Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2024

Sudah Berdiri Tiang Pancang Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu Bumiayu

 Brebes – Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas yang dicetuskan oleh Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si sudah membuktikan 1 Jembatan Gantung Merah Putih yang sudah berdiri dan digunakan oleh warga. Jembatan Gantung tersebut berada di Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong yang dinamakan Jembatan Gantung Merah Putih 1. 


Komandan Kodim 0713 Brebes bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes terus berupaya dalam membantu masyarakat dalam keterisoliran sehingga masyarakat sepadan dan merasakan seperti daerah lainnya. Senin (29/04/2024)







Tidak terkecuali, Desa Kalinus, Kecamatan Bumiayu, sejak disurvey oleh Dandim dan DPU Taru Brebes sebulan yang lalu, kini kondisi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 2 akan membentang kokoh menggubungkan Desa Kalinusu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.


‘Alhamdulillah saat ini pemasangan tiang pancang jembatan sudah finish dan dilanjutkan pemasangan sling baja dan akan diteruskan pemasangan papan jembatan”. Tutur Dandim.


“Pekerjaan ini sangat memakan waktu dan tenaga, namun dengan didukung oleh tangan-tangan tuhan serta warga masyarakat Kalinusu dan relawan, pekerjaan yang berat menjadi ringan”. Imbuhnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemda Brebes, relawan dan warga yang telah berjuang bercucuran keringat mendirikan tiang pancang seberat 1,5 ton dengan mudah, maka saya berpesan pada semuanya agar menjaga dan merawat jembatan ini dengan baik untuk anak cucu kita kelak”. Tutup Letkol Sapto Broto. 


Sementara Do’a pemasangan tiang pancang jembatan gantung dipimpin Haji Sugono (74) diatas lubang tempat tiang pancang yang akan ditanam (cor).

Haji Sugono merupakan warga Desa Kalinusu dimana kegembiraan itu muncul setelah ada kepastian dari Dandim 0713 Brebes membangun Jembatan ditempat kelahirannya.


“Saya haru dan senang, sejak kecil saya mengharapkan ada suatu jembatan yang bisa menjadi akses jalan mempermudah dalam menjual hasil pertanian tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi yang mahal, anak-anak sekolah juga tidak mengalami kendala saat banjir, bahkan harus melewati 8 kilometer berputar kearah kota Bumiayu baru sampai ke sekolah, dan lagi yang menyedihkan, jika ada warga yang mau melahirkan dan sakit terpaksa dibawa oleh perahu melintasi sungai”. Tutur Mbah Sugono meneteskan air mata saat pimpin do’a pemasangan tiang pancang jembatan gantung disaksikan warga.


“Terima kasih Pak Dandim, Matur suwun Pak Bupati Brebes, Usia saya 74 tahun, kini baru terbangun Jembatan yang sangat bermanfaat sekali untuk anak cucu kami disini”. Tutupnya.


Jembatan Gantung yang berada di Desa Kalinusu merupakan Jembatan Gantung kedua setelah Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung selesai, dan satulagi Pemda dan Kodim 0713 Brebes saat ini sudah memasang papan jembatan Gantung di Dukuh Cisaat Kecamatan Bantarkawung, yang dinamakan Jembatan Gantung  Merah Putih 3. (Pen0713)

Kamis, 28 Maret 2024

Kodim 0713 Brebes Gelar Bakti Sosial di Wilayah 3T di Desa Kalinusu Bumiayu

 Brebes - Kodim 0713 Brebes menggelar kegiatan program bakti sosial di wilayah Terpencil, Terluar, Terisolir (3T) dan Kumuh Perkotaan Semester I TA 2024 bertempat di Balaidesa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Kamis (28/03/2024).


Bakti sosial di wilayah 3T tersebut dengan tujuan membantu pemda dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan serta literasi masyarakat dengan memberdayakan potensi wilayah serta SDM untuk menjadi lebih baik, mandiri dan memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal, peningkatan literisasi serta pengentasan buta aksara, pelatihan dan penyuluhan dalam pengembangan UMKM, dan  pemberian bantuan sosial (sembako). 


Kegiatan melibatkan TNI, Baznas Brebes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui tenaga Kesehatan Puskesmas Kaliwadas, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Brebes, Pemerintah Desa dan ratusan masyarakat.


Dandim 0713 Brebes yang diwakili Kepala Staf Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo  turun langsung ke lokasi melakukan aksi bakti sosial teritorial wilayah Terpencil, Terluar, Terisolir (3T) dan Kumuh Perkotaan.







“Kegiatan ini merupakan bakti sosial Kodam IV/Diponegoro melalui Kodim 0713 Brebes dan ini bentuk kepedulian TNI AD untuk masyarakat Brebes. Apresiasi kami masyarakat disini sangat antusias, ” kata Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo  saat di konfirmasi.


Selama kegiatan bakti sosial Kepala Staf Kodim 0713 Brebes  meninjau langsung secara bergiliran ke tiap-tiap lokasi dan turut membagikan langsung sembako kepada masyarakat. 


“Kita berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, mudah-mudahan desa yang jauh dari perkotaan kedepannya bisa di hidup sejahtera, ” harapnya.


Sementara itu, Masiyah (57) warga dukuh Kutagaluh Kalinusu mengaku telah datang ke lokasi sejak pagi hari. Ia melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum, dan khususnya pengecekan tensi, kolesterol dan gula darah.




“Terimakasih kepada pak Dandim Brebes, kami berharap sering-sering kegiatan ini dilakukan, karena sangat membantu kami, ” katanya sambil tersenyum.(Pen0713)

Rabu, 20 Maret 2024

Dandim Brebes Hari ini Tutup TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Buniwah

 Brebes - Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes Lektol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si yang sekaligus Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun 2024 secara resmi menutup kegiatan tersebut yang bertempat di Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu, (20/3/2024).


Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bahwa program TMMD yang dilaksanakan selama lebih dari delapan dekade ini merupakan salah satu Program Bakti TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan program pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan dan di daerah terpencil.








“Tentu saja TNI, dalam hal ini Kodim 0713 Brebes, tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pj. Bupati Brebes beserta OPD terkait, unsur Polri setempat, unsur TNI lainnya dan masyarakat yang selama kurang lebih satu bulan bersama TNI telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2024,” terangnya.


Tema TMMD Sengkuyung Tahap I kali ini yaitu “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah”. 


Tema ini mengandung makna bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat secara bersama-sama melaksanakan proses percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk pengabdian TNI bersama seluruh unsur di wilayah kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan Pengobatan Umum dan Pemeriksaan Mata Gratis yang dilakukan oleh Ibu Ketua Persit  Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Novi Sapto Broto dibantu Tim Kesehatan DKT Tegal dan Puskesmas Sirampog serta Bazar Murah Ramadhan serta Pasar Murah dan penyerahan bantuan sembako kepada warga masyarakat Desa Buniwah. 


Disampaikan Ny. Novi Sapto Broto yang juga berprofesi sebagai dokter mata mengatakan bahwa ada 200 warga yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara umum dan 150 warga  memeriksakan matanya yang diperiksa langsung oleh Ketua Persit Kartika Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dilapangan upacara saat selesai dilaksanakan. 


"Alhamdulillah di acara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2024 Kodim 0713 Brebes di Desa Buniwah ini Persit bisa memberikan kontribusi dalam membantu masyarakat, terutama pemeriksaan mata dan kesehatan secara gratis dan membuka Bazar Murah Ramadhan dimana Persit membantu meringankan kebutuhan sembako ibu-ibu warga Buniwah". paparnya.


1.000 paket sembako disiapkan Kodim 0713 Brebes dengan harga terjangkau lebih murah ini dikhususkan bagi warga masyarakat Buniwah. (Pen0713)

Senin, 18 Maret 2024

Dandim Brebes Bersama anggota Dorong Gerobak dilokasi TMMD Desa Buniwah

 Brebes – Dandim 0713 Brebes, letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si berjibaku mendorong gerobag berisikan material bersama anggota TNI dan masyarakat pada pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2024 di Dukuh Gunung Puyuh, Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (19/03/2024).


Menurut PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum mengatakan, program TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan unsur-unsur TNI, pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam kegotong royongan dan kebersamaan dalam melaksanaan pembangunan desa.





"Bangga yang setinggi-tingginya kepada Pak Dandim Brebes dan seluruh teman-teman TNI serta warga masyarakat di lapangan yang bekerja luar biasa, membantu, gotong royong membangun jalan tembuh ke Dukuh Gunung Puyuh yang sebelumnya merupakan jalan setapak kini menjadi jalan lebar 3 meter, ada juga pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah dilakukan," ujar Bupati Brebes saat melihat media medsos ada foto Dandim Brebes tersebar sedang menarik dan mendorong gerobag dilokasi TMMD Desa Buniwah Sirampog.


Sementara Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto menyatakan, pelaksanaan TMMD menjadi semangat menumbuhkan sifat gotong royong yang mulai pudar di tengah-tengah masyarakat. Sejatinya, TNI bisa melakukan sendiri dalam program pembangunan desa itu, tetapi semangat gotong royong tidak bisa tercapai tanpa melibatkan masyarakat.


"TMMD sebagai bagian dari kegiatan yang luar biasa ini, besar harapan saya bisa merajut kesetiakawanan dan kebangsaan antar kita semua. Karena kita ini ketika bekerja luar biasa dianggap pencitraan, salah sedikit dianggap teledor. Bahkan ada fenomena baru di masyarakat kalau ada orang kecelakaan sibuk memvideo, kemudian sibuk memviralkan, bukan menolong," tandasnya.


Fenomena tersebut, lanjut Dandim menjadi tanggungjawab besar bersama dalam mendorong semangat gotong royong, menjaga kebersamaan dan kesetiakawanan di tenga-tengah masyarakat.


"TMMD sebagai wujud kongkrit dari kesetiakawanan dan kegotong royongan itu. Bukan hanya teman-teman TNI yang membangun, tetapi melibatkan semua stakeholder," ungkapnya.


Ditambahkannya bahwa sasaran fisik pekerjaan peningkatan jalan diantaranya pembangunan jalan 442 M, lebar 2,8-3 meter dengan ketebalan 0,20 meter, Rabat Beton Sand Sheet panjang 442 meter, pekerjaan gorong-gorong 3 Unit, pembuatan jembatan 2 unit panjang 12 meter lebar 3 - 5 meter, Talud jalan 4 unit panjang 515 meter dan Rehab Rumah Tidak Layah Huni (RTLH)  6 unit diantaranya dirumah Sarkam Rt 06/01, Ibu Rozikoh Rt 02/01, Ibu Minah Rt 01/04, Ibu Wahyuni Rt 04/04, Ibu Waunah Rt 01/04 dan Ibu Saryi di Rt 01/04 kini sudah selesai.


TMMD yang bertemakan "Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Diwilayah" berharap masyarakat bias menikmati hasil apa yang dikerjakan oleh TNI kodim 0713 Brebes bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dalam upaya mensejahterakan dan pemerataan pembangunan dan perekonomian. (pen0713).

Selasa, 12 Maret 2024

Dandim Brebes Cek Perkembangan Pembangunan Sasaran Fisik TMMD Desa Buniwah

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si meninjau langsung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I di Dukuh Tengah Gunung Puyuh, Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (12/03/2024).


Saat tiba di lokasi pelaksanaan TMMD, Dandim disambut warga Dukuh Tengah Gunung Puyuh.

Letkol Inf Sapto Broto bersalaman dengan mereka dan langsung mengecek perkembangan pembangunan sasaran fisik disana berupa pembangunan talud, pengecoran jalan dan jembatan.


“Alhamdulillah pada hari ini saya berkesempatan untuk meninjau secara langsung perkembangan sasaran fisik dalam kegiatan TMMD ini,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Dandim yang juga merupakan Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap I Kodim 0713 Brebes memberikan motivasi kepada anggota Satgas dan warga yang sedang bekerja.






“Tadi juga saya memberikan arahan dan motivasi kepada warga dan semua anggota yang tergabung dalam satgas TMMD agar tetap semangat dalam bekerja walaupun diwaktu melaksanakan ibadah puasa bulan ramadhan 1445 H,” tambahnya.


Selain itu, Dandim menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat dan membeli jenis kerajinan plastik bekas yang dibuat tikar, hiasan dan lainnya oleh salah satu warga.


“Respons masyarakat sangat positif. Banyak yang secara langsung menyampaikan terima kasih dan upaya pembangunan di kampung mereka. Semoga dengan adanya TMMD ini bisa mempercepat pembangunan di daerah terpencil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. 


Sementara Miftahudin Kepala Desa Buniwah sangat mengapresiasi kehadiran Dandim Brebes bercengkrama dengan warga sekaligus mengecek pembangunan fisik TMMD didesanya hingga waktu sore hari walaupun diguyur hujan.(Pen0713).

Kamis, 07 Maret 2024

Koramil 13 Salem Karya Bakti Tanah Longsor di Desa Pabuaran

 Brebes - Batituud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Peltu Rahmat Wahyudin bersama anggota Babinsa, Kepala Desa Pabuaran Rasidi dan warga, Bagana serta Banser melaksanakan karya bakti pembukaan tanah akibat tanah longsor membendung aliran sungai Citatah, Desa Pabuaran, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (07/03/2024).


Peltu Rahmat Wahyudin menyampaikan saat ini di beberapa tempat banyak terjadi longsor baik skala besar maupun kecil. Salah satunya disini, akibat dari longsioran tanah menutupi aliran Sungai Citatah sehingga lahan pertanian seluas 1 hektar tergenang luapan air dan tak surut, untuk itu sebagai TNI selalu hadir dalam setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat.  Salah satunya adalah membantu mengatasi bencana alam.  Kita selalu hadir bersama komponen yang lain untuk menyelesaikan permasalahan secepat mungkin. Sehingga kerugian bisa diminimalisir.





"Saat ini kita bersama sama membantu masyarakat yang sedang terkena musibah, karena cuaca belum menentu maka saat pengerjaan harus perhatikan faktor keamanan.  Saat ini cuaca sudah mendung, jika hujan turun harus segera dihentikan demi keamanan" kata Peltu Rahmat Wahyudin.


Kepala Desa Pabuaran Rasidi melaporkan ke Koramil 13 Salem bahwa terjadi bencana tanah longsor yang menimbun Sungai Citatah, akibatnya air tersumbat, jika ini dibiarkan maka lahan sawah seluas 1 hektar tidak bisa difungsikan.


Dengan adanya karya bakti yang dilaksanakan oleh Koramil, Bagana, Banser dan relawan serta masyarakat, atas nama pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih.  Sehingga saat musibah yang terjadi bisa meringankan beban kami.  Kehadiran para aparat sangatlah membantu,  menjadi spirit kami dalam mengatasi musibah ini, pungkas Kades. (Pen0713).

Selasa, 05 Maret 2024

Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di TMMD Sengkuyung Desa Buniwah

 Brebes - Kodim 0713 Brebes menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pelatihan pemanfaatan dan pengolahan bank sampah berbasis masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2024 di Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Senin (04/03/2024).


Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa setempat itu diikuti sekitar 30 warga. Persoalan pengelolaan sampah hingga sampai saat ini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Baik secara pengolahan dan pemanfaatannya di kalangan masyarakat masih belum tertangani secara optimal. 






Hal itu salah satunya disebabkan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Sehingga masih memberikan dampak buruk dalam hal lingkungan, sosial, dan kesehatan. 


Jumlah produksi sampah nasional saat ini bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, sebab tidak disertai adanya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.


Narasumber Andriyani, S.Sos., M.M. dalam Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes melalui sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat ini sangat penting dalam rangka menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan sehat. 


"Harapan saya agar warga Desa Buniwah dapat menerima materi pelatihan ini, sehingga dapat memanfaatkan sampah sebagai nilai ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan juga kebersihan di desa," tegas Andriyani.


Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini menjadi agenda utama dalam program pengelolaan sampah nasional yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai langkah mengurangi dan mendaur ulang sampah. 


"Jelas dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sampah. Sehingga dapat memberikan nilai ekonomis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Sementara salah satu warga Maryono (51) menyarankan agar dibentuk kepengurusan bank sampah di desa, sehingga di setiap rumah warga tersedia bak-bak sampah yang berbeda. Hal ini, agar masyarakat dapat membedakan mana sampah kering dan sampah basah.

"Berbagai macam hasil pengolahan sampah ini memberikan hasil yang signifikan dalam hal mengurangi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, seperti pupuk kompos salah satunya," pungkasnya. (Pen0713)

Minggu, 03 Maret 2024

Inilah Hasil Panen Bawang Merah Petani Desa Grinting Setelah Gunakan Mikroba PA 63 garuda 0713

 Brebes - Poktan Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes hari ini Panen Raya Bawang Merah. Minggu (03/02/2024).


Setelah umur sudah dikatakan cukup, Poktan Desa Grinting yang sebulan lalu mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 di Makodim 0713 Brebes kini sudah merasakan hasil pertaniannya.


Mikroba PA 63 Garuda 0713 adalah cairan penyubur tanah dan pengurai air tambak yang dapat memberikan manfaat pertanian, tambak dan perkebunan.






Wasduri (51) petani bawang merah warga Desa Grinting saat menikmati hasil panen Bawang Merah pertamakali merasa senang dengan hasil melimpah dan warga bawang sangat merah pekat dan bibitnya bertambah.


‘Alhamdulillah setelah saya mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 gratis di Kodim 0713 Brebes dan saya praktekkan langsung, hasilnya sangat menggembirakan, bahkan bobot bawangnya bertambah serta waktu panen lebih singkat seminggu sebelum waktunya panen, warna bawangnya merah gelap/menges (dalam bahasa jawa) dan besar”. Ungkap Wasduri.


Kepala Desa Grinting Suhartono saat dilokasi panen bawang merah mengatakan “Alhamdulillah dengan adanya Mikroba yang diberikan secara gratis oleh Dandim Bapak Sapto Broto kepada petani di Grinting sangatlah membantu dalam pencapaian hasil panennya, initinya menggunakan Mikroba ini sangat menguntungkan buat petani Desa Grinting, terbukti walaupun airnya sedikit tetap subur”. Kata Kades.


Sementara Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro,  Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si mengungkapkan rasa bersyukur atas Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, semoga apa yang telah dilakukan untuk pengabdian di Kabupaten Brebes bisa membantu pertumbuhan dan perekonomian di bidang pertanian, tambak dan perkebunan.


Dandim menyampaikan bahwa kehadiran Petani di Makodim 0713 Brebes adalah untuk mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 serta memberikan sedikit solusi bagi petani agar hasil panen sesuai yang diharapkan.


“Melalui program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Kodim 0713 Brebes berusaha membantu kesulitan dan membantu mensejahterakan rakyat, nantinya bisa membantu baik hasil pertanian dan tambak khususnya di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba”. tutup Dandim. (Pen0713).

Jumat, 01 Maret 2024

Dandim Brebes Percepat Buka Jalan Pengubung Antar Desa Citimbang - Gunung Sugih Yang Terputus

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Forkopimca Salem serta relawan kembali mengecek titik lokasi longsor di Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Jum'at (01/03/2024).


Jalan penghubung antara Desa Citimbang dan Desa Gunung Sugih longsor tergerus air hujan, hujan dengan intensitas tinggi dari pukul 21.00 hingga pagi hari. Jalan sepanjang 80 meter dengan lebar 4 meter terputus dan longsor kebawah sekitar 50 meter.






Menurut Kepala Desa Citimbang Idi Sutiono mengatakan bahwa 667 KK dari 1.971 Jiwa didesanya kini terisolir akibat jalan aspal tersebut putus. Dari jumlah jiwa yang nyata, ada 1.850 jiwa yang terisolir di Desa Citimbang.


"Alhamdulillah Pak Dandim bersama Forkopimca Salem hadir dilokasi dan melihat secara langsung desa kami, berkat kehadiran beliau, sudah turun 1 unit excavator yang langsung bekerja membuka jalan tersebut". tutur Idi Setiono.


Selain Desa Citimbang, juga dampak yang sama dirasakan oleh Desa Gunung Sugih yang bersebelahan dengan Desa Citimbang.


Kepala Desa Gunung Sugih Durottun Nasihin mengungkapkan keluhannya kepada Dandim 0713 Brebes  bahwa putusnya jalan penghubung Citimbang-Gunung Sugih sangatlah vital, sebab perekonomian warga tersendat.


"Ada 4 titik irigasi tersier yang rusak akibat longsoran, dan warga harus mengeluarkan biaya transportasi lebih, sebab harus memiliki 2 unit kendaraan roda dua, satu ditaruh diujung desa Citimbang, dan yang satunya diseberang Desa Gunung Sugih". papar Kades Gunung Sugih.


"Alhamdulillah, kehadiran Pak Dandim Brebes bersama  rombongan sudah mengupayakan alat berat untuk membuka jalan, yah sebelumnya hanya bisa dilewati pejalan kaki saja". imbuhnya.


Dandim 0713 Brebes menghimbau kepada seluruh warga Citimbang dan Gunung Sugih untuk bersabar dan berhati-hati dalam beraktivitas, secepatnya Kodim dan Polres Brebes bersama Pemerintah Daerah segera menyelesaikan permasalahan pasca bencana Banjir dan Longsor di Kecamatan Salem, diantaranya Desa Ciputih, Desa Gandoang dan Kadungmanis serta Desa Citimbang dan Gunung Sugih. 


"Saat ini Babinsa, Babhinkamtibmas dan relawan dari BGS, Bangbara, Nalaktat, KTM dan Batara membawa obat-obatan menggunakan motor trail ke tiga desa untuk dibagikan warga yang membutuhkan". ungkap Dandim.


"Kebutuhan mendesak dilokasi longsor diantaranya Lampu Cell Solar Otomatis, Pempes, Obat-obatan, sembako dan susu untuk bayi dan anak-anak". imbuh Letkol Sapto Broto.


Sampai dengan saat ini, ada 2 excavator membuka jalan agar kendaraan roda dua bisa melintas guna percepatan pengiriman obat-obatan dan logistik. (Pen0713)

Minggu, 25 Februari 2024

Dandim Brebes Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu

 Brebes - Kembali Survey dengan Gerakan Tangan Tuhan  Menuju Brebes Berhias, Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si menerima laporan langsung dari warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu mengeluh minta dibuatkan Jembatan Gantung. Sabtu (24/02/2024).


Tak berapa lama, Dandim bersama Tim Pbangunan Jembatan Gantung beserta DPU TARU Kabupaten Brebes survey dilokasi yang disambut oleh warga setempat.


Dandim 0713 Brebes bersinergi dengan Pemkab Brebes untuk membangun Jembatan Gantung yang akan menghubungkan Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu menuju Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung.


Disinilah akan ada pertemuan dua bahasa, Bahasa Jawa Ngapak Brebesan (Bumiayu) dengan Sunda (Bantarkawung) walaupun masih dalam satu wilayah Kabupaten.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat survey bersama Tim Pembuat Jembatan Gantung didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes secara langsung melihat kondisi tempat yang rencananya akan dibangun Jembatan Gantung sepanjang 80 meter dalam waktu dekat.


Dandim Brebes saat bertemu dengan warga Desa Kalinusu dilokasi mengatakan “Mari kita bekerjasama dengan bergotong-royong melalui Tangan Tuhan, Bapak Ibu tidak harus mengeluarkan uang, tapi berilah tenaga dan pikirannya agar Jembatan Gantung ini segera terwujud”. Tutur Dandim Letkol Sapto Broto.








“Semua akan berjalan jika saling mendukung dan membantu secara Tulus dan Ikhlas, seperti yang sudah berjalan pembangunan Jembatan Gantung di Tonjong, yaitu di Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengungkapkan rasa syukur akan dibangunnya Jembatan Gantung didesanya, sebab dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang warga Kalinusu selalu menyebrang sungai untuk mencari nafkah dan sekolah”. Tutur Wasid.


“Coba bayangkan ada 8.000 KK dan 10.600 jiwa semenjak Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, warga Kalinusu selalu memutar jalan bilamana mengurus administrasi ke Kecamatan Bumiayu yang memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan jarak  9 KM, Biayapun dikeluarkan secara pribadi jika menggunakan ojek motor dengan membayar 20 ribu sekali jalan, bila naik perahu per-orang 2 ribu dan jika membawa motor dikenakan 10 ribu, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah, mereka harus melintasi rintangan derasnya air sungai untuk menuju Kecamatan Sebrang yakni Kecamatan Bantarkawung”. Ucap Kades Kalilnusu terlihat berkaca-kaca matanya hari akan ada rencana pembangunan jembatan gantung.


“Syukur Alhamdulillah, Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, kini mimpi warga Kalinusu akan terwujud, semoga Pak Dandim diberikan kesehatan dan sukses”. Tutup Wasid di amin kan seluruh warga yang hadir menyaksikan pengukuran panjang Jembatan Gantung Meah Putih. (Pen0713).

Kamis, 22 Februari 2024

Jembatan Gantung Merah Putih : Tonggak Kesejahteraan Baru di Desa Kutamendala

 Brebes – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi, R., S, Sos., meninjau langsung progres pembangunan jembatan gantung Merah Putih yang menghubungkan Dukuh Satir ke Dukuh Wadas Gumantung yang ada di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Sekaligus menggelar Baksos bagi masyarakat sekitar. Rabu (21/2/2024).


Pembangunan jembatan yang dibangun merupakan jawaban dari kesulitan yg dialami masyarakat Tonjong, dimana nantinya memberikan dampak yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat, pasalnya sudah bertahun-tahun masyarakat terisolir akibat kurangnya akses penghubung antar Desa.






Pangdam mengatakan pembangunan tersebut merupakan kerjasama antara Kodam IV/Diponegoro bersama Polri dan Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi memberikan kesejateraan masyarakat dan mengatasi segala kendala yang ada ditengah-tengah masyarakat.


“Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat banyak untuk bapak ibu sekalian dan nanti jika sudah jadi dijaga karena ini milik bersama”, Ucap Pangdam.


Demikian dengan niat yang tulus untuk membantu sesama, Pangdam berdoa kiranya jembatan tersebut memiliki usia pakai yang lama.


“Yang penting niat kita ibadah niat kita untuk masyarkat pasti ada jalan. Kerja bareng-bareng nanti setelah jadi ini milik bapak-ibu sekalian”, Tambahnya.


Selanjutnya terkait dengan hasil Pemilu pada 14 Februari lalu, Pangdam menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menunggu ketetapan resmi dari KPU dengan tetap menjaga kondusifitas.


“Kita menunggu keputusannya apa, kita sebagai warga negara yang baik harus menerima keputusan itu, karena semuanya pasti untuk kebaikan masyarakat”, imbuhnya.


Kiranya setelah ditetapkan pemimpin yang baru dapat meneruskan kebijakan dari pemerintah sebelumnya sehingga Indonesia dari waktu ke waktu semakin maju.


“Maturnuwun sudah rawuh kerja bareng nanti kalo sudah jadi kita jaga bareng bareng, niku namene gotong-royong”, Tutup Pangdam sembari membagikan Doorprize dan tali asih kepada warga.


Pada pelaksanaannya kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj. Bupati Brebes, para PJU Kodam IV/Diponegoro, Kepolisian Kabupaten Brebes, tokoh masyarakat, agama, pemuda hingga seluruh masyarakat Desa Kutamendala. (Pendam IV/Diponegoro)