Tampilkan postingan dengan label Membangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membangun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2020

Komsos Bentuk Silahturahmi Guna Tingkatkan Sinergitas Membangun Bangsa


Brebes - Kodim 0713 Brebes menggelar rangkaian silaturahmi dengan Aparat Pemerintah dalam kemasan Komunikasi Sosial. Kegiatan dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas antara TNI dengan aparatur pemerintahan dalam membangun bangsa khususnya wilayah kabupaten Brebes dalam menghadapi tantangan tugas saat ini, Kamis (25/06/2020).





Kegiatan Komsos yang mengambil tema “Melalui Komunikasi Sosial atau Silahturahmi Kita Tingkatkan Sinergitas Membangun Bangsa”. Turut hadir dalam kegiatan Komunikasi Sosial, Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE yang diwakili Kepala Staf Kodim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, Perwira Seksi Teritorial Kapten Arh Nediono, Danramil dan Camat serta Kapolsek Jajaran Polres Brebes.

Pada kesempatan ini Mayor Edwin Samma Baratiku, pada sambutannya mengucapkan selamat datang kepada hadirin di Aula Kodim. Dengan adanya kegiatan Komunikasi Sosial diharapkan kita semua semakin bersinergi dengan Aparat Pemerintahan yang berada di Jajaran Kodim 0713 Brebes.

“Keberadaan Kodim 0713 Brebes diharapkan bisa membantu masyarakat, apabila di lapangan ada permasalahan, segera dikoordinasikan dengan Danramil dan Babinsa yang berada di wilayah masing-masing, agar permasalahan yang ada di wilayah bisa segera di selesaikan,” tegas Kasdim.

Melalui silahturahmi mari kita tingkatkan hubungan yang erat, rukun dan damai bersatupadu dalam menyikapi semua masalah yang ada. Dengan Bergandengan tangan Insya Allah semua permasalahan bisa diatasi dan semua tugas dapat terlaksana. Terimakasih atas kerjasama selama ini dalam menghadapi wabah Covid-19 maupun masalah yang lainnya. Tambah Mayor Edwin.

Lebih lanjut Mayor Edwin menyampaikan pesan dari Komandan Kodim bahwasannya untuk menghadapi covid diperlukan kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol penanganan covid-19 di masa New Normal ini. Tugas kita sebagai aparat pemerintah adalah menumbuhkan disiplin dan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu diperlukan soliditas dan kerjasama yang kuat antar instansi pemerintah dengan melibatkan seluruh komponen bagsa.

Dan tugas yang berat ini tidak mungkin dikerjakan oleh satu instansi sendiri. kita harus kompak dan yang lebih penting adalah kepedulian serta kemauan untuk terus mengedukasi, mengingatkan dan menjadi contoh bagi masyarakat kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Mari kita pegang dan kita jalankan amanah yang diamanatkan kepada kita. Berbuatlah dengan tulus dan ikhlas selagi masih bisa, sekecil apapun pasti bermakna bagi masyarakat, bangsa dan negara,”pungkasnya.(Utsm).

Sabtu, 03 Agustus 2019

Bersama TNI Membangun Desa Mandiri dan Sejahtera

OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP)
Bersama TNI Membangun Desa Mandiri dan Sejahtera



Tidak sedikit masyarakat yang masih beranggapan bahwa tugas TNI hanyalah perang untuk menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Anggapan itu tidak salah, namun sesungguhnya berdasar UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, untuk melaksanakan tugas pokoknya disamping dilakukan melalui operasi militer perang (OMP) juga dilakukan melalui operasi militer selain perang (OMSP).  

Sesuai Pasal 7 Ayat (2) UU tersebut, dalam OMSP terdapat 14 macam operasi diantaranya memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta serta membantu tugas pemerintahan di daerah yang diantaranya diimplementasikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). 

Demikian penjelasan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum., terkait pelaksanan program TMMD Reguler yang hingga tahun 2019 ini sudah memasuki periode ke-105, di sela-sela kegiatan pemantauan TMMD Kodam IV/Diponegoro.

Diterangkan Kolonel Arh Zaenudin, melalui TMMD, TNI berupaya untuk membinaan dan memberdayakan semua potensi yang ada, mulai dari geografi, demografi maupun kondisi sosial menjadi potensi pertahanan baik pada aspek ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan maupun aspek-aspek berpengaruh lainnya, sehingga dapat meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman.

Secara bottom-up mulai dari musyawarah desa bersama Babinsa, program TMMD diusulkan dengan  berdasarkan sekala prioritas. Adapun sasaran kegiatan pada TMMD Reguler ke-105 kali ini adalah wilayah/daerah-daerah yang berkategori pra sejahtera, daerah perbatasan maupun daerah rawan yang perlu mendapat perhatian lebih dibanding desa yang lain.

Hal ini merupakan bentuk komitmen TNI yang akan selalu hadir bersama-sama masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan masyarkat maupun mewujudkan kesejahteraan, baik melalui peningkatan kehidupan ekomomi maupun pembangunan dan peningkatan atau perbaikan fasilitas infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, sanitasi warga serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.
  
Menurut Kapendam, pembangunan jalan, jembatan, talud irigasi dan pembagunan rumah tidak layak huni (RTLH) serta infrastruktur lainnya pada sasaran fisik TMMD Reguler ke 105 tahun 2019 merupakan hal yang relevan untuk mewujudkan cita-cita nasional dalam rangka memajukan kesejahteraan umum. 

“Jalan, jembatan dan irigasi merupakan sarana vital yang mutlak harus terpenuhi bagi masyarakat pedesan yang mayoritas berprofesi sebagai petani”, ungkapnya.

Dengan tersedianya sarana jalan, jembatan dan saluran irigasi yang memadai tentu laju perekonomian juga akan semakin lancar, karena aktifitas para petani mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen maupun aktifitas usaha perekonomian lainnya seperti peternakan, pariwisata dan perdagangan/UMKM akan berjalan lancar, imbuh Kapendam.

Dikatakan Kapendam, Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP.  saat membuka TMMD Reguler ke 105 di lapangan Trimurti, Dukuh Marangan, Desa Jimbung, Kec. Kalikotes, Kab. Klaten, sudah menerangkan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

“Gubernur ingin seluruh desa di Jateng semakin maju dan mandiri. Beliau juga ingin kehidupan rakyat Jateng semakin sejahtera. Pada prinsipnya, masyarakat kita harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera”, imbuhnya.

Menurutnya, penyampaian tersebut tidaklah berlebihan dan tidak mengada-ada. Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Eko Setyawan, S.E, Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto dan Dandim yang lain selaku Dansatgas TMMD juga meyakini bahwa pembangunan jalan, jembatan dan irigasi sangat strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, wiraswasta dan buruh harian lepas.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Desa Jimbung, Kec. Kalikotes, Kab. Klaten, Siti Sumarsih juga sangat yakin dengan adanya pembangunan jalan di desanya dapat meningkatkan potensi yang ada seperti penangkaran burung jalak dan wisata Sendang Bulusan yang nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di desanya.

Hal tersebut juga dibenarkan warga Desa Banaran, Kec. Playen Kab. Gunung Kidul, yang salah satunya adalah Sunardi. Dirinya berharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan, roda perekonomian bisa lebih berputar. Jika jalan bagus maka aktivitas warga jadi semakin mudah, mau ke sawah jadi gampang, ke pasar atau mengantar anak ke sekolah juga lebih cepat.

Demikian pula dengan pembangunan RTLH bagi warga yang kurang mampu. Dengan telah memiliki rumah yang layak, beban kehidupan akan berkurang dan mereka dapat tinggal lebih sehat dan nyaman. Bila mereka sudah merasa sehat dan nyaman dengan sendirinya akan lebih bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya, terang Kapendam.

Seperti apa yang disampaikan Mbah Serun (80) yang tinggal Dusun Grogol, Desa Jatimulya,  Kec. Suradadi, Kab. Tegal dan Mbah Yatin (75), yang berdomisili di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota. Keduanya sangat bersyukur karena dengan ketidakberdayaanya, rumah yang sudah puluhan tahun dihuninya direhab TNI. Diungkapkan bahwa keinginannya untuk merehap rumahnya sudah sangat lama, tetapi jangankan untuk merehab rumah, untuk hidup sehari-hari saja serba kekurangan.
Sedangkan terkait aspek kesehatan lingkungan, persoalan sanitasi juga menjadi perhatian serius pada TMMD 105. Masih banyaknya warga yang belum memiliki sanitasi keluarga di selesaikan melalui pembangunan jamban-jamban keluarga.

Kapendam juga mengungkapkan, dari data yang berasil dihimpun, pada program TMMD Reguler ke 105 ini telah dibangun sarana jalan sepanjang 8,8 KM, jembatan sepanjang 12 M, talud pengaman jalan dan irigasi sepanjang 1 KM, RTLH 39 unit dan pembangunan sarana pendukung lain seperti jambanisasi dan rehab tempat ibadah serta pos Kamling. Belum lagi dengan program TMMD Sengkuyung yang digelar di Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

“Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana, berkat kerja sama dan peran serta seluruh komponen masyarakat yang telah bergotong-royong untuk memajukan desa mereka”, ungkapnya.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat meninjau kegiatan TMMD di wilayah Kodim 0712/Tegal beberapa waktu lalu.  Semua masyarakat ikut terlibat untuk bersama-sama berpartisipasi dan berperan serta dalam kegiatan di TMMD, agar semua merasa ikut andil dan terlibat sehingga merasa ikut memiliki. Bila sudah merasa memiliki maka merekapun akan menggunakan dan memelihara secara bersama-sama.

"Semua ikut berpartisipasi/berperan sesuai situasi dan kondisi. Yang masih kuat bisa ikut bekerja menata batu, atau ikut menyediakan air minum,  atau membantu materiil yang dibutuhkan”, pintanya.

Disamping menumbuhkan semangat gotong royong, salah satu sasaran yang juga harus dicapai adalah terbangunnya hubungan emosional/kedekatan TNI dengan Rakyat. Hal ini diaplikasikan dengan bersatunya TNI-Rakyat dalam setiap kegiatan bahkan Anggota TNI yang terlibat satgas TMMD juga tidur di rumah penduduk.

Begitupula dengan uang makan mereka juga dimasak di rumah tersebut dan dimakan bersama-sama keluarga mereka. Selama 1 bulan mereka akan selalu bersama dalam satu keluarga sehingga bisa turut merasakan suka dan dukanya. Diharapkan hubungan ini akan terus dibangun walaupun TMMD telah selesai dilaksanakan dalam hubungan keluarga asuh TMMD.

Bukan hanya itu saja, selain mendapat program pembangunan infrastruktur,  dalam rangka mengantisipasi dampak disrupsi teknologi, masyarakat juga dibekali dengan wawasan kebangsaan, bijak bermedsos, penanggulangan terorisme dan radikalisme.

"Masyarakat pedesaan juga harus melek teknologi dan memiliki wawasan yang luas agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi", imbuhnya. 

Sedangkan pada aspek ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat, Satgas TMMD juga memberikan bekal kepada masyarakat desa tetang ilmu pengetahuan dan keterampilan pertanian, peternakan, kesehatan dan sebagainya khususnya tentang ekonomi kreatif. Hal yang cukup menarik adalah adanya bantuan alat penetas telur bagi masyarakat sebagai rangsangan untuk tumbuhnya UMKM di setiap desa sasaran TMMD

Kolonel Arh Zaenudin berharap, dengan telah terbangunnya infrastruktur yang memadahi dan bekal wawasan kebangsaan dan ilmu pengetahuan serta berbagai keterampilan, kehidupan masyarakat di pedesaan dapat lebih sejahtera. Desa-desa dipinggiran menjadi desa madiri yang dapat bersaing dengan desa-desa di perkotaan. Inilah tujuan akhir dari OMSP, bersama TNI membangun desa mandiri dan sejahtera. 

Senada dengan Kapendam, Bupati Klaten Sri Mulyani pada saat acara pembukaan TTMD di Desa Jebung Kec. Kalikotes Kab. Klaten juga berharap dengan adanya TMMD di wilayahnya, maka desa yang dahulunya kondisi merah/prasejahtera akan menjadi desa yang hijau/sejahtera dan mandiri.

Babinsa Koramil Paguyangan Brebes Bantu Bangun Tempat Wudhu



Brebes - Babinsa Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes bersama masyarakat bergotong- royong membangun tempat wudhu Masjid Baitul Muttaqin, di Dukuh Bantarmangu Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Sabtu (03/08/2019).
 


Kegiatan tersebut disampaikan Komandan Koramil 11/Paguyangan Kapten Cpl Harsono, Bahwa Babinsa Koptu Suparno membantu pembangunan tempat wudhu itu bertujuan untuk memudahkan warga masyarakat mengambil air wudhu saat akan melaksanakan ibadah sholat. Kata Kapten Harsono.

Demikian pula sama halnya yang disampaikan oleh Babinsa, “Kita bersama-sama dengan warga menyiapkan dan membangun tempat wudhu di masjid ini untuk kepentingan umum guna memudahkan wudhu,”ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya fasilitas ini akan memudahkan warga untuk mengambil air wudhu sebelum melaksanakan sholat,“ ucapnya.

Suparno mengungkapkan, selama pembangun, Babinsa bersama warga sekitar tanpa lelah terus bekerja dengan rasa tanggung jawab dan penuh kehangatan. “Tak jarang mereka saling bergantian mengaduk semen yang akan digunakan untuk membuat tempat wudhu tersebut,”sambungnya.

Pembangunan tempat wudhu ini anggaran berasal dari dana swadaya masyarakat dan sedekah serta infaq.(Utsm).