Tampilkan postingan dengan label Rob. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rob. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2020

Masyarakat Terdampak Rob Pesisir Brebes Berharap Subsidi Pemasangan Instalasi Air PDAM


Brebes – Masyarakat Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, Kecamatan/Kebupaten Brebres, Jawa Tengah, mengalami kesulitan air bersih pasca banjir rob yang melanda di pesisir Kecamatan Brebes, awal Juni 2020 lalu (2/6).




Salah satunya warga Desa Randusanga Kulon yang berupaya untuk mendapatkan air bersih adalah Joko (50), warga RT. 03 RW. 02, yakni dengan mendatangkan tukang gali sumur bor ke rumahnya.

Disampaikannya, pengeboran sudah dilakukan sampai kedalaman kurang lebih 72 meter namun air tanah yang didapatkan masih berbau air rawa, rasanya asin dan jika air ditampung, terdapat endapan karat besi.

“Air dari sumur bor yang disedot dengan pompa air pada kedalaman 36-42 meter dari pipa sumur bor kedalaman 72 meter masih berbau air rawa dan mengandung karat besi,” ungkap lelaki paruh baya itu, Sabtu (13/6/2020).

Hal yang sama juga dirasakan 35 rumah tetangganya yang belum memiliki instalasi air bersih dari PDAM Brebes.

Tampak Palda Ujang, Ketua Penerangan Kodim 0713 Brebes, mengecek bau dari air sumur bor di rumah Joko.

Dibenarkan Ketua RT. 03 RW. 02, Desa Randusanga Kulon, Sukarja (53), dari 45 rumah di RT-nya, baru 10 rumah yang sudah terpasang instalasi air bersih dari PDAM.

“Dari 10 rumah yang sudah terpasang pipa air dari PDAM, 3 rumah yang meteran airnya berwarna kuning merupakan subsidi tahun 2017 lalu, sedangkan 7 rumah yang meteran airnya berwarna biru merupakan swadaya sendiri,” bebernya.

Selaku Ketua RT, Sukarja berharap adanya subsidi pemasangan instalasi air PDAM seperti 3 unit rumah tahun 2017 silam.

“Air bersih merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat kami khususnya dan Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan umumnya,” tandasnya.

Hal ini diperparah dengan banjir rob sepuluh hari lalu dengan ketinggian antara 30-50 meter, dan air serta lumpur banyak yang masuk ke dalam rumah, maka air bersih sangat berarti sekali untuk bersih-bersih.

Untuk diketahui, banjir rob tak hanya di wilayah Kecamatan Brebes, rob juga terjadi di pesisir Kabupaten Brebes lainnya yakni di desa-desa di pesisir Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, dan Kecamatan Wanasari.

Atas musibah musiman ini, banyak petani tambak dan rumput laut yang gagal panen. Untuk itulah mereka juga berharap percepatan pembuatan tanggul penahan rob yang rencananya akan membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni mulai dari Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes, sehingga meminimalisir dampak rob di tahun yang akan datang.

Pada Mei 2020 lalu, saat meninjau lokasi, Bupati Brebes, Idza Priyanti, mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembangunan tanggul tersebut.

Sementara bagi warga di kedua desa tersebut yang mengalami dampak terparah termasuk warga yang tinggal di tanah lepe-lepe atau di bantaran Sungai Sigeleng, menjadi prioritas Pemkab untuk merelokasi mereka dengan membangun rusunawa. (Aan)

Gubuk Sering Terendam Rob Pesisir Brebes, Warga Randusanga Kulon Bangun Gubuk Baru


Brebes – Patut diacungi jempol kepedulian masyarakat Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk merelokasi Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara yang juga terdampak rob di pesisir Brebes (2/6) setinggi 30-50 centimeter.





Disampaikan Kastiman (45), gubuk reyot milik Rukilah yang berukuran 3 x 2,5 meter dan terletak di tanah tambak milik Ketua RT setempat, tak luput terendam air pasang laut dengan bau tak sedap dan ditambah sampah yang terbawa air.

“Rumah Mbah kita pindahkan di tanah milik keponakannya yaitu Pak Amin yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini, dengan swadaya warga setempat,” bebernya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya juga, upaya tersebut karena gubuk nenek tersebut sempat terendam banjir musiman (Mei-Juni) setinggi 50 centimeter sehingga perabotan rumahnya mengapung.

“Kami membangun rumah Mbah Rukilah dengan ukuran 3 x 3 meter di tanah yang lebih tinggi milik keponakannya karena beliau tidak punya tanah. Untuk atap dari asbes dan dinding kalsiboard,” tandasnya.

Untuk pekerjaan selanjutnya adalah plesterisasi lantai dalam dan teras rumah dan pembuatan jembatan depan rumah dari bambu. Sedangkan untuk keperluan MCK, sementara menumpang di rumah keponakannya tersebut.

Tampak Kastiman, salah satu warga setempat yang sedang menukangi gubuk Rukilah juga mendapatkan bantuan Sembako Jumat Berkah dari Kodim 0713 Brebes, yang diperuntukkan bagi para korban rob di Desa Randusanga Kulon dan sejumlah pengemis di Brebes kota.

Atas bantuan Sembako tersebut, Kastiman mewakili Rukilah dan tetangga lainnya mengucapkan terima kasih kepada TNI.

Sekedar diketahui, bantuan serupa sebelumnya juga diberikan oleh Yayasan Berteman Brebes dan Kodim Brebes untuk meringankan beban sang nenek sehari pasca rob (3/6).

Mbah Rukilah berprofesi mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas dan dijual kepada pengepul untuk kebutuhan hidupnya. Ia tak enak hanya bergantung dari belas kasihan para tetangganya.

Nenek tersebut selama ini bertahan hidup di atas kasur keras dengan dipan yang reot di dalam gubuk yang sudah miring hampir roboh.

Untuk rencana relokasi dari Pemkab Brebes yang akan membangun rusunawa, warga berharap Mbah Rukilah juga termasuk penerima manfaat.

Sedangkan untuk penanganan rob, Pemkab juga telah menganggarkan kurang lebih Rp. 500 miliar untuk membangun tanggul penahan rob di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes. Hal ini disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti saat meninjau lokasi banjir pada Mei 2020 lalu. (Aan)

Jumat Berkah Korban Rob di Pesisir Brebes, Kodim Berikan Paket Sembako


Brebes – Kodim 0713 Brebes memberikan bantuan puluhan paket Sembako kepada korban banjir air pasang laut atau rob di Desa Randusanga Kulon dan Sigempol, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (12/6/2020).





Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri melalui Kepala Penerangan Kodim, Pelda Ujang mengatakan bahwa, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga masyarakat terdampak rob.

“Bantuan dalam Jumat berkah Kodim Brebes ini juga untuk meringankan warga desa yang juga terdampak krisis ekonomi pandemi virus corona,” ungkapnya.

Selain warga terkena bencana alam, paket bantuan juga diberikan kepada beberapa pengemis yang berada di lampu merah di wilayah Kecamatan Brebes kota.

Beberapa penerima manfaat terlihat begitu gembira atas bantuan yang diterimanya. Salah satunya adalah Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, yang beberapa waktu lalu juga menerima bantuan Sembako dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim, saat gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya masih tergenang air (3/6).

“Semoga bantuan dapat bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan," tandas Ujang.

Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, mewakili sejumlah warganya mengucapkan terima kasih atas kepedulian tersebut. (Aan)

Senin, 08 Juni 2020

Puluhan Polisi dan TNI Bermotor Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Rob di Pesisir Brebes


Brebes – Ratusan warga masyarakat yang terdampak banjir rob di pesisir Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan beras dari Polres Brebes, yang disalurkan langsung oleh Kapolres AKBP Gatot Yulianto, SIK, M.HP bersama Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE. Senin (8/6/2020).








Disampaikan Kapolres bahwa bantuan berupa 1.000 kilogram beras yang dikemas dalam kantong plastik seberat 5 kilogram.

“Kali ini bersama Kodim kita salurkan bantuan beras 5 kilogram kepada 100 KK di Desa Randusanga Kulon dan 100 KK di Desa Randusanga Wetan,” ungkapnya memberikan sambutan di Depan Balai Desa Randusanga Kulon.

Rencana Gatot selanjutnya adalah bersama Kodim akan membantu masyarakat terdampak rob di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

“Semoga bantuan bermanfaat. Kita juga berupaya agar kedepan dapat membantu warga yang miskin,” pungkasnya.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono, menyatakan bahwa di desanya terdapat masih ada 1.000 KK (Kepala Keluarga) terdampak rob awal bulan Juni kemarin (2/6) yang memerlukan bantuan serupa.

“Dari seribu KK, warga kami di Pedukuhan Banjangsari mengalami dampak terparah. Bantuan sebelumnya dan saat ini akan disalurkan menggunakan perahu karena jalur darat terputus dan terendam rob,” imbuhnya.

Walaupun tidak ada korban jiwa di pedukuhan tersebut namun semua warganya sangat memerlukan sentuhan bantuan.

“Saya mewakili 2.500 KK Randusanga Kulon mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat Brebes khususnya sehingga di hari ketujuh ini rob sudah surut. Juga atas bantuan-bantuan logistik dari seluruh pihak selama seminggu terdampak banjir,” tandasnya mengapresiasi.

Tak lupa Afan menyampaikan bahwa sisa stok bahan makanan di Dapur Umum BPBD Brebes yang didirikan pada tanggal 3 Juni 2020 lalu, telah dibagikan kepada 1.500 KK di desanya.

“Sekali lagi saya selaku kepala desa merasa trenyuh dan mendapatkan kehormatan karena para pejabat Forkopimda tanpa diwakili mau datang untuk membantu warga kami,” tutupnya.

Sementara Rasimad (72) dan istrinya Sumiati (45), buruh tani mengucapkan terima kasih kepada Kapolres melalui Dandim atas bantuan tersebut. Pasalnya, sekecil apapun bantuan di tengah pandemi covid-19 akan sangat berarti bagi masyarakat terlebih juga terdampak bencana alam.

Terpisah, Kepala Desa Randusanga Wetan, Dwi Agung Budiantara, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya banjir rob tahun ini merupakan yang terparah sehingga menyebabkan para petani tambak udang, ikan dan rumput laut mengalami gagal panen. (Aan)

Kamis, 04 Juni 2020

Masyarakat Terdampak Rob di Pesisir Brebes Mulai Dapat Bantuan


Brebes – Bantuan untuk para korban rob atau air pasang laut di pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, berupa sembako mulai disalurkan Pemkab Brebes dan dinas terkait. Rabu malam (3/6/2020).





Tampak Forkopimda Kabupaten Brebes yang antara lain Bupati Hj. Idza Priyanti, Dandim 0713 Letkol Infantri Faisal Amri, dan Kapolres AKBP Gatot Yulianto, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.

Mereka didampingi para Kepala SKPD, Muspika Brebes, dan juga Kades Randusanga Kulon H. Arfan Setiyono, SE.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, menyatakan bahwa dengan adanya rencana kawasan industri di Brebes, maka kawasan pesisir akan segera dibangun tanggul penahan rob dengan tujuan agar kedepan tidak akan terjadi banjir rob lagi.

Tanggul akan segera dibangun sesuai Perda nomor 13 mengenai Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tertulis pada Perpres Nomor 79 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Untuk salah satu prioritas pembangunan di kawasan Brebes adalah tanggul penahan rob yang sangat dibutuhkan warga untuk mengamankan tambak dan pemukiman.

“Kita berharap masyarakat untuk bersabar dan berdoa bencana banjir rob ini segera surut,” ungkapnya.

Tak bosan-bosannya, Dandim mengharapkan agar masyarakat memakai masker jika keluar rumah dan menerapkan jaga jarak atau physical distancing guna mengantisipasi tertular covid-19.

Rombongan Forkopimda selanjutnya meninjau lokasi terdampak di Dukuh Karang Sembung, Desa Randusanga Kulon, dan lokasi pengungsi warga di Desa Randusanga Wetan yang berada di Masjid Ikhsaniyyah.

Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, menyatakan bahwa pihaknya malam itu juga mendirikan Dapur Umum dan akan mulai beroperasi keesokan harinya (4/6).

Selain Kecamatan Brebes, Nushy menyebut rob juga merendam sejumlah desa di 4 kecamatan pesisir pantai yakni Losari, Tanjung, Bulakamba dan Wanasari. Rob diperkirakan akan berlangsung pada periode Mei-Juni dan puncaknya pada awal Juni ini.

Sementara Afan Setiono, Kepala Desa Randusanga Kulon, mematikan bahwa para petani mengalami gagal panen akibat kurang lebih 200 hektar tambak ikan, udang dan rumput laut terendam rob yang merupakan terbesar sejak tahun 2017 silam.

Afan menjelaskan, banjir rob sudah terjadi di wilayahnya sejak 9 hari lalu dan ketinggian air paling parah terjadi selama dua hari (2-3/6).

“Banjir rob biasa cepat surut namun kali ini bertahan lebih lama dan bertambah tinggi pada sore hari dengan ketinggian maksimal antara 30-50 centimeter menggenangi rumah-rumah warga,” bebernya. (Aan)

Rabu, 03 Juni 2020

Yayasan Berteman Berikan Senyum Mbah Rukilah di Tengah-tengah Rob Randusanga


Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).






Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)