Tampilkan postingan dengan label Desa Jipang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Jipang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2020

Aksi Babinsa Jipang Kodim Brebes Dalam Sikapi Bencana Alam




Brebes -  Aksi Babinsa Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes di radio singosari fm, news fm ketanggungan dan top fm paguyangan-bumiayu bertajuk pencegahan bencana alam oleh Sertu Sunaryo Babinsa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (08/01/2020).






Bersama dengan Kadus 1 Desa Jipang Sugiharto (55) membahas tentang penanganan dan upaya pencegahan bencana alam, terutama tanah longsor, dimana situasi kondisi geografi wilayah Jipang adalah pegunungan.

“Pencegahan dini yang dilakukan Babinsa dan Pemerintahan Desa adalah dengan melakukan sosialisasi kepada warganya apabila terjadi longsor” Tutur Sunaryo.

“Setiap hari bersama masyarakat melakukan siaga poskamling dan terjadwal bergiliran dengan seluruh warga, semuanya kebagian jaga, dan apabila ada bencana apapun maka petugas jaga yang bersiaga saat itu langsung mengumumkannya melalui pengeras suara di mushola maupun masjid guna pencegahan dini” Ungkap Kadus Jipang.

Kebersamaan aparat TNI, Polri dan masyarakat Jipang kini menjelang pergantian musim sudah siap untuk berjaga dan siapsiaga apabila diwilayahnya ada bencana dengan melalui alat komunikasi Group di Handphone sebagai lapor cepat yang di komandoi oleh Babinsa dan Kepala Desa Jipang. (Utsm)

Jumat, 01 November 2019

Inilah Sasaran Non Fisik TMMD Sengkuyung Brebes Dan Peresmian Fisik


Brebes – Selain sasaran fisik atau pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung III Tahun 2019 yang dilaksanakan secara teknis oleh Kodim 0713 Brebes lintas sektoral, adalah membangun non fisik masyarakat Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.





Non fisik dimaksud adalah penyuluhan, sosialisasi dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat setempat dan sekitar Jipang. Untuk penyuluhan meliputi penanggulangan Karhutla, sosial, hukum, Binmatkum, wawasan kebangsaan dan nasionalisme, perkoperasian, UU cukai tembakau, bela negara dan penyuluhan pengobatan ternak massal pesta patok.

Sementara untuk sosialisasi yang telah diberikan meliputi pengendalian gratifikasi, bahaya penyalahgunaan narkoba, UU perkawinan tahun 1974, siaga bencana alam serta sosialisasi bank sampah.     

Sedangkan untuk pelayanan yaitu KB-Kes, perekaman KTP elektronik, akte kelahiran serta perpustakaan keliling.

Semua aspek fisik dan non fisik TMMD ini, dipaparkan Perwira Seksi Teritorial Kodim, Kapten Arhanud Nediono, dihadapan Inspektur Upacara yaitu Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, di hadapan ratusan orang di lapangan Desa Jipang. Kamis (31/10/2019).

Turut menyaksikan, Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH, jajaran Forkopimda Brebes, Muspika se-Kabupetan Brebes, UPTD Kecamatan Bantarkawung, para Kades se-Bantarkawung, Perhutani Bantarkawung, FKPPI Bantarkawung, para pelajar, Banser Bantarkawung, para Toga dan Tomas serta masyarakat setempat.

Pasca penutupan, Bupati dan Kades Jipang, H. Bahrum, SH (66) secara simbolis meresmikan sasaran fisik berupa jembatan (3 unit) dan jalan yang di makadam sepanjang 750 meter lebar 3 meter. (Aan)

Sembako Pasar Murah Penutupan TMMD Sengkuyung Brebes, Ludes


Brebes – Acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap III Tahun 2019, Kodim 0713 Brebes di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga diwarnai dengan pasar murah.




Dibenarkan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Brebes, Ny. Reva Faisal Amri, bahwa hadirnya pasar murah yang menjual sembako murah adalah kolaborasi antara Diperindag dan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Persit KCK Cabang XXIII Kodim Brebes serta UMKM Kecamatan Bantarkawung.

“Pasar murah ini bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk lebih memaknai pembangunan, yaitu membantu kemiskinan,” ucapnya.

Tentunya stand yang tersedia sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya ibu-ibu setempat yang membanjiri lapangan desa. Pasalnya, sembako merupakan hal paling mendasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Di stand milik Kodim, peket sembako yang dijual meliputi minyak 1 liter, beras 1 kilogram, gula setengah kilogram dan sarimi 3 buah. Harganya adalah Rp. 20.000 ribu dari harga normal Rp. 35.000 ribuan,” jelasnya.
Sementara untuk Dinas Peternakan Brebes, menjual telur ayam 1 kilogram dengan harga Rp. 15.000 ribu dari harga normalnya RP. 22.000 ribu.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH, berkesempatan menggunting pita pembukaan bazar dengan didampingi Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE serta jajaran Forkopimda lainnya, Muspika se-Kabupetan Brebes, UPTD Kecamatan Bantarkawung, para Kades se-Bantarkawung, Perhutani Bantarkawung, FKPPI Bantarkawung serta Banser Bantarkawung, para Toga dan Tomas setempat. (Aan)

Dandim Brebes Resmi Menutup TMMD Imbangan Pembangunan Infrastruktur Masyarakat Jipang Bantarkawung


Brebes – Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, Komandan Kodim 0713 Brebes, secara resmi menutup program pembangunan melalui TMMD Sengkuyung III Tahun 2019, di lapangan Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (31/10/2019).










Penutupan program yang mengambil tema, “Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat” ini, ditandai dengan pemukulan kentongan dan penandatanganan dan penyerahan notulen TMMD dari Dandim kepada Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH.

Sebagai inspektur Upacara, Dandim membacakan sambutan tertulis Pangdam IV Diponegoro selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD, Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE, MM.

Dikatakannya, makna terkandung dari tema adalah bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), telah mensinergikan program dari masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fasilitas umum dan sosial.

“Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu dari berbagai macam Operasi Bakti TNI untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah pedesaan yang tergolong tertinggal/miskin, terisolasi/ terpencil, daerah perbatasan dan kumuh perkotaan serta terdampak bencana,” ucap Faisal Amri.

TMMD Sengkuyung III merupakan imbangan dari TMMD Reguler 106, yang dilaksanakan serentak se-Indonesia selama 30 hari. Dalam pelaksanaannya, tak hanya sasaran fisik saja yang dikerjakan, namun juga non fisik melalui penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa serta semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal Narkoba, aksi terorisme, paham komunisme, radikalisme dan paham lainnya yang dapat mengancam stabilitas nasional.

“Saya selaku PKO TMMD, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan TMMD, baik secara moril maupun materiil,” pungkasnya.

Di Jipang, sasaran fisik yang telah terbangun meliputi pembuatan jembatan sebanyak 3 unit (lebar 4 meter panjang 6, 8 dan 10 meter), makadam 750 meter lebar 3 meter, 4 unit plat keker panjang 1,2 meter lebar 4 meter, talud penahan jalan di tiga titik dengan panjang total 116 meter tinggi 1-3 meter, serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 6 unit.

Total anggaran sebesar Rp. 1,46 Miliar yang berasal dari APBD I Kabupaten senilai Rp. 265 juta ditambah APBD II Kabupaten sebesar 1,2 milyar. (Aan)

Rabu, 02 Oktober 2019

Heboh, Grup Kesenian Lokal Asal Jipang Brebes, Memberikan Warna Di Pembukaan TMMD Sengkuyung


Brebes – Marching Band Blik Bintang Timur, asal Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah salah satu grup kesenian lokal yang mendapatkan kehormatan untuk tampil dalam event sekelas kabupaten, yaitu upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2019. Rabu (2/10/2019).



Mereka menabuh ember cat dan kaleng bekas untuk menyambut Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH, Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, serta para tamu undangan lainnya. Mayoret sekaligus pimpinan grup, Sunarti (40) terlihat menggunakan tongkat kayu dan botol plastik bekas minuman untuk memimpin anggotanya yaitu Ibu-ibu dari RT. 03 RW. 05 Desa Jipang, mengawal rombongan menuju tempat upacara, lapangan desa setempat.

Dibenarkan Peltu Diono, Bati Tuud Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, yang merupakan kakak dari Sunarti, bahwa setiap perlombaan agustusan tingkat kecamatan, grup kesenian tersebut hampir selalu selalu menjadi juara pertama dari aspek kelucuan, kekompakan, jenis lagu serta irama yang dimainkan.

“Ini merupakan wujud semangat masyarakat Jipang dalam menyambut pembangunan. Juga ungkapan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu Kades, H. Bahrum, SH (65), menyatakan bahwa warganya ingin memberikan yang terbaik sebagai ucapan terima kasih kepada Pemerintah dan Kodim karena desanya mendapatkan pembangunan besar-besaran.

“Mewakili masyarakat saya ucapkan terima kasih atas TMMD Sengkuyung. Juga kesenian lokal diberikan kesempatan berkreasi dan diperkenalkan ke umum,” ucapnya.

Selain grup tersebut, juga tampil grup kesenian lokal lainnya dari sekolah setempat serta hadroh dari Ibu-ibu PKK. (Aan)

Inilah Sasaran Pembangunan Non Fisik TMMD Sengkuyung Masyarakat Bantarkawung Brebes


Brebes – "Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat", Adalah tema yang diambil dalam program TMMD Sengkuyung tahap III TA. 2019, dalam membangun sarana umum masyarakat Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Sasaran fisiknya berupa pembuatan 5 buah jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang masing-masing 6 meter, 8 meter 2 unit dan 10 meter 2 unit, juga dibangun 4 unit plat deker dengan volume masing-masing 4 x 1,2 meter, makadam 750 meter lebar 3 meter, 5 unit rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembuatan talud 3 titik untuk mengawetkan jalan (ruas I 39 x tinggi 0,5-3 meter, ruas II 47 x tinggi 1 meter dan ruas III sepanjang 30 meter dan tinggi 3 meter).

Selain sasaran tersebut, juga dilaksanakan pembangunan non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi. Hal ini dibacakan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim, Kapten Arhanud Nediono, saat upacara pembukaan TMMD Sengkuyung di hadapan Irup, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE.MH. Rabu (2/10/2019).

Adapun penyuluhan yang akan dilaksanakan dalam pembangunan 30 hari kedepan meliputi, penyuluhan sosial permasalahan masyarakat, program pertanian, peternakan, penanggulangan bencana alam, hukum terpadu, kesehatan, KB-Kes, Kamtib lingkungan, penyalahgunaan narkoba, wajib belajar 12 tahun, wawasan kebangsaan, radikalisme dan penyuluhan tentang rekrutmen TNI.

“Sosialisasi dan keterampilan yang akan diberikan kepada masyarakat sesuai jadwal dari Dispermades diantaranya adalah sosialisasi perizinan terpadu, tenaga kerja dan transmigrasi, IMS dan Aids, pengawasan orang asing, permasalahan sosial dan sosialisasi UU perkawinan No. 1 tahun 1974,” ucapnya disaksikan ratusan hadirin yang memadati lapangan desa setempat.

Ditambahkannya, juga akan diberikan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi pelayanan langsung akte kelahiran, perpustakaan keliling, KB-Kes, pengobatan ternak gratis. Disamping itu, masyarakat juga akan diputarkan beberapa film yang salah satunya adalah film tentang cukai, sebagai edukasi visual. (Aan)

Pembangunan Berbagai Akses Kesejahteraan Masyarakat Jipang Brebes Diresmikan Bupati


Brebes – Pembangunan infrastruktur umum masyarakat di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang telah dinantikan selama ini akhirnya diresmikan oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, selama 30 hari ke depan.





Tampak Idza membuka secara simbolis program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2019, di lapangan desa setempat, dengan pemukulan kentongan, penyerahan alat peralatan kerja serta penandatanganan notulen TMMD. Rabu (2/10/2019).

Selain melibatkan lintas sektoral/instansi, program pemerintah yang di swakelola oleh Kodim ini, juga melibatkan masyarakat sebagai objek pembangunan.

Adapun sasaran fisiknya adalah pembangunan 5 unit jembatan dengan lebar 4 meter dan masing-masing panjangnya adalah 6 meter, 8 meter 2 unit serta 10 meter 2 unit. Juga 4 unit plat deker dengan volume masing-masing 4 x 1,2 meter, makadam 750 meter lebar 3 meter serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit.

Dibenarkan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bahwa pengerasan makadam juga dibarengi dengan upaya pengawetannya. Yaitu, pembuatan talud di 3 ruas/titik meliputi, ruas I sepanjang 39 meter tinggi 0,5-3 meter, ruas II panjang 47 meter tinggi 1 meter dan ruas III panjang 30 meter tinggi 3 meter.

Untuk anggaran yang digelontorkan pemerintah yaitu sebesar 1,46 miliar yang bersumber dari APBD Fisik Kabupaten Brebes I dan II TA. 2019.

Untuk jembatan dan makadam yang sedang dibangun, akan menjadi akses pendekat masyarakat Dukuh Cilinduk menuju pusat desa, Jipang. Pengerasan jalan dilakukan mulai dari ujung jembatan pertama sampai dengan jembatan terakhir. Sasaran utama ini akan menjadi pondasi bagi pekerjaan pengaspalan/betonisasi pada pembangunan pemerintah selanjutnya.

Inilah upaya pemerintah yang disinergikan dengan TNI sebagai pemangku teknis pembangunan, dalam pemerataan pembangunan di wilayah Kota Bawang atau Kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. (Aan)