Tampilkan postingan dengan label Warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warga. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2024

Serda Usman : Permainan Catur Sarana Komsos Dengan Warga Binaan

 Brebes - Komunikasi Sosial (Komsos) merupakan sarana yang sangat tepat sekali dalam merangkul warga Binaan dalam rangka memperkokoh Kemanunggalan TNI Rakyat. Banyak sekali yang dapat dilakukan oleh para Babinsa dalam berkomunikasi Sosial dengan warga Binaan.

Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes Serda Usman, dengan cara bermain catur sambil melaksanakan Komsos (Komunikasi Sosial), di wilayah Binaanya Desa Salem, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Senin, (12/08/2024). 




Dalam Komsos kali ini, Serda Usman mengajak masyarakat untuk lebih dekat lagi kepada Babinsa sehingga masyarakat tidak merasa takut atau tidak sungkan lagi kepada Babinsa, ini juga merupakan implementasi dari 8 wajib TNI yg ke - 7 tidak sekali kali menakuti dan menyakiti hati rakyat," ucapnya.


Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada warganya agar tidak mudah terprovokasi dan hasutan dari orang lain, jangan menyebarkan berita berita hoax yang belum tentu kebenarannya.


Serda Usman juga tak lupa mengajak warga masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan dengan lebih aktif lagi dengan kegiatan Pos Kamling. Ini sebagai sarana antisipasi masuknya oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.(Pen0713).

Sabtu, 10 Agustus 2024

Penuhi Kebutuhan Warga Binaan, Babinsa Ciomas Buat Sumur Resapan

 Brebes – Gerak cepat Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ciomas, Koramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes langsung membuktikan kinerjanya dalam membantu kesulitan warga, dimana musim kemarau sangat kesulitan air bersih untuk dikonsumsi.


Kopka Hudayana, Babinsa Ciomas bergerak cepat dibantu dengan warga dalam membuat sumur resapan disungai untuk memenuhi kebutuhan di RW 02 yang memiliki 750 warga di Sungai Ciraja, Desa Ciomas, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (10/08/2024).





“Untuk bisa mendapatkan air, warga membuat semacam lubang di dasar sungai yang sudah surut. Air yang tertampung di lubang, selanjutnya diambil karena lebih jernih dan bersih, termasuk  layak untuk dikonsumsi’. Tutur Kopka Hudayana.


"Debit air sungai juga saat ini sangat kecil, sehingga warga harus menggali dasar sungai untuk mendapatkan air, semacam sumur kecil. Air di lubang lalu diambil," imbuhnya.


“Kami diperintahkan Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si secara khusus untuk mengatasi masalah ini bersama pemerintah desa dan seluruh warga untuk mendapatkan air bersih sesuai yang mereka harapkan”. Tambah Kopka Huyana. 


Dia menambahkan, mengambil air di sungai Cirata dilakukan sejak debit air Instalasi Pamsimas mengecil sejak sebulan lalu. Air yang keluar dari sumur dalam ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga setiap hari. 


Sementara Sementara Kepala Urusan (Kaur) Pemerintah Desa (Pemdes) Ciomas, Kholid saat membenarkan jika warganya sudah mengalami kesulitan air bersih sejak musim kemarau berlangsung hingga saat ini.


"Air dari lubang sumur di pinggir sungai, warga Ciomas menggunakannya untuk memasak dan mandi. Sedangkan keperluan cuci, diambil langsung dari air sungai yang sampai saat ini masih mengalir," ungkap Kholid.


“Alhamdulillah, terima kasih Kodim 0713 Brebes dan Pak Dandim Brebes, kini Babinsa bersama warga bahu membahu membuat lubang sumur untuk menampung air bersih, dan saat ini sudah mencapai 80 persen”. Tutupnya. (Pen0713).

Senin, 13 Mei 2024

Ratusan Warga Kalinusu Angkat Sling Baja Jembatan Gantung Merah Putih 2

 Brebes – Ratusan warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu berjejer bak seperti ular mengangkat sling baja Jembatan gantung merah putih 2 yang dilakukan secara bergotong-royong melintasi sungai Pemali. Senin (13/05/2024).


Sling Baja sepanjang sepanjang 120 meter ini akan dibentangkan diatas tiang pancang jembatan gantung merah putih 2 yang sudah dinanti-nantikan warga.






H. Sugondo (80) warga dukuh Kutagaluh memimpin do’a saat dimulainya gotong-royong mengatakan bahwa baru pertamakalinya sejak lahir bisa menyaksikan proses pembuatan jembatan gantung.


“Alhamdulillah atas ridho Allah SWT, diusia saya yang menginjak 81 tahun ini baru melihat secara langsung pembuatan jembatan gantung”. Tutur H. Sugondo.


“Terima kasih TNI Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes serta warga Kalinusu yang telah membantu sekuat tenaga dalam memproses pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengatakan bahwa antusias warganya sangat tinggi dalam melakukan gotong-royong, terlihat saat pengangkatan Sling Baja dan Papan Jembatan sangat cepat dan kompak.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang berada di Dukuh Kutagaluh Desa Kalinusu ini nantinya akan menghubungkan 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung yang direncanakan hari selasa (14/05) selesai pemasangan papan dan bisa dilewati warga. (Pen0713).

Jumat, 26 April 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Buka Keterisoliran Warga Dukuh Cisa’at

 Brebes - Puluhan tahun terisolir warga Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes kini bernafas lega karena Dukuh mereka yang berada masuk wilayah Desa Pengarasan sedang dibangun jembatan yang akan membuka Dukuh Cisa’at dengan melintasi atas sungai Glagah.


Harapan mereka terwujud atas inisiatif kuat dari warga, relawan serta didukung Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dengan memberikan berupa material tiang pancang, sling, semen, papan jembatan dan terealisasinya jembatan atas Inisiatif Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar. S.H., M.Hum.







Dengan dibangunnya jembatan gantung tersebut, warga yang akan menuju ke kota pusat peemrintahan baik untuk sekolah, berdagang, kesehatan, dan aktivitas lainnya, tidak lagi menyusuri sungai. Namun mereka dapat menggunakan jembatan yang jauh lebih aman apalagi ketika air sungai meluap atau banjir.


Puluhan tahun lalu, Dukuh Cisa’at sangat mengharapkan jembatan guna beraktifitas menjalankan roda perekonomian dan pendidikan. Namun pada tahun 2024 awal, angin segar diterima warga Cisa’at yang memiliki 100 KK dari Komandan Kodim dan PJ Bupati yang secara langsung meninjau lokasi tempat dimana akan dibangunkannya Jembatan Gantung Merah Putih 3.


Dandim 0713 Brebes mengatakan “Alhamdulillah berkat bantuan Tangan Tangan Tuhan, Jembatan Gantung sepanjang 60 meter di Dukuh Cisa’at ini akan digunakan secepatnya, terbukti hari ini sudah pemasangan papan dan finishing”. Tutur Dandim.


“Himbauan dari Bapak PJ. Bupati Brebes agar warga masyarakat yang memanfaatkan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini agar merawat bersama-sama hingga anak cucu”. Tutupnya.


Sementara Batituud Koramil 12 Bantarkawung, Peltu Diono menambahkan bahwa dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini dikerjakan hanya 30 orang dipimpin Suntana dari Bogor sebagai pengawas.


Disamping Dukuh Cisa’at yang sudah terlaksana pembangunannya, ada satu lagi Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang sekarang masih berproses pembuatan talud tiang pancang, yakni di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu.


Kodim 0713 Brebes dan Pemda saat ini sedang membangun 3 Jembatan Gantung Merah Putih, yang sudah digunakan adalah di Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung.


Melalui Program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Dandim dan PJ. Bupati Brebes akan memberikan kiprahnya untuk membantu dan mensejahterakan masyarakat Brebes. (pen0713).

Minggu, 10 Maret 2024

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Warga, Babinsa 13/Salem Bergotong Royong Bangun Pos Siskamling

 Brebes -Guna menciptakan dan menjaga keamanan secara utuh di wilayah binaanya, maka seorang babinsa harus bisa bersinergi dengan semua pihak yang terkait baik itu dari Kepolisian, aparat desa tokoh agama, adat dan masyarakat di lingkungan setempat.


Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 13/ Salem Kodim 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma, Serma Wasim  bersama masyrakat bergotong royong bahu membahu membangun Pos Siskamling diwilayah binaanya Rt. 01 Rw 02 kampung nyegog desa  bentar kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Jateng. Minggu(10/03/2024)






Disela kesibukanya serma Wasim  menjelaskan, “Pembangunan pos siskamling ini salah satu bentuk kepedulian kita, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga. Disamping meningkatkan keamanan wilayah, pembuatan pos kampling ini juga berfungsi sebagai posko siaga dalam mengantisipasi musim hujan dimana intensitas hujan akhir- akhir ini sangat tinggi.  


Ditambahkan Kadus kampong nyegog bapak Karwa (50).” Warga sangat antusias dan semangat dengan diadakanya pembuatn pos ronda, (Pos Siskamling) apa lagi dikerjakan secara bergotong royong, karena gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia yang telah berlangsung secara turun temurun dari leluhur, dengan bergotong royong semua pekerjaan yang dilakukan terasa ringan. disamping itu pula gotong royong dapat mempererat hubungan silaturahmi antara babinsa dan masyarakat," ungkapnya.



Babinsa juga  menyampaikan pesan, keamanan dan ketertiban agar ditingkatkan apa lagi sebentar lagi menjelang bulan ramadhan dirinya tidak ingin di wilayah binaanya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan dalam menjalankan ibadah puasa juga lebih khusyuk, dengan dibangunya pos siskamling warga bisa memanfaatkan sesuai fungsinya dan kedepan kegiatan ronda malam agar digiatkan dengan membuat jadwal ronda. Tutup Serma wasim (Pen0713)

Minggu, 11 Februari 2024

Dandim Brebes Bersama Warga Wadas Gumantung Cor Titik Lokasi Tiang Jembatan Gantung

 Brebes - Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Kepala DPU TARU Kabupaten Brebes Sutaryono, S,H., M.Si, Camat Tonjong dan Kepala KPKPH serta warga dan relawan melaksanakan Kerja Bakti Tangan Tuhan dengan melangsir material dan mengecor lubang untuk tiang pancang Jembatan Gantung diatas sungai Glagah Desa Kutamendala, yang nantinya akan menghubungkan dukuh Gardu ke dukuh Wadas Gumantung. Kemudian Dukuh Satir menuju Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Minggu (11/02/2024).



Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag. menjelaskan ke media bahwa sudah 3 kali jembatan putus karena tergerus air deras karena banjir sehingga 270 Kepala Keluarga (1.000 jiwa) terisolir, bahkan anak sekolah dan perekonomian di Dukuh Wadas Gumantung terhenti.







“Saat sungai banjir, anak-anak tidak berangkat sekolah (libur) karena beresiko menyebrang derasnya air sungai Glagah”. Tutur Kepala Desa.


"Alhamdulillah hari ini dengan bantuan Dandim Brebes, warga Dukuh Wadas Gumantung sepertinya mimpi, baru seminggu kemarin di survey, kini sudah dibangun, bahkan hari ini langsung dikerjakan pengecoran lubang tiang pancang, dan 3 minggu kemudian akan dipasang Baja Sling dengan papan jembatannya". imbuhnya.


"Terima kasih Pak Dandim dan Pemerintah Kabupaten Brebes yang hari ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum hadir ditengah-tengah warga membantu menyatu dengan rakyat mengusung material ditengah sungai, ini menambah semangat kami dalam bekerja". tutup Kades.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan, melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Jembatan Gantung bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan rakyat hanya bisa dikerjakan oleh tangan tangan Tuhan yang rela memberikan pemikiran, materi dan tenaga tanpa imbalan apapun, kecuali mencari pahala dan rejeki serta keridhoan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


“Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma bersama DPU TARU Brebes kini sudah mencapai tahap pengecoran lubang untuk tiang pancang, Membangun Jembatan Gantung ini adalah agar anak-anak di Dukuh Wadas Gumantung bisa menikmati sekolah dengan baik dan tidak ada kendala dalam transportasi jalan atau jembatan sebagai penghubung ke sekolah”. Tutur Letkol Sapto Broto.


Disampaikan Dandim, bahwa tujuan pembuatan jembatan gantung. Disini sangat tepat sekali karena akan menambah kemudahan dan meningkatkan kelancaran perjalanan untuk masyarakat serta akan meningkatkan nilai ekonomi yang berarti meningkatkan kesejahtraan masyarakat, antara dua pedukuhan.


Selain di Desa Kutamendala Tonjong, Letkol Infanteri Sapto Broto dan Pemda Brebes akan mengerjakan Jembatan Gantung antara Desa Pulosari Kecamatan Brebes dan Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, dua desa antar kecamatan ini akan terhubung dengan Kabupaten lebih dekat.


Mudah-mudahan pembuatan jembatan ini cepat terlaksana dan mohon dukungan dari semuanya, pungkas Dandim.


Dalam kesempatan itu juga Kepala DPU TARU Kabupaten Brebes Sutaryono, S,H., M.Si, mengatakan, “Pemerintah Daerah mendukung pembuatan jembatan gantung, kerana ini merupakan cita-cita mulia Dandim menginisiasi pembuatan jembatan gantung, semoga rencana ini cepat terbentang sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam menyebrang,” ucap Sutaryono. 


Ditambahkan Sutaryono bahwa bentangan Jembatan Gantung di Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung sepanjang 70 meter.


Sebelum pengecoran titik lubang tiang pancang Jembatan Gantung, Dandim dan warga setempat melakukan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan pembangunan Jembatan Gantung.(Pen0713)

Kamis, 08 Februari 2024

Relawan dan Warga Tonjong Gotong Royong Angkat Tiang Jembatan Gantung

Brebes - TNI Koramil 09 Tonjong bersama Kades Kutamendala H. Faturi, S.Ag beserta perangkat desa, Relawan Brebes selatan diantaranya Relawan Mapala Sakti Paguyangan, Relawan Sapoe Bumi Kutamendala, Relawan BPBD Kabupaten Brebes Selatan dan Relawan dari Sirampog serta warga masyarakat Desa Kutamendala melaksanakan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, yakni bergotong royong mengangkat dan memindahkan tiang pancang jembatan gantung dan material lainnya dari dukuh Satir menuju dukuh Wadas Gumantung. Rabu (07/02/2024).


Kegiatan Gotong Royong pengangkatan material menara utama jembatan gantung dan pengumpulan material, jembatan  gantung yang menghubungkan antara Dukuh Satir dengan Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes sebentar lagi akan terwujud.





Menurut hasil Survey oelh Tim Pembuat Jembatan Gantung di Sungai Glagah Desa Kutamendala panjangnya 70 Meter dan lebar jembatan 2 Meter.


Sedangkan panjang jalan yang akan menghubungkan antara Dukuh Wadas Gumantung menuju Dukuh Satir diperkirakan 1 kilometer, rencanya akan diperkeras dari jalan setapak menjadi jalan lebar 1,5 meter.


Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Manfaat Pembangunan Jembatan Gantung sangat banyak diantaranya dapat menghubungkan antara Dukuh Satir menuju Dukuh Wadas Gumantung yang selama ini terisolir”. Tutur Dandim.


“Jembatan Sungai Kali Glagah merupakan jembatan pengganti dari jembatan lama yang sudah tidak Bisa dipakai lagi dikarenakan roboh rusak terbawa arus banjir dan Jembatan ini merupakan jalur ekonomi para petani mengangkut hasil panen”. Imbuhnya.


“Saya mengapresiasi dan bangga pada warga masyarakat dan relawan yang tergabung dalam pengusungan atau pemindahan material Jembatan Gantung yang berjarak 1,2 kilometer dengan mengangkat bergotong-royong 2 menara sekaligus hari ini sudah dilokasi tempat Jembatan Gantung”. Papar Dandim Brebes.


“Rencana selanjutnya bertahap dengan pekerjaan pengecoran tower dan angkur Jembatan Gantung, Pengerjaan Abutmen Jembatan dan jalan  Akses menuju Jembatan Gantung, dan Pemasangan sling dan lantai jembatan gantung hingga finish” tutup dandim.


Pembuatan Jembatan Gantung diprakarsai hubungan baik antara Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dengan Mr. Tony Ruttiman dari Swiss yang dipercayakan Tehnisi Suntana dari Bogor serta bersinergi dengan Pemda Kabupaten Brebes. (Pen0713).

Minggu, 04 Februari 2024

Ratusan Warga Lakukan Karya Bakti Pengumpulan Material Pembangunan Jembatan Gantung

Brebes – Ratusan warga Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes bersama-sama TNI dari Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma terlihat sedang guyub mengumpulkan material berupa pasir untuk persiapan pembangunan Jembatan Gantung yang sebentar lagi akan terwujud. Minggu (04/02/2024).


Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Pelda Ibrahim didampingi Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag beserta Relawan Brebes Selatan dan warga berhasil mengumpulkan pasir 20 m³ dan batu kali sebanyak 17 m³ dengan menggunakan alat seadanya. 






Kepala Desa Kutamendala mengatakan bahwa karya bakti ini atas inisiasi dari warga dan relawan dan juga TNI Koramil 09 Tonjong untuk mempermudah persiapan pembangunan Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung.


“Alhamdulillah hari ini semua guyub saling membantu dalam mengumpulkan material berupa batu dan pasir untuk pondasi tiang pancang Jembatan Gantung, semua melakukan dengan rasa senang karena sebentar lagi warganya tidak terisolir lagi”. Ungkap H. Fathuri.


“Terima Kasih Pak Dandim, warga sangat senang dengan kedatangan besi tiang pancang kemarin, dan sekarang bersama warga menindaklanjutinya dengan menyiapkan material sebagai pendukung untuk pembuatan pondasi tiang pancang, bila dirasakan kurang, besok warga siap melaksanakan karya bakti kembali”. Tutur Kepala Desa.


Sementara Batituud Koramil 09 Tonjong Ibrohim mengatakan “Ratusan warga dan relawan membantu dalam mengumpulkan material batu dan pasir dengan sukarela, seperti yang disampaikan Dandim 0713 Brebes bahwa pekerjaan ini merupakan Gerakan Tangan Tuhan dimana dengan Tulus dan Ikhlas melakukan hal yang terbaik untuk membangun Brebes Berhias menjadi lebih baik”. Papar Ibrohim.


Sebelumnya para relawan dan warga melaksanakan apel dilanjutkan pembagian tugas agar karya bakti pengumpulan material batu dan pasir berjalan cepat dan efesien yaitu dengan cara estafet pembawaan materialnya dari sungai menuju tanggul kali. (Pen0713).

Sabtu, 20 Januari 2024

Mewujudkan Keakraban dan Ketertiban, Babinsa Serma Wasim Komsos Dengan Warga Binaan

 





Brebes – Kegiatan komunikasi sosial (Kosmos) selain silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan rakyat juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan. Hal tersebut ditegaskan Babinsa Serma Wasim, Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma saat melaksanakan Komsos dengan warga binaannya di Desa Bentar, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Minggu (21/01/2024).


Menurutnya, keakraban dan kebersamaan akan tercipta dalam kegiatan Komsos dengan warga binaannya. “Kegiatan Komsos merupakan cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya,” ungkap Serma Wasim.


Dikatakan, keberadaan Babinsa di tengah-tengah masyarakat dapat memberi manfaat dan berdaya guna langsung maupun tidak langsung dan kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.


Dengan Babinsa yang selalu memantau wilayah binaannya, maka akan tahu permasalahan di wilayah binaannya. Sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan. Karena Komsos merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. (Pen0713).

Jumat, 29 Desember 2023

Patroli Malam, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sambangi Warga Jelang Tahun Baru 2024

 


Brebes – Beginilah upaya Babinsa dan Babhinkamtibmas dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Kersana Sertu Karsimin dan Bhabinkamtibmas patroli malam sambangi warga di wilayah binaan.


Dalam pelaksanaan patroli malam Sertu Karsimin menyempatkan singgah ke Pos Kamling dan warung kopi yang berada di Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (28/12/2023).




Sertu Karsimin mengatakan patroli malam ini tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kesadaran warga dalam melaksanakan ronda malam. Karena sejatinya keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan terwujud dengan baik apabila tumbuh kesadaran dengan sendirinya dari warga terhadap lingkungannya, apalagi 2 hari lagi ada pergantian malam tahun baru.

Kesempatan itu Babinsa juga memberikan pesan pesan kamtibmas agar saat ronda keliling kampung minimal berjumlah dua orang, supaya apabila menemukan sesuatu hal bisa berkoordinasi satu sama lainnya.

Dan juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah masing - masing, cek semuanya sebelum tidur. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pungkas Babinsa. (Pen0713).

Bantu Kesulitan Rakyat, Babinsa Turun Tangan Bangun Rumah Warga

  Bantu Kesulitan Rakyat, Babinsa Turun Tangan Bangun Rumah Warga


Brebes - Sebagai wujud kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa Koramil 10 Sirampog, Serma Agus Susilo membantu pembangunan rumah milik salah satu warga binaannya di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (29/12/2023).



Disamping tugas lainnya, Serma Agus Susilo menyampaikan kegiatannya dalam membantu membangun rumah warga ini merupakan salah satu upaya untuk terus menjalin kebersamaan dan kerjasama dengan warga yang ada di wilayah binaan guna untuk meringankan beban warganya.

“Hal ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Babinsa untuk membantu meringankan beban masyarakat. Oleh karenanya, kami dituntut sigap dan tanggap atas segala kesulitan yang dihadapi warga, sehingga dapat terwujud kekompakkan, keharmonisan dan kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkas Serma Agus.


Sementara itu, pemilik rumah Wahyono (66) mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bapak Babinsa. “Kami sangat apresiasi atas kepedulian Babinsa kepada warga binaannya, semoga Allah SWT selalu melindungi dan selalu di berikan kesehatan dalam setiap tugasnya. (Pen0713).

Kamis, 07 Juli 2022

TNI, Warga, dan Mahasiswa KKN ITB Bersih-bersih Saluran Drainase

 



Brebes – Anggota Koramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes bersama warga Kampung Pancasila Desa Kedunguter, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersih-bersih saluran drainase tersier. Jumat (8/7/2022).

Tak hanya itu, beberapa Mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang KKN di Kampung Pancasila itu juga ikut terlibat.

Disampaikan Danramil 01 Brebes melalui Peltu Sudirman, drainase di beberapa titik jalan Desa Kedunguter tertutup sampah maupun endapan lumpur sehingga mengakibatkan aliran air tidak lancar.

“Kita ajak warga untuk terus peduli lingkungannya, khususnya membersihkan saluran pembuangan, karena jika air lancar maka banjir tidak terjadi, jalan menjadi awet, dan tentu saja lingkungan tidak terlihat kumuh/ jorok,” katanya.

Lanjutnya, pembersihan drainase juga untuk mengoptimalkan kegiatan pertanian terutama di musim kemarau.

“Kita berharap nantinya saluran dapat menyalurkan air lebih banyak ke sawah-sawah petani,” sambungnya.

Sementara itu Agus Sugandi selaku perangkat desa setempat menyatakan apresiasi atas motivasi menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal demi kesehatan dan keindahan. (Aan)

Senin, 15 Maret 2021

Jasad Warga Tegongan Tanjung Brebes, Ditemukan di Dalam Sumur

 


Brebes – Salah satu warga Desa Tegongan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tercebur ke dalam sumur. Senin petang (15/3/2021).





 

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno melalui Pelda Rullyon (Bati Tuud), korban berinisial K dengan umur 40 tahun, pekerjaan buruh serabutan.

 

“Jasad almarhum ditemukan sekitar pukul 18.31 WIB, di dalam sumur di rumahnya, setelah dilakukan penyedotan air dengan pompa air oleh warga setempat,” terangnya.

 

Dijelaskan lebih mendetail tentang kronologi kejadian, bahwa S (53), selaku orang tua, sebelumnya merasa curiga jika anaknya tercebur ke dalam sumur, karena mendapati sandal jepit dan baju yang dipakai anaknya berada di pinggir sumur, dan hingga pukul pukul 17.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.

 

“Kebiasaan dari korban adalah cuci kaki dan mandi di sumur selepas mencari pete, dan kemungkinan saat penyakit bawaan epilepsinya kambuh, korban terjatuh dan masuk ke sumur tanpa seorang pun mengetahuinya,” sambungnya.

 

Dengan bambu, para tetangga sempat mencari K di dalam sumur namun tidak ada tanda-tanda keberadaan jasadnya. Kemudian warga yang penasaran akhirnya menyedot air sumur dengan pompa air, dan setelah air surut jasad baru terlihat.


Babinsa setempat juga melakukan himbauan kepada warga sekitar agar lebih memperhatikan anggota keluarganya, termasuk meningkatkan keamanan lubang sumur untuk meminimalisir resiko anak terjebur. 

 

Ditambahkannya, jenazah akan dimakamkan besok pagi di TPU desa setempat. (Aan)

Minggu, 21 Februari 2021

TNI Polri Dampingi Bidan Desa Lakukan Tracing Contact Covid-19

  

Brebes - Bidan Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan  Tracing Contact Covid-19 ke rumah-rumah warga dengan didampingi Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Babinkamtibmas serta tim dari puskesmas saat melacak kontak erat atau tracing contact dari warga yang terkonfirmasi positif virus corona jenis baru pemicu Covid-19. Peran itu diemban para babinsa dan bhabinkamtibmas. Minggu (21/02/2021).





 

Tracing contact menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona. Selama ini, para bidan desa dan tim dari puskesmas menjadi ujung tombak Dinas Kesehatan Brebes untuk melacak daftar nama yang pernah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif corona.

 

Akan tetapi, tidak semua warga mau menjalani tes swab atau rapid antigen guna memastikan ia terkonfirmasi positif corona atau tidak.

 

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melibatkan TNI dan Polri dalam kegiatan tracing contact.

 

Aparat ini bisa membantu bidan desa dalam mengedukasi warga terkait perlunya mengikuti tes swab maupun rapid antigen.

 

“Yang lakukan tracing dari bidan desa dan tim dari puskesmas dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” Tutur Babinsa Serda Solekhudin Koramil 15 Ketanggungan.

 

Solekhudin mengakui tidak semua warga mau menerima kenyataan telah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif corona. Sebagian dari mereka bahkan menolak untuk dites swab atau rapid antigen.

 

Akan tetapi, berkat pendekatan tracing contact Covid-19 dari bidan desa Siti Nurjanah, A.Md bersama tim dari puskesmas Ketanggungan, warga akhirnya mau.

 

Kegiatan Tracking dan edukasi oleh Pukesmas Ketanggungan bersama TNI dn Polri terhadap orang-orang yang terkonfirmasi/kontak erat dengan warga yang Positif Covid-19 terus berjalan guna memutus mata rantai virus Covid-19. (Kujang).

Rabu, 17 Februari 2021

TNI dan Warga Plompong Sirampog Brebes Akan Bangun Jembatan Darurat

 Brebes - Jembatan ruas jalan antara Desa Kaliloka dan Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akan dibangun Jembatan Darurat oleh TNI bersama warga. Rabu (17/02/2021).







Pasca hujan lebat disertai petir terjadi sore (16/02) hingga pagi hari, membuat jembatan penghubung tersebut ambruk.

Jembatan yang berada di Dukuh Cilontar RT. 04 RW. 06 Desa Plompong dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter ini ambruk sekitar pukul 2 dini hari. 

Penyebabnya diperkirakan kondisi tanah di wilayah Desa Plompong mayoritas tanah gembur atau labil, tanah bagian penopang jembatan ambrol dan tanah tidak kuat menahan badan jalan sehingga ambruk total.

Pjs. Danramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes Letda Infanteri M. Yazid membenarkan hal tersebut saat berada dilokasi kejadian, “Jembatan penghubung ini mabruk total karena tanah disini labil dan gembur, sehingga saat terjadi hujan deras dan lama maka jembatan tidak bisa menahan atau menopang”. Tutur Letda M. Yazid.

Dalam pengecekan dan survey yang dilakukan oleh Danramil beserta pemerintahan Desa, akan dilakukan pembuatan jembatan darurat yang bisa digunakan dan dilewati kendaraan roda dua guna transportasi dan aktivitas warga tetap berjalan. (Kujang).