Tampilkan postingan dengan label Tanamkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanamkan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2020

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Kokam Wanasari Ajak Anak-Anak Pasang Bendera

Brebes - Guna menanamkan jiwa nasionalisme pada anak-anak dilingkungan tempat tinggalnya, Imam Maksudi (46) dan Rukhi (24) merupakan anggota Komando Kesiapsiagaan Pemuda Muhammadiyah (Kokam) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wanasari mengajak anak-anak yang masih berlibur di masa pandemi covid-19 memasang bendera merah putih di depan rumahnya. Minggu (02/07/2020)..


 

 

 

 


Tepat di bulan agustus ini, Imam Maksudi dengan sengaja mengajak Rehan yang masih duduk di kelas V SD Negeri 01 Wanasari dan Farhan serta Seva kelas II SD Wanasari 03, kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk menyiapkan tiang bendera dan memasang bendera merah putih di depan pintu masuk halaman rumahnya.

Berada di RT 02 RW. 02 inilah ketiga siswa yang masih menjalankan masa belajar dirumahnya diberikan pemahaman dari Imam Maksudi salah satu anggota Kokam PRM Wanasari.

Ada dua hal yang disampaikan oleh Imam Maksudi. Pertama, melalui pemasangan Bendera mengajak seluruh masyarakat dan lingkungan untuk meningkatkan rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah berjuang demi Kemerdekaan.

“Sudah menjadi tugas kita sebagai penerus perjuangan para pahlawan dan mengisi hasil dari kemerdekaan ini, anggota Kokam harus mampu memberikan contoh dan teladan positif bagi masyarakat apalagi kepada anak-anak pelajar. Hal ini merupakan salah satu program Kokam agar kehadirannya dapat membawa perubahan nyata lingkungan,” ujar Imam Maksudi.

Kokam PRM Wanasari akan memberikan hal terbaiknya untuk generasi muda yang akan memegang tongkat kepemimpinan menuju Indonesia Emas.

 

Pemasangan bendera merah putih ini untuk memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75, dimana himbauan dari pemerintah melalui Babinsa Koramil 03 Wanasari untuk memasang bendera dari tanggal 1 hingga 31 agustus 2020 mendatang. (Utsm).


Rabu, 23 Oktober 2019

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Paud Nurul Hidayah Brebes Kenalkan Profesi TNI


Brebes – Ratusan murid PAUD Terpadu Nurul hidayah, Jalan Ahmad Yani No. 114, Kauman Pasar, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengunjungi Kodim 0713 Brebes dalam rangka pengenalan profesi TNI.







Bentuk pendidikan formal yang bertujuan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan karakter anak agar memiliki kedisiplinan sebagai bekal memasuki pendidikan Taman Kanak-kanak.

Disampaikan Dandim melalui Perwira Seksi Teritorial, Kapten Arhanud Nediono, di Kodim Brebes, pengenalan profesi diawali dengan yel-yel, perkenalan jenis-jenis pakaian dan pangkat serta tugas TNI, baris-berbaris, kerapian, bongkar pasang senjata serta edukasi Pancasila.

Dibenarkan Hj. Subiatun, SPd. AUD, Kepala Sekolah, bahwa kunjungannya ke Kodim kali ini membawa 175 murid dan 20 guru pendamping, dalam rangka mengenalkan anak didiknya tentang berbagai macam tugas TNI.

“Anak didik kami juga mendapatkan wawasan kebangsaan untuk menanamkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa dan membentuk jiwa nasionalisme, sehingga kedepan menjadi generasi penerus yang unggul dan dapat dibanggakan,” ucapnya.

Puncak acara dilaksanakan ramah tamah dan foto bersama. (Aan)

Senin, 14 Oktober 2019

Babinsa Koramil Paguyangan Brebes Terus Tanamkan Wawasan Kebangsaan


Brebes – Upaya TNI Brebes dalam cegah dini radikalisme terus dilakukan di kalangan masyarakat binaannya dan lingkup pendidikan sekolah, baik melalui sosialisasi, penyuluhan ataupun pendampingan.





Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Serda Sugeng Widodo, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada ratusan pelajar SMP Nurussibyan Paguyangan, Jalan Kaligua No. 6, Penisihan, Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dikatakannya bahwa, tujuan pembekalan tersebut adalah bukan untuk mengambil porsi para pahlawan tanpa tanda jasa atau guru (tenaga pengajar) yang bertugas mulai yaitu mencerdaskan generasi bangsa. Namun, campur tangan Babinsa TNI dalam membentengi generasi muda adalah wajib dilakukan melalui sinergi dengan pihak sekolah.

“Pelatihan LDK dilakukan agar para pelajar dapat memahami arti dari bela negara yang merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia, sehingga tumbuh jiwa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya.

Ditambahkannya, tujuan lainnya adalah untuk memupuk kedisiplinan, jiwa korsa, loyalitas dan tanggung jawab. Kesemuanya dibungkus dalam pemberian materi di ruang kelas maupun LDK fisik dengan baris berbaris. Sugeng juga menekankan bahwa NKRI adalah harga mati.

Sementara dikatakan Kepala Sekolah, Nur Baeti, S.Pd, bahwa 200 anak didiknya menerima pembekalan tersebut selama 2 hari (21-22/10) sebagai pondasi kepemimpinan jika suatu saat berorganisasi OSIS di tingkat menengah atas dan selanjutnya.

“Tujuan itu sesuai dengan tema yang kami ambil yaitu Membentuk Kader Pemimpin Cerdas dan Berintegritas Penuh Dedikasi. Atas pembekalan dari Koramil Bumiayu, saya mewakili pihak sekolah dan staf pengajar mengucapkan terima kasih,” ucapnya mengapresiasi. (Aan)

Sabtu, 12 Oktober 2019

TMMD Tanamkan Bela Negara Sejak Usia Dini


Semarang-Pasal 30 bahwa UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam bela negara. Bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata maupun perang, apalagi dalam kondisi damai seperti saat sekarang ini.



Oleh karena itu, disetiap kegiatan TMMD materi wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi salah satu sasaran kegiatan non fisik, yang tujuannya untuk memantik dan menanamkan semangat bela negara kepada seluruh waga Indonesia dimanapun berada.

Demikian penyampaian Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. di sela-sela kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam IV/Diponegoro, di Makodam IV/Diponegoro, Rabu (8/10/2019). 

Untuk diketahui bahwa dalam program TMMD selain mengerjakan sasaran fisik berupa pembangunan jalan, RTLH dan sasaran fisik lainnya, juga terdapat sasaran sasaran non fisik yang diantaranya adalah tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. 

Menurutnya bela negara tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat TNI atau Kepolisian saja, tetapi semua warga negara harus ikut berperan sesuai dengan bidang tugas masing-masing sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

“TNI dan Kepolisian sebagai komponen utama, dan rakyat Indonesia sebagai komponen pendukung. Jadi semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai peran dan bidangnya masing-masing”, ungkapnya.

Diterangkan Letkol Kav Susanto, bagi para petani adalah mengolah lahan pertaniannya dengan baik agar hasilnya melimpah sehingga dapat berswasembada pangan itu bagian dari bela negara. Bagi para peternak mengelola peternakannnya dengan baik agar swasembada daging itu juga bagian dari bela negara. Yang jadi pedagang silahkan melaksanakan perniagaan dengan baik agar roda perekonomian terus berputar, termasuk para pelaku pendidikan agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik sehingga menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan maju.

“Hal semacam ini harus bisa dipahami dan dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat bahkan kepada anak-anak usia dini, agar nantinya memiliki pemahaman dan wawasan yang cukup dan benar tentang bela negara”, ibuhnya.

Dicontohkan Kapendam, beberapa waktu lalu anggota Satgas TMMD Kodim 0703/Cilacap Sertu Mulyono mengajar anak-anak di PAUD Barokah yang ada di Dusun Cironeng, Desa Cilibang, Kec. Jeruklegi Kab. Cilacap. Tanpa rasa canggung, Bintara dari Kodim Cilacap itu  mengajak anak-anak belajar yang rajin sembari mengenalkan warna, menggambar dan bernyanyi. 

Demikian pula yang dilakukan Anggota Satgas TMMD dari Kodim 0709/Kebumen Serma Badani. Saat menjadi Irup di SMK Ma’arif Sadang Kab. Kebumen, Senin (7/10/2019) dirinya mengajak kepada para guru dan para siswa untuk menegakkan tata tertib sekolah. Para siswa juga lebih semangat, giat dan tekun belajar. Itu semua adalah bentuk nyata dari bela negara, tandas Letkol Kav Susanto. 

Apa yang dilakukan kedua bintara tersebut tak lain dan tak bukan hanya untuk menanamkan semangat bela negara sejak usia dini. Anak-anak sekalipun memiliki andil dalam bela negara, yaitu dengan belajar yang rajin dan sunguh-sungguh, patuh dan taat kepada semua peraturan baik di sekolah maupun diluar sekolah, pungkasnya.(pendam/penrem/pendim0713)