Tampilkan postingan dengan label Randusanga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Randusanga. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2022

Babinsa Randusanga Himbau Warga Agar Tidak Panik Hadapi Kembalinya Luapan Air Laut

 Brebes – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Sulis Kurniawan yang membina 2 desa yaitu Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan kembali menghimbau secara dini kepada warga binaannya pada luapan air laut yang terjadi pada 14.20 wib. Senin (20/06/2022).


Terjadinya luapan air laut atau air rob, “Yang menggenangi pemukiman warganya tercatat di Desa Randusanga Kulon diantaranya RW 01 ( RT 01-06 ) sebanyak 523 KK, RW 02 ( RT 01-07 ) sebanyak 750 KK, RW 03 (RT 01-07) sejumlah 946 KK, RW 04 (01-08 ) sejumlah 775 KK dan RW 05 ( RT 01-04 ) ada 224 KK, dari jumlah yang tercatat ada 875 rumah yang mencakup 1.516 KK”.Tutur Sertu Sulis Kurniawan.

                                

Ditambahkan juga sebanyak 587 rumah di Desa Randusanga Wetan ikut tergenang air rob air laut serta jalan yang menuju Pantai Randusanga Indah juga terendam air, sehingga akses jalan sementara tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Imbuhnya.  

                               

Sementara kerugian materiil dan personel nihil hingga saat ini, namun barang-barang rumah tangga kondisinya terendam air setinggi 40-50 cm, sedangkan warung-warung pedagang yang berada di pesisir pantai mengalami kerusakan.

                               

Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki melalui Dandamil dan Babinsa menghimbau agar mewaspadai dan memonitor perkembangan dan situasi serta berkoordinasi dengan Polsek, Pemerintah Desa, BPBD Kabupaten Brebes apabila banjir rob susulan terjadi. (Pendim0713).

Minggu, 14 Juni 2020

Gubuk Sering Terendam Rob Pesisir Brebes, Warga Randusanga Kulon Bangun Gubuk Baru


Brebes – Patut diacungi jempol kepedulian masyarakat Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk merelokasi Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara yang juga terdampak rob di pesisir Brebes (2/6) setinggi 30-50 centimeter.





Disampaikan Kastiman (45), gubuk reyot milik Rukilah yang berukuran 3 x 2,5 meter dan terletak di tanah tambak milik Ketua RT setempat, tak luput terendam air pasang laut dengan bau tak sedap dan ditambah sampah yang terbawa air.

“Rumah Mbah kita pindahkan di tanah milik keponakannya yaitu Pak Amin yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini, dengan swadaya warga setempat,” bebernya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya juga, upaya tersebut karena gubuk nenek tersebut sempat terendam banjir musiman (Mei-Juni) setinggi 50 centimeter sehingga perabotan rumahnya mengapung.

“Kami membangun rumah Mbah Rukilah dengan ukuran 3 x 3 meter di tanah yang lebih tinggi milik keponakannya karena beliau tidak punya tanah. Untuk atap dari asbes dan dinding kalsiboard,” tandasnya.

Untuk pekerjaan selanjutnya adalah plesterisasi lantai dalam dan teras rumah dan pembuatan jembatan depan rumah dari bambu. Sedangkan untuk keperluan MCK, sementara menumpang di rumah keponakannya tersebut.

Tampak Kastiman, salah satu warga setempat yang sedang menukangi gubuk Rukilah juga mendapatkan bantuan Sembako Jumat Berkah dari Kodim 0713 Brebes, yang diperuntukkan bagi para korban rob di Desa Randusanga Kulon dan sejumlah pengemis di Brebes kota.

Atas bantuan Sembako tersebut, Kastiman mewakili Rukilah dan tetangga lainnya mengucapkan terima kasih kepada TNI.

Sekedar diketahui, bantuan serupa sebelumnya juga diberikan oleh Yayasan Berteman Brebes dan Kodim Brebes untuk meringankan beban sang nenek sehari pasca rob (3/6).

Mbah Rukilah berprofesi mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas dan dijual kepada pengepul untuk kebutuhan hidupnya. Ia tak enak hanya bergantung dari belas kasihan para tetangganya.

Nenek tersebut selama ini bertahan hidup di atas kasur keras dengan dipan yang reot di dalam gubuk yang sudah miring hampir roboh.

Untuk rencana relokasi dari Pemkab Brebes yang akan membangun rusunawa, warga berharap Mbah Rukilah juga termasuk penerima manfaat.

Sedangkan untuk penanganan rob, Pemkab juga telah menganggarkan kurang lebih Rp. 500 miliar untuk membangun tanggul penahan rob di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes. Hal ini disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti saat meninjau lokasi banjir pada Mei 2020 lalu. (Aan)

Kamis, 04 Juni 2020

Masyarakat Terdampak Rob di Pesisir Brebes Mulai Dapat Bantuan


Brebes – Bantuan untuk para korban rob atau air pasang laut di pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, berupa sembako mulai disalurkan Pemkab Brebes dan dinas terkait. Rabu malam (3/6/2020).





Tampak Forkopimda Kabupaten Brebes yang antara lain Bupati Hj. Idza Priyanti, Dandim 0713 Letkol Infantri Faisal Amri, dan Kapolres AKBP Gatot Yulianto, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.

Mereka didampingi para Kepala SKPD, Muspika Brebes, dan juga Kades Randusanga Kulon H. Arfan Setiyono, SE.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, menyatakan bahwa dengan adanya rencana kawasan industri di Brebes, maka kawasan pesisir akan segera dibangun tanggul penahan rob dengan tujuan agar kedepan tidak akan terjadi banjir rob lagi.

Tanggul akan segera dibangun sesuai Perda nomor 13 mengenai Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tertulis pada Perpres Nomor 79 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Untuk salah satu prioritas pembangunan di kawasan Brebes adalah tanggul penahan rob yang sangat dibutuhkan warga untuk mengamankan tambak dan pemukiman.

“Kita berharap masyarakat untuk bersabar dan berdoa bencana banjir rob ini segera surut,” ungkapnya.

Tak bosan-bosannya, Dandim mengharapkan agar masyarakat memakai masker jika keluar rumah dan menerapkan jaga jarak atau physical distancing guna mengantisipasi tertular covid-19.

Rombongan Forkopimda selanjutnya meninjau lokasi terdampak di Dukuh Karang Sembung, Desa Randusanga Kulon, dan lokasi pengungsi warga di Desa Randusanga Wetan yang berada di Masjid Ikhsaniyyah.

Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, menyatakan bahwa pihaknya malam itu juga mendirikan Dapur Umum dan akan mulai beroperasi keesokan harinya (4/6).

Selain Kecamatan Brebes, Nushy menyebut rob juga merendam sejumlah desa di 4 kecamatan pesisir pantai yakni Losari, Tanjung, Bulakamba dan Wanasari. Rob diperkirakan akan berlangsung pada periode Mei-Juni dan puncaknya pada awal Juni ini.

Sementara Afan Setiono, Kepala Desa Randusanga Kulon, mematikan bahwa para petani mengalami gagal panen akibat kurang lebih 200 hektar tambak ikan, udang dan rumput laut terendam rob yang merupakan terbesar sejak tahun 2017 silam.

Afan menjelaskan, banjir rob sudah terjadi di wilayahnya sejak 9 hari lalu dan ketinggian air paling parah terjadi selama dua hari (2-3/6).

“Banjir rob biasa cepat surut namun kali ini bertahan lebih lama dan bertambah tinggi pada sore hari dengan ketinggian maksimal antara 30-50 centimeter menggenangi rumah-rumah warga,” bebernya. (Aan)

Rabu, 03 Juni 2020

Yayasan Berteman Berikan Senyum Mbah Rukilah di Tengah-tengah Rob Randusanga


Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).






Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)

Sabtu, 12 Oktober 2019

Ratusan Emak-emak Di Brebes Lakukan Aksi Pungut Sampah Di Pantai Randusanga Indah

Brebes – “Jangan Biarkan Matahari Tenggelam Tanpa Makna” Adalah sebuah tulisan yang terpampang di Objek Wisata Pantai Randusanga Indah (Parin), yang merupakan kiasan dari aksi ratusan Ibu-ibu yang terwadahi dalam GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Mereka melaksanakan bersih-bersih pantai dari sampah dan ranting pohon, dalam merayakan HUT GOW yang ke-56. Jumat (11/10/2019).

Dijelaskan Ketua GOW, Aqilatul Munawaroh (55) memakai training biru jilbab merah bahwa, aksi sosial dalam memaknai ulang tahun GOW diikuti oleh 22 organisasi dari 29 organisasi wanita di Kabupaten Brebes yang menjadi anggotanya, serta organisasi wanita dan masyarakat Desa Randusanga Wetan, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

“Sebelumnya GOW beberapa kali melaksanakan kegiatan bersih-bersih di objek wisata Mangrove Sari, Desa Sawojajar, Kecamatan Brebes. Kini kita alihkan ke Parin agar para pengunjung pantai sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain kegiatan sadar kebersihan lingkungan, juga akan melaksanakan kegiatan jalan sehat pada 19 Oktober 2019 mendatang.

Sementara ditambahkan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, Ny. Ita Pulungan, bahwa Persit yang juga menjadi anggota GOW, merasa bangga dengan kegiatan sosial yang dilakukan induk organisasi wanita gabungan tersebut.

“Sambil membersihkan pantai kami refreshing. Semoga dengan kegiatan ini, warga masyarakat dan para pengunjung Pantai Randusanga Indah lebih memperhatikan kebersihan objek wisata yang menjadi salah satu andalan Brebes,” ucapnya.

Aksi GOW yang bermarkas di Jalan Ahmad Yani No. 103 Brebes ini, juga disupport oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes, dengan menerjunkan 1 unit armada pengangkut sampah. (Aan)