zidam IV/Diponegoro dan Yon Zipur-4/TK yang berprestasi baik bidang akadeik maupun non akademik, Selasa (15/10/2019).



Sebanyak 14 putra-putri anggota Zidam dan Yon Zipur-4 yang menerima beasiaswa karena berprestasi di bidang akademik, diantaranya Refan Kusuma dan Naomy yang menyandang rangking 1 di kelasnya. Sementara 1 orang lagi a.n. Malendra merupakan atlet taekwodo yang meraih juara 1 tingkat Kab. Semarang.

Acara yang digelar sederhana di Aula Yon Zipur-4/TK Banyubiru terlihat meriah dan penuh hikmat itu diikuti oleh para Perwira Corp Zeni jajaran Kodam IV/Diponegoro, anggota Zidam dan Yon Zipur 4/TK beserta keluarga. Sebelumnya, juga sudah digelar karya bhakti, donor darah, anjangsana dan do’a bersama.

Direktur Zeni Angkatan Darat (Dirziad) Brigjen TNI M. Munib, S.I.P., melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kazidam IV/Diponegoro mengingatkan bahwa tantangan di era revolusi digital sangat dinamis, cepat dan sulit diprediksi.  Oleh karena itu tuntutan tugas prajurit ke depan tidak semakin ringan tetapi akan semakin kompleks dan dinamis pula.

“Untuk menjawab tantangan tersebut maka Prajurit Zeni Angkatan Darat harus mampu menumbuhkan profesionalitas dan postur yang ideal untuk mewujudkan keterpaduan kekuatan, kemampuan dan gelar”, ungkapnya. 

Menurut Direktur  Zeni AD, untuk mewujudkan postur Zeni TNI AD yang ideal tidak hanya dilaksanakan melalui pengembangan organisasi, namun juga dengan modernisasi alat utama Zeni dan ditunjang dengan profesionalitas prajurit.

“Dengan mengangkat tema “PROFESIONALITAS PRAJURIT ZENI, KEBANGGAAN TNI AD”, Prajurit Zeni harus mampu melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing secara optimal” tegas Dirziad.

Terkait dengan perkembangan berita-berita yang tersebar di masyarakat terlebih berita Hoax oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Brigjen TNI M. Munib, S.I.P., mengajak kepada seluruh prajurit untuk selalu cerdas dalam mencermati situasai yang berkembang di setiap pelaksanaan tugas. 

“Warga Zeni harus  meningkatkan kesadaran dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan dan menanggapi berita hoax serta mengedepankan pengamanan berita yang  berkaitan dengan TNI AD”, pinta Dirziad.

Diungkapkan, sampai saat ini TNI memiliki citra positif di mata masyarakat karena TNI selalu sigap dalam membantu masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dan hal ini tidak terlepas dari peran Zeni AD dalam melksanakan tugas untuk membantu pemerintah daerah dalam meringankan kesulitan masyarakat. 

Dicontohkan, pengerjaan jalan paralel di perbatasan Kalimantan, pembangunan jalan trans Wamena – Mumugu di Papua dan penanggulangan serta rehabilitasi akibat bencana alam di wilayah Indonesia. Dan masih banyak perbantuan masyarakat yang lain.

Diakhir penyampaian, Dirziad berpesan agar prajurit Zeni tetap menegakkan disiplin, etika dan integritas keprajuritan sesuai jati diri TNI yang dilandasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Pelihara kerjasama antar prajurit, Polri serta masyarakat agar tumbuh kekuatan moral dam diri setiap prajurit.(pendam/penrem/pendim0713)

Wujudkan Kesetaraan Sosial Melalui Pembangunan RTLH


Semarang - Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain pangan dan sandang. Rumah juga sering menjadi identitas bagi siapapun yang tinggal/berada didalamnya, oleh karena itu sangatlah wajar bila semua orang ingin tinggal dan memiliki rumah yang layak dihuni bersama keluarganya. 




Bagi masyarakat menengah ke atas memiliki rumah layak huni mungkin tidak menjadi masalah, tapi sebagian masyarakat memiliki rumah layak huni bisa jadi hanya sebuah impian dan harapan.

Menyimak kondisi tersebut, TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berupaya mewujudkan kesetaraan sosial bersama-sama masyarakat dan stekholder yang ada di daerah membangun rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Demikian penuturan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. terkait pembangunan RTLH pada program TMMD Reg-106 Tahun 2019, diruang kerja Kapendam, Selasa (15/10/2019).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada TMMD Reg-106 yang di gelar di wilayah Kodim 0703/Cilacap, Kodim 0709/Kebumen, Kodim 0719/Jepara dan Kodim 0724/Boyolali, setidaknya akan dibangun 55 unit RTLH. Belum lagi di tempat-tempat di seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan pembangunan RTLH, salah satunya adalah untuk membantu meningkatkan kesetaraan masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang layak untuk ditinggali bersama keluarga. Dengan harapan apabila mereka sudah memiliki rumah layak huni maka dapat lebih fokus kepada pekerjaan dan matapencaharaianya sehingga hidupnya akan lebih mapan dan sejahtera.

“Bila masyarakat sudah memiliki tempat tinggal yang layak, mereka dapat lebih fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehingga hidupnya dapat lebih mapan dan sejahtera”, ungkapnya. 

Selain itu, pembangunan RTLH pada program TMMD merupakan sarana untuk menumbuhkan dan membangun sikap kebersamaan dan kegotongroyongan serta kepedulian sosial. 

Kebersamaan dan kegotongroyongan dalam pembangunan RTLH ini hanya permulaan, harapanya kedepan masyarakat akan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya. 

“Pembangunan RTLH untuk membiasakan masyarakat peduli terhadap lingkungannya dan bersama-sama bergotong-royong membantu masyarakat yang membutuhkan. Bukan hanya membangun RTLH saja, tetapi pada semua bidang”, pungkasnya.(pendam/penrem/pendim0713)

Sabtu, 12 Oktober 2019

TMMD Tanamkan Bela Negara Sejak Usia Dini


Semarang-Pasal 30 bahwa UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam bela negara. Bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata maupun perang, apalagi dalam kondisi damai seperti saat sekarang ini.



Oleh karena itu, disetiap kegiatan TMMD materi wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi salah satu sasaran kegiatan non fisik, yang tujuannya untuk memantik dan menanamkan semangat bela negara kepada seluruh waga Indonesia dimanapun berada.

Demikian penyampaian Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. di sela-sela kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam IV/Diponegoro, di Makodam IV/Diponegoro, Rabu (8/10/2019). 

Untuk diketahui bahwa dalam program TMMD selain mengerjakan sasaran fisik berupa pembangunan jalan, RTLH dan sasaran fisik lainnya, juga terdapat sasaran sasaran non fisik yang diantaranya adalah tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. 

Menurutnya bela negara tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat TNI atau Kepolisian saja, tetapi semua warga negara harus ikut berperan sesuai dengan bidang tugas masing-masing sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

“TNI dan Kepolisian sebagai komponen utama, dan rakyat Indonesia sebagai komponen pendukung. Jadi semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai peran dan bidangnya masing-masing”, ungkapnya.

Diterangkan Letkol Kav Susanto, bagi para petani adalah mengolah lahan pertaniannya dengan baik agar hasilnya melimpah sehingga dapat berswasembada pangan itu bagian dari bela negara. Bagi para peternak mengelola peternakannnya dengan baik agar swasembada daging itu juga bagian dari bela negara. Yang jadi pedagang silahkan melaksanakan perniagaan dengan baik agar roda perekonomian terus berputar, termasuk para pelaku pendidikan agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik sehingga menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan maju.

“Hal semacam ini harus bisa dipahami dan dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat bahkan kepada anak-anak usia dini, agar nantinya memiliki pemahaman dan wawasan yang cukup dan benar tentang bela negara”, ibuhnya.

Dicontohkan Kapendam, beberapa waktu lalu anggota Satgas TMMD Kodim 0703/Cilacap Sertu Mulyono mengajar anak-anak di PAUD Barokah yang ada di Dusun Cironeng, Desa Cilibang, Kec. Jeruklegi Kab. Cilacap. Tanpa rasa canggung, Bintara dari Kodim Cilacap itu  mengajak anak-anak belajar yang rajin sembari mengenalkan warna, menggambar dan bernyanyi. 

Demikian pula yang dilakukan Anggota Satgas TMMD dari Kodim 0709/Kebumen Serma Badani. Saat menjadi Irup di SMK Ma’arif Sadang Kab. Kebumen, Senin (7/10/2019) dirinya mengajak kepada para guru dan para siswa untuk menegakkan tata tertib sekolah. Para siswa juga lebih semangat, giat dan tekun belajar. Itu semua adalah bentuk nyata dari bela negara, tandas Letkol Kav Susanto. 

Apa yang dilakukan kedua bintara tersebut tak lain dan tak bukan hanya untuk menanamkan semangat bela negara sejak usia dini. Anak-anak sekalipun memiliki andil dalam bela negara, yaitu dengan belajar yang rajin dan sunguh-sungguh, patuh dan taat kepada semua peraturan baik di sekolah maupun diluar sekolah, pungkasnya.(pendam/penrem/pendim0713)

Selasa, 08 Oktober 2019

Hadapi Spektrum Global, Kodam IV/Diponegoro Gelar Latihan Kesiapsiagaan Operasioanal


Semarang - Seiring dengan perubahan Spektrum Global serta perkembangan teknologi informasi, perspektif ancaman terhadap bangsa dan negara terus mengalami perubahan. Selain munculnya acaman disintegrasi, konflik sosial, terorisme, radikalism dan narkoba karena kompleksitas suku, budaya, agama, dan golongan, Indonesia juga berpotensi munculnya bencana alam karena berada di atas cincin api pasifik dan di antara tiga lempeng benua.




Berdasarkan hal tersebut maka Kodam IV/Diponegoro selaku Kotamaops TNI di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta harus memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dalam mengatasi konflik komunal sesuai peran dan tugas yang telah disiapkan secara berhasil dan berdaya guna.

Demikian penyampaian Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. pada pembukaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam IV/Diponegoro, di Ruang Bina Yuda Makodam IV/Diponegoro, Senin (7/10/2019)

Lebih lanjut disampaikan melalui kegiatan latihan ini diharapkan dapat terwujud kesiapan dari Prajurit Kodam IV/Diponegoro untuk mengantisipasi berbagai potensi konflik baik konflik vertikal maupun konflik horizontal, yang mungkin timbul di tengah masyarakat. 

Dihadapan para peserta latihan yang juga dihadiri Wadan Kodiklat TNI Marsekal Pertama TNI Ismet Ismaya Saleh, Pangdam menekankan kepada semua unsur yang terlibat, agar laksanakan latihan dengan penuh kesungguhan, semangat dan rasa tanggung jawab, sehingga tujuan dan sasaran latihan dapat tercapai.  

Latihan yang direncanakan berlangsung hingga 11 Oktober 2019 ini selain untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Kodam IV/Diponegoro juga untuk terciptanya koordinasi yang efektif dalam tugas perbantuan kepada pemerintah daerah.

Ikut serta dalam kegiatan latihan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., Irdam, para Asisten dan Kabalakdam IV/Diponegoro serta Tim Penyelenggara dari Kodiklat TNI.(penrem/pendim0713)

Rabu, 02 Oktober 2019

112 Pamen Kodam IV/Diponegoro Naik Pangkat


Semarang - Sebanyak 112 Perwira Menengah (Pamen) Kodam IV/Diponegoro terhitung 1 Oktober 2019 ini mendapat anugerah kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya yang ditandai dengan acara laporan korps kenaikan pangkat yang digelar di Balai Diponegoro, Komplek Makodam IV/Diponegoro Semarang, Selasa (1/10/2019). 





Dari data yang diperoleh, ke 112 orang Pamen yang melaksanakan laporan korps kenaikan pangkat itu terdiri dari 5 orang Kolonel, 26 orang Letnan Kolonel dan 81 orang Mayor, masing-masing didampingi istri/suami.

Dihadapan para perwira dan undangan, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. menegaskan bahwa kenaikan pangkat Prajurit pada hakikatnya merupakan pengejawantahan penghargaan dari TNI atas dedikasi dan prestasi dalam melaksanakan tugas serta pengabdian kepada Angkatan Darat, TNI, bangsa dan negara.

Di samping itu, kenaikan pangkat juga merupakan kehormatan yang senantiasa dikaitkan dengan pembinaan karier personel dilandasi oleh obyektifitas dan konsistensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Besar, imbuhnya. 

Dengan anugerah tersebut, Pangdam mengingatkan kepada prajurit yang naik pangkat bahwa masing-masing memiliki kewajiban untuk mempersembahkan karya terbaik dan berkualitas seiring dengan pangkat yang disandangnya serta dilandasi oleh rasa tanggungjawab yang lebih besar.

“Kenaikan pangkat tersebut, hendaknya diterima dengan penuh rasa syukur dan selalu memohon ridho dari Allah untuk dapat melaksanakan tugas tanggungjawab dengan baik”, pinta orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro.

Berkaitkan dengan dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks, Pangdam kembali mengingatkan, kenaikan pangkat harus dapat dijadikan sebagai motivasi dan inspirasi untuk memantapkan kejuangan, moralitas dan etika profesi keprajuritan.

“Jangan mudah tergoyahkan oleh hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan serta selalu berupaya untuk meningkatkan profesionalisme keprajuritan. Para
Perwira harus dapat tampil sebagai sosok panutan yang dapat dibanggakan bagi satuan maupun anggota bawahan di lingkungannya”, ungkapnya.

Menyoroti masalah kesehatan, Pangdam mengingatkan tentang pentingnya kesehatan fisik prajurit. Tak bisa dipungkiri bahwa kesehatan juga menunjang fisik prajurit dalam melaksanakan tugas. 
Ditambahkan, tak hanya kesehatan prajurit, kesehatan keluarga prajuritpun juga perlu diperhatikan. 

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Pangdam tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para isteri/suami Perwira yang naik pangkat karena selalu memberikan dorongan semangat kepada suami/istri masing-masing dalam mengemban tugas.

“Saya ucapkan terima kasih atas ketulusan ibu-ibu serta bapak-bapak sekalian yang telah mendampingi suami atau isteri, mendorong semangat dalam mengemban tugasnya, sehingga diberikan kepercayaan oleh pimpinan dengan dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula”, pungkas Pangdam. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M.,  Irdam, Kapok Sahli, Para Asisten, Pa Liaison, Kabalak dan Komandan Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro, serta Ketua dan Wakil Ketua beserta para pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro.(pendam/penrem/pendim0713)

Jumat, 27 September 2019

Setetes Darah Prajurit Kodam IV Selamatkan Jiwa Seseorang



Semarang-Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 TNI, Kodam IV/Diponegoro, menggandeng PMI Kota dan Kabupaten Semarang menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan yang digelar di RST Bhakti Wiratamtama, Semarang pada Kamis (26/9/2019) ini diikuti ratusan prajurit TNI,  POLRI dan PNS se Garnisun Semarang.



Pada kegiatan donor darah kali ini, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., yang didampingi  Irdam, para Asisten dan Kabalakdam IV/Diponegoro turut dalam kegiatan ini. Kegiatan ini juga dihadir Ibu Ketua dan Wakil Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro serta para pengurus Dharma Pertiwi.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, melalui peringatan HUT ke 74 TNI dan HUT ke 69 Kodam IV/Diponegoro merupakan momentum untuk mewujudkan kepedulian TNI untuk berbagi dan membantu sesama khusunya bagi yang membutuhkan darah sekaligus dapat menjaga kesehatan bagi pendonor sendiri.

“Menyumbangkan darah berarti telah menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkannya. Setetes darah yang kita sumbangkan akan sangat berarti bagi keselamatan jiwa seseorang”, pungkasnya.

Kapendam menghimbau kepada  kita semua agar tidak segan-segan mendonorkan darah demi kepentingan kemanusiaan dan kesehatan.

Dengan kegiatan ini Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. mengharap dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan sekaligus meningkatkan kemanunggalan antara masyarakat dengan Kodam IV/Diponegoro dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.(pendam/penrem/pendim0713)

Rabu, 25 September 2019

Tim Asistensi Kodam IV Diponegoro Cek Program Dan Anggaran Kodim Brebes


Brebes – Seperti institusi dan lembaga pemerintahan lainnya, administrasi satuan TNI Kodim 0713 Brebes, juga mendapatkan pengawasan dari Kodam IV Diponegoro. Tim Pengendalian Program (Dalprog), dipimpin Letkol Armed Teguh Tri Prihanto Usman, S.Sos.




Tim asistensi dari Staf Perencanaan Kodam (Srendam) IV Diponegoro ini, mengevaluasi bidang kinerja dan anggaran Semester II TA. 2019, baik administrasi, fisik maupun pertanggung jawaban daya serap anggaran. Tampak tim sedang melakukan tugasnya di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes. Kamis (26/9/2019).

Kedatangan tim disambut Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, mewakili Dandim.

Kasdim berharap, kunker rombongan dari Kota Semarang ini, nantinya dapat memberikan masukan yang berharga demi peningkatan kualitas kinerja satuan teritorial Kodim dalam pengabdian di wilayah dan kemasyarakatan.

”Kegiatan dalprog bertujuan mengevaluasi program yang akan dan telah dilaksanakan, sehingga kedepan dapat lebih efektif serta optimal dalam pencapaian kinerja Kodim,” jelas Edwin.

Dijelaskannya juga, asistensi dari Sterdam ini sangat penting untuk melihat secara objektif kemajuan baik administrasi maupun fisik dari setiap program. Khusus untuk berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki Kodim Brebes, akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan masukan dalam perencanaan dan penganggaran di tahun mendatang, sehingga kedepan satuan teritorial ini dapat lebih profesional dalam melaksanakan tugas pokoknya. (Aan)